4/21/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 8 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Poem A Day Episode 8 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 8 Part 3

Yoo Bi meracikkan minuman untuk mereka.  Ia terus saja bicara dan menurut Min Ho itu lucu. “Omo.. oppa ini benar-benar terpesona padaku,” kata Yoo Bi. Yoo Bi membisikkan sesuatu di telinga Min Ho, lalu pergi.


Min Ho: “Hei, dia ingin minum berdua denganku. Aku pergi.”
Nam Woo: “Hei, kau sungguh akan berkencan dengannya?”
Joo Yong: “Benar. Dengan Doppelganger-nya Woo Bo Young?”


“Doppelganger? Mereka bahkan tidak mirip,” kata Min Ho. Joo Yong bilang mungkin sikapnya berbeda, tetapi fisiknya sama persis. Ia mengkhawatirkan perasaan Yoo Bi jika tahu Min Ho mengencaninya hanya karena mirip dengan Bo Young.


Yoo Bi ternyata kembali dan mendegar perkataan Joo Yong. Ia marah dan pergi, karena merasa menjadi cadangan. “Hei, bukan begitu. Jangan pergi, Woo Bo Young,” kata Min Ho yang kemudian kaget sendiri.


Dalam perjalanan pulang, Nam Woo menyuruh Min Ho mengakui saja perasaannya, karena tadi sampai keceplosan menyebutkan nama Bo Young. Joo Yong juga menyuruhnya mengaku. “Baiklah. Aku menyukai dia. Si cengeng Woo Bo Young,” kata Min Ho lalu berjalan lebih dulu.


“Daebak!” kata Joo Yong dan Nam Woo kompak setelah mendengarkan pengakuan Min Ho.


Bo Young dan Yoon Joo pulang lebih dulu naik taksi.


Shi Eun dan Yoon Hee sepakat bahwa Yoon Joo sangat keren, karena tidak sedih sedikitpun. Mereka penasaran alasan perceraian Yoon Joo.


Sesampainya di asrama, Yoon Joo bilang dia sangat senang sampai belum ingin tidur. Bo Young mengajaknya minum lagi dan Yoon Joo setuju. Tapi karena Makjur-nya habis, Bo Young pamit untuk membelinya ke mini market.


Saat menyerahkan barang ke kasir, Bo Young melihat permen kapas yang dijual disana. Ia melamun lagi mengingat kenangannya bersama Jae Wook siang tadi.


Bo Young sampai tidak sadar kalau dia mengambil kemonceng dan menganggapnya sebagai permen kapas. Kasir menyadarkannya bahwa itu tidak dijual dan menyebutkan total belanjaan Bo Young. “Aku pasti sudah gila,” gumam Bo Young.


Jae Wook masuk ke mobilnya dan menemukan flasdisc Bo Young. Ia mengetik pesan, ‘Woo Bo Young Seonsaengnim, kau meninggalkan flashdisc-mu di mobilku saat makan siang tadi. Aku akan mengembalikannya besok’. Tapi kemudian, Jae Wook menghapusnya lagi.


Bo Young sudah sampai di depan asrama saat mendapat telepon dari Jae Wook. “Ya, Ye Seonsaengnim?” sapa Bo Young. Jae Wook bertanya apakah Bo Young sudah sampai. “Belum, aku masih di depan rumah, baru mau masuk. Ada apa?”


Jae Wook mengatakan tentang flashdsic Bo Young yang tertinggal dan akan mengembalikannya sekarang juga. Bo Young hampir tidak percaya mendengarnya. “Ya, kau bilang kau suka jalan-jalan. Cuacanya bagus hari ini, jadi ayo jalan bersama,” ajak Jae Wook. Bo Young tersenyum setuju. “Kalau begitu, aku akan meneleponmu kalau sudah sampai disana.”


“Apa ini? Dia mentraktirku makan siang untuk menyemangatiku dan sekarang mengajakku jalan bersama? Apakah Ye Seonsaengnim juga menyukaiku?” gumam Bo Young senang.


Sementara itu, Yoon joo menatap foto pernikahannya dengan sedih.
Flashback..


Tiga tahun lalu, Yoon Joo dan suaminya melihat anak yang sangat lucu di supermatket. Mereka penasaran akan seperti apa anak mereka nanti. Suaminya bilang ia ingin anak perempuan yang mewarisi kecantikan Yoon Joo.


Tapi kemudian, Yoon Joo mengetahui bahwa dirinya mengidap permasalahan cukup parah pada rahimnya. Dokter bilang Yoon Joo tidak bisa punya anak jika melakukan terapi.


Yoon Joo yang sedang terpukul, kemudian malah diberi hadiah sepasang sepatu bayi oleh suaminya yang tidak tahu apa-apa tentang penyakit Yoon Joo.


Setelah menyiapkan diri, Yoon Joo akhirnya mengajak suaminya bercerai. Suaminya sangat terkejut dan menanyakan alasannya. Dia bahkan bersedia memperbaiki kesalahannya. “Tidak ada alasan. Perasaanku padamu sudah berubah dan aku tidak ingin lagi hidup bersamamu,” kata Yoon Joo berbohong.


Yoon Joo mulai menangis mengingat semua kenangan buruk iru.


Bo Young akan memberitahu Yoon Joo kalau dia akan pergi keluar. Ia membuka pintu kamar Yoon Joo dan melihatnya sedang menangis sambil menatap foto pernikahannya. Ia menutup pintunya lagi dan turut merasa sedih.


“Dia sama sekali tidak baik-baik saja,” batin Bo Young ikut menangis. “Segala sesuatu tidak seperti yang terlihat.”


“Titik Dimana Tidak Bisa Kembali karya Kim Chul Hyun.”


“Meninggalkan seseorang yang kau cintai dan membalikkan badan seolah tidak lagi mencintai mereka.”


Min Ho ternyata melihat saat Bo Young pulang makan siang bersama Jae Wook.


“Menyembunyikan rasa sakit dalam hatimu dan membalikkan badan, seolah sama sekali tidak terluka.”


“Menyembunyikan perpisahan yang tidak kau inginkan dan membalikkan badan, seolah itu bukanlah masalah.”


“Menahan air matamu dan membalikkan badan.”


“Seakan kau tidaklah lemah.”


“Jika kau mencintai orang itu, kau tidak dapat memutar balik, karena kau mencintai mereka.”


Bo Young kemudian menerima pesan dari Jae Wook yang meminta maaf dan membatalkan rencana jalan-jalan mereka. ‘Tidak apa-apa. Kita bertemu besok,’ balas Bo Young.


Jae Wook terlihat merasa bersalah.


Tiba-tiba mantan kekasihnya menghampirinya dan berkata, “Bagaimana kabarmu selama ini?”


Advertisement


EmoticonEmoticon