4/27/2018

SINOPSIS Suits Episode 1 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 3

Naga meminta maaf, karena ia hanya berpikir bahwa itu adalah kesempatan untuk mendapatkan uang. Yeon Woo tidak suka karena Naga melibatkan diri dengan seorang pecandu.


Naga lalu menyambut seorang wanita bernama Se Hee, lalu memeluknya. Se Hee bertanya apa Naga mabuk lagi. Ia lalu bertanya apa mereka sedang merayakan sesuatu. Yeon Woo bilang mereka tidak merayakan apapun, tapi Naga bilang Yeon Woo baru saja memberi pelajaran berharga pada seorang putra konglomerat. Naga lalu pergi untuk menerima teleponnya.


Se Hee: “Dia sangat tidak dewasa.”
Yeon Woo: “Bukankah kau bilang itu pesonanya?”


“Halo?” jawab Naga dengan gugup.


Se Hee (Lee Si Won) bertanya apa yang sebenarnya terjadi, karena Yeon Woo yang cerdas dan baik hati itu tidak bisa berbohong dan sangat berbeda dengan Naga, Cheol Soon. “Aku tidak seperti itu,” kata Yeon Woo.


“Maafkan aku. Seharusnya aku mengajari bagaimana dia bersikap,” kata Cheol Soon gugup.


Putra konglomerat tadi meminta Cheol Soon mendapatkan obat yang disebutkannya. Cheol Soon bilang itu tidak mudah, tapi ia akan mengusahakannya demi pelanggannya itu. “Baiklah, tapi dengan satu syarat. Barangnya harus dikirimkan oleh orang itu tidak peduli apapun,” kata si putra konglomerat.


Cheol Soon menatap Yeon Woo dari kejauhan dengan khawatir. Ia menghela napas berat.


Yeon Woo datang ke rumah sakit dan menemui seorang wanita tua yang tengah berbaring di salah satu kamar rawat.


Sambil berbaring, Cheol Soon meminta Yeon Woo untuk mengantarkan koper di hadapannya, lalu menerima uangnya. Cheol Soon bilang ia melakukannya, karena mereka berdua sama-sama membutuhkan uang. Yeon Woo menolak dan pergi.


Kang Seok membeli roti bakar dan memakannya sambil membaca data di tab-nya.


Geun Sik mengeluarkan alat perekam, “Hanya di pagar yang dingin dan tinggi, bunga yang dipanggil ‘kau’ telah mekar. Aku datang untukmu saat kau mekar penuh. Namun, kau hanya berada di pagar. Sampai kau menjalar ke arahku, aku harus berdiri dan menunggu seperti pagar dan pada akhirnya menunggu.”


Geun Sik merekam perkataannya sambil menatap Ha Yeon yang sedang sibuk di ruangannya. “Tidak. Jangan lemah, Geun Sik,” gumamnya lalu masuk ke ruangan Ha Yeon.


“Minggu lalu, aku bekerja 138 jam 57 menit. Nyonya Kang, ketika aku belajar untuk ujian, aku rata-rata tidur empat jam. Tapi minggu lalu, aku hanya tidur sekitar 3 jam 43 menit 27 detik,” kata Geun Sik. Hae Yeon tidak peduli dan hanya menyuruhnya tidur lebih banyak. Maksud Geun Sik ternyata adalah dia merasa bisa menangani Presdir Park sendiri.


Ha Yeon yang masih sibuk membaca dokumennya berkata bahwa dia tidak pernah meragukan bakat Geun Sik. Geun Sik bertanya kenapa selalu Kang Seok dan bukan dirinya.


“Itu karena aku tidur 7 jam sehari dan mendapatkan hasil yang lebih sempurna,” kata Kang Seok yang datang tiba-tiba. Geun Sik tersenyum menyindir bahwa Kang Seok baru datang tepat sebelum waktu makan siang dan pulang tepat sebelum waktu makan malam.


“Itulah mengapa aku bersinar lebih cerah daripada kau yang bekerja lebih lama,” kata Kang Seok. Ha Yeon lalu menyuruh mereka agar tidak membuat rekan menjadi musuh. Ia memberitahu Kang Seok bahwa besok ada wawancara asosiasi masa percobaan. “Apa aku harus kesana? Universitas elit hampir sama. Pilihlah siapa saja.”


Ha Yeon menyebut bahwa Kang Seok adalah salah satu dari orang-orang itu. Kang Seok bilang ia adalah kasus yang sangat spesial dan bertanya kenapa Ha Yeon bersikreas mempekerjakan anak-anak dari universitas bergengsi.


“Karena mereka elit terbaik di negeri ini. Dulu, sekarang, dan nanti,” Geun Sik yang menjawab. Kang Seok bertanya apakah orang yang tidak berasal dari sekolah bagus, bukanlah seorang elit. “Tentu saja. Rusa adalah rusa dan jerapah adalah jerapah.” Kang Seok bilang ia adalah rusa dan lebih unggul dari jerapah seperti Geun Sik. Ia menolak untuk merekrut, karena tidak memerlukan rekan.


Ha Yeon mengatakan bahwa Kang Seok dipromosikan menjadi Mitra Senior yang berarti membutuhkan rekan. “Selamat, Kang Seok,” kata Ha Yeon. Hal itu membuat Geun Sik kembali merasa kecewa dan memilih pergi. “Karena aku wanita berwawasan, aku memilih bakat sepertimu. Jadi, kau pilih rekanmu sendiri.”


Kang Seok bilang bakat sepertinya bukanlah misi yang mudah. Ha Yeon lalu memberikan sebuah dasi untuk dipakai Kang Seok besok saat perekrutan. “Pilih dengan hati-hati dan benar. Kau tidak boleh membuat kesalahan. Begitu Mitra Senior membuat kesalahan, dia keluar,” pesannya.


Seorang pekerja memasang papan nama Choi Kang Seok, Mitra Senior di pintu ruangan kerjanya.


Seorang karyawan wanita mengawasi pemasangan papan nama itu lalu mengecek jam tangannya. Ia  menghitung beberapa detik, lalu menjentikkan jarinya.


Kang Seok datang tepat setelah itu dan wanita itu memberikan kopi padanya. Kang Seok menerima kopi itu dan melihat papan nama dengan jabatan barunya. Kang Seok bilang ia mendapat promosi lebih lambat 6 bulan dari perkiraannya.


Wanita itu mengucapkan selamat dan Kang Seok berterima kasih. Kang Seok bertanya kenapa sekretarisnya itu terlihat tidak terlalu senang.


Hong Da Ham (Chae Jung An) berkata, “Kau pasti sangat senang, tapi aku merasa sangat sedih. Aku tidak pernah beruntung pada pria ataupun uang. Semua yang kupunya hanya pekerjaan yang tidak pernah berakhir. Mereka bilang kehidupan wanita tergantung pada suaminya. Kurasa itu benar, bukan begitu?”


Kang Seok bilang promosinya lama karena ada beberapa perawan tua yang berdoanya menentang promosi itu dan ternyata perawan tua itu adalah Da Ham.


Kang Seok: “8 persen.”
Da Ham: “18 persen.”
Kang Seok: “10 persen.”
Da Ham: “18 persen.”
Kang Seok: “12 persen.”
Da Ham: “18 persen.”


“Aku benci ketika kau menggunakan taktik yang kau pelajari dariku,” kata Kang Seok. Da Ham bilang jika ia menggunakan taktik Kang Seok, maka ia akan meminta 20 persen.


Kang Seok dan Da Ham sama-sama mengetuk-ngetukkan jarinya. Akhirnya Kang Seok menyerah, “Baiklah. 18 persen termasuk bonus. Kontrak diperbarui?” Da Ham setuju. “Tanda tangan disini.”


Da Ham membuat tanda tangan dengan jarinya di telapak tangan Kang Seok. Ia tersenyum senang, lalu pergi. Kang Seok hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Wanita tua yang dirawat di rumah sakit bertanya kenapa Yeon Woo datang kesana. “Aku datang untuk melihatmu Nyonya Cho Gwi Sim,” kata Yeon Woo. Wanita itu bilang bahwa itu nama lamanya dan namanya sekarang adalah Cho Sook Hee yang artinya ‘gadis polos’. Ia bertanya apakah keadaannya baik-baik saja. “Tentu saja.”


Sook Hee: “Kehidupan terbaik adalah hidup tanpa masalah besar. Kau tidak bergaul dengan Cheol Soon, bukan?”
Yeon Woo: “Aku sudah berjanji.”
Sook Hee: “Baiklah. Jangan lupa. Jika kau menyentuh batu bara…”


“Tanganmu akan kotor. Jangan lupa bahwa cucumu ini orang yang jenius,” kata Yeon Woo. Mereka berdua lalu tertawa bersama. Sook Hee bilang ia senang melihat Yeon Woo, tapi Yeon Woo harus pergi jika tidak ingin dimarahi pihak rumah sakit. “Nenek khawatir tentang tagihannya? Jangan khawatir, aku akan mengurusnya.”


Sook Hee tertawa dan tahu kalau Yeon Woo berbohong. Yeon Woo juga tertawa dan bilang kalau is serius. Lalu terdengar langkah kaki seseorang masuk ke ruang rawat Sook Hee.


Perawat mengatakan bahwa Sook Hee harus pindah ke tempat lain akhir bulan nanti. “Baiklah, maafkan aku,” kata Yeon Woo. Perawat itu bilang harusnya Yeon Woo minta maaf kepada neneknya, bukan kepadanya. Ia juga bilang bahwa Yeon Woo masih muda dan memiliki banyak peluang bagus, lalu pergi.


“Aku memang muda, tapi tidak punya banyak peluang,” gumam Yeon Woo.


Yeon Woo pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda dan ada dua preman berjas disana.


Yeon Woo duduk di sofa dan menghela napasnya lalu berkata, “Aku hanya akan mengantarkan tasnya.” Cheol Sook yang sedang sibuk memakai parfum sangat senang mendengarnya. Ia langusng merangkul Yeon Woo.


“Yeon Woo, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ide bagus, Yeon Woo. Kau akan mendapatkan banyak uang setelah mengirim ini!” kata Cheol Soon.
Advertisement

1 comments:

Sumpah unnie, ini baru episode 1 aja udh keren banget....


EmoticonEmoticon