4/21/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 SELESAI


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS A Poem a Day

Seol Ok menghela napasnya khawatir, karena Detektif Ha tidak juga menjawab ponselnya.


Kyung Mi menghampirinya dan menasehati agar Seol Ok tidak keseringan belanja online. “Aku tidak membeli ini,” kata Seol Ok sambil melihat paket kecil.Tapi Kyung Mi bilang ada nam Seol Ok tertera dipaket itu.


Di kamarnya, Seol Ok membuka paket itu. “Oh, ini cincin itu. Kenapa ini...’ kata Seol Ok.


Seol Ok lalu membuka kartu ucapan yang ada di dalam paket itu.


‘Saat sedang membersihkan tokoku, aku menemukan cincin ini. Ini cincin yang kau cari-cari, bukan?” tulis Hyun Soo di kartu ucapan itu.


‘Cincin ini sangat cocok untukmu.’


Seol Ok tertegun.


Sementara itu, para Polisi sudah menemukan Detektif Ha. “Kau ditangkap atas pembunuhan Jung Hee Yeon,” kata Detektif Yuk. Kesadaran Detektif Ha belum kembali sepenuhnya.


“Benarkah Detektif Ha ditahan atas pembunuhan Jung Hee Yeon?” tanya Detektif Ha dan Seol Ok mengangguk. “Ada sebuah pembunuhan. Detektif Ha dijebak.” Seol Ok yakin itu adalah rencana Sekretaris Kim. “Kalau begitu, itu metode barunya. Itu tidak berakhir dengan bunuh diri di mobil.” Seol Ok bilang itu mungkin karena Sekretaris Kim menganggap metode lama sudah tidak efektif.


Seol Ok bilang rencana itu dimulai setelah penggeledahan dan penyitaan dokumen yang sedang mereka perika itu. Na Ra bilang ia sampai tidak bisa pulang karena terus memeriksanya, tapi Kopral Kong bilang isinya hanya tanda terima dan kliping surat kabar.


Ins. Woo: “Tidak. Ada dokumen-dokumen penting.”
Seol Ok: “Itu umpan.”


“Karena dokumen kasus Sinim-dong itu, Detektif Ha percaya pada semua dokumen lain,” kata Seol Ok.


“Aneh sekali ada rencana pembunuhan yang dicetak seperti itu. Waktu dan tempatnya terlalu detail,” kata Seol Ok. Inspektur Woo bilang jika pelaku berhati-hati, maka mereka pasti menggunakan kode. “Dia melihat rencana pembunuhan ini pada waktu yang tepat. Di antara semua dokumen ini. Warna map ini juga terlalu mencolok.” Inspektur Woo bilang itu berarti ada seseorang yang meletakkannya disana agar Detektif Ha melihatnya.


Seol Ok mencium aroma mustard di map itu.
Flashback..


Sung Woo menegur Kopral Kong yang makan hotdog sembarangan, sampai saus mustardnya berceceran.


Seol Ok menunjuk tangan Kopral Kong yang sedang berusaha menyembunyikan bungkus hotdog. Ia menatap Kopral Kong yang tampak kebingungan.


Kepala Shin tampak memperhatikan ruang rapat yang dijadikan tempat pemeriksaan dokumen. Sung Woo menghampirinya dan bertanya apakah Kepala Shin memerlukan sesuatu dari ruangan itu. “Tidak, tidak,” kata Kepala Shin lalu pergi.


“Aku tidak pernah menyentuh dokumen itu,” kata Kopral Kong sambil mundur ketakutan. “Jangan mendekat. Jangan mendekat. Jangaaan!”


“Aku tidak bilang kau pelakunya. Pelakunya... menyentuh itu. Aku masih bisa mencium aroma mustard-nya. Dia membuat dokumen itu terkena saus di ruang rapat ini,” kata Seol Ok yang membuat Kopral Kong merasa lega.


“Dokumen itu...” tunjuk Sung Woo yang baru saja datang. Seol Ok bertanya apakah Sung Woo mengetahui sesuatu. “Kalian tidak mempercayai Tim 1. Kalian berbisik-bisik begitu.” Seol Ok meminta Sung Woo membantu Detektif Ha.


Sung Woo: “Kotak ini. Map kuning itu tadinya ada di dasar kotak ini, dan aku menumpukkan dokumen lain di atasnya. Tapi map kuning itu ada di atas kotak ini?”
Seol Ok: “Pasti ada yang memirinkan kotak itu untuk mengeluarkannya.”


Saat menumpahkan dokumen itu, tangan pelaku tidak sengaja menempel pada bekas mustard yang ada di kotak itu.


“Dia memegang map dengan tangan itu,” kata Seol Ok.


Inspektur Woo tersadar bahwa pelakunya adalah orang dalam. Na Ra kembali dan berkata, “Aku sudah mengecek CCTV. Tidak ada yang masuk ke ruangan ini, kecuali Tim kita dan Kepala Shin.” Sung Woo mengingat saat dia bertemu Kepala Shin di luar ruang rapat.


Na Ra bertanya apakah Sung Woo mencurigai ayahnya. Sung Woo tidak menjawab.


Ji Seung menangis di depan mayat Hyun Soo dan mengingat saat dia memberikan cincin ibunya kepada Hyun Soo yang ia kenal sebagai Hee Yeon. Dan Hyun Soo terlihat memakai cincin itu


Inspektur Woo bilang Kepala Shin hanya takut, jika mereka menemukan data tentang dirinya. Seol Ok lalu mengambil gelas yang ada di meja Detektif Ha sebelumnya. “Ini mustard,” kata Seol Ok. Inspektur Woo bilang pelaku meracuni teh itu.


Pelaku memasukkan beberapa tetes cairan ke teh Detektif Ha dan jarinya yang terkena mustard menempel di gelas itu.


Detektif Ha meminum teh itu tanpa tahu apa-apa.


“Karena itulah Detektif Ha pingsan,” kata Seol Ok masih sambil menatap gelas itu.”Pelakunya ada di tangan kita. Ada satu benda lagi selain mustard yang terdapat di gelas ini, map itu, dan kotaknya?” Inspektur Woo bilang itu adalah sidik jari.


Detektif Yuk berpapasan dengan Na Ra di luar ruang rapat dan bertanya kemana dia akan pergi. “Ke Profesor Hwang. Aku akan memintanya menganalisis komponen obat dan sidik jari di gelas ini,”kata Na Ra yang sebenarnya tidak mau pergi menemui Profesor Hwang. Detektif Yuk mengucapan semoga beruntung dan tidak jadi masuk ke ruang rapat.


Sung Woo yang melihatnya lalu keluar dari ruang rapat dan memanggilnya, “Sersan Yuk.” Tapi Detektif Yuk malah melarikan diri. “Sersan Yuk!” Sung Woo mengejarnya.


Seol Ok: “Bagaimana Sersan Yuk?”
Sung Woo: “Dia menghilang.”
Kopral Kong: “Ah, bisa-bisanya Sersan Yuk...”
Ins. Woo: “Saat dia bekerja di Polsek Sinim, Detektif Go adalah atasannya. Pasti dia menyimpan dendam pada Detektif Ha.”


“Fakta bahwa Jung Hee Yeon ditembak oleh pistol Detektif Ha sangatlah penting. Kita harus membuktikan seseorang mengambil pistol Detektif Ha. Tapi hanya sidik jari Detektif Ha yang ditemukan di pistol itu,” kata Seol Ok.


Detektif Yuk mengambil pistol Detektif Ha dan mengeluarkan salah satu pelurunya.


Ins. Woo: “Berapa kali kau mendengar suara tembakan?”
Seol Ok: “Satu kali.”
Ins. Woo: “Aturannya, Polisi harus menembakkan peluru kosong dua kali.”


Sung Woo: “Dua peluru kosong selalu terisi di magasin.”
Seol Ok: “Kalau begitu, pelaku mengeluarkan peluru kosongnya dan mengisi peluru baru. Sidik jarinya mungkin masih ada di peluru itu.”


Profesor Hwang memeriksa sidik jari di peluru itu. Setelah selesai, ia memanggil Kyung Mi dan Seol Ok.


“Nomor 45 di buku sidik jariku. Sidik jari Sersan Yuk,” kata Profesor Hwang. Seol Ok bilang dia sudah menduganya. Ia merasa sangat lega.


Sung Woo menatap meja Detektif Yuk dan meminta anggota lainnya untuk memasukkan Detektif Yuk ke daftar buronan. Ia merasa kecewa.


Detektif Ha yang sudah terbukti tidak bersalah akhirnya bisa bebas. Dia menyimpan buket bunga di panggung teater, tempat Hyun Soo bermain drama untuk terakhir kalinya di hadapan Detektif Ha.


Detektif Ha mengingat dialog Hyun Soo yang ditujukan untuk dirinya, “Saat seseorang sesensitif dirimu tidak bisa tidur, suaraku akan membisik ke telingamu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.”


“Sekretaris Kim? Aku sudah memutuskan. Mari kita bertemu,” kata Ji Seung lalu menutup ponselnya.


Ji Seung menunjukkan raut wajah yang sangat serius.


Tim 2 bertepuk tangan menyambut kedatangan Detektif Ha kembali. “Ahjumma, sedang apa kau disana. Kau seharusnya menjaga tempatku, Tamtama Shin!” gerutu Detektif Ha.


Sung Woo datang dan menyapanya. “Kau sudah melewatinya banyak hal,” katanya lalu pergi ke mejanya sendiri. Mereka berdua tampak sangat akur.


“Apa dia pelakunya?” tanya Manajer Jo. Salah satu detektif mengiyakan. “Tapi kau yang terlihat seperti pelakunya,” kata Manajer Jo sambil memukul kepala detektif itu dengan map yang dibawanya. “Buat laporan lalu bawa dia ke Kejaksaan.”


Manajer Jo menyuruh Detektif Ha bekerja lebih giat. Dia juga mengingatkan bahwa Seol Ok adalah asisten administrasi. Ia lalu menjawab ponselnya, “Ini dengan Jo Yoon Ho. Apa? Hasil kontes sasyta musim semi sudah ada?” Ia buru-buru pergi.


“Anda terpilih sebagai pemenangnya,” kata Kopral Kong sambil memencet hidungnya.


Mereka kemudian tertawa mendengar teriakan bahagia Manajer Jo yang padahal hanyalah keisengan Kopral Kong untuk menyingkirkan Manajer Jo.


“Ahjumma, kembalilah ke posisimu. Apa kau detektif? Bukan,” kata Detektif Ha sambil membersihkan papan namanya. “Pergi.” Seol Ok terpaksa pergi. 


“Baiklah. Kau tidak akan menyesali keputusanmu, Presdir Ha,” kata Sekretaris Kim lalu menutup ponselnya. Disana juga sudah ada Detektif Yuk. “Tahukah kau bahwa Detektif Go dulu adalah anak buahku?” Detektif Yuk bilang ia membantu Sekretaris Kim, karena ia sudah mengetahui hal itu. “Kau tidak seperti anak muda zaman sekarang. Kau masih setia pada mendiang Detektif Go. Tolong tunjukkan kepadaku, level kesetiaan seperti itu juga.”


Sekretaris Kim mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dan Detektif Yuk menyambutnya.


Detektif Ha bertanya bagaimana Seol Ok bisa sangat lihai dalam menangkap penjahat. Seol Ok bilang menangkap penjahat bukan seperti menjadi pintar di kelas. Detektif Ha sangat setuju bahwa Seol Ok tidak pintar, tapi akan sangat hebat jika menjadi detektif.


Di persimpangan jalan, mereka bertemu dengan Sung Woo dan Inspektur Woo. Detektif Ha mendekati Inspektur Woo dan berkata bahwa kasus mutilasi yang mereka tangani bukanlah pembunuhan berantai.


“Ada 3 pembunuhan berturut-turut, tetapi ini bukan kasus pembunuhan berantai? Letnan Ha, masih banyak yang harus kau pelajari. Kau terdengar seperti amatir. Hahaha..” kata Inspektur Woo sambil tertawa tidak seperti sebelumnya yang selalu kaku.


Seol Ok: “Ketua Tim Gye, kapan kasus pembunuhan Nyonya pemilik bar yang mirip dengan kasus ini terjadi?”
Sung Woo: “Tanggal 3 April 2013 pukul 2.23. Kau pikir aku ini buku catatan pribadimu?”
Det. Ha: “Ingatannya sangat tajam.”


Di persimpangan berikutnya,mereka bertemu Kyung yang sedang bicara dengan Profesor Hwang di ponselnya. “Halo? Ya, Pak. Baiklah.”


Seol Ok: “Kyung Mi, ini kasus resmi pertamamu.”
Kyung Mi: “Ya.”
Seol Ok: “Selamat.”
Kyung Mi: “Terima kasih.”


Sung Woo dan Inspektur Woo bertepuk tangan untuk Kyung Mi, sedangkan Detektif Ha memakai kacamata hitamnya.


Det. Ha: “Sebentar. Bagaimana kita membagi kelompok?”
Ins. Woo: “Kita tidak boleh membuang waktu. Penjahat berkeliaran di luar sana dan melakukan kejahatan.”
Sung Woo: “Kami ke kiri. Kalian bertiga ke kanan. Ayo.”


Det. Ha: “Memangnya siapa kau berani memerintahku?”
Sung Woo: “Aku tetap ketua tim. Kau mau membuat masalah?”
Det. Ha: “Kau di Tim 1. Aku di Tim 2.”
Sung Woo: “Sial!”


Det. Ha: “Kopral Kong?”
Kop. Kong: “Ya!”
Det. Ha: “Kopral Kong?!”
Kop. Kong: “Sampai jumpa!”



Ternyata... menggantung lagi.. Haha... Semoga tetap puas ya, Chingu..
Siapa ni yang berharap ada season 3 kaya aku? Hehe..
Kalau ada, menurut Chingu, Keputusan apa ya yang Ji Seung ambil? Kejahatan apa ya yang dia perbuat di masa lalu? Joo Seok kan sempat cerita tentang itu ke wartawan, artikelnya isinya apa ya? Belum ada cerita Seol Ok ngasih tahu Detektif Ha kalau dia udah dapetin cincinnya. Bahkan kasus orang tua Seol Ok juga belum terkuak. Gimana ya sebenarnya cara Kepala Shin dapetin jabatannya dulu? Dan masih banyaaak lagi... Kalau memang ada season 3-nya, semoga lebih cepat daripada season 2 ini, hehe..
Anyway, makasih ya buat yang udah baca...
Advertisement

8 comments

benar, gantung gtu ceritanya...
saya pun berharap ada season 3 nya...

Setuju kalo ada season 3 kak.... Blm puas sama endingnya....

Yaah.. otomatis hrs da season selanjytnya nih..

ikut setuju pake banget ....

Pd akirnya hyun soo udh g ada.. nah masih byk yg blm terpecahkan jg, spt nya emang bklan ada season 3. Smoga cpt rilis๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ makasih thor udh kerja krs nulis dg cepet.. lope yu pull๐Ÿ˜„

SESSION 3 ditunggu.... masih terlalu banyak pertanyaan dan kasus yg belum dijawab.

Seru dan berharap ada session 3 nya...


EmoticonEmoticon