5/09/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 19 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 19 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 18 Part 4

Kabar mengenai Jun-ki yg akhirnya dikontrak salah satu agensi besar, membuat Dong-gu turut bahagia, “Apa? Kamu dikontrak oleh YS Entertainment? Baguslah! Itu perusahaan besar dengan selebritas terkenal!” ucapnya


“Akhirnya orang-orang menyadari bakatku sebagai aktor!” teriak Jun-ki, yg kemudian berkata pada Seo-jin: “Maaf karena membatalkan janji hari ini...”

“Tidak apa-apa. Itu untuk pekerjaan. Kamu juga sudah kewalahan tanpa manajemen. Selamat yaa..” jawabnya

“Terima kasih...”


YOONA: “Jun Ki, nampaknya kamu akan terkenal sekarang. Mungkin aku harus meminta tanda tanganmu dahulu..”

JUN-KI: “Aku sudah berlatih membuat tanda tangan baruku. Mau minta?”

YOONA: “Tentu saja..”

JUN-KI: “Baiklah. Jika begitu. aku akan memberimu tanda tangan pertamaku...”


Beberapa saat berlalu, tapi Jun-ki masih asyik menggoreskan tanda tangannya.. disana, yg lain telah masuk kamar karena tak kuat menahan kantuk. Tinggallah Yoona dan Jun-ki, berduaan..


“Jun Ki, tanda tangannya belum selesai?” tanya Yona

“Tunggulah sebentar lagi..”

“Aku akan masuk kamarku. Aku harus belajar untuk mendapatkan sertifikat memasak kue”

“Begitu, ya? Jika sudah tuntas, akan kuantar ke kamarmu...”


Maka Yoona berjalan pergi, meninggalkan Jun-ki yg ternyata. Baru selesai menulis kata ‘Lee’ saja..


Esok paginya, dengan wajah yg sumringan Jun-ki telponan dengan ayahnya,


Du-shik yg tengah duduk di ruang tengah, bertanya padanya: “Apa katanya? Dia senang?”

“Ya. Dia tidak mengungkapkannya, tapi aku bisa merasakan kegembiraannya. Aku tidak menyangka hari ini datang juga”

“Akhirnya hidupmu berbalik, ya?”


“Benar. Aku bersusah payah selama 10 tahun saat menjadi aktor tanpa nama... membayangkannya saja, lansgung membuatku ngeri..”


Setelah Jun-ki pergi, datanglah Soo-ah, yg langsung menunjukkan sebuah sweater, “Aku merancangnya. Jika hanya menjual kembali, kita tidak akan bisa berkembang...”

“Jadi, kamu ingin menjual pakaian rancanganmu?”

“Koleksi retro SS Soorgio Armhany 2018, Sweter Kerah Ultra-V Bagaimana menurutmu?”

“Tapi kenapa bagian lehernya sangat terbuka?”

“Kerah V biasa terlalu normal dan tidak seksi. Garis leher sweter ini membujur ke bawah sampai di atas pusar. Ini menonjolkan kesan seksi. Bagaimana? Keren, bukan?”


“Ke... keren sih, tapi kurasa kerahnya terlalu terbuka”

“Tidak masalah. Orang-orang suka desain yang eksentrik sekarang. Tapi kenapa kamu tidak mengenakannya?”

“Apa? Kamu ingin aku memakainya? Kenapa?”

“Kamu modelnya. Kita harus memotret dan mengunggahnya”

“Apa? Aku? Kapan, di mana, apa, bagaimana, dan kenapa?”


“Turuti saja perkataan bosmu! Diam dan ikuti aku!”

“Kenapa aku? Aku sibuk, dasar bos jahat!”

“Ikuti aku!”

“Tidak mau, pusarku nanti terlihat!”


Jun-ki bertemu dengan bos-nya untuk menandatanga kontrak..


Sama seperti kejadian tadi malam.. dia butuh waktu yg sangat panjang untuk membubuhkan tanda tangannya. Entah berapa lama.. yg jelas, waktunya sangat panjang hingga si bos,, yg asalnya baru membuat beberapa biji burung origami, kini telah membuat begitu banyak burung...


Dong-gu tengah sibuk mengajari Sol untuk mengucapkan kata ‘ayah’. Hingga tiba-tiba, datanglah Du-shik, yg lansgung bertanya: “Kamu sedang apa?”

“Bukan apa-apa. Aku membacakan buku untuk Sol...”


Dong-gu tertawa cekikikan melihat penampilan Du-shik, “Apa itu? Seperti baju yang akan dikenakan pengemis modis”

“Apa? Pengemis modis?”

“Sepertinya itu sangat ‘keren’ jika kamu yang memakai. Di mana kamu membelinya?”

“Aku tidak beli. Soo Ah merancang baju ini”

“Apa? Soo Ah merancang baju sekarang?”

“Bukan hanya itu. Dia ingin aku memakainya demi publisitas”

“Astaga, Min Soo Ah sungguh gila...”


Tak lama kemudian, Jun-ki pulang.. dan melihat Du-shik, reaksinya persis dengan Dong-gu: “Apa itu? Seperti baju yang akan dikenakan pengemis modis”

“Dia bilang Soo Ah perancangnya. Lucu, bukan?”

“Lucu sekali. Pusarmu kelihatan. Pikiranmu sungguh terbuka. Astaga...”


Tiba-tiba Soo-ah muncul.. maka suasana, seketika menjadi hening,

“Ada apa? Kenapa berhenti bicara saat aku datang? Kalian menggunjingku, ya?”

“Tidak. Kami memuji baju rancanganmu”

“Dia benar. Ini luar biasa. Du Shik menjadi terlihat jauh lebih keren”

“Sungguh? Kamu begitu menyukainya?”


Sesaat kemudian, trio Waikiki telah berganti mengenakan sweater rancangan Soo-ah. Melihatnya, seketika membuat Seo-jin dan Yoona tertawa cekikikan..

“Apa ini? Kalian seperti tiga pengemis modis bersaudara...”

“Kamu keren dan seksi, Dong Gu..”

“Kenapa bicara begitu, Yoona? Ini sungguh memalukan...”

“Tapi kenapa Soo Ah tiba-tiba tertarik merancang?”

“Entahlah. Dia sangat bersemangat. Aku tidak bisa bilang ini aneh. Menjengkelkan. Tapi tetap saja, apa-apaan ini? Astaga..”


Lagi-lagi, Soo-ah muncul secara tiba-tiba, maka mereka serentak mengehntikan ‘nyinyiran-nya’..

“Rupanya kalian semua di sini. Ada apa? Kenapa tiba-tiba terdiam lagi? Kalian menggunjingku, ya?”


“Tentu tidak.  Kami bilang sweter rancanganmu menakjubkan”

“Benar. Sweternya modern sekali. Ini sangat cantik”

“Sungguh? Kalian begitu menyukainya?”


Sesaat kemudian, Seo-jin dan Yoona telah berganti mengenakan jaket buatan Soo-ah,

“Apa ini? Lengan bajunya terlalu panjang”

“Baju itu bagian dari Koleksi Imut SS Soorgio Armhany 2018. Namanya Bongsan Nomor Lima. Itu terinspirasi dari tari topeng Bongsan”

“Begitu rupanya. Tapi bukankah lengan bajunya agak terlalu panjang?”

“Itulah tujuannya. Jaket bertudung sekarang terlalu membosankan. Dengan menambahkan lengan baju yang sangat panjang, aku memberikan kesan manis. Bagaimana? Manis sekali, bukan?”


“Ya. Terima kasih...”

“Kenakanlah setiap hari agar orang-orang melihatnya. Ya?”

“Baiklah..”


Ponsel Jun-ki berdering, serpetinay ada telpon penting. Maka Seo-jin bertanya: “Dari siapa?”

“Dari direktur agensiku. Choi Min Sik seharusnya melempar bola bisbol pertama, tapi dia terserang flu. Jadi, direktur ingin aku menggantikannya..”

“Kamu akan melempar bola pertama? Untuk pertandingan profesional?”

“Wah keren!!!! Hanya selebritas kenamaan yang bisa melakukannya!”

“Sepertinya inilah keuntungan memliki agensi...”


Di kantor, tim sengaja mengadakan rapat untuk mendiskusikan konsep lemparan pertamanya Jun-ki: 

“Ayo lempar bola pertama yang menarik perhatian. Stoking Clara. Putaran 360 derajat Cheng Xiao. Lempara pertama akrobatik Shin Soo Ji. Setelah lemparan pertama mereka, citra mereka meningkat 13 kali lipat. Lalu perhatian meningkat 20 kali lipat..”

 “Kita butuh cara yang baru dan unik. Kamu punya ide?”

“Jun Ki berperan sebagai pembaca berita di drama. Dia bisa berdandan seperti Sohn Suk Hee dan melempar bola yang mirip mikrofon”

“Terdengar membosankan. Kalian punya ide lain?”


Tiba-tiba, bos menerima telpon dari istrinya.. yg bilang, kalau dia ingin latihan pole dance. Menganggap kalau itu adalah ide brilian, bos lansgung menjadikan pole dance, sebagaii konsep lemparan pertamanya Jun-ki..


Tak tanggung-tanggung.. bos sampai mendatangkan pelatih khsuus ke rumahnya Jun-ki. Alasannya, karena dia tak ingin konsep ini bocor ke publik..


Pole dance adalah sesuatu yg sangat sulit dilakukan.. tapi Jun-ki berusaha keras berlatih, semampu yg dia bisa~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon