4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 Part 2

Seol Ok datang sambil membawakan kopi dan teh buah buatannya sendiri. Sementara yang lain sudah sibuk memeriksa dokumen yang mereka ambil dari tempat yang mereka datangi sebelumnya.


Seol Ok terlihat kecewa saat mayoritas lebih memilih kopi. “Mereka sangat kejam. Padahal ahjumma sudah membuatkan ini untuk kita,” kata Detektif Ha yang memilih teh buah buatan Seol Ok. “Slurrp. Awh. Apa kau yakin ini the? Bukankah ini minuman kerasn?”


Seol Ok tetap membagikan teh buatannya, tapi semua orang tampak ragu untuk meminumnya.


Detektif Ha kemudian menemukan dokumen hasil otopsi supir taksi di kasus Sinim-dong Gongpyeong Hill tahun 2007. Ia membaca dokumen itu bahwa ayah Seol Ok mati karena mabuk, tapi ditemukan bekas tusukan jarum.


Detektif Ha kemudian menunjukkan dokumen itu pada Seol Ok.


Dulu mereka tidak menemukan hasil otopsi di dokumen kasus orang tua Seol Ok. Saat itu mereka hanya diberi bukti bahwa kedua orang tuanya mati akibat bunuh diri. “Mereka menyembunyikan hal yang paling penting, hasil otopsi,” kata Detektif Ha.


“Lihat, mereka menemukan narkotika di tubuhnya,” tunjuk Detektif Ha. Seol Ok mulai menangis saat mengatakan ada memar sebagai bukti perlawanan yang ditemukan di tubuh ayahnya.


Seol Ok bilang sejak awal dia tahu bahwa orang tuanya tidak akan bunuh diri dan meninggalkannya sendiri. Detektif Ha berkata, “Semua tersangka mati. Jang Do Jang mati, begitu juga Detektif Go. Si perencana, Sekretaris Kim melarikan diri. Aku seharusnya menyelesaikan kasus itu lebih cepat. Maafkan aku.”


Seol Ok menggelengkan kepalanya. Ia bilang ia tidak bisa membuat mereka dihukum sesui hokum yang berlaku, tapi ia tahu kebenarannya. Ia yakin orang tuanya akan mengerti. Detektif Ha bilang mereka pasi sangat frustasi karena dituduh membunuh. “Ibu, ayah, aku merindukan kalian,” kata Seol Ok sedih. Ia berharap orang tuanya akan menepuk kepalanya karena sudah melakukan pekerjaan yang bagus. Ia berharap ayahnya akan berkata, “Terima kasih telalh membuktikan kami tidak bersalah, putriku.”


“Ahjumma, kau melakukannya dengan sangat baik. Aku yakin orang tuamu akan merasa bangga,” kata Detektif Ha lalu mengusap rambut Seol Ok. “Kerja bagus, Seol Ok. Kau melakukannya dengan baik, Seol Ok. Aku sungguh-sungguh. Ahjumma, kau sudah melakukannya dengan baik.”


Berkat Detektif Ha, Seol Ok bisa tersenyum lagi. Walaupun memang kesedihan itu belum sepenuhnya hilang.


“Ya, Sekretaris Kim.  Aku akan menemui nanti. Baiklah,” kata Ji Seung di ponselnya dan Hyun Soo yang baru datang sempat mendengarnya.


Melihat Detektif Ha yang tertidur, Sung Woo membangunkannya dan menyuruh pulang lalu tidur saja di rumah. “Ini pasti minuman keras,” kata Detektif Ha sambil melihat minumannya yang sudah membuatnya mengantuk. Ia lalu mulai mengecek berkas lagi.


Dokumen itu berjudul ‘Rencana Pembunuhan Patissier Jung Hee Yeon’. Disana tertera foto Hyun Soo, lokasi pembunuhan, bahkan lokasi dan jarak CCTV dari rencana lokasi pembunuhan.


“Ada rencana pembunuhan terhadap Jung Hee Yeon,” gumam Detektif Ha. “Mala mini jam 9?” Detektif Ha mengecek jam di ponselnya.


Malam harinya, Ji Seung  masuk ke sebuah gudang dan bertemu dengan Sekretaris Kim. Ia menanyakan tentang kematian Joo Seok, tapi Sekretaris Kim bersikap seolah ia tidak tahu apa-apa. Ji Seung merasa malu sebagai pengacara karena menutupi perbuatan jahat Joo Seok. Ia tidak mau ada yang dikorban lagi.


“Ah, tidak ada pengorbanan lain. Percayalah padaku. Presdir Ha, kau akan melakukan hal luar biasa di masa depan. Aku tidak akan membuatmu terluka sekecil apapun,” kata Sekretaris Kim. Seseorang mengintai mereka berdua.


Detektif Ha yang sangat mengantuk sedang dalam perjalanan menuju lokasi pembunuhan yang tertera di dokumen tadi. “Mereka akan membunuh Jung Hee Yeon dan menimpakan kesalahan pada orang yang dekat dengannya. Siapa yang akan mereka salahkan? Siapa kemungkinannya?” kata Detektif Ha sambil berusaha menghalau rasa kantuknya.


“Detektif Ha Wan Seung sudah sejak lama mencari seorang wanita. Namanya Seo Hyun Soo. Mereka pernah tinggal bersama di Daehak-ro. Mereka pasti sangat saling mencintai. Mereka sudah saling mencari satu sama lain selama 17 tahun. Astaga. Cinta benar-benar luar biasa,” ungkap Sekretaris Kim.


Ji Seung bertanya kenapa Sekretaris Kim memberitahukan itu kepadanya. Sekretaris Kim menjawab, “Dia tiba-tiba muncul lagi. Dengan nama Jung Hee Yeon.” Ji Seung terkejut. “Dia berada di sekitar Ha Wan Seung sampai sekarang.” Ji Seung lemas dan hampir ambruk. “Ah, benar. Maafkan aku, Presdir Ha. Aku jadi bingung. Jung Hee Yeon yang aku kenal adalah seseorang yang lain. Astaga. Aku’ lupa. Inilah yang terjadi, ketika kau sudah tua. Haha.. Jadi sekarang, keputusannya ada di tanganmu. Percayalah apa yang ingin kau percayai.”


Ji Seung memilih pergi dengan langkah gontai, sedangkan Sekretaris Kim tertawa puas.


“Apa kau akan membunuhku. Berhenti bersembunyi dan keluarlah,” kata Sekretaris Kim yang tahu bahwa sejak tadi ada yang mengintainya. “Ada yang harus kita bicarakan.”


Seseorang masuk sambil menodongka pistol, lalu menembak Sekretaris Kim yang ambruk seketika.


Ternyata penembak itu adalah Hyun Soo. “Tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku sudah melarikan diri selama 17 tahun. Melihatmu terbaring di lantai seperti itu, kau bukanlah siapa-siapa, walau kau adalah Sekretaris Kim,” katanya.


Detektif Ha dengan langkah mengantuk tidak lama kemudian sampai disana. Dia menodongkan senjatanya dan samar-sama melihat Hyun Soo disana. Hyun Soo menatapnya sedih. Detektif Ha menurunkan pistolnya. Mereka saling menatap dan Hyun Soo menangis.


Tiba-tiba Sekretaris Kim yang dikira mati, berdiri dan menembak Hyun Soo.


Detektif Ha ambruk karena sudah tidak bisa menahan kantuknya, sedangkan Hyun Soo ambruk karena tembakan yang mengenai perutnya.


Detektif Ha berusaha meraih Hyun Soo, namun ia terlalu lemah.


Sementara itu, Sekretaris Kim pergi sambil membuka rompi anti pelurunya.


“Hyun Soo,” panggil Detektif Ha lemah. Ia berusaha kerasn menghampiri Hyun Soo.


Hyun Soo juga berusaha meraih Detektif Ha, namun akhirnya ia memejamkan matanya.


Mata Detektif Ha juga terpejam.


Advertisement


EmoticonEmoticon