4/18/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 7 Part 4

“Tuntut aku kalau kau mau! Aku juga akan menuntutmu dengan pencemaran nama baik! Bagaimana kau bisa menarik kerahku seperti itu?!” kata Dae Bang pada dinding toilet. Joo Yong bingung karena Dae Bang masih saja bersikap seperti itu. “Aku merasa disalahkan. Seharusnya aku bicara begitu tadi.”


Dae Bang bilang di punya nomor ponsel wanita itu dari pasien. Ia bertanya pada Joo Yong, apakah dia harus bicara dengan kekasihnya dan memaki dan menanyakan alasannya bicara kasar serta menarik kerahnya. Joo Yong bertanya apa Dae Bang bisa melakukannya. “Over reaktif? Kulakukan? Over reaktif? Kulakukan? Over reaktif? Ah, aku merasa dipersalahkan. Seharusnya tadi aku bilang begitu,” kata Dae Bang bingung sendiri lalu pergi.


Joo Yong menggerutu bahwa seharusnya Dae Bang membela dirinya sejak awal dan bukannya menyesal seperti sekarang.


Bukannya pulang, Bo Young malah pergi ke perpustakaan. Ia merasa malu karena sudah bicara di depan Jae Wook bahwa dia tidak akan berkencan dengan orang asing. Ia merasa tidak berani menghadapi Jae Wook lagi.


Tapi Jae Wook malah muncul tidak jauh darinya. Bo Young segera bersembunyi di kolon meja, ketika Jae Wook berbalik dan akan duduk.


Bo Young mengendap-endap pergi sambil berjongkok. Tapi ternyata tasnya menyangkut sampai kursinya ikut tertarik dan menimbulkan suara berdecit. Otomatis, Jae Wook melihat ke arah suara dan memergoki bo Young.


(Toeng) Bo Young sangat terkejut, tapi ia tetap berusaha menarik tas dan kursinya sekaligus dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi.


Jae Wook mendekat dan membantu melepaskan tas Bo Young. Ia juga meletakkan kursi kembali ke tempatnya. Bo Young pergi sambil berjongkok, tanpa mengatakan apapun pada Jae Wook. Jae Wook yang bingung, akhirnya mengikuti Bo Young dan mereka duduk bersam di taman.


Jae Wook bertanya, kapan Bo Young akan membuat kontak mata dengannya. “Tidak bisa. Aku merasa sangat malu,” kata Bo Young masih sambil menunduk. Jae Wook bilang seharusnya Bo Young senang karena tidak perlu tinggal di luar negeri dan berhubungan pribadi dengan pasien sesuai keinginannya. “Tetap saja... Aku merasa malu memikirkan sikapku di depan Seonsaengnim hari ini. Aku tidak mengerti apa yang membuatku berani berpikir seseorang akan jatuh cinta pada pandangan pertamaku terjadapku.”


Jae Wook bilang saat pertama kali mendengarnya dia langsung percaya hal itu. Menurutnya, Bo Young adalah sosok menarik di mata semua orang. Bo Young akhirnya berani melihat ke arah Jae Wook. “Jadi, tegakkan kepalamu dan jangan merasa malu. Kalau begitu, sampai jumpa besok,” kata Jae Wook.


“Apa? Sosok menarik di mata semua orang? Kalau begitu, aku jua menarik di mata Ye Saem?” batin Bo Young tersipu sendiri. Dia bertepuk tangan dan menari sampai membuat dokter lain yang melintas bingung dengan sikapnya. Setelah dokteritu pergi, Bo Young menari lagi.


Myung Cheol dan Shi Won kembali ke kantor untuk mengambil ponsel Myung Cheol yang tertinggal. Tetapi mereka terkejut, karena tiba-tiba ada Jae Wook di belakang mereka. Jae Wook bilang ia harus menyelesaikan beberapa hal. Myung Cheol meminta Jae Wook bicara baik-baik dengan Allam agar tidak sedih, karena Yoon Joo tidak mau berkencan dengannya. Shi Won bertanya kenapa Jae Wook menatap mereka seperti dan apakah akan memberikan saran lagi.


“Ya. Tolong mulai sekarang jangan menjodohkan siapapun. Apakah tempat ini seperti agensi jodoh? Memungkinkan bagi pasien menyukai seorang fisioterapis, tapi saya merasa itu tidak benar bagi seorang Kepala Departemen Pusat Terapi untuk menjodohkan mereka,” kata Jae Wook.


Shi Won bilang Allam adalah pasien VVIP yang bisa saja membuat mereka ditekan oleh pihak rumah sakit, jika mereka berbuat tidak mneyenangkan pada Allam. Myung Cheol juga bilang bahwa hidup si wanita akan mapan jika menikah dengan Allam.


Tapi kemudian Myung Cheol memita maaf dan berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. “Ya. Terima kasih sudah mendengarkan saran saya. Kalau begitu, saya permisi,” kata Jae Wook sambil tersenyum tipis dan masuk ke ruangannya.


Shi Won kesal, tapi Myung Cheol bilang apa yang dikatakan Jae Wook itu tidak salah. Myung Cheol mengajak mereka lanju minum saja.


Yoon Joo ada di supermarket dan melihat sample makanan. Tapi seorang pria keburu datang dan mengambil 2 sample yang tersisa, yang satunya kemudian disuapkan kepada kekasihnya.


“Aku kesepian. Kesepian,” keluh Yoon Joo ketika melihat beberapa pasangan lainnya. “Mungkin menjadi istri keempat tidak seburuk itu. Tidak! Sadarkan dirimu.”


Seorang pria melihat Yoon Joo dan sepertinya mengenalnya. Ia kemudian menjawab ponselnya, “Hmm. Ya, aku membeli semua di dalam daftar. Sampai jumpa nanti.”


Pria itu lalu memperhatikan Yoon Joo lagi, tapi ketika Yoon Joo berjalan ke arahnya, pria itu menyembunyikan dirinya.


“Aku dan Jangkrik karya Yoon Dong Joo.”


“Aku dan jangkrik berkumpul di rerumputan.”


“Jangkrik, jangkrik, jangkrik, jangkrik.”


“Kami berjanji merahasiakan obrolan hanya antara kami berdua.”


“Jangkrik, jangkrik, jangkrik, jangkrik.”


“Aku dan jangkrik mengobrol di bawah sinar rembulan yang terang.”


Bo Young merasa penyair Yoon Dong Joo mengobrol dengan jangkrik sama dengan saat dia mengobrol dengan Jae Wook tadi, hanya berdua di bawah sinar rembulan. Ia memutuskan untuk mengirimkan puisi itu pada Jae Wook.


Jae Wook masih berada di kantornya saat menerima pesan dari Bo Young yang berharap Jae Wook akan mimpi indah setelah membaca puisi Yoon Dong Joo favorit Bo Young.Jae Wook membaca puisi itu. Ia kemudian memejamkan matanya dan tersenyum.


Di bawah selimutnya, Bo Young sangat cemas menantikan balasan pesan dari Jae Wook. Ia sangat senang, ketika pesan balasan itu datang. ‘Terima kasih sudah mengirimiku puisi bagus sepanjang waktu. Sampai jumpa besok,’ tulis Jae Wook. Bo Young membalas pesan itu dan berguling-guling di kasur saking senangnya.


Jae Wook membuka bukunya lagi, tapi perhatiannya teralihkan. Ia mencari tentang ‘Yoon Dong Joo’ di laptopnya. Ia membaca keterangannya.


Advertisement

3 comments

Lanjut kak, seru banget ceritanya😍

Lanjut kak, seru banget ceritanya😍

Bo young naksir nya terlalu kentara jd ga macho feminis deh


EmoticonEmoticon