4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 Part 1

Saat sampai di depan apartemen Shi Hwan, Seol Ok buru-buru membuka pintu mobilnya, tapi Detektif Ha sudah lebih dulu mengunci pintunyatapi tidak bisa. Sebuah mobil lain kemudian melintas tepat di sebelah mobil Detektif Ha.


“Ahjumma! Hati-hati. Ada mobil tadi,” kata Detektif Ha khawatir. “Tahan dirimu pada waktu-waktu seperti ini.” Seol Ok mengerti, lalu turun dari mobil.


Sung Woo bilang harusnya Detektif Ha meminta kepala timnya sendiri untuk membantu.


Seol Ok melihat pria bertopi rajut yang sudah ada di dalam mobil patrol. Pria itu kemudian memalingkan wajahnya.


Ins. Woo: “Ada apa? Kau menginginkan Detektif Ha kembali?”
Sung Woo: “Tim-mu butuh orang berbakat. Jadi, aku baik-baik saja.”


Sung Woo lalu menyerahkan ponsel pelaku kepada Detektif Ha.
Flashback..


“Apa? Apa maksudmu? Go Si Hwan ditemukan mati? Dimana?” kata Detektif Ha dan ada Sekretaris Kim bersamanya.


Sekretaris Kim diam-diam menyimpan alat penyadap di kerah jaket Detektif Ha dan berpura-pura membersihkan debu dari jaket Detektif Ha.


Detektif Ha ternyata sudah menyadari alat penyadap itu sebelum membahas tentang Sekretaris Kim bersama Inspektur Woo tadi.


Ponsel pelaku berdering dan Inspektur Woo menyuruh Detektif Ha menjawabnya saja, karena bagaimanapun mereka harus mengeceknya.


“Apa kau sudah mendapatkan kamera Go Si Hwan?” kata Sekretaris Kim.


Detektif Ha sepertinya mengenali suara itu, dan Sekretaris Kim pun sadar bahwa ada yang tidak beres.


“Sekretaris Kim. Siapa sebenarnya Sekretaris Kim? Salah satu kenalanku sangat bagus dalam mengumpulkan informasi. Apa dia punya petunjuk? Kau tahu Kang Bo Gook?” tanya Detektif Ha pada Inspektur Woo. “Dia mungkin sudah tahu segalanya tentangmu.” Detektif Ha lalu mengeluarkan alat penyadap dari kerah jaketnya.


Detektif Ha lalu bicara di depan alat penyadap itu. “Bo Gook hyungnim, Kang Bo Gook hyungnim. Haruskah aku memanggilmu Sekretaris Kim atau Kang? Ini sudah direncanakan sejak awal. Kau membawaku ke biro informasi. Kau membuatku dan ayahku bertengkar dengan mengatakan bahwa menghilangnya Hyun Soo  berkaitan dengan Firma Ha & Jung.” 


Sekretaris Kim mendengarkan perkataan Detektif Ha.


“Aku mempercayaimu seperti ayahku sendiri dan bersandar padamu seperti kakakku. Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?” Detektif Ha lalu membuang alat penyadap itu ke jalanan.


Melihat Detektif Ha sangat sedih, Seol Ok bilang itu bukan salahnya karena Detektif Ha tidak akan mencurigai orang yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Aku rasa aku tahu dimana dia,” kata Detektif Ha.


Bersama Na Ra dan Kopral Kong, Detektif Ha pergi ke markas terakhir Sekretaris Kim, tapi tempat itu sudah ditinggalkan. Detektif Ha kecewa.


Di Kantor Polisi, Sung Woo bertanya bagaimana Seol Ok bisa tahu kalau ada kamera dipasang di apartemen Si Hwan ,padahal sebelumnya ia tidak menemukan apapun saat pertama kali memeriksa kamar Si Hwan.. “Tidak ada kamera disana saat tiu, karena itu kamera milik Seol Ok,” kata Inspektur Woo.


“Kami membuat jebakan untuk menangkap anak buahnya,” kata Inspektur Woo.


Sung Woo: “Siapa yang memberi perintah padanya?”
Seol Ok: “Kau tidak perlu tahu. Ini terlalu berbahaya. Aku akan memberitahumu jika sudah yakin.”
Sung Woo: “Lupakan saja.”


Detektif Ha bertanya apakah Inspektur Woo menemukan Hyun Soo lagi. “Ya. Dia bilang dia ingin melupakan hidupnya sebagai Seo Hyun Soo,” jawabnya.


“Apa dia Jung Hee Yeon?” tanya Detektif Ha. Inspektur Wo diam saja dan itu membuat Detektif Ha semakin yakin bahwa dugaannya benar. “Aku lega dia masih hidup. Aku senang. Aku sangat senang. ”


Detektif Ha bertanya apa yang dilakukan pria bertopi rajut itu di apartemen Si Hwan. “Aku hanya penasaran barangkali aku bisa merampok sesuatu,” jawab pria itu. Detektif Ha bertanya apa yang mungkin bisa dirampok di kamar sekecil itu.


Detektif Ha menunjukkan rekaman kamera Seol Ok di laptopnya. “Apa yang sedang kau cari?” tanyanya. Pelaku diam saja. “Kau meninggalkan jejak Si Hwan di TKP pembunuhan Mi Joo. Aku benar, kan?”


“Apa kau punya bukti?” tanya pelaku. Detektif Ha bilang mereka tidak punya bukti, sidik jari, rekaman CCTV, ataupun saksi, tapi dia punya firasat bahwa orang itulah pelakunya. Detektif Ha bilang bukan hanya dia yang berpikiran seperti itu.


Profesor Hwang bilang ada pepatah mengatakan bahwa ‘setiap kejahatan meninggalkan jejak’. Dia bilang sidik jari bisa dihapus dengan baik dan bersih, tapi komponen berat seperti kosmetik dan kain tidak bisa dihapus dengan mudah.


“Di mobil dimana Si Hwan mati, ditemukan kain yang sama dengan topi rajut yang kau pakai,” kata Detektif Ha.


Serpihan kain itu menempel di langit-langit mobil, ketika pelaku sedang membersihkan sidik jarinya.


Pelaku bilang itu adalah topi rajut biasa yang mudah ditemukan, jadi tidak bisa dijadikan bukti. Ia menjadi terkejut, ketika Detektif Ha bilang bahwa serpihan kain yang sama dengan jaket dan celana panjang pelaku juga ditemukan.


Detektif Ha menunjukkan hasil pemeriksaannya dan akan menjelaskan lebih jauh jika pelaku masih penasaran. “Kau mungkin ingin tetap setia. Kejahatanmu cukup serius. Kau tidak perlu disalahkan atas kejahatan orang lain,” katanya. Pelaku mulai bimbang.


“Aku tidak mau jatuh seperti ini. Aku tidak mau mati sendirian. Aku tahu semua hubungan antara Sekretaris Kim dan Profesor Ha Ji Seung,” kata Joo Seok dan seseorang merekam pengakuan itu. “Kau bisa menulis artikel ini dengan cepat, bukan?”


Joo Seok menerima kiriman makanannya dan mulai memakannya dengan tenang.


Saat penjaga kembali, Joo Seok ditemukan sudah tergeletak di lantai dan makanannya berantakan. “Darurat. Darurat. Terjadi sesuatu di dalam sel,” lapornya melalui radio panggil.


Mayat Joo Seok dibawa masuk ke dalam ambulance. Na Ra berkata kepada ayahnya bahwa itu semua aneh, karena tersangka makan sushi, padahal seharusnya tersangka tidak bisa memakan makanan dari luar. Kepala Shin mengingat saat Sekretaris Kim memintanya agar Joo Seok diizinkan untuk menerima kiriman makanan dari luar.


“Dia bisa saja selamat, jika dia menerima pertolongan pertama. Jika ada orang lain di dalam sel itu. Tapi ayah, bukankah sel penuh oleh orang yang mabuk? Tapi kenapa hanya selnya yang kosong?” tanya Na Ra heran.


“Tidak mungkin,” kata Kepala Shin saat mengingat bahwa Joo Seok sendiri dalam sel juga merupakan permintaan Sekretaris Kim.


Sekretaris Kim marah karena Kepala Shin tidak menjawab teleponnya. “Kepala Shin. Aku yang membuatnya berada di jabatan itu. Beraninya dia tidak menjawab teleponku?” gumamnya marah.


Ji Seung datang ke ruang otopsi dan merasa sangat terpukul. Detektif Ha bilang Joo Soek bisa saja selamat jika ada orang lain di dalam selnya. “Dia yang menginginkan sendiri saja dalam selnya. Apa kau curiga padaku?” kata Ji Seung. Detektif Ha bilang ia curiga pada seseorang di balik kakaknya. “Kenapa kau pikir ada orang di belakangku?”


Ji Seung berhenti bicara, karena mengingat pertemuannya dengan Sekretaris Kim yang mengatakan bahwa dia akan mengurus semuanya.


Det. Ha: “Kang Bo Gook. Yang dikenal sebagai Sekretaris Kim.”
Ji Seung: “Dia hanya seorang kenalan.”
Det. Ha: “Dia pria yang menyeramkan. Hyung mungkin akan berada alam bahaya, jika tetap terlibat dengannya.”


Ji Seung bilang ia tidak mengerti apa yang Detektif Ha katakan, lalu pergi.


Detektif Ha memberitahu pria bertopi rajut, bahwa Joo Seok ditemukan mati di dalam selnya dan tidak diketahui penyebabnya. Ia bertanya-tanya apa yang akan segera terjadi pada pria itu. “Walau kau tidak berkata apa-apa, tempat tinggalmu akan mengatakannya, daftar panggilan ponselmu, kamera mobil, dan rekening bank-mu,” kata Detektif Ha.


“Menemukan Sekretaris Kim hanya tinggal masalah waktu. Pelaku mulai bimbang.


Tim 1 dan 2 menggeledah beberapa lokasi dan mengambil dokumen yang diperlukan.
Advertisement


EmoticonEmoticon