4/30/2018

SINOPSIS Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 PART 3

SINOPSIS Something in the Rain / Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Pretty Noona Who Buys Me Food Episode 4 Part 2

Direktur Nam, melihat manajer Jung baru saja keluar dari ruangan Jo daepyo. Maka dia penasan dan bertanya, berkas apa yg barusan ‘beliau’ tandatangani?

“Bukan yang perlu ditanda-tangani. Daepyo-nim hanya ingin melihat data biaya promosi tahun lalu...”

“Kenapa tiba-tiba mau lihat?”

“Beliau setiap tahun, di bulan-bulan ini suka mengecek hal-hal seperti ini. Beliau paling benci menghabiskan uang tanpa mendapatkan hasil”

“Itu sudah pasti. Dia 'kan pemilik perusahaan. Lagipula masalah ini harus dipertimbangkan oleh semua eksekutif bersama-sama...”


Bicara berduaan saja, Direktur Nam memaparkan pendapatnya tentang cabang baru yg ternyata masih miliknya kerabat Jo daepyo.

Namun Jo daepyo malah bicara seputar Jin-ah, yg lagi-lagi ditugaskan ke luar. Dia melemparkan sebuah sindirian sinis, dengan berkata: “Seberapa malas orang-orang yang ada di kantor ini? Sampai orang yang berada di lapangan harus menggantikan mereka dinas luar? Yang harus dikurangi bukan barang habis pakai. Tapi karyawan yang memenuhi tempat ini bagaikan pajangan...”


Di depan gedung, Kang dae-ri berpapasan dengan Seung-chul. Dia bertanya, dimana Joon-he? Lalu Seung-chul bilang.. Joon-hee izin kerja, karena ada urusan keluarga katanya.


Sesampainya di lokasi tujuan.. Joon-hee tersenyum, menatap Jin-ah yg sibuk merapikan dandanannya. 

“Jangan menatapku seperti ini bisa?”

“Memangnya kenapa?”

“Kamu.. Seperti seorang suami pengangguran yang menatap istrinya yang mau berangkat kerja...”


Sebelum pergi, Jin-ah sempat berpelukan dengan Joon-hee. Tak lupa dia berpesan, supaya Joon-he menghabiskan watunya dengan cara melakukan hal yg rpoduktif..

“Sendirian saja, mana seru...” tukas Jun-hee


Jin-ah telah berjalan keuar.. namun Joon-hee memanggilnya, hanya untuk bilang: “Kamu cantik...” 


Tak lama setelah Jin-ah sampai di kafe, Gong Chajang datang. Namun dia hanya mampir sejenak, untuk kemudian pergi lagi.. menemui pemilik dpeartement stor. Katanya sih untukc ari relasi..


Kang dae-ri bertemu dengan Kyung-sun untuk memberitahunya tentang seminar yg harus dihadiri oleh para pemilik cabang. Selain itu, dia pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya tentang alasan keluarga yg membuat Jun-heee sampai izin dari pekerjaannya.

Eh tapi.. Kyung-soon bilang keluarganya baik-baik saja dan tak ada masalha apa pun~~


Ketika ibu sedang belanja buah-buahan, ahjumma etangga menghampirinya dan bcerita tenag ejadian tadi pagi, ketika dia melihat Jin-ah pergi bersama dengan sorang pria. Ahjumma bertanya itu siapa, ibu jawab.. mungkin itu bos-nya Jin-ah.

Tapi si ahjumma bertanya lagi, berapa usia bosnya? Karena pria yg dilihatnya pasgi tadi, nampak masih muda...


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Gong Chajang meminta Jin-ah menemaninya makan bersama dengan pemilik kafe. Tapi kali ini, Jin-an berani menolak. Dia bilang perutnya kurang enak karena salah makan tadi pagi, kemudian dia pamit pulang...


Gong shajang mengejarnya, lalu memarahinya diluar gedung, “Apa-apaan kau ini? Jauh-jauh datang ke sini kau masih mau mencoba untuk menghindar?”

“Maksudnya menghindar?”

“Kau berbeda sekali dengan dirimu biasanya. Dulu Yoon Daeri tidak pernah mempedulikan ini semua”

“Ini semua maksudnya apa?”


“Kau masih tidak mengerti? Makan bersama, minum bersama. Kemudian...”

“Setelah itu ke karaoke main tamburin. Lalu, ‘skinship’ yg membuatku tak nyaman? Kalau itu maksudnya, Ke depannya aku tidak berencana untuk terus seperti itu lagi. Aku sudah jenuh, aku tidak ingin melakukannya lagi!”


Jin-ah pamit... dia berjalan pergi dengan tergesa-gesa dan ternyata, Jun-hee telah menunggunay di persimpangan jalan.


Mereka pun berjalan bergandengan, menuju tempat makan..


Mereka makan di sebuah kedai pinggir jalan... 


Mereka tertawa lepas.. berfoto bersama, mengabadikan kenangan manis di malam ini..


Berikutnya, mereka jalan-jalan di pesisir pantai. Berduaan saja, sambil bergandengan tangan.. 


Mereka berhenti di tempat yg sepi dan sunyi. Disana, Jin-ah mengeluh resah.. dia sepertinya bimbang apa hubungan yg mereka jalani ini adalah sesuatu yg benar dan pantas?

“Aku sudah pernah bilang. Akan kita hadapi semuanya bersama...”

“Aku... tidak seharusnya menggenggam tanganmu”

“Jika ada pemikiran seperti ini bagaimana? Habislah sudah. Aku tidak akan mengampunimu. Aku tidak akan membuatmu merasa menyesal. Aku akan memperlakukanmu dengan baik”


“Bolehkah aku mempercayaimu?”

“Tentu saja. Aku sudah menyesal. Karena itu aku akan memperlakukanmu dengan baik. Semoga kau bisa mempercayaiku”

“Menyesal apa?”

“Menyesal.. karena tidak mengutarakan perasaannku padamu dari dulu. Seharusnya, aku duluan yg menggenggam tanganmu..”


Terbawa suasana romantis, mereka pun berpelukan dan berciuman ditengah dinginnya angin malam..


Karena hari semakin larut, mereka pun pulang ke penginapan. Joon-he sibuk menyiapkan makan malam, sementara Jin-ah menunggunay di kamar.. dia berkali-kali melihat cermin, merapikan dandanannya.


Karena Jun-hee lama, maka Jin-ah berjalan menyusuri seisi rumah. Dia naik ke kamar atas, kemudian duduk du kasur..


Beberapa saat kemudian, setelah setellah menyiapkan makakan, Jun-hee mencari-ari Jin-ah.. yg ternyata, telah terlelap tidur dalam kondisi tangan yg masih menggenggan segelas wine~~
Comments


EmoticonEmoticon