5/10/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 19 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 19 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 19 Part 1

Seo-jin mesti memasngkan koyok diseluh badan Jun-ki yg terlalu kelelahan setelah berlatih pole dance..


“Setelah seharian bergantungan di tiang, seluruh tubuhku sakit”

“Apa mesti seperti ini?”

“Mau bagaimana lagi? Ini ide direktur...”

“Aku khawatir kamu terluka”

“Tidak apa-apa. Ini kesempatan bagus. Aku akan bekerja keras dan sukses agar bisa memberimu apa pun yang kamu mau”

“Aku terharu sampai ingin menangis”


Alis-alih kesakitan, Jun-ki tetap saja menggoda Seo-jin: “Bacca... Kurasa koyok saja tidak cukup. Aku juga butuh hal lain”

“Apa maksudmu? Astaga...” ujar Seo-jin yg kemudian memukul Jun-ki

“Kenapa kamu memukulku? Jika kamu memukulku, gunakan bibirmu...” godanya


Di ruang tengah, Du-shik memantau orderan di website. Dia pun mengeluh: “Sudah kuduga tidak ada yang menginginkan sweternya. Semoga tidak ada kenalanku yang melihat. Aku harus meminta Soo Ah menghapus foto ini!”


Namun ketika masuk ke kamarnya.. Du-shik terdiam, melihat Soo-ah yg sepertinya sangat serius dalam menekuni bidang desain. Terbukti,, dari bergitu banyaknya robekan kertas di lantai, serta kondisi Soo-ah yg tertidur sambil memegangi pensil..


Niatnya, Du-shik hendak menyelimuti Soo-ah namun suasana manis itu, ‘tercemar’ oleh kentutnya Soo-ah yg sangat bau..


Ketika bangun, Soo-ah malah tertawa dan bertanya pada Du-shik: “Hei. Kenapa kamu ada di sini?”

“Aku hanya mampir. Ada apa? Kenapa kamu tertawa?”

“Begini. Aku buang angin dalam mimpiku. Mimpinya serasa begitu nyata”

“Tentu saja. Aku yakin itu serasa nyata...” gerutunya pelan


“Direktur Bong. Sudah ada pesanan untuk sweter rancanganku?”

“Belum”

“Sungguh? Kenapa tidak ada yang beli? Apa rancanganku seburuk itu?”

“Bajunya belum banyak dipromosikan. Semangat!”

“Menurutmu begitu? Haruskah kita mem-promosikannya lagi? Aku punya ide!!”

“Apa itu?”


Ternyata, ide Soo-ah adalah membuat ‘fashion show’ sederhana di tengah keramaian orang yg lalu-lalang di jalanan. Di depan Soo-ah, Du-shik bertindak profesional bak seorang model.. meski dalam hatinya dia sangat malu, karena semua orang menertawakannya..


“Ini berlebihan... Memalukan sekali...” keluhnya pelan


Setelah berlatih berulangkali, akhirnya Jun-ki mampu berputar di tiang pole dance. Berikutnya, dia tinggal berlatih melempar bola supaya tepat sasaran..


Supaya suasananya mirip dengan suasana di lapangan, maka  Seo-jin menemani Jun-ki berlatih di taman..

Ada seorang anak yg hendak bermain disana, tapi melihat tingkah Jun-ki g keliahtannya memang agak ‘erotis’, maka ibu anak itu langsung membawanya buru-buru pergi sambil menutupi matanya..


Seo-jin inisiatif menjadi seorang penangkap bola, padahal ia sama sekali tak pernah melakukannya. Alhasil, beberapa kali dia terjatuh karena lemparan Jun-ki..

Namun Seo-jin tak marah sedikit pun. Dia rela terjatuh seperti ini, asalakan Jun-ki bisa berlatih dengan maksimal.


Ketika lemparan Jun-ki berhasil.. mereka pun sontak menari-nari kegirangan~~


Ketika Soo-ah mengambil air di dapur, tutup botol jatuh ke kolong meja. Maka dia pun mengambilnya. Bersmaan dengan itu, datanglah Du-shik dan Dong-gu yg sama-sama mengeluhkan desain sweater dari Soo-ah, yg menurutnya sangat aneh..


Soo-ah segera berdiri.. keluar dari kolong meja. Meski tak mengatakan apa pun, jelas raut wajahnya menunjukkan rasa kecewa..


“Ternyata begitu pendapat kalian. Maaf, karena telah memaksa kalian memakai pakaian rombeng...”

“Soo Ah. Bukan itu maksudku...”

“Maksudku bukan berarti kamu tidak berbakat. Rancanganmu sangat eksentrik. Aku sulit tampak menawan saat memakainya...”

“Dia benar. Rancanganmu indah. Pakaiannya tidak cocok karena tubuh kami buruk”

“Sudahlah. Kalian benar. Aku tidak cocok menjadi perancang...”


Diambang keputusasaannya, tiba-tiba Soo-ah dibuat sumringah karena ada notifikasi orderan baju rancangannya..


Seakan mendapat semangat baru, Soo-ah lansgung menunjukkan desain terbarunya, yakni sebuah jeans super pendek..

“Celana pendek macam apa ini?”

“Itu bagian dari Koleksi Seksi SS Soorgio Armhany 2018. Namanya Celana Pendek Ultra Fire. Aku memendekkan celananya untuk fokus pada kesan seksi. Bagaimana?”

“Ba.. bagus.. Celananya seksi dan keren...”

“Tapi Soo-ah, bukankah ini terlalu pendek?”

“Yang benar saja, itulah daya tariknya. Kuberikan untuk kalian sebagai hadiah istimewa. Kenakan setiap hari agar orang-orang melihatnya. Ya?”

“Ba.. baiklah..”


Jun-ki pamit karena harus pergi ke lapangan, tempatnya melempar bola. Seo-jin yg kini terpasang koyok di seluruh tubuhnya, masih bisa tersenyum manis.. memberikan dukungan untuk Jun-ki..


Tak hanya kata, dia pun memberinya gelang berbentuk kumis, serta mencaratkan sebuah kecupan manis di pipinya, “Semangat! Maaf aku gak bisa datang karena pekerjaan.. tapi ingatlah, aku akan selalu menjadi fans nomor satu untukmu, oppa!!!!”


Dong-gu harus berangkat kerja, namun dia bingung bagaimana caranya berganti pakaian tanpa ketahuan oleh Soo-ah. Rencanya.. dia akan ganti, lalu pergi lewat jendela.. tapi tiba-tiba, Soo-ah masuk..


Tak lama kemudian, sutradara menelpon, minta Dong-gu untuk segera menemuinya. Tak enak hati, untuk berganti pakaian di depan Soo-ah.. maka dengan sangat terpaksa, Dong-gu pergi dengan setelan seperti ini..


Setelah Dong-gu pergi, Soo-ah mencari laptop Du-shik di dalam laci. Tapi nyatanya, dia malah menemukan beberapa pasang pakaian rancangannya, yg masih terbungkus plastik dengan sangat rapi..


Ketika berjalan keluar, tak sengaja Soo-ah melihat Du-shik yg tengah berinteraksi dengan seorang pria.. yg ternyata, disuruh Du-shik untuk membeli pakaian buatannya Soo-ah. 

“Soorgio Armhany itu apa? Kenapa memintaku memesankan pakaiannya?”

“Ada alasan tersendiri. Maaf merepotkanmu”

“Kamu memakai bokser? Penampilanmu memalukan. Semuanya memperhatikanmu”

“Memang kenapa? Bajunya manis. Gaya eksentrik sedang populer sekarang. Mau mencobanya? Cobalah”

“Jika kamu suka, rekomendasikan untuk orang lain..”


Pulang kerumah, Soo-ah terdiam.. mengenang segala hal yg telah dilakukan Du-shik demi membantu dan menyemangatinya..


Tak lama kemudian, Du-shik pulang.. dan dnegan ceria dia mengajak Soo-ah untuk bertanding main games. Namun Soo-ah malah bersikap ketus padanya, dan menyebutnya ‘bodoh!’

“Apa? Tunggu. Bodoh? Apa maksudnya?” tanya Du-shik, namun Soo-ah sengaja meninggalkannya begitu saja


Di ruang ganti, Jun-ki berbincang dengan bos-nay mengenai persiapan lemparan pertamanya. Semuanay berjalan lancar.. 


Namun Jun-ki dikejutkan oleh setelan busana yg dipilihkan penata rias untuknya. 

“Tunggu, kenapa kamu punya pakaian ini?”

“Pakaian yang bagus. Sesuai untuk pole dance..”

“Di mana kamu membelinya?”

“Ada toko yang populer di antara para stylish. Namanya Soorgio Armhany...”

“Soorgio Armhany populer?”

“Ya, kini pemiliknya menjual rancangannya sendiri. Rancangannya menakjubkan. Bukankah ini eksentrik dan seksi?”


Karena pekerjaannya selesai lebih awal, maka Seo-jin pamit pada seniornya dan bergegas pergi menuju tempat Jun-ki berada..


Jun-ki sendiri, tengah dikerumuni para wartawan yg memuji lemparan pertama gaya pole dance yg sangat keren tadi..

“Belajar pole dance, pastilah tidak mudah..”

“Tentu saja sulit, tapi banyak yang membantuku. Ada seseorang yang membantuku berlatih setiap hari. Selagi berdiri di sini, aku ingin berterima kasih kepadanya”

“Apakah orang itu pacar Anda?”

“Apa? Pacar? Tidak, aku tidak punya pacar”

“Sungguh? Bagaimana tipe ideal Anda?”

“Entahlah...”


Seo-jin yg baru sampai.. mendengar perkataan Jun-ki, yg tentu membuatnya sangat kecewa sekaligus sedih...


Di rumah, semua orang menyelamati Jun-ki atas kepopuleran yg didapatnya. namun Dong-gu, geram dengan penagkuan Jun-ki yg bilangnya tidak punay pacar..


Jun-ki menjelaskan, bahwa hal itu termasuk dalam kontraksnya, “Seo Jin, maafkan aku. Seharusnya aku memberitahumu sebelumnya...”

“Tidak apa-apa. Mau bagaimana lagi...”

“Terima kasih atas pengertiannya..”


Melupakan masalah itu, Du-shik merasa penarasan: “Jun Ki. Kenapa kamu memakai pakaian itu? Bukankah itu rancangan Soo Ah?”

“Sebenarnya, penata gayaku membawakan busana itu. Ternyata toko online Soo Ah sangat populer di kalangan penata gaya”

“Apa? Sungguh?”

“Penata gaya memujinya dan bilang Soo Ah akan menjadi Coco Chanel berikutnya.”
Advertisement


EmoticonEmoticon