4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 Part 1

Pria bertopi rajut itu ternyata menyadari adanya CCTV. Ia kemudian menutupi CCTV, sehingga tidak bisa merekam apa yang terjadi.


Pria itu masuk ke dalam apartemen dan membuka paksa salah satu kamar disana. Ia berhasil masuk dengan mudah.


Dan ternyata itu adalah apartemen Si Hwan. Pria  itu mulai menyalakan senternya dan meneliti kamar itu.


Ia berhasil menemukan sehelai rambut si Hwan di atas kasur. Ia mengambil dan menyimpan rambut itu dengan hati-hati. Ia juga memeriksa tempat sampah.


Beberapa pakaian Si Hwan juga diambil, lalu dimasukkan ke dalam tas. Ia juga mengambil sepatu Si Hwan, lalu mulai mengetik sesuatu di komputer.


Seol Ok menemui Si Hwan dan bertanya apakah ada yang terjadi antara Si Hwan dan Mi Joo. “Tentu tidak. Kau tahu, Mi Joo terlalu baik untukku. Aku berencana melepaskannya, ketika dia bilang sudah lulus ujian. Aku ingin membuat kenangan indah bersamanya untuk terakhir kalinya. Aku akan berterima kasih padanya bahwa dia mau berkencan dengan orang sepertiku Dia berhasil lulus ujian? Kenapa dia hidupnya begitu menyedihkan? Aku akan menangkap pelakunya dan membunuhnya dengan tanganku sendiri,” kata Si Hwan sedih.


Seol Ok menggelengkan kepalanya dan melarang Si Hwan melakukan itu. Si Hwan bilang ia tidak bertahan. Seol Ok menggenggam tangan Si Hwan untuk menenangkannya, tapi dia sendiri  malah tidak bisa berhenti menangis.


Ketika sampai di apartemen Si Hwan, Seol Ok berpesan agar Si Hwan tidak melakukan sesuatu yang spontan. Ia berjanji akan menangkap pelakunya dan menghukumnya. Karena Si Hwan juga ingin menangkap pelakunya, mereka sepakat untuk melakukannya bersama-sama.


Seol Ok bilang pertama-tama mereka harus menemukan catatan, gambar, atau buku harian Mi Joo terlebih dulu. “Baiklah, aku akan mencarinya,” kata Si Hwan lalu pamit pergi.


“Benar. Merengek tidak akan membantu kita menangkap pelakunya,” gumam Seol Ok setelah Si Hwan pergi. Ia mengela napas, lalu pergi.


“Kenapa kau keluar dari sana?” tanya Si Hwan yang memergoki pria bertopi rajut keluar dari kamarnya yang kemudian menyebut nama Si Hwan. “Kau mengenalku?” Pria itu menatap tajam pada Si Hwan.


Si Hwan melarikan diri sampai ke jalan luar apartemen. Pria bertopi rajut itu terus mengejarnya.


Ketika akhirnya Si Hwan merasa aman, pria bertopi rajut itu malah tengah berlari ke arahnya dengan sangat cepat dan menyergapnya.


Na Ra tersipu dan bercerita bahwa dia menerima kiriman bunga. Kepala Shin ikut senang dan menanyakan apa pekerjaan pria itu dan latar belakang keluarganya. “Aku tidak tahu siapa pengirimnya. Di suratnya tertulis nama Sekretaris Kim,” kata Na Ra.


Kepala Shin berhenti berjalan, karena ia sangat terkejut. Ketika tahu bahwa bunga itu dikirim kemarin, Kepala Shin menegur Na Ra karena tidak langsung memberitahunya. Ia menyuruh Na Ra selalu pulang pergi bekerja naik mobilnya dan melarangnya pergi ke klub atau tempat lainnya. Na Ra tidak mengerti.


Di kantor, Kepala Shin bermain othello dengan Bo Gook, tapi ia terus saja melamun. Saat Bo Gook bertanya, ia hanya berkata bahwa ia sedang banyak pikiran. Bo Gook berpesan agar Kepala Shin tidak terlalu khawatir agar hidup sehat dan berumur panjang. Ia lalu bertanya berapa umur Na Ra.


Kepala Shin bilang putrinya berusia 26 tahun ini dan belum menikah. Ia bilang akan menjodohkannya dengan seseorang yang tepat. Bo Gook bilang Kepala Shin harus berumur panjang agar bisa melihat putrinya menikah.


“Untuk kebaikan putrimu, jangan berkhianat,” kata Bo Gook lalu memainkan bidaknya. Kepala Shin tidak mengerti.


“Jangan khianati Sekretaris Kim, jika kau ingin mempertahankan jabatan Kepala,” kata Bo Gook serius. Kepala Shin ingin bertanya bagaimana Bo Gook tahu tentang itu. “Oh, sayang sekali. Aku menang, Kepala Shin Jang Goo,” kata Bo Gook setelah melepas kacamatanya.


Kepala Shin sangat terkejut. “Sekretaris Kim?” katanya ketakutan. Bo Gook masih menatapnya dengan tajam.


Saking takutnya, Kepala Shin sampai menjatuh bidaknya, dan tangannya bergetar.


Setelah Bo Gook pergi, Kepala Shin memanggil Sung Woo dan Manajer Joo ke ruangannya. Ia meminta Sung Woo yang merupakan Kepala Tim 1 agar mengambil alih kasus Mi Joo dari Tim 2.


Ternyata pengambilalihan kasus itu adalah permintaan Bo Gook. Kepala Shin bilang kasus Mi Joo sudah dikerjakan oleh Inspektur Woo dan Detektif Ha. “Aku tidak sedang berdiskusi denganmu,” kata Bo Gook. Kepala Shin bertanya kenapa Bo Gook ingin agar Tim 1 yang menangani itu. “Kau ingin tahu? Sungguh?” Kepala Shin diam saja. “Bukankah lebih baik bagimu jika kau mengatakan pada orang lain bahwa kau hanya menandatangani dokumen? Jadi, apa kau masih penasaran? Kau ingin aku memberitahumu?” Kepala Shin menggeleng.


Manajer Jo mengatakan bahwa kasus Mi Joo sudah ditangani tim lain, Sung Woo menambahkan bahwa Tim 2 tidak akan membiarkan hal itu terjadi, terutama Detektif Ha.


Kep. Shin: “Ini perintahku, jadi tidak ada yang bisa menolaknya. Sejak kapan aku kita membutuhkan izin darinya?”
Sung Woo: “Bukan itu maksudku.”


Kepala Shin meminta Sung Woo mendekat dan berkata, “Tim-mu adalah kasrtu As kantor kita. Ini karena Tim 2 tidak bisa dipercaya.” Manajer Jo bilang tidak akan terlihat bagus jika mengambil kasus dari tim lain. “Manajer Jo, bukan itu yang penting disini. Yang penting adalah kasusnya harus tuntas!”


Manajer Jo menyarankan agar kasus itu dikerjakan oleh kedua tim. “Tidak buruk,” kata Kepala Shin setuju. Mereka berdua kemudian menatap Sung Woo untuk meminta persetujuan. Sung Woo terpaksa menerimanya.


Melihat ada orang yang kebingungan, Detektif Yuk bertanya apakah ada yang bisa ia bantu. Ternyata itu adalah Joo Seok yang datang untuk menjadi relawan di pusat masyarakat yang baru saja diresmikan oleh Kepala Shin.


Sementara itu, Tim Forensik kembali memeriksa TKP, dan kali ini Tim Sung Woo yang mendampingi mereka.


Polisi Kim yang tengah berjaga bertanya apakah MC Jay mengenal korban. “Aku tidak mengenalnya secara pribadi. Dia pacar temanku,” kata MC Jay lalu menghela napasnya. “Aku harap Seol Ok Noona segera menangkap pembunuhnya.”


MC Jay lalu bertanya kenapa Tim Forensik datang lagi.  Polisi Kim bilang untuk kasus besar, mereka bisa melakukannya beberapa kali. MC Jay bilang maksudnya adalah permainan berakhir ketika Seol Ok sudah mulai menyelidiki.


Kyung Mi berhasil menemukan sehelai rambut dan memasukka ke plastik bukti dengan hati-hati.


Sedangkan, Profesor Hwang berhasil menemukan noda darah di ilalang yang sudah mulai mengering. Ia yakin darah itu tidak ada disana sebelumnya. Ia merasa ada yang aneh disana.


Kyung Mi menghampiri Profesor Hwang dan memberitahukan apa yang ia temukan. Profesor Hwang terkejut, karena sebelumnya mereka tidak menemukan itu. Kyung Mi menduga bahwa TKP sudah terkontaminasi.


Malam sebelumnya, pria bertopi rajut menyamar menjadi Polisi dan masuk ke TKP untuk meletakkan barang bukti palsu berupa rambut dan darah Si Hwan.


Profesor Hwang marah karena para petugas tidak mengamankan TKP dengan benar. Sung Woo bilang Profesor Hwang harus menginformasikan itu kepada Tim 2, karena dia sendiri baru mengambil alih kasusnya 4 jam lalu. Profesor Hwang heran kenapa ada 2 tim sehingga ia kesulitan untuk mengetahui siapa yang berwenang, tapi Sung Woo bilang alasannya hanya Kepala Shin yang tahu.


Sung Woo berpesan agar timnya dulu yang diberitahu saat hasil pemeriksaannya keluar. “Kenapa aku harus melakukan itu?’ tanya Profesor Hwang. Sung Woo membungkuk dan memohon. “Kyung Mi, rapikan TKP-nya.”


Sung Woo kemudian memanggil Detektif Yuk dan bertanya apakah ada orang mencurigakan di sekitar Mi Joo. “Dia belum bertemu keluarga dan temannyaselama 3 tahun. Dia tinggal di Asrama Ino di Noryang-dong dan hanya pergi ke kelas dan ruang belajar,” kata Detektif Yuk.


Detektif Ha menjelaskan kepada kedua tim bahwa di hari tewasnya, Mi Joo melakukan panggilan telepon di tempat yang berjarak 150 meter dari Pos Polisi Joongjin-6 dong. Dan 2 minggu kemudian, mayatnya ditemukan di padang ilalang. Detektif Ha menduga Mi Joo kesana untuk menemui seorang temannya. 


Kopral Kong bilang itu adalah lingkungan dimana orang mesum berkeliaran.


Detektif Yuk tidak setuju jika pelaku pembunuhan Mi Joo adalah orang mesum, karena disana tidak berdekatan dengan sekolah khusus wanita.


Ins. Woo: “Dia bukan lagi sekedar orang mesum.”
Na Ra: “Sekarang dia berevolusi menjadi pemerkosa.”
Sung Woo: “Berevolusi?”
Det. Yuk: “Apa maksudmu seperti monyet yang berubah menjadi manusia? Haha..”


Detektif Ha menyorotkan pointer pada Detektif Yuk dan menyuruhnya menyimak dengan baik.Ia melanjutkan analisisnya bahwa Mi Joo dibaca dari Joongjin 6-dong ke padang ilalang dengan menggunakan mobil. Ia bilang ada gesekan semen di tubuh Mi Joo, sedangkan di padang ilalang jalannya basah dan berlumpur.


Manajer Jo bilang bisa saja tergores jalan berlumpur, karena ia juga merasakannya saat mabuk. Profesor Hwang bilang hasilnya sangat berbeda antara gesekan di jalan berlumpur dengan jalan beton yang keras.


“Dia tergores lantai semen,” kata Profesor Hwang saat memeriksa mayat Mi Joo.


Kyung Mi menambahkan bahwa mereka menemukan banyak jejak sepatu. Ia belum yakin bahwa itu adalah milik korban. Profesor Hwang bilang penyebab kematiannya adalah mati lemas karena tekanan di tengkuk. Ia juga bilang bahwa mereka menemukan jejak ban mobil mahal, yang tidak bisa mereka lihat sehari-hari. Inspektur Woo menduga bahwa korban dibawa dalam keadaan pingsan, kemudian dipindahkan dan dibunuh.


Sung Woo: “Apa kau punya bukti bahwa jejak itu adalah milik pembunuh? Banyak pemancing datang dan pergi kesana saat malam hari.’
Det. Yuk: “Apa dia meninggalkan namanya di jejak ban itu?”


Inspektur Woo menatap Sung Woo dan Detektif Yuk satu persatu. Sepertinya ia meragukan kredibilitas mereka berdua.
Advertisement


EmoticonEmoticon