4/28/2018

SINOPSIS Suits Episode 2 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 1 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 2

Da Ham memberikan kopi untuk Kang Seok dan menunjuk ruangannya. Kang Seok lalu melihat seorang pekerja mengganti lagi papan nama di pintunya. Ia menatap Da Ham dengan bingung, tapi Da Ham hanya menganggukkan kepalanya.


“Promosiku ditarik kembali? Seonbae?” tanya Kang Seok. Ha Yeon bilang Presdir Park mengajukan gugatan dan Geun Sik sedang menemuinya untuk menenangkannya. Ia meminta Kang Seok berlutut jika Geun Sik berhasil menyelesaikan masalahnya. “Aku setuju. Lalu, tidak ada masalah dengan promosiku. Bisnis kita tidak bangkrut hanya karena kehilangan klien yang buruk.”


Ha Yeon bilang beberapa perusahaan memiliki tim hukumnya sendiri, dan jika mereka kehilangan klien terbesar, maka ia tidak bisa menjadikan Kang Seok sebagai Mitra Seniornya karena pekerja lain akan berpikiran buruk. Ia bilang jika gugatan itu berhasil, maka bukan hanya Kang Seok dipecat melainkan juga Firma Kang & Ham akan hancur. “Kenapa kau harus membuat kebohongan itu? Huft..” Ia juga mengancam akan menuntut Kang Seok jika masalah seperti itu terjadi lagi.


Suits Episode 2 – Jika Kau Memiliki Kesempatan untuk Melempar Dadu, Maka Lemparlah Tanpa Ragu. Saat kau melempar, kau akan maju, setidaknya satu kotak.


“Apa? Aku dipecat?” tanya Yeon Woo heran. “Bagaimana Anda bisa memecatku di hari pertama bekerja? Apa ini semacam tes?”


“Tidak. Aku berada di ujung pisau. Dan jika ada yang tahu bahwa kau tidak berkualifikasi dan bahkan bukan seorang pengacara, pisau itu akan menembus perutku,” kata Kang Seok. Yeon Woo bilang hal yang sama terjadi lagi dan bahwa Kang Seok sama saja seperti orang lain. “Masalahnya bukan aku. Tapi kau... Syukurlah kau menyadarinya sekarang.”


Yeon Woo merasa kecewa, karena tadinya ia berpikir bahwa Kang Seok adalah orang yang berbeda dan ia akan mendapat kesempatan. Kang Seok bilang Yeon Woo hanya bermimpi dan dia sudah membuat kesalahan kecil. “Aku tidak tahu pisau apa itu, tapi tolong pertimbangkan kembali. Aku akan pastikan pisau itu tidak akan menikam Anda karena aku,” pinta Yeon Woo.


Kang Seok tetap menolak. Tadinya dia memang berpikir bahwa Yeon Woo akan menjadi senjata baginya, tapi dengan keadaannya sekarang ia merasa Yeon Woo hanya akan menjadi kelemahan baginya. “Anda berada di ujung pisau? Lalu bagaimana denganku? Aku berada di tepi tebing. Jika Anda mendorongku, itu sama saja menyuruhku diam dan mati,” kata Yeon Woo. Kang Seok bertanya bagaimana caranya agar pisau itu tidak melukainya. “Aku punya banyak cara. Apa Anda sudah lupa orang seperti apa aku?”


“Apa Sunbae lupa orang seperti apa aku?” tanya Kang Seok. Ha Yeon bilang ia tidak pernah lupa. “Setujui promosiku, seperti yang direncakan. Jika tidak, aku akan segera pergi bekerja untuk Firma Kim & Jo atau Taeyang. Dan tentu saja, aku akan mengambil semua berkas klienku.”


Ha Yeon bilang Taeyang jauh darisana, sedangkan Firma Kim & Jo hanya berjarak 5 menit berjalan kaki, jadi Kang Seok tidak bisa ke firma itu karena dia akan terus dihubungi oleh Polisi, Jaksa, dan Komite Disiplin dari Asosiasi Pengacara, bahkan sebelum Kang Seok menyeberang jalan.


Ketika Kang Seok mengancamnya akan membeberkan masalah tentang ganja itu, Yeon Woo sama sekali tidak takut dan mengatakan bahwa saat itu Kang Seok-lah yang melindunginya.


Kang Seok tidak takut dengan ancaman Ha Yeon, karena jika dia jatuh, maka Ha Yeon juga akan ada di sampingnya karena mereka bersekongkol. “Baiklah. Aku akan menyetujui promosimu. Tapi jangan berpikir bahwa aku mengalah karena gertakanmu,” kata Ha Yeon.


Kang Seok akhirnya setuju untuk mempekerjakan Yeon Woo dengan masa pelatihan 6 bulan Yeon Wo harus menjalani hari seperti itu selama 48 jam dan memastikan memenuhi syarat untuk mengikuti ujian serta tidak perlu mengkhawatirkan tentang uang. Ia tidak mau Yeon Woo terus menipu di bawah namanya.


“Akan kulakukan,” kata Yeon Woo dengan yakin. “Aku akan melakukannya.”


Ha Yeon ternyata menyetujui promosinya dengan syarat Kang Seok harus menyelesaikan kasus Presdir Park tanpa membuat kekacauan dan Kang Seok juga harus membawa Kongres Jo sebagai salah satu klien mereka minggu ini. “No problem. Itu saja?” tanya Kang Seok. Ha Yeon mengajukan satu syarat lagi bahwa Kang Seok harus menangani kasus pro bono (kasus layanan publik. “Apa aku perlu mengambil ini?” 


Ha Yeon: “Terima semua atau tidak sama sekali. Jika kau tidak mau, sampai jumpa di pengadilan.”
Kang Seok: “Sunbae?”
Ha Yeon: “Kasus-kasus pro bono sangat penting bagi citra firma hukum kita.”


“Aku tahu. Itu sebabnya aku membuatnya... Maksudku, aku mengambil beasiswa,” kata Kang Seok. Ha Yeon bilang kasus pro bono itu untuk menumbuhkan karakter seorang pengacara, terutama bagi seorang pengacara yang terlalu bangga pada dirinya dan berpikir bahwa dia bisa membaca pikiran orang, tapi sebenarnya tidak bisa membaca apa yang diinginkan klien. “Siapa bilang aku tidak bisa membacanya? Hanya saja dia menghalangi pekerjaanku.”


Kang Seok memberikan berkas kasus pro bono pada Yeon Woo tentang pelecehan seksual di tempat kerja dan pemecatan yang tidak adil. Ia bertanya apakah Yeon Woo tahu apa itu pro bono. “Menyumbangkan bakat seseorang demi kepentingan publik. Di firma hukum, dia membela kasus kepentingan umum,” kata Yeon Woo.


Kang Seok meminta Yeon Woo merahasiakan bahwa dia memberikan kasus itu padanya, dan terutama jangan sampai Ha Yeon tahu. Ia bilang aturan pertama adalah usahakan agar kasus tidak dibawa ke pengadilan. Ia menegur pakaian yang dikenakan Yeon Woo. Ia lalu mengeluarkan kartu kreditnya dan menyuruh Yeon Woo membeli pakaian baru dan apapun yang dibutuhkannya saat ini.


“Nona Hong, siapa yang bertanggung jawab atas orientasi pendatang baru?” tanya Kang Seok melalui interkom.


Dan ternyata penanggung jawab atas orientasi itu adalah Ji Na, yang masih berusaha membersihkan pakaiannya yang terkena cipratan lumpur. Kemudian, ia mempersilakan masuk orang yang mengetuk pintunya.

  
Yeon Woo memperkenalkan dirinya, dan Ji Na juga melakukan hal yang sama. Ji Na tampaknya mengenali Yeon Woo sebagai orang yang membuat pakaiannya kotor pagi tadi. Ia bilang jabatannya adalah paralegal dan Yeon Woo sempat mengira bahwa Ji Na adalah sekretarisnya.


Di dalam lift, Yeon Woo menatap Ji Na dengan heran. Ji Na salah paham dan mengira Yeon Woo sedang melecehkannya. “Bukan begitu, kupikir ada sesuatu di bajumu,” kata Yeon Woo. Ji Na tidak mau kalah dan mengatakan bahwa dia lebih berpengalaman di firma itu dan tempat itu seperti perang. Ia lalu bertanya apakah Yeon Woo sudah wamil. “Aku dibebaskan.” Ji Na menanyakan alasannya. “Soal itu, ada banyak hal yang terjadi padaku. Jangan bilang kau memiliki pemikiran yang bias tentang pria yang tidak masuk tentara.” 


Da Ham sengaja menggerak-gerakkan gelas kopinya untuk menarik perhatian atasannya itu. “Jangan tanya apapun. Aku tahu kau mendengar semuanya,” kata Kang Seok. Da Ham bertanya apakah Yeon Woo itu putra rahasia Kang Seok, karena dia menerimanya padahal tidak memiliki lisensi hukum. “Sudah berapa lama kau bekerja denganku?”


Da Ham: “14 tahun, termasuk tahun-tahun kau bekerja sebagai jaksa.”
Kang Seok: “Dan kau masih tidak tahu?”
Da Ham: “Aku bilang begini, karena mengenalmu lebih baik dari siapapun. Kau telah bersama ribuan wanita...”
Kang Seok: “Aku sibuk. Keluar.”
Da Ham: “Jadi dia pasti putramu.”


Kang Seok protes. “Aku hanya bercanda,” kata Da Ham tertawa. “Tapi sepertinya langkah ini beresiko. Kenapa kau sungguh mempekerjakannya?” Kang Seok berdesis dan menatapnya tajam. “Menakutkan,” kata Da Ham lalu pergi.


Ji Na menunjukkan tempat bagi Rekan tahun pertama bekerja. Ia sengaja berbalik tiba-tiba, karena ingin menumpahkan kopi yang dibawanya ke baju Yeon Woo. Ia tidak berhasil, karena Yeon Woo berhasil menghindar tepat waktu. Ia semakin kesal.


Yeon Woo menebak bahwa Ji Na melakukannya dengan sengaja. “Terserah. Ini mejamu,” kata Ji Na. Yeon Woo memperhatikan meja kerjanya dan sangat senang. “Basement 1 dan 2 adalah ruang referensi. Lantai 3, 4, dan 5 untuk karyawan. Kau tidak menulisnya? Kenapa kau tidak mengambil memo?”


Yeon Woo kemudian menyebutkan fungsi lantai 6 sampai 12 bahkan ketika Ji Na belum menjelaskannya. Ji Na menatapnya dengan kesal dan memilih pergi.


Kang Seok menghubungi seseorang dan bertanya kenapa Presdir Park bisa menggugat mereka, padahal Grup Joseong-nya tidak memiliki tim pengacara. Ia menutup ponselnya, lalu pergi ke ruangan Geun Sik.


Kang Seok mengambil bola golf yang ada di meja Geun Sik lalu melemparnya dan Geun Sik bisa menangkapnya dengan baik. Geun Sik meletakkan bola itu di meja, tapi Kang Seok mengambilnya lagi. Kang Seok bilang ia merasa ada orang yang membocorkan informasi, karena Presdir Park menggugat tanpa menyewa pengacara terlebih dulu dan sudah pasti orang itu orang yang memiliki dendam padanya.


“Apa?” tanya Geun Sik karena Kang Seok terus menatapnya. “Kau menuduhku membocorkan informasi?” Kang Seok hanya mengatakan bahwa orang yang melakukan itu mencintai perusahaan lebih dari dirinya sendiri, jadi ia bingung harus berada di pihak perusahaan atau di pihak pria itu. “Memang benar kau berbohong. Aku hanya... Kau punya bukti?”


Kang Seok bilang andaikan dia punya bukti apakah Geun Sik bisa menghindari kekecewaan Ha Yeon. Geun Sik tidak menjawab. “Tidak perlu berterima kasih padaku. ‘Lupakan musuhmu, tapi jangan pernah melupakan sikap baik.’ Kau sebaiknya tidak melupakan apa yang telah kulakukan,” kata Kang Seok sambil menulis di bola golf Geun Sik lalu berpura-pura melemparkan bola itu ke arah pemiliknya. “Jika begitu.. aku akan melupakan segala perbuatanmu padaku.” Ia memasukkan bola golf itu ke dalam akuarium.


Kang Seok pergi, dan Geun Sik menatap bola golf-nya yang bergambar wajah senyum yang sepertinya mengenai ikan Geun Sik. “Beraninya dia.. menganggu keluargaku?”  gumamnya kesal. 


Advertisement


EmoticonEmoticon