4/28/2018

SINOPSIS Suits Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 4

Pak Chae yang dimaksud Ji Na adalah Geun Sik. Geun Sik yang memainkan bola golfnya merasa kecewa, karena Kang Seok tidak memberitahukan tentang dirinya pada Yeon Woo. Ia lalu menyuruh Yeon Woo untuk menyapa ikannya.


Geun Sik mendengar kalau Yeon Woo adalah orang jenius dan mengataakan bahwa semua orang disana jenius dan lulus dalam satu tahun (lulus ujian pertama dan kedua di tahun pertama). Seorang pegawai masuk dan Geun Sik menanyakan tentang laporan litigasi Grup Samil.


Pegawai itu bilang ia berada di luar kota pekan lalu untuk menghadiri pernikahan temannya, jadi ia melupakan laporan itu dan berjanji akan menyelesaikannya besok pagi. “Tidak, tidak perlu. Kau dipecat. Kau tidak perlu datang besok,” kata Geun Sik. Pegawai itu berusaha membela dirinya, tapi sia-sia. “Pergilah.”


Mendengar pemecatan sewenang-wenang itu membuat Yeon Woo terkejut.


Geun Sik bilang dia adalah mentor pembimbing disana untuk rekan masa percobaan, jadi dia bisa menangkap orang yang membuat kesalahan sekecil apapun. Ia melemparkan bola golf-nya dan menyuruh Yeon Woo memberikannya pada Kang Seok dan mengatakan bahwa tidak seharusnya Kang Seok membuang waktunya dengan membuat ancaman. “Dadu sudah digulirkan dan kami sudah berperang,” ujarnya.


Kang Seok sedang membaca artikel berjudul ‘Grup Joseong Mengambil Alih Taejin’, ketika Yeon Woo datang dan memberikan bola golf dari Geun Sik. Yeon Woo juga menyampaikan pesan agar Kang Seok tidak membuat ancaman.


“Apa dia juga bilang kalau dadu sudah digulirkan dan kami berperang? Itu mottonya. Dia sudah seperti itu sejak masih kuliah. Jangan pedulikan dia. Bagaimana kasus pro bono?” kata Kang Seok. Yeon Woo ingin mengatakan sesuatu, tapi perhatiannya tertuju pada gambar di tab Kang Seok.


“Kenapa si brengsek itu ada di foto ini?” tanya Yeon Woo heran lalu memperbesar gambarnya. “Dialah orang yang menjebakkau dengan narkoba.” Kang Soek terkejut saat mengetahui bahwa penjebak Yeon Woo adalah putra Presdir Park yang suka pergi ke klub. “Dia menyukai klub dan yang lebih dia sukai dari alkohol adalah narkoba.”


“Ngomong-ngomong, kau bisa berakting?” tanya Kang Seok.


Di ruang pribadi klub, putra Presdir Park yang sudah mabuk berat menjawab ponselnya. “Siapa ini?” katanya. 


Yeon Woo: “Kau mengangkatnya, jadi kurasa kau belum ditangkap.”
Pelaku: “Siapa ini?”
Yeon Woo: “Aku? Aku seseorang yang ingin mengajarimu bagaimana menakutkannya manusia.”


Kang Seok masuk ke ruangan tempat putra Presdir Park berada dan memberi kode agar kedua wanita penghibur itu pergi. “Mau kemana? Hei, mau kemana?” tanya pria itu, tapi kedua wanita itu tetap pergi. “Kau siapa?”


Sementara itu, Yeon Woo menemui Presdir Park dan menunjukkan surat gugatan yang diajukan Presdir Park terhadap Firma Kang & Ham. “Kau siapa?” tanya Presdir Park.


Kang Seok memberikan kartu namanya dan menyodorkan sebuah dokumen. Ia bilang ada laporan kalau pelaku memakai jenis narkoba baru pada 7 April dan ternyata sekarang menggunakannya lagi. Putra Presdir Park mulai khawatir.


Beberapa Polisi masuk ke klub dan berusaha mencari putra Presdir Park.


“Jika kau menandatangani ini, aku akan membelamu atas nama perusahaan kami,” kata Kang Seok. Putra Presdir Park semakin panik ketika mendengar suara Polisi. Ia terburu-buru menandatangani dokumen itu.

Kang Seok mengunci pintunya, mengambil dokumennya, lalu menghubungi YeonWoo yang sedang bersama Presdir Park. Ia bilang ia adalah orang yang membela putra Presdir Park di pengadilan. 


Presdir Park sadar bahwa dia sedang diancam, tapi untuk menyelesaikan masalah itu ia hanya perlu menghubungi beberapa Polisi dan Jaksa. “Dia ketahuan bertingkah hari ini dan ada cukup bukti untuk membuktikan dia bersalah, jadi tidak ada koneksi Anda yang bisa menghentikan dia masuk penjara,” kata Yeon Woo.


Kang Seok bilang ia akan membela putra Presdir Park, jika dia mencabut gugatannya. “Siapapun bisa membela putraku di pengadilan,” kata Presdir Park. Kang Seok mengatakan saat ini dia adalah satu-satunya orang yang sedang berada di TKP.


Yeon Woo bilang Kang Seok selalu berhasil membuat kesepakatan ataupun ancaman. Kang Seok berkata bahwa saat ini sebenarnya dia sedang menawarkan kesepakatan, tapi Presdir Park malah menganggapnya sebagai sebuah ancaman dan menggiring konfli. Ia bilang ia akan merobek kontrak yang sudah ditandatangani putra Presdir Park dan akan membuka pintunya.


“Tidak, tunggu.. Tidak..,” kata putra Presdir Park lalu merebut ponsel Kang Seok. “Ayah, aku sungguh akan mati. Ayah tidak akan menyelamatkan putramu? Ayah akan membunuhku? Apa yang akan ayah lakukan? Tolong aku!” katanya sambil menangis.


Presdir Park putus asa. Ia akhirnya merobek surat gugatannya terhadap Kang Seok dan menandatangani kesepakatan baru. "“Presdir Park memutuskan untuk menerima tawaran Anda,” lapor Yeon Woo.


Kang Seok lalu membuka pintu dan beberapa Polisi langsung masuk. Sementara itu, putra Presdir Park hanya terduduk lemas dan pasrah.


Presdir Park menyaksikan penangkapan putranya oleh Polisi. Ia juga melihat Kang Seok ada disana, lalu menyuruh supirnya menjalankan mobilnya.


“Astaga, dia sungguh bajingan. Kita harus membuatnya menjalani hukuman maksimal,” kata Yeon Woo. Kang Seok bilang jika Presdir Park menggunakan banyak uang dan konesiknya, ia akan bisa mengeluarkan putranya. “Bukankah Anda berpikir bahwa aku aktor yang hebat hari ini?” Yeon Woo mengajak atasannya itu untuk tos, tapi Kang Seok malah pergi.


Yeon Woo pulang ke rumah dan Se Hee sudah menunggunya sambil menangis. Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Se Hee terkejut, karena rumah Yeon Woo juga sangat berantakan dan menduga ada yang mencoba menyakiti Yeon Woo juga.


Se Hee menyarankan agar mereka lapor Polisi, tapi Yeon Woo bilang mereka tidak bisa melakukan itu karena Cheol Soon juga akan ditangkap. Ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi. “Tenanglah, kita bicara nanti,” kata Yeon Woo lalu melepaskan jasnya. “Sepertinya tidak akan jika kita berada disini.”


Tanpa sengaja tanda pengenal pengacaranya terjatuh dan Se Hee mengambilnya. “Yeon Woo, apa ini?” tanya Se Hee.


Se Hee mendengarkan cerita Yeon Woo bahwa dia sudah menjadi seorang pengacara. Ia minta maaf karena Yeon Woo pasti sibuk. “Tapi aku tidak begitu yakin. Tentang oppa dan kau. Aku merasa seperti berada dalam kegelapan. Apa begitu?” katanya. Yeon Woo tidak bisa menjawab apapun.


Keesokan harinya, Geun Sik menghampiri Da Ham dan bertanya apa rencananya setelah Kang Seok meninggalkan perusahaan nanti. Da Ham bilang Grup Joseong sudah mencabut gugatannya terhadap Kang Seok. “Kapan? Tidak mungkin. Apa yang kau bicarakan?” tanya Geun Sik panik lalu mengecek ponselnya. Da Ham bilang Presdir tidak akan mengangkat teleponnya.


Ji Na menemui Yeon Woo sambil membawakan berkas manual protokol internal Firma Kang & Ham. Ia memberitahu bahwa Yeon Woo harus memiliki banyak informasi jika tidak Geun Sik menginjaknya. Ia kesal karena Yeon Woo sama sekali tidak merespon. Ia mengetuk dan meneriakknya namanya dan mengingatkan bahwa sebelumnya Yeon Woo ingin meminta bantuanyan. “Kapan?” tanya Yeon Woo bingung. “Oh, iya.”


Di ruang arsip, Yeon Woo meminta bantuan Ji Na untuk meningkatkan jumlah pengunjung web untuk kasus pro bono Min Sook. Ji Na kesal karena Yeon Woo meminta bantuan seperti itu dan ia bertambah kesal lagi ketika Yeon Woo memanggilnya dengan nama depan. Ia memilih pergi.


“Tunggu, Kim Ji Na-ssi!” panggil Yeon Woo dan Ji Na menoleh. “Ah, Nona Kim.” Ji Na akhirnya duduk lagi.


Yeon Woo menunjukkan gambar yang dibuat oleh Hee Soo, putri Min Sook yang juga ditambahkan tulisan ‘Terima kasih, Pak Pengacara’. Ia bilang ia sangat ingin membantu mereka, tapi dia belum menjadi pengacara sungguhan.


Kang Seok datang dan menyebarkan web itu pada teman-teman atletnya. Ia bilang mereka harus bergerak cepat, lalu pergi lagi.


Ji Na meminta maaf karena sebelumnya dia sudah marah pada Yeon Woo dan sekarang ia akan membantu. Ia kemudian membagikan web itu di media sosialnya, sehingga bisa menyebar lebih cepat.


Ketika hampir jam 12 malam, mereka berdua melakukan tos karena sudah ada 56 pengunjung di web mereka. Yeon Woo menarik nepas lega.


Tidak lama kemudian pengunjung bertambah menjadi 128 orang. “Aku seharusnya meminta bantuamu sebelumnya. Mengapa aku begitu bodoh tidak melakukan ini lebih cepat?” sesal Yeon Woo.


“Ini bukan kebodohanmu. Ini karena aku jenius,” kata Ji Na lalu mereka tertawa bersama
Advertisement


EmoticonEmoticon