4/28/2018

SINOPSIS Suits Episode 2 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 3

Cheol Soon tampak berusaha keras melarikan diri dari kejaran seorang preman. Saat ia lengah, seorang preman memukul kepalanya dengan batu.


Yeon Woo mendapat telepon dari Cheol Soon, tapi dia mengabaikannya.


Kang Seok menemui informannya yang mengatakan bahwa Presdir Park tidak punya banyak pendukung dan memiliki putra yang bermasalah dengan alkohol dan narkoba. Ia juga bilang kalau Presdir Park memanfaatkan semua koneksinya untuk menyelamatkan putranya dari penjara sebanyak 3 kali. Kang Seok lalu menanyakan tentang Kongres Jo.


“Kurasa dia tidak akan menjadi masalah besar,” kata informan itu sambil menyerahkan sebuah flashdisc. “Dia anggota tertua di Gereja Shillak dan mimpinya adalah menjadi Pimpinan Tetua disana. Itu gereja yang sangat besar dan Pemimpin Tetua lebih kuat daripada anggota kongres atau menteri. Gereja yang kudatangi masih ditahan izinnya, karena kami tidak bisa mengumpulkan 5.000 dollar sebulan.”

Kang Seok mengecek data dari flashdisc itu. Ia memberikan amplop berisi uang pada informannya, lalu pergi.


Saat melihat Kang Seok di depan gereja, Kongres Jo bilang bahwa dia tidak tahu kalau Kang Seok juga suka kesana. Kang Seok bilang ia akan sering datang jka Kongres Jo menjadi Pemimpin Tetua disana.


“Pemimpin Tetua? Siapa yang memberitahumu?” tanya Kongres Jo tersipu. “Ngomong-ngomong, apa yang membawamu kesini?” Kang Seok bilang ia mendapat informasi bahwa Ketua Dewan Jung dari Rumah Sakit Yurim juga menginginkan posisi Pemimpin Tetua.


Kang Seok membuka laporan keuangan rumah sakit yang ia yakin dikacaukan sejak lama. Kongres Jo ingin melihatnya, tapi Kang Seok menarik tab-nya. Kang Seok bertanya apakah Kang Seok suka menjalankan bisnis seperti itu atau melakukan trik. “ini bukan trik, ini sihir. Anda hanya perlu tersenyum,” kata Kang Seok yang kemudian mengirimkan laporan keuangan itu pada Ketua Dwan Jung yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Ketua Dewan Jung membaca pesan di ponselnya dan terlihat sangat terkejut. Ia melihat Kongres Jo yang tersenyum padanya, lalu buru-buru pergi.


Kongres Jo lalu menghubungi seseorang dan berkata, “Minta Firma Kang & Ham menjadi penasehat hukum kita. Urus itu sekarang.” Ia lalu menutup ponselnya. “Puas?” Kang Seok tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Yeon Woo menemui Kim Mi Sook, klien kasus pro bono-nya. Ia meminta Mi Sook menceritakan semua yang dialaminya. Mi Sook tampak ragu  karena yang datang adalah seorang anak baru. Yeon Woo bilang ia adalah pendengar yang baik dan cukup pintar. Mi Sook tidak juga bercerita.


“Mari selesaikan ini dengan cepat dan bicara,” kata Yeon Woo setelah memakai sarung tangan karet dan membantu Mi Sook mencuci piring. “Ini sama pentingnya bagiku seperti dirimu.”


Yeon Woo mendapatkan pesan, tapi ia tidak membacanya dan menyimpan kembali ponselnya, karena Mi Sook mulai bercerita. “Presdir mewawancaraiku untuk posisi sekretaris. Lalu, dia menyuruhku untuk segera mulai bekerja,” kata Mi Sook. Yeon Woo bertanya apakah Presdir yang dimaksud adlaah Yoo Chang Jung dari Geumjeong Digitech. “Ya. Setelah seminggu, dia mulai melakukan pembicaraan yang membuatku tidak nyaman. Aku tidak tahan lagi, jadi aku mengajukan keluhan.”


Mi Sook bilang setelah itu perusahaan bilang ia akan dipindahkan dan membuatnya duduk menghadap dinding. Ia bilang mereka tidak memberikannya pekerjaan sama sekali. Akhirnya ia dipecat dengan alasannya ia absen tanpa cuti.


Yeon Woo bertanya apakah karyawan lain tidak membantu Mi Sook. Mi Sook bilang mereka malah berpikir kalau dialah yang merayu Presdir dan menginginkan uang. Ia akhirnya menyerah untuk menuntut. Tapi kemudian anaknya yang bernama Hee Soo membuatnya sadar.


“Ibu, dunia telah berubah. Wanita bisa percaya diri dan bebas sekarang,” kata Mi Sook menirukan ucapan anaknya.


Sementara itu, 2 preman tampak menggeledah rumah Yeon Woo untuk menemukan ganja mereka. Salah satu preman melihat ponsel Cheol Soon. “Siapa Se Hee? Pacarmu?” tanyanya.


“Bukan,” kata Cheol Soon lemah dan darah mengalir dari kepalanya. “Bukan, bukan,” Ia berusaha bangkit. “Ia tidak ada hubungannya denganku.”


“Tapi wajahmu berkata sebaliknya,” kata si preman lalu menendang Cheol Soon hingga terjatuh lagi. Cheol Soon lalu melihat tulisan Kang & Ham di pintu kaca.


Yeon Woo pergi ke rumah sakit dan tidur di samping neneknya. Neneknya menyuruhnya pulang dan bilang kalau sangat enak tinggal disana. Yeon Woo bilang neneknya bisa tinggal disana tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Tapi nenek tidak mendengarnya, karena ia sudah mulai tertidur. Tapi ia mendengar saat Yeon Woo mengatakan ia mendapat pekerjaan. “Syukurlah. Kerja bagus. Nenek tahu kau akan sukses,” kata nenekny.


“Nenek tidak bertanya apa pekerjaanku?” tanya Yeon Woo dan kali ini neneknya sudah benar-benar tertidur. “Maafkan aku, Nek. Ketika aku menjadi pengacara sungguhan, aku akan memberitahu nenek semuanya.”


Keesokan harinya, Kang Seok merebut roti bakar yang sebenarnya adalah pesana Yeon Woo lalu menanyakan perkembangan kasus pro bono-nya. Ia meminta Yeon Woo tidak berempati pada klien karena itu adalah kesalahan yang bisa menyebabkan mereka kalah dalam kasusnya.


“Aturan nomor 2. Hanya pikirkan kemenangan,” kata Kang Seok. Yeon Woo bilang berempati pada klien bisa membuat mereka menang, apalagi katanya Kang Seok bisa membaca pikiran orang. “Membaca orang berguna untuk membaca keinginannya dan menemukan kelemahan mereka.”


Saat masuk ke kantor, Yeon Woo lalu menyadari bahwa Kang Seok tidak menjawab sapaan orang lain. Mereka lalu membahas kasus Mi Sook lagi dan menduga bahwa orang yang diperlakukan sama sudah berhenti atau dipecat, tapi mereka tidak mengajukan gugatan.


Yeon Woo lalu membuat pengumuman di web tentang mencari korban pelecehan atau pemecatan tidak adil di Geumjeong Digitech. Sampai sore hari, ia tidak mendapat satu pengunjung web pun. Ia hampir putus asa dan memutuskan untuk menemui Ji Na.


Yeon Woo meminta agar Ji Na membantunya selepas bekerja. Tapi Ji Na bilag bekerja disana, tidak seharusnya Yeon Woo memikirkan tentang pulang ke rumah. “Ngomong-ngomong, apa kau selalu marah?” tanya Yeon Woo.


“Apa?” tanya Ji Na sampai kehilangan kata-kata. “Lupakan. Pak Chae mencarimu.” Yeon Woo akan pergi, tapi dia kembali lagi.


Yeon Woo: “Chae?”
Ji Na: “Iya.”
Yeon Woo: “Chae? Bukan Choi?”
Ji Na: “Chae.”


“Baiklah,” kata Yeon Woo lalu keluar dari ke ruangan Ji Na. Tapi kemudian dia membuka lagi pintunya dan bertanya, “Siapa Pak Chae?”
Advertisement

1 komentar:

Seru banget kkak, semangat.... 😘😘😘😘


EmoticonEmoticon