4/11/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 5 PART 2

SINOPSIS A Poem A Day Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 5 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 5 Part 3

“Jae Wook-ssi!” panggil seorang wanita ketika Jae Wook baru sajasampai di area parkir apartemennya. Jae Wook mengabaikannya, tapi wanita itu mengejarnya. “Kita perlu bicara.”


Wanita: “Aku... sudah mengakhiri hubunganku dengan orang itu. Karena aku ingin kembali bersamamu.”
Jae Wook: “Aku jelas mengatakan bahwa hubungan kita sudah berakhir.”


Jae Wook pergi. “Apa kau... menyukai orang lain?” tanya wanita itu. Jae Wook tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya meninggalkan wanita itu.


Nam Woo menyuruh Min Ho tersenyum dan membuat kesan yang baik setelah menekan bel kamar 302 di asrama rumah sakit. 


Kemudian terdengar suara jangkrik, karena yang keluar dari kamar itu adalah Joo Yong. Mereka bertiga putus asa, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.


Dae Bang sudah sampai di gedung tempat acara ulang tahun anak Shi Won diadakan. Tapi ia ragu untuk masuk, karena dia pasti akan bertemu Yoon Joo. Sebelumnya saat di acara tugas relawan, ia sudah berusaha keras untuk menghindari Yoon Joo. “Masuk? Tidak? Masuk? Tidak?” ujarnya bingung.


Myung Cheol bertanya kenapa Dae Bnag terus maju mundur seperti anak anjing yang mau buang air. Ia mengajak Dae Bang masuk. “Ah.. itu... Tidak, aku harus pergi,” kata Dae Bang lalu mengeluarkan amplop dari aku jaketnya. “Tolong serahkan ini pada Park Seonsang dariku.”


Di sebuah cafe, Dae Bang mengeluarkan ponselnya dan menceritakan masalahnya tentang kisahnya yang menyukai seorang wanita. Ia merasa bersalah karena dulu tidak bisa mengajak wanita itu makan di restoran mewah, dan wanita itu sangat pengertian dan memilih makanan cepat saji. Dan ketika ia tidak bisa membelikan hadiah mahal, wanita itu bilang Dae Bang adalah hadiah untuknya.


“Namun suatu hari, wanita itu mengatakan tidak tahan lagi kepadaku dan pergi,” tulis Dae Bang lalu meminum kopinya. “Aku bisa saja bertemu dengannya pada hari ulang tahun pertama anak rekan kerja kami hari ini, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengannya. Sehingga aku berbalik dan pergi. Karena aku bukan apa-apa, kecuali sebuah kenangan pedih baginya.” 


Dae Bang membuat kaca berembun dan menuliskan kata ‘cinta’. Ia kemudian memotret tulisan itu dengan ponselnya, kemudian mempostingnya. Ia kemudian membaca komentar positif di postingannya.


Bo Young memuji Yoon Joo yang sangat cantik dengan gaun hitam. Yoon Joo bilang ia memakai gaun itu bukan karena gaunnya cantik, melainkan karena warnanya yang berwarna hitam jadi tidak perlu sering dicuci. Ia mengatakan hanya men-dry cleaning baju itu setahun sekali.


Seorang tamu berpamitan ketika Shi Won sedang menanyakan rasa makanannya kepada timnya. Shi Won kemudian mengejar tamu itu karena belum memberikan amplop untuknya. Yoon Joo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan tingkah rekannya itu.


Jae Wook datang dan bergabung bersama timnya. Yoon Joo mengira Jae Wook ada acara lain. “Ya, tai acaranya selesai lebih awal. Aku mampir karena tempatnya dekat,” kata Jae Wook. Bo Young tersenyum senang melihat kedatangan Jae Wook.


“Apa-apaan ini? Aku akan berpakaian lebih cantik kalau tahu Ye Seonsaeng akan datang,” batin Bo Young di toilet yang buru-buru menyimpan lipsticknya ketika Yoon Joo datang. Yoon Joo merasa Jae Wook datang karena ingin melihat Bo Young. Dia menggoda Bo Young yang tersipu malu dan menyuruhnya berhenti menggodanya.


“Kau mau aku bertanya pada Ye Seonsaengnim, apakah dia menyukaimu atau tidak?” usul Yoon Joo.


Jae Wook: “Kencan buta?”
Yoon Joo: “Ya, dia adalah terapis bicara di rumah sakit kita dan keluarganya sangat kaya dengan kepemilikan minimal 3 gedung. Dan dia sangat cantik dengan tubuh sebagus aku. Kau akan menyukainya. Bagaimana?”


“Aku tidak tertarik,” kata Jae Wook. Yoon Joo menduga Jae Wook sedang tertarik pada orang lain sampai menolak tawaran menggiurkan itu. “Aku hanya tidak tertarik berkencan dengan siapapun dari bidang medis. Terlebih jika bekerja di rumah sakit yang sama, aku sangat tidak tertarik.” Bo Young sampai memuntahkan kembali air minumnya.


Yoon Joo menanyakan alasannya, padahal orang akan saling memahami jika bekerja di bidang yang sama. “Boleh aku memberikanmu saran? Jangan buat aku mengulangi ucapanku,”kata Jae Wook lalu pergi. Myung Cheol heran karena Jae Wook menjaga jarak dengan sangat jelas.


“Kami tahu alasannya,,” kata Yoon Hee. Yoon Joo penasaran. Shi Eun bilang mereka mendengar cerita dari mantan teman seangkatan mereka yang menjadi pemagang di rumah sakit tempat Jae Wook bekerja sebelumnya.


Seorang dokter yang sedang berada dalam persidangan mengatakan bahwa dia sudah mengikuti semua prosedur, tapi pasien menjadi lumpuh tanpa alasan.


“Di rumah sakit tempat Ye Seonsaengnim bekerja sebelumnya terjadi insiden. Dan rumah sakit mencoba menutupi masalah.”


Jaksa lalu memanggil saksi yang mengkonfirmasi bahwa itu adalah tindakan malpraktek. Dan saksi itu adalah Jae Wook. Dokter yang disidang menjadi sangat gugup. Jae Wook bersumpah bahwa apa yang dia katakan adalah kebenaran..


“Dia adalah satu-satunya orang yang berada di pihak pasien. Dia bilang sebagai fisioterapis yang merawat pasien tersebut, dia tidak bisa tinggal diam.”


“Setelah itu, dia melalui masa sulit di rumah sakit.”


“Meski begitu, dia dapat melalui semuanya, berkat kekasihnya yang bekerja di rumah sakit yang sama.”


Mobil Jae Wook terhenti di lampu merah dan mengeluarkan kotak berisi cincin.


“Tapi dia kemudian mengetahui kalau kekasihnya memiliki pria lain. Tapi pria itu  ternyata adalah dokter yang dihadapinya di pengadilan.”


Mobil lain mengklakson Jae Wook yang belum juga menjalankan mobilnya karena shock. Kekasih Jae Wook dan selingkuhannya menoleh ke arah Jae Wook.


Shi Eun bilang banyak hal sulit yang dilalui Jae Wook, tapi ia merasa yang paling menyulitkan Jae Wook sampai berhenti bekerja adalah karena perbuatan kekasihnya. “Sementara itu, orang-orang mnyebarkan rumor tentang terapi khusus dan skandal,” kata Yoon Hee.


Myung Cheol sekarang mengerti kenapa Jae Wook tidak mau bekerja dengan rekan kerjanya lagi. Dia berpesan agar Yoon Joo tidak mencoba menjodohkan Jae Wook dengan siapapun di rumah sakit.


Bo Young sangat sedih.


Dae Bak pergi ke bar dan memesan Saengmaegju yang termurah sambil memberikan kartu kreditnya. Ia merasa pernah menyesal pernah meninggalkan wanita itu. Ia lalu membaca komentar yang menyuruhnya memberanikan diri. “Berani? Tidak? Berani? Tidak?”


Ia membaca komentar di postingannya lagi. “Cepat pergolah kesana sekarang! Dapatkan dia kembali!” Ia menghabiskan minumannya, lalu buru-buru pergi.


Dae Bang berlari sekencang-kencangnya.


Yoon Joo berharap Bo Young tidak kecewa, setelah mengetahui kebenaran tentang Jae Wook. Ia menyarankan agar Bo Young mencoba melupakan Jae Wook,lalu mengajak Bo Young pulang bersama. “Aku akan jalan saja supaya pencernaanku lancar. Sampai jumpa di rumah,” kata Bo Young lalu pergi. Yoon Joo merasa kasihan karena sepertinya Bo Young benar-benar menyukai Jae Wook.


“Yoon Joo-ssi!” panggil Dae Bang. “Kau masih disini. Sudah lama ya.”


“Cukup! Bukankah kita sepakat bersikap asing satu sama lain? Itulah yang kupikirkan,” kata Yoon Joo lalu pergi. Dae Bang sangat kecewa.


Tepat setelah kejadian itu, foto asli Dae Bang tersebar dan para netizen sekarang malah menertawakannya. Salah satunya mengatakan bahwa DaeBang sama sekali tidak mirip dengan Park Bo Gum.


Para netizen yang menggali informasi tentang ade Bang bertanya-tanya apakah ketidaktegasan Dae Bang yang menjadi penyebab wanita itu tidak tahan. Yang lain berpendaoat bahwa wajah Dae Bang-lah yang membuat wanita itu tidak tahan. Tapi beberapa netizen lain tetap ada yang berkomentar positif dan menyemangatinya.


Bo Young bukannya pulang, malah pergi ke Sungai Han. “Kapal pesiarnya cantik,” gumamnya.


“Candaan karya Lee Moon Jee.”


“Ketika seseorang menatap sesuatu yang cantik. Lalu memikirkan seseorang yang diharapkan berada di sisinya, maka ia sedang jatuh cinta.”


“Saat ia berhadapan dengan pemandangan yang tenang atau makanan lezat, kemudian seseorang melintas daalam benaknya, entah ia sangatlah tangguh atau sangat kesepian.”


“Untuk membuat lonceng berdenting lebih nyaring, lonceng itu harus mengalami rasa sakit yang lebih banyak.”


“Kenapa aku merasa seaneh ni? Apa aku sungguh menyukai Ye Seonsaengnim?” batin Bo Young yang sudah hampir sampai di asramanya. “Tidak boleh. Seperti kata Kim Saem, tidak tepat untuk menyukainya.”


Min Ho menyapanya dan mengatakan bahwa dia akan minum untuk merayakan kepindahannya. “Boleh aku ikut bergabung?” tanya Bo Young. Min Ho bilang ia merasa akan mendapatkan pemandangan menjengkelkan besok pagi. Ia mengingatkan agar Bo Young tidak menyukainya lagi. “Lupakan. Aku tidak akan ikut.”


“Hei, aku melarangmu menyukaiku, bukan menyuruhmu pergi. Ayo minum bersama,” ajak Min Ho.


Nam Woo dan Min Ho sangat heran melihat Joo Yong sangat girang ketika menonton konser idol bernama Sana. Nam Woo bertanya kapan Joo Yong akan belajar. Tapi Joo Yong mengalihkan pembicaraan dengan membicarakan Bo Young yang sepertinya sangat mabuk.


Min Ho berusaha membangunkan Bo Young dan menyuruhnya pulang. Tapi perhatian ketiga pria itu kembali teralihkan ketika idol bernama Sunmi muncul. Perlahan Bo Young membuka matanya dan menonton konser itu juga.


Bo Young berjalan ke depan TV dan mulai menari. Joo Yong dan Nam Woo sampai ketakutan melihatnya. Min Ho malah tertawa dan merekam aksi Bo Young. Ia melarang Nam Woo yang ingin menghentikan Bo Young. Ia juga merasa sangat senang bisa pindah kesana


Bo Young ikut menyanyikan lirik lagunya, ”Kenapa kau meninggalkan gadis cantik..” lalu ia terjatuh. “Kenapa kau meninggalkanku disini? Kenapa kau meninggalkan gadis cantik sepertiku?”


Nam Woo menyuruh Min Ho mengambilkan air, sedangkan dia berusaha menyadarkan Bo Young. Ia bertanya kenapa Bo Young bertingkah seperti itu. Bo Young tiba-tiba bangun.


“Aku.. kacau, itu sebabnya. Aku... menyukai seorang pria yang tidak seharusnya kusukai,” kata Bo Young sedih. “Kubilang aku menyukai seseorang yang tidak seharusnya kusukai.”


Min Ho terkejut. Ia sepertinya menyangka bahwa pria yang dimaksud Bo Young adalah dirinya.
Comments


EmoticonEmoticon