4/28/2018

SINOPSIS Suits Episode 1 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 1

Yeon Woo merapikan kopernya lagi dan Kang Seok terus memperhatikannya.
Flashback..


Ketika mendengar kedua Polisi itu datang, Yeon Woo buru-buru mengeluarkan ganja itu dari kopernya dan menyembunyikannya di bawah sofa.


Yeon Woo lalu mengisi kopernya dengan buku-buku yang ia ambil secara mendadak dari ruangan itu, lalu duduk kembali di sofa dan berusaha tenang.


Kang Seok bertanya bagaimana Yeon Woo bisa tahu kalau Polisi akan memeriksa kopernya. Yeon Woo bilang menemukan bukti adalah hal yang penting dan ia menyadari kalau Kang Seok menekankan kata ‘koper’. “Jika kau ingin menjadi pengacara, pergilah ke universitas dan lulus ujian,” kata Kang Seok.


Yeon Woo bilang ia sudah pernah ikut ujian, namun dengan nama orang lain.
Flashback..


Cheol Soon memberikan slip identifikasi ujian dan meminta Yeon Woo menjadi joki ujian dan menganggapnya sebagai latihan. Yeon Woo tadinya mau menolak, tapi ia membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit neneknya.


Yeon Woo menatap jam tangan yang masih ia pakai sampai sekarang.


“Uang memang menakutkan. Karena tabrak lari orangmabuk, kedua orang tuaku meninggal. Apa yang kubutuhkan bukan ketenangan atau harapan, melainkan uang,” kata Yeon Woo. Kang Seok berterima kasih karena Yeon Woo sudah membagis kisahnya, tapi ia bilang bahwa hanya orang elit yang bisa diterima.


Kang Seok membuka pintu dan melihat bahwa di luar hanya ada pelamar yang terlihat sangat gugup, dan bahkan ada yang ditemani oleh ibunya. Ia lalu bertanya bagaimana hasil ujian yang Yeon Woo ikut dengan nama orang lain itu.


“Aku merasa tidak enak karena sempurna, jadi aku membuat kesalahan dengan sengaja. Tapi hidupku kacau balau,” kata Yeon Woo. Kang Seok semakin tertarik dengannya.


Kang Seok: “Menurutmu, apa yang memutuskan takdirmu? Uang? Kebetulan?”
Yeon Woo: “Tidak. Itu pasti pilihan salah yang telah kubuat. Pilihan selalu datang dengan konsekuensi.”
Kang Seok: “Bagaimana jika aku memberimu kesempatan? Bisakah kau menebus kesalahanmu?”


“Kesempatan? Jika itu kesempatan yang tepat, aku ingin menebusnya sendiri. Aku bisa melakukannya,” kata Yeon Woo. Kang Seok bertanya apakah Yeon Woo akan melakukannya dengan ingatannya yang lebih hebat dibanding orang lain. “Tidak, putus asa. Karena aku menerima konsekuensi hebat dari kesalahan.”


“Baiklah, kau lulus. Kali ini sungguhan,” kata Kang Seok yang membuat Yeon Woo terkejut. “Kau bisa menghafal buku-buku hukum. Aku tahu cara membaca orang.”


Yeon Woo terlihat masuk ke dalam toilet dengan gelisah. Ia mengingat kata-kata Kang Seok yang bahwa ia harus mempertimbangan sesuatu dan membuat keputusan dengan cepat  saat diberi kesempatan. Ia lalu membuang semua ganja kering ke dalam toilet.
Flashback..


“Anda menyuruku untuk menjadi joker Anda?” tanya Yeon Woo yang menerima kartu Joker dari Kang Seok yang awalnya milik Kongres Jo. Kang Seok meminta Yeon Woo jangan berlebihan. Ia mengambil kartu joker itu dan memasukkannya ke kantong jas Yeon Woo.


“Kartu itu, yang tidak ada saat ini, adalah kau. Tergantung pada pilihan dan usahamu. Kartu itu bisa berubah menjadi kartu As atau sejumlah angka yang tidak bernilai. Singkirkan koper itu terlebih dulu. Kau akan memulai dari sana,” pesan Kang Seok.


Yeon Woo menatap sungai yang ada di bawah jembatan. Ia lalu memperhatikan kartu joker yang diterimanya tadi.
Flashback..


Ayah Kang Seok meminta Kang Seok kecil memilih satu kartu untuk menang. Dan Kang Seok memilih kartu Joker.


“Pilihan menarik. Mengapa kau memilih Joker?” kata ayahnya. Kang Seok kecil bilang saat ini kartu itu tidak berarti, tapi bisa menjadi apa saja nantinya.


Kang Seok masih menyimpan kartu joker itu. Ia lalu meletakkannya di dalam sebuah kotak kecil dan menyimpannya di laci meja kerjanya.


Yeon Woo tidak membuang koper itu ke sungai. Dia memilih menyimpannya di loker stasiun kereta bawah tanah. Dia lalu melangkah pergi.


Malamnya, Yeon Woo mulai membaca banyak materi hukum. Terlihat ada sesuatu di pergelangan tangannya. Tato?


Ia menempelkan kartu Joker itu di pintu kaca yang ia manfaatkan sebagai papan tulis.


Keesokan harinya, Yeon Woo kembali memakai jas dengan rapi. Sejenak, ia menatap kartu Joker itu, kemudian berangkat dengan menggunakan sepeda.


Hujan cukup deras, ketika Yeon Woo keluar dari stasiun bawah tanah. Tampak seorang wanita berdiri di sampingnya. Yeon Woo memutuskan untuk menembus hujan itu dan tanpa sengaja roda sepedanya mencipratkan air ke pakaian wanita tadi.


“Tunggu! Hei! Hei! Astaga, brengsek!” seru Kim Ji Na (Ko Sung Hee), tapi Yeon Woo tidak mendengarnya karena dia memakai earphone. 


Tidak lama kemudian, Yeon Woo sampai di gedung tempatnya akan bekerja dalam keadaan rambut yang basah. Ia memperhatikan keadaan sekitar. 


Yeon Woo akhirnya sampai di ruangan Kang Seok, namun menjadi gelisah karena Kang Seok tidak juga datang. Ia melihat sekeliling.


“Wah, Sekolah Hukum Harvard dan Jaksa Negara Bagian New York,” gumam Yeo Woo kagum saat melihat sertifikat yang dipasang di dinding.


“Kim Yuna, Ryu Hyun Jin,dan Park Inbee. Apa ini asli?” gumam Yeon Woo lagi. Kemudian Kang Seok datang. “Halo. Aku suka pemandangannya, dan interiornya sungguh luar biasa.” Yeon Woo lalu kembali menuju sofa.


Kang Seok: “Kau tidak perlu duduk. Berbalik lalu pergi.”
Yeon Woo: “Pergi? Kemana?”
Kang Seok: “Pulang ke rumah. Kau dipecat.”


Advertisement


EmoticonEmoticon