4/27/2018

SINOPSIS Suits Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Trailer 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 2

Berdasarkan serial Suits yang tayang di NBC Universal Amerika. Berdasarkan karakter yang dibuat oleh Aaron Korsh.


Seorang pria berjas masuk ke sebuah ruangan dan menemui seorang pria lain berbaju biru. Baju biru yang dipakai oleh Go Yeon Woo (Park Hyung Sik) adalah seragam tahanan. Sedangkan yang memakai jas itu adalah Choi Kang Seok (Jang Dong Gun), seorang pengacara legendaris.


Kedua pria itu saling bertatapan. 


“Takdir diputuskan oleh pilihan yang kau buat, bukan secara kebetulan.”

Hujan tampak turun di luar penjara, namun hujan itu naik lagi. Alur mundur.


Suits Episode 1 – Takdir Diputuskan oleh Pilihan yang Kau Buat. Bukan Secara Kebetulan.


Beberapa orang berpakaian rapi tampak berdebat di suatu ruang rapat. Dan seorang pria bernama Chae Geun Sik (Choi Gwi Hwa) menikmati kejadian itu dan tertawa.


Geun Sik menemui seorang wanita dan mengatakan tentang merger dan akuisi Grup Joseong dan Perusahaan Taejin. Ia bilang Presdir Park dari Grup Joseng ingin CEO Oh mengundurkan diri dari kursi kepresidenannya.


Kang Ha Yeon (Jin Hee Kyung) mengatakan bahwa Presdir Park tidak punya kuasa dan hanya punya gelar. Geun Sik bilang ia sudah berusaha menjelaskannya. “Dia mengejar Oh Tae Shik, bukan perusahaan Taejin,” kata Ha Yeon.


Geun Sik bilang kedua orang yang berseteru itu berasal dari kampung halaman dan pergi ke sekolah yang sama, dan yang diperebutkan adalah harga diri. Gwi Hwa ingin bicara lebih banyak, tapi Ha Yeon memotongnya, “Dimana Kang Seok?”


Geun Sik: “Kang Seok? Anda pikir dia  Nyonya Kang, aku akan mengambil kasus ini…”
Ha Yeon: “Bukan, bukan kau, Geun Sik. Aku ingin Kang Seok.”


“Kurasa usiaku sekitar 12 tahun. Ayahku meletakkan setumpuk kartu dan bilang begini. Kau ingin menjadi kartu apa? Pilihan selalu datang dengan konsekuensi. Kau harus berhati-hati. Lalu, aku mengatakan ini. Ayah, aku tidak ingin menjadi kartu yang dipegang di tangan seseorang. Aku ingin menjadi orang yang memainkan permainan dengan kartu-kartu ini.”


Orang yang bicara dengan Choi Kang Seok meminta kartu paling kiri yang dibuka. Kartu yang dibuka itu adalah kartu As.


Pria tua yang sedang dicukur mengatakan bahwa Kang Seok sudah tamat dan tidak memiliki kesempatan untuk melawan balik. Kang Seok bilang ia belum memilih kartu, jadi masih punya kesempatan. Pria tua itu mengatakan bahwa ia tahu betul bahwa Kang Seok tidak suka kekalahan.


“Jika aku menang, bolehkah aku memintamu menjadi klien Firma Kang & Ham?” tanya Kang Seok sambil melihat-lihat piringan hitam. Pria tua itu bilang ia selalu tahu maksud Kang Seok. “Pilihan selalu datang dengan harga. Anda harus berhati-hati, Kongres Jo.”


Tuan Jo setuju. Tapi jika dia kalah, akan menyumbangkan beasiswa atas nama Firma Kang & Ham. Kan Seok menerima pesan di ponselnya dan meminta agar taruhan mereka ditunda. “Kenapa? Kau takut?”


“Memang benar, aku takut kalah, tapi aku bukan pengecut,” kata Kang Seok lalu membuka kartu pilihannya yang ternyata adalah Joker. “Sama seperti Joker ini. Dia tidak memiliki peran signifikan, tapi bisa berubah menjadi apapun.” Tuan Jo bilang itu trik murahan. “Bagaimana aku bisa menjadi bos dari permainan tanpa mengetahui beberapa trik sulap?”


Kang Seok memakai jasnya dan bertanya kapan dia akan mendapat sertifikat beasiswanya. Tuan Jo tertawa dan akan menepati janji taruhannya. “Aku akan mengambil ini sebagai hadiah,” kata Kang Soek mengambil kartu Jokernya, lalu pergi.


“Sudah kubilang, aku akan memberimu lebih banyak uang! Hapus saja nama Tae Shik!” pinta Presdir Park.


Ha Yeon bilang itu bukan hanya tentang uang. Ia mengatakan bahwa jika Presidr Park mengkhianati CEO Oh sementara waktu, maka itu akan mempengaruhi karyawan Taejin secara positif. Ia membujuknya dengan mengatakan bahwa itu adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan kepemimpinan Presdir Park. Presdir Park mengingatkan bahwa kliennya adalah dia bukan CEO Oh.


“Tuan Park, tolong tenang,” kata Geun Sik. Tapi Ha Yeon malah menyuruh Geun Sik keluar. Geun Sik kecewa, tapi dia tetap pergi.


Ha Yeon bilang CEO Oh hanya meminta waktu setahun agar memegang posisi itu. “Aku kesini dengan niat awal untuk memotong kepalanya. Aku tidak akan menunggu,” kata Presdir Park marah.


Kang Seok menepuk bahu Geun Sik dan bertanya apa yang terjadi. “Kau tidak tahu? Presdir Park dari grup Joseong ingin menghapus nama CEO Oh dari kursi kepresidenannya…”Belum selesai Geun Sik bicara, Kang Seok sudah mengabil dokumen di tangan Geun Sik dan masuk ke ruangan Ha Yeon. “Kau dengar? Aku tahu kau akan begini?”


Kang Seok bertanya apakah ini pertama kalinya Presdir Park melakukan merger. “Ini Pengacara Choi Kang Seok, jagoan Firma Kang & Ham,” kata Ha Yeon. Presdir Park bertanya kemana saja Kang Seok selama ini jika dia memang adalah jagoan. Ia bilang ketika zaman Tuan Ham, ia tidak pernah peduli dengan masalah kasar seperti itu, dan merasa terlalu berlebihan bagi Ha Yeon untuk menjalankan tempat itu sendiri.


“Orang yang tidak paham adalah Anda. Orang yang serakah akan sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan,” kata Kang Seok setelah membaca dokumennya. Presdir Park mengingatkan bahwa dia sudah memberikan banyak uang. “Anda mengatakan ini sebagai persaingan merger dan akuisisi dan membuatnya terdengar luar biasa, tapi semua ini hanya perburuan. Tapi bahkan pemburu memberikan sedikit rasa hormat pada hewan yang akan dibunuhnya. Dan sekarang, semua karyawan yang Anda inginkan itu menghormati presiden mereka.”


Presdir Park merasa diceramahi, tapi Kang Soek bilang ia hanya memberikan beberapa saran sesuai bayaran yang diterima atas pekerjaannya. Presidr Park bilang banyak firma hukum lain selain Kang & Ham, jadi dia tidak mungkin membayar biaya hukum kepada Firma Kang & Ham lagi jika mereka tidak mengikuti keinginannya.


“Biaya hukum? Maaf memberitahukan ini, tapi itu baru saja ditransfer ke rekening kami,” kata Kang Seok lalu menunjukkan pesan bertuliskan ‘500.000 dollar telah ditransfer ke rekening Firma Kang & Ham’.


Presdir Park terkejut. “Jika tidak puas dengan hasilnya, Anda boleh menuntut kami. Tapi, bahkan di antara pengacara seperti kami, kami memtahui semua aturan sesuai situasi tertentu. Dan jika mereka tahu aku adalah lawan mereka, Anda tidak akan punya banyak pilihan,” kata Kang Seok santai.


Presdir Park: “Nyonya Kang… ap… apa… kau akan… membiarkan dia bicara padaku seperti itu?”
Ha Yeon: “Sudah kubilang. Dia jagoan yang kami punya. Kang Seok mengatakannya untukku dan perusahaan.”
Presdir Park: “Apa?”


Kang Seok menyarankan agar Presdir Park  pergi dan menandatangi kesepakatan yang masih ada di tangannya. Presdir Park yang marah, akhirnya pergi.


Geun Sik melhat Presdir Park keluar dari ruangan Ha Yeon, lalu mengikutinya.


Ha Yeon mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki musuh, tetapi jangan bersikap baik dengan penjahat. Kang Seok bi lang yang penting adalah mereka membuat kesepakatan dan tidak perlu peduli pada perasaannya. “Ngomong-ngomong, kita sudah dibayar?” tanya Ha Yeon.


Kang Seok bilang itu adalah transfer sumbangan dari Kongres Jo untuk beasiswa. Ha Yeon bilang ia mengerti niat Kang Seok, tapi metode gertakan itu tidak tepat. “Kau bilang, aku berbicara untukmu dan perusahaan. Sekarang, itu bukan gertakan, bukan?” kata Kang Seok. Ha Yeon tidak bisa berkata apa-apa. “Kau tahu, aku tidak pernah bersikap sabar dengan siapapun yang merendahkanmu. Dimana lagi kau akan menemukan rekan sepertiku?”


Yeon Woo keluar dari sebuah mobil mewah, lalu masuk ke sebuah bar.


“Hei, brotheeer…” sapa seorang pekerja disana dan mereka melakukan tos bersama. Mereka kemudian masuk ke salah satu ruangan pribadi.


Pekerja itu memperkenalkan dirinya sebagai desainer kehidupan kedua pelanggannya dan bisa dipanggil naga. “Cukup. Itu dia?” kata si pelanggan. Salah satu gadis penghibur berkata kalau dia mengenal Yeon Woo. Naga bilang Yeon Woo adalah pemain mereka yang bisa mengingat segala hal.


Pelanggan: “Kudengar kau bekerja sebagai parkir valet. Jika kau bekerja disini, kau pasti mengenalku.”
Yeon Woo: “Platmu 2 minggu lalu 61B5016. Minggu lalu, 18J2018. Dan hari ini, 17H3010.”
Gadis 1: “Apa dia benar?”
Pelanggan: “Aku tidak bisa menghafal semua nomor plat mobilku. Tapi, dia berhasil menarik perhatianku.”


Pelanggan mengelurkan tiga lembar cek dan di atasnya diletakkan gelas berisi minuman. Ia akan memberikan cek itu jika Yeon Woo berhasil menjawab dengan benar, namun jika salah maka Yeon Woo harus meminum dengan sekali teguk. Ia membuka tab-nya dan menanyakan apa itu asio cakupan likuiditas.


Yeon Woo menjawab dengan tepat dengan penjelasan yang panjang. Salah satu gadis heboh karena Yeon Woo benar. Yeon Woo mengambil cek yang pertama. Pelanggan memberikan pertanyaan yang kedua tentang teori inflasi., dan Yeon Woo benar lagi.


Yeon Woo juga benar untuk pertanyaan ketiga dan mengambil ceknya. “Cukup. Cukup. Kau cerdas. Kau hebat. Kau punya otak yang seksi. Aku iri padamu,” kata pelanggan itu.


Pelanggan itu memasukkan beberapa tetes narkoba cair ke dalam minumannya. Yeon Woo menatap tajam pada Naga lalu pergi, tapi pelanggan memanggilnya dan mengatakan bahwa dia baru saja menikmati permaiannya dan mengajak Yeon Woo minum bersama.


“Sudah kubilang, jangan mengundaku ke tempat seperti ini,” kata Yeon Woo pada Naga. Naga terlihat kebingungan dan melihat ke arah pelanggan.


“Tempat seperti ini?” kata pelanggan itu dengan menahan kemarahannya. Ia menuangkan minuman ke tempat es batu. “Sepertinya aku belum cukup bermurah hati dengan uangku. Kemari. Jika kau minum ini sekaligus, aku akan membeirmu 10.000 dollar. Bagaimana? Kau puas? Apa gunanya menghafal semuanya? Kau bahkan tidak menggunakannya.”


Yeon Woo mendekat. Pelanggan tertawa dan mengatakan bahwa tidak ada anjing yang menolak diperlakukan kasar dan bahwa hal paling menakutkan di dunia ini adalah uang. Yeon Woo lalu meminta narkoba cair dan pelanggan itu memberikannya.


“Baik, katakanlah aku tidak lebih baik dari seekor anjing. Tapi kau tidak tampak berbeda, karena minum alkohol ditambah dengan obat-obatan,” kata Yeon Woo.lalu membuang narkoba itu ke dalam minumannya.


“Kau pikir kita setara karena aku bersikap baik?” kata pelanggan dengan marah. Yeon Woo menumpahkan sedikit minuman itu ke arah pelanggan.


“Seorang anjing tidak pernah menggigit pemiliknya. Tapi, dia menggigit anjing lain. Terutama ketika anjing itu tidak peduli dengan apapun tak terkecuali uang.,” “kata Yeon Woo dan melemparkan semua cek yang tadi diterimanya.


“Aku akan menyusulnya,” kata Naga. Pelanggan melemparkan minuman tadi dan merasa sangat marah.


Advertisement


EmoticonEmoticon