4/30/2018

SINOPSIS Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 PART 2

SINOPSIS Something in the Rain / Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 Part 1

Selesai rapat, Gong chajang menyinggung masalah ‘piket’ dan minta salah seroang pegawai ikut bersama dengannya.


Piket yg dimaksud adalah mengunjungi salah satu kedai di luar kota.. dan sialnya, pemilik kedai itu adalah kerabatnya Direktur Nam. Artinya, siapa pun yg pergi kesana harus menjaga sikap dan menuruti semua kemauan-nya.


Para pegawai wanita berkumpul. Tapi serentak.. mereka bilang, mereka tak sudi melakukan pekerjaan itu.


Kemudian datanglah Jin-ah.. dia yg tak tahu apa pun, langsung ditawari kerjaan ‘piket’-nya. Dan tapa bertanya atau berpikir lebih lanjut, Jin-ah lansgung mengiyakan kerjaan itu, asalkan ada yg mau menggantikankan tugasnya di toko di Gasan.

Maka, Geum dae-ri spontan bilang, kalau dia bersedia kerja di toko Gasan menggantikan Jin-ah, untuk sementara waktu. 


Setelah yg lainnya pergi, Ye-eun langsung minta maaf pada Jin-ah.. dia menjelaskan, piket apa yg mereka maksud, “Dinas luar itu dua hari satu malam Dan bersama dengan si Gong Chajang-nim...”


Jin-ah kaget sekaligus kesal.. di rooftop, dia menceritakan semuanya pada Joon-hee yg tentunya langsung melarang dia untuk pergi tugas. Tapi Jin-ah tak mungkin bisa membatalkan keerjaan itu.. 

Jika memang begitu, maka Joon-hee bilang, dia akan pergi bersama dengan Jin-ah. Bahkan, dia bisa meninggalkan pekerjaannya, hanya demi Jin-ah..


Meskipun Jin-ah melarangnya, tapi Joon-hee tetep kekeh dengan keinginannya. Mereka pun saling melempar senyum, sambil bergandengan tangan.


Eh tiba-tiba.. muncul segerombolan pegawai lainnya. Maka mereka pun, bergegas melepas gandengannya dan duduk agak berjauhan..


Sendirian, Jin-ah kerja lembur di toko Gasan, karena ada beberapa hal yg perlu dia rampungkan.


Tapi tiba-tiba, datanglah Gyu-min.. yg merangsak masuk, dan minta dibuatkan kopi..


Sebelumnya, Jin-ah bilang pada Joon-hee kalau malam ini, dia akan bertemu dengan Kyung-sun. Tapi ketika, Jooon-hee tiba di kedai.. kakaknya terlihat gelisah, karena dia kesulitan untuk menghubungi Jin-ah.


Jin-ah mengusir Gyu-min.. tapi Gyu-min bertindak seenaknya dengan alasan, dia masih cinta dan ingin balikan dengan Jin-ah.


Ketika Jin-ah mulai melawannya dengan keras, Gyu-min malah bertingkah agresif.. secara paksa, dia mencoba untuk mencium Jin-ah.


Jin-ah yg notabennya seroang perempuan, tak memiliki tenaga yg lebih besar dibanding Gyu-min, maka badannya sempat terdorong kearah tempat penyimpanan gelas-gelas kaca.. 

Untung saja, Jin-ah menemukan cara untuk melawan. Dia mengambil krim, lalu dia semprotkan ke wajahnya Gyu-min. Setelah itu, Jin-ah berteriak menyuruhnya pergi atau dia akan menelpon polisi..


Joon-hee dan kakaknya, dalam perjalanan menuju kantor Jin-ah. Ketika Kyung-sson sibuk menelpon Jin-ah, Joon-hee dokus mengemudi dengan raut wajah yg terlihat begitu emosi.


Sesampainya disana.. mereka melihat Jin-ah yg tengah terduduk sendirian dalam dapur yg gelap gulita..


Joon-hee sangat emosional, hingga tak mampu berkata-kata. Dia memutuskan untuk pergi keluar, memberli obat ke apotek...


Kembali ke kafe, Joon-hee membereskan dapur yg sangat berantakan. Sementara Jin-ah.. menenangkan diri sambil cerita pada Kyung-soon.


Joon-hee malah mengomelinya, karena dia tak terima Jin-ah mendapat perlakuan kasar seperti barusan dan harusnya Jin-ah menelpon bantuan!


Jin-ah sedih.. dia masih shok dengan insiden barusan, dan dia hanya bsia menangis terisak dalam pelukannya Kyung-soon.


Ketika Joon-hee menyendiri di gang gelap, tiba-tiba Jin-ah datang menghampirinya. Joon-hee minta maaf, karena perkkataannya barusan, yg mungkin terdengar agak kasar..

“Hal seperti itu aku juga tahu...”

“Masuklah ke dalam. Noona pasti mencarimu.”

“Dia bilang tidak ingin melihatku. Aku disuruh keluar cari angin segar. Toko dia yang beresin. Kamu marah ya?”

“Aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Mana mungkin aku baik-baik saja”

“Maaf....”

“Kesalahan apa yang kau buat?”

“Sudah tahu masih tanya. Aku yang telah membuatmu kesal. Saat itu tidak kepikiran mau telepon. Aku sebenarnya berharap kau bisa berada di sisiku... Aku cuma lecet sedikit. Gak sakit kok!”

“Aku yang sakit, aku!”


“Lain kali aku tidak akan membiarkanmu seorang diri lagi...” ucap Joon-hee


Pulang kerumahnya, Jin-ah dipeluk erat oleh Kyung-sun. Sementara Joon-hee, hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangan padanya.


Sebelum tidur, Jin-ah telponan dengan Jun-hee. Kali ini, mereka tak mengobrol panjang lebar seperti biasanya.. Jun-hee hanya memperdengarkan sebuah lagu dari pemutar musik untuknya.. 


Keesokan paginya, Jin-ah berdandan lumayan lama. Dia memilah pakaian serta kacamata hitam yg coock dikenakannya hari ini.

Ibu sempat bertanya.. mengapa dandanan Jjin-ah berbeda dari biasanya? Tapi Jin-an berkilah.. kalau andanannya smaa saja..


Setelah Jin-ah pergi, ibu bergossip dengan ayah. Mereka menyadari, sepertinya Jin-ah tengah berkencan.. tapi lagi-lagi ibu menyebut nama Gyu-man. Dia masih berhasap, Jin-ah bisa balikan dengan Gyu-man.. tapi ayah menagskan, kalau Gyu-man itu bukan pria yg baik untuk Jin-ah.


Jin-ah pergi bersama dengan Joon-hee.. tapi tak sengaja, seorang ahjumma tetangga melihat mereka~~~
Comments


EmoticonEmoticon