4/18/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 Part 2

Saat sampai di area parkir rumah sakit, Yoon Joo mempersilakan Bo Young pergi lebih dulu karena dia akan memarkirkan mobilnya. Bo Young lalu turun dan bertemu dengan Min Ho dan Nam Woo.


Bo Young menyapa mereka berdua. Nam Woo membalas sapaan Bo Young dengan ramah seperti biasanya, tapi Min Ho terlihat agak canggung. Bo Young lalu melihat Jae Wook yang akan masuk ke dalam lift.


Bo Young menyusul Jae Wook dan menyapanya. Min Ho hanya mencibirnya dan Nam Woo hanya tersenyum saja melihat tingkah Bo Young.


A Poem A Day – Episode 7 – Aku dan Jangkrik


“Apa? Rekaman video terapi?” tanya Nam Woo. Jae Wook bilang dia membutuhkan seseorang untuk bersikap sebagai pasien dan satu orang lagi untuk merekamnya. Ia meminta Nam Woo dan Min Ho untuk membantunya. “Tentu kami akan membantu. Dapat membantu Ye Seonsaengnim yang kami hormati merupakan sebuah kehormatan. Tapi, kapan Anda akan melakukan rekamannya?”


Jae Wook bilang waktunya besok dan meminta maaf karena meminta bantuan di akhir pekan. Tapi ia berjanji bahwa mereka akan belajar banyak hal dan memberi gaji. Nam Woo bilang masalahnya adalah dia harus pulang ke Anseong untuk pernikahan sepupunya.


“Kalau begitu, aku saja yang membantu,” kata Bo Young menawarkan diri. Jae Wook bilang Bo Young sedang sibuk mempersiapkan konferensi, jadi dia tadi tidak meminta bantuannya. “Sudah selesai. Aku akan membantu. Anda juga tidak perlu membayarku.”


Jae Wook: “Shin Seonsaengnim juga tidak keberatan, kan?”
Min Ho: “Ah, aku...”
Bo Young: “Tentu tidak keberatan. Serahkan pada kami.”


Nam Woo sedih karena ia tidak bisa membantu Jae Wook, padahal dia bisa mendapat nilai bagus. Min Ho lalu menarik Bo Young dan protes karena Bo Young mengambil keputusan untuknya. Ia bilang ia akan memberitahu Jae Wook kalau ia tidak bisa melakukan.


Bo Young lalu membekap Min Ho dari belakang dan memaksa Min Ho untuk teta membantu Jae Wook. “Aih, benar-benar!” kata Min Ho sambil melepaskan dirinya. Bo Young tetap menganggap Min Ho setuju. Ia tersenyum dan pergi.


Myung Cheol memberitahu agar timnya lebih berhati-hati lagi, karena minggu lalu ada pasien yang terjatuh saat berada di pusat terapi. Sebelum menutup rapat, ia mengatakan bahwa akan ada pasien VVIP yang datang hari ini, yaitu salah satu dari tiga konglomerat minyak di Dubai.


“Apa? Konglomerat minyak? Kenapa seseorang seperti itu datang ke rumah sakit kita dan bukan rumah sakit universitas?” tanya Shi Won. Myung Cheol bilang itu karena Jae Wook adalah fisioterapis sling terpopuler di Korea. Dia bilang pasien mengalami cedera sendi, sehingga akan menjalani operasi dan terapi sling.


Min Ho bertanya apakah Bo Young begitu menyukai Jae Wook. Bo Young bilang ia tidak pernah menyukai orang semendalam itu. Min Ho mengingatkan bahwa dulu juga Bo Young mengatakan itu padanya. Bo Young menyuruh Min Ho menutup mulutnya dna tidak mengungkit hal itu di depan Jae Wook.


Min Ho bilang kemungkinan keberhasilan hubungan Bo Young dan Jae Wook hanya 0 persen. Ia bilang itu karena Bo Young tidak punya pesona sama sekali di mata para pria. Alasannya yaitu karena Bo Young sosok membosankan yang selalu bersikap serius dan dia seperti orang tua yang terjebak dalam tubuh anak muda. “Kau.. akan ditolak oleh Ye Saem sama persis seperti aku menolakmu di masa lalu,” katanya lalu pergi.


Tim Fisioterapi lalu menonto tarian mereka di acara flashmob yang sudah diunggah ke Youtube. Shi Won bilang salah satu juniornya menonton video itu dan mengatakan kalau dia naksir dan ingin bertemu dengan Bo Young. Bo Young tersipu malu. Shi Won memintanya memikirkan tawaran itu.


Myung Cheol keluar dari ruang kerja dan menyuruh semua orang bekerja. Ia kemudian mengetuk ruangan Jae Wook. Sementara itu, Bo Young menghalangi Min Ho dan pamer bahwa ada pria yang tertarik padanya, tapi dia tetap akan memilih Jae Wook.


Shi Won lalu memberitahu kalau yang ditaksir oleh juniornya adalah Perawat Choi yang ada di belakang Bo Young. Min Ho sangat senang sekali. Apalagi ketika Shi Won bilang kalau juniornya itu menyebut Bo Young sebagai aktris paruh baya. Mereka semua tertawa.


Bo Young bilang itu tidak penting, karena dia akan menemukan pria secara alami, tanpa harus mengikuti kencan buta.


Min Ho lalu mengusir air matanya dan pura-pura sedih karena Bo Young dipermalukan.Bo Young menyenggolnya, lalu mengajaknya melakukan terapi di kamar rawat.


Bo Young bilang ia tidak akan menyerah pada Jae Wook. Ia yakin walaupun pria lain menolaknya, tapi Jae Wook akan menyukainya. Min Ho heran darimana Bo Young mendapatkan kepercayaan diri itu.


“Ye Seonsaengnim, sekalipun pria lain menolakku, aku tidak peduli. Selama Seonsaengnim menyukaiku,” batin Bo Young sambil memperhatikan Jae Wook dari kejauhan.


Jae Wook memergokinya dan Bo Young pura-pura tidak melihatnya. Jae Wook merasa heran, tapi tidak memikirkannya lebih jauh.


“Aah.. dia sangat keren. Aku... sangaaat menyikai Ye Seonsaengnim,” batin Bo Young lagi setelah berada di meja kerjanya.


Jae Wook memergokinya lagi dan Bo Young pura-pura sibuk dengan komputernya. Jae Wook semakin merasa heran.


Setelah selesai dengan terapinya, Jae Wook menghampiri Bo Young dan bertanya kenapa Bo Young menatapnya seperti tadi. “Oh.. haha.. Masalahnya... itu.. Aku...” kata BoYoung gugup. Jae Wook bilang ia tahu bagaimana perasaan Bo Young, lalu mendekatinya.


“Woo Seonsaengnim,” kata Jae Wook sambil menatap Bo Young. Jantung Bo Young semakin berdebar-debar. “Kau ingin belajar terapi sling dariku, kan? Itulah kenapa kau menatapku begitu tadi.” (Toeng toeng) Bo Young terkejut, karena itu di luar dugaannya. “Kau beruntung. Aku akan memberikan seminar terapi sling bulan depan. Kenapa kau tidak mendaftar saja?”


Bo Young tertawa dan terpaksa mengiyakan. Ia bahkan penasaran bagaimana Jae Wook bisa tahu. Jae Wook melangkah pergi, tapi kemudian kembali lagi menghampiri Bo Young.


Ia membuka web-nya dan berkata, “Kau bisa mendaftar disini.” Ia lalu masuk ke ruangannya.


Bo Young menghela napas lega dan memegang jantungnya yang serasa mau copot.


Seorang penerjemah memperkenalkan pasien VVIP bernama Mohammad Allam. Ia juga membantu menerjemahkan perkenalan diri Myung Cheol. Jae Wook bertanya kepada penerjemah apakah pasiennya bisa berbahasa Inggris. Penerjemah menanyakannya dan ternyata pasien bisa berbahasa Inggris.


Jae Wook menjawab tangan Allam dan memperkenalkan dirinya serta memberitahukan rencananya untuk terapi Allam dalam Bahasa Inggris. Bo Young semakin kagum dibuatnya, tapi Min Ho bersikap sebaliknya.


Bo Young tidak peduli dan menyambut pasiennya yang baru datang.


Saat Allam akan menjalani terapi, ia memperhatikan ke arah Bo Young dan tersenyum sendiri.


Dae Bang merasa ia sangat sibuk, tanpa adanya Joo Yong. Baru saja selesai menangani pasien pria, seorang pasien wanita datang. Dae Bang menanyakan tanggal lahir pasien, lalu mempersilakannya untuk berganti pakaian periksa. Ia kemudian mengingatkan agar pasien melepaskan bra-nya juga.


Pasien: “Apa katamu? Bra?!”
Dae Bang:”Oh, lapisan logam pada bra Anda dapat menganggu...”


Dae Bang kebingungan, karena pasien itu pergi begitu saja. Dae Bang menyusulnya dan bertanya kenapa pasien pergi. Pacarnya juga bertanya kenapa pasien sudah keluar. “Oppa, aku tidak mau x-ray disini. Orang ini menyuruhku melepas bra-ku,” adu si pasien. Ia juga bilang harusnya Dae Bang mengucapkan kata ‘pakaian dalam’, bukannya ‘bra’.


Pacar pasien menarik kerah Dae Bang dan menuduhnya telah melakukan pelecehan seksual. Joo Yong datang dan berusaha melerai mereka.


Shi Won mengatakan bahwa dia iri pada Allam yang merupakan konglomerat. Tapi menurut Myung Cheol, harusnya Shi Won iri pada Jae Wook yang begitu terampil hingga layak merawat konglomerat itu.


Myung Cheol menghampiri Allam dan menanyakan terapinya tadi. Melalui penerjemahnya, Allam mengatakan bahwa ia puas dengan terapinya. “Syukurlah, kalau begitu, Mr. Allam. Good bye. See you again,” kata Myung Cheol dengan logat Korea yang kental.


Allam kemudian berbisik kepada penerjemahnya, sambil sesekali melirik ke arah Bo Young. Myung Cheol penasaran dibuatnya.


Penerjemah lalu membisikkan sesuatu yang membuat Myung Cheol sangat terkejut.


Myung Cheol lalu ikut melihat ke arah Bo Young yang sedang memberikan terapi.
Advertisement


EmoticonEmoticon