4/28/2018

SINOPSIS Suits Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 4

Da Ham menemui Kang Seok dan mengingatkan agar tidak terlambat untuk wawancara besok. Kang Seok senang karena sekarang Da Ham memanggilnya ‘Mitra Senior Choi’. “Baiklah, sampai jumpa besok,” kata Kang Seok.


Kang Seok menatap ruangannya dengan perasaan bangga.


Sementara itu, Geun Sik sedang memberikan makan kepada ikan peliharannya dan berepsan agar mereka segera tidur. Dia bilang bahwa mulai besok dia akan menjadi pengacara kompeten yang tidur lebih awal dan bangun terlambat.


Geun Sik keluar dan menutup pintu ruangannya. Disana tertulis Geun Sik adalah Mitra Junior.


Keeseokan harinya, Se Hee membantu Yeon Woo memakai dasi dan berkata bahwa dia tidak tahu dengan siapa Cheol Soon minum semalam karena pagi tadi langsung pingsan. Ia juga bilang bahwa Se Hee berpesan agar membantu Yeon Woo terlihat tampak sebelum pergi wawancara.


Yeon Woo berusaha mengatakan bahwa dia bukan akan pergi untuk wawancara, tapi Se Hee tidak terlalu peduli dan mengambilkan koper untuk Yeon Woo. “Katakan padaku hasilnya nanti. Percaya diri dan tegakkan kepalamu. Fighting,” pesan Se Hee.


Sementara itu, Kang Seok berjalan dengan gagah melewati para pelamar.


Kang Seok meletakkan sebuah patung kecil di meja Da Ham dan mengatakan bahwa hanya pelamar yang tahu tentang patung itu yang boleh masuk. “Aku ingin seseorang yang sepertiku, tetapi juga berbeda di satu sisi,” kata Kang Seok lalu masuk ke dalam.


Da Ham tidak yakin bahwa Kang Seok akan menemukan orang seperti itu.


Yeon Woo berjalan masuk ke tempat pertemuannya dan memperhatikan orang-orang yang ada disana, seperti resepsionis dan juga penjaga keamanan.


Yeon Woo juga melihat papan tanda acara ‘Wawancara Mitra’ yang diadakan oleh Firma Kang & Ham. Ia sejenak menatap papan itu, lalu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam lift.


Saat akan keluar dari lift, Yeon Woo menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. Ia kemudian menatap lorong lantai itu dengan gugup. “Kamar nomor 905,” gumamnya. Ia menghela napas dan mulai melangkah.


Saat sampai di kamar yang dituju, Yeon Woo malah melihat dua orang pelayan sedang berdiri disana. Yeon Woo melihat nama pelayan itu adalah Yoo Ju Yeon dan Kim Hwan Sik.
Flashback..


Sebelumnya saat di lift, Yeon Woo melihat dua nama pelayan itu sebagai pegawai terbaik bulan ini, tapi memiliki wajah yang berbeda dengan yang ia temui itu.


Di sebelahnya juga terdapat pengumuman bahwa sauna sedang ditutup untuk sementara.


Yeon Woo: “Apa sauna buka hari ini?”
Pria: “Sauna?”
Wanita: “Ya, tentu saja. Sauna kami buka 24 jam.”


“Baiklah,” kata Yeon Woo yang berhasil memastikan bahwa mereka adalah karyawan palsu. Ia melangkah pergi.


Wanita itu menyebut rekannya sangat lamban. “Apa? Dia mengenakan setelan jas, memegang koper, dan menuju ke sauna,” kata si pria. Mereka berdua kemudian menyadari sesuatu.


Yeon Woo buru-buru turun dengan menggunakan tangga darurat dan sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa dia tidak diikuti. Karena terburu-buru, koper itu sempat terjatuh. Dia kemudian mengangkat ponselnya yang berdering.


“Hei, sombong brengsek. Kau mengangkat teleponnya, jadi kurasa kau belum ditangkap,” kata si putra konglomerat yang seharusnya menjadi penerima koper itu. Yeon Woo marah dan bertanya permainan apa itu. “Aku mencoba menunjukkan padamu betapa menakutkannya uang itu.”


Yeon Woo bertanya apakah putra konglomerat itu berpikir akan bisa selamat setelah kejadian itu. Pria itu bilang bahwa dia adalah warga negara taat hukum yang melaporkan kegiatan ilegal, sedangkan Yeon Woo adalah penjahat yang tertangkap basah.


“Hei, kau hanya tahu cara menggonggong. Kau tidak tahu cara menggigit. Kau masih memiliki banyak waktu untuk pergi, brengsek!” kata pria itu lalu tertawa dan membuat Yeon Woo bertambah bingung. “Tamatlah kau, brengsek.”


Kedua pelayan palsu itu berhasil menemukan Yeon Woo dan menyuruhnya tetap di tempat. Yeon Woo melarikan diri. “Hei! Tunggu!” kata si pria lalu mengejar Yeon Woo.


Saat pelamar ditanya tentang patung yang dibawa Kang Seok tadi, ada yang menjawab kalau itu adalah Dewi Keadilan, Dike, Dewi Hukum dan Keadilan. Da Ham menyuruh mereka masuk, tapi kemudian dia memberi kode pada Kang Seok bahwa pelamar itu memberikan jawaban yang salah.


Da Ham lalu memanggil seorang pelamar bernama Byun Tae Hyung, tapi tidak ada yang datang ataupun menyahut. Karena tidak ada jawaban, walaupun sudah mendekati para pelamar yang hadir, Da Ham akan melanjutkan ke pelamar berikutnya.


Yeon Woo sampai di tempat itu dan mengaku bahwa dia adalah Byun Tae Hyung dengan gugup. Da Ham lalu menanyakan tentang patung itu.


“Kairos, Dewa Kesempatan Yunani,” jawab Yeon Woo yang masih panik.


Da Ham terkejut karena jawabannya benar. Ia lalu menjentikkan jarinya kepada Kang Seok untuk memberi kode bahwa pelamar memberikan jawaban yang benar. Ia memberikan patung itu pada Yeon Woo dan menyuruhnya masuk.


Yeon Woo masuk tepat sebelum kedua pelayan palsu itu sampai disana.


Kang Seok menyimpan buku yang sejak tadi dibacanya, lalu menyuruh Yeon Woo menjelaskan tentang patung yang ada di tangannya. “Oh, ini mungkin mirip seperti Dike, tapi Dike seorang wanita dan Kairos seorang pria. Dan dia pria setengah botak tanpa rambut di belakang. Dia punya banyak rambut di bagian depanu untuk memberikan orang merebut kesempatan. Dan dia botak di bagian belakang untuk memperingatkan orang bahwa kau tidak bisa meraih kesempatan setelah melewatkannya. Dan juga, dia memiliki sayap di pundak dan kakinya untuk menunjukkan bahwa kesempatan dapat terbang dengan sangat mudah,” jawab Yeon Woo dengan lancar.


Yeon Woo melepaskan penutup mata Kairos dan mengatakan bahwa penutup mata itu dapat bertindak jebakan.


Kang Seok memperhatikan Yeon Woo secara keseluruhan, termasuk jam tangannya dan koper yang hampir terbuka. “Silakan duduk,” katanya.


Saat akan duduk, Yeon Woo tersandung sehingga kopernya jatuh dan terbuka. Ia buru-buru memasukkan kembali isinya yang ternyata adalah ganja kering. Kang Seok berhasil merebut satu bungkus ganja itu dan memperhatikannya.


Pelayan pria palsu bertanya pada Da Ham apakah ada pria berjas dan membawa koper yang datang kesana. Da Ham memberi kode agar mereka melihat ke arah lain.


Kedua pelayan itu menghela napas putus asa karena semua pria yang ada disana memakai jas dan membawa koper. Da Ham bertanya apa yang terjadi.


Si wanita berkata sambil menunjukkan tanda pengenalnya, “Kami dari Tim Narkotika Kepolisian Gangnam.” Da Ham terkejut.


“Namamu Go Yeon Woo. Kau belum pernah ke sekolah hukum, bahkan universitas. Dan kau mendapatkan ini karena jatuh ke dalam perangkap,” tanya Kang Seok menyimpulkan cerita Yeon Woo. Yeon Woo mengangguk. “Aku tidak percaya. Jika kau cukup pintar, untuk mengetahui perbedaan antara Kairos dan Dike, kenapa kau tidak sadar ini jebakan? Aku yakin kau tidak tahu bahwa ini adalah kejahatan serius.”


Tapi, kemudian Yeon Woo menyebutkan beberapa pasal dengan detail tentang kejahatan obat terlarang yang menunjukkan bahwa dia tahu benar tentang itu. Kang Seok bertanya apa yang dikatakan Yeon Woo itu. “Aku tidak pernah melupakan buku atau gambar apapun yang telah kulihat dan kupahami. Aku yakin itu sulit dipercaya, tapi aku terlahir seperti ini,” kata Yeon Woo.


“Jadi kau hafal seluruh buku hukum?” tanya Kang Seok dan Yeon Woo mengangguk. “Kenapa?” Yeon Woo bilang ia ingin menjadi seorang pengacara, tapi ia meralatnya dengan berkata bahwa dia ‘harus menjadi pengacara.


Da Ham mengetuk pintu dan sedikit membukanya. Ia lalu berkata bahwa ada Polisi disana. Kang Seok langsung melihat ke arah Yeon Woo yang juga melihat ke arahnya.


Kang Seok bertanya kenapa ada Polisi datang kesana. “Maaf menganggu. Kami mencurigai bahwa pria yang ada di ruangan Anda adalah seorang pengedar narkoba,” kata Polisi pria. Kang Seok merasa tersinggung, karena calon pengacara di firmanya dituduh sebagai pengedar narkoba. Kang Seok meminta mereka menunjukkan tanda pengenalnya.


Polisi pria mengeluarkan tanda pengenalnya yang tertulis ‘Ma Dong Seok, Kantor Polisi Gangnam’. Kang Seok tersenyum dan mempersilakan mereka masuk.


Da Ham memberitahukan pada pelamar lain bahwa mereka akan istirahat selama 10 menit. Ia lalu menyandarkan diri di pintu dan berusaha menguping.


Polisi itu bilang mereka datang setelah menerima laporan dan ciri-ciri pelaku sama dengan Yeon Woo. Kang Seok lalu menyuruh Yeon Woo untuk membela dirinya sebagai seorang pengacara. Polwan bilang mereka hanya perlu mengecek identitas Yeon Woo. Tapi, Yeon Woo mulai membela dirinya dengan sangat lancar, hingga kedua Polisi itu tidak berkutik.


Dong Seok bilang mereka akan pergi setelah memeriksa koper Yeon Woo. Yeon Woo lalu membuka kopernya dan terlihat di dalamnya berisi buku. Kedua Polisi itu kembali terkejut, karena mereka gagal lagi. Kang Seok lalu menanyakan ulang nama kedua Polisi itu yang kemudian pergi dengan putus asa. 


Advertisement


EmoticonEmoticon