5/03/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 28 Part 3

Setelah Se-joo membeberkan semua tingkah picik mereka bertiga, Tae-hee sangat kecewa dan bersedih.. hingga dia tak mampu membendung air matanya lagi..

TAE-HEE: “Kenapa kalian melakukan ini kepadaku?”

SE-JOO: “Itu pertanyaan yang salah. Kami tidak punya alasan khusus saat menjadikanmu mainan kami. Harusnya kamu bertanya kenapa kami memilih si Penerima Beasiswa, Eun Tae Hee. Itu karena kebetulan kamu cinta pertama Ki Young”

TAE-HEE: “Apa?”


SE-JOO: “Si Hyun yang memulai taruhan itu untuk membuat Soo Ji merasa lebih baik. Baginya, siapa kamu atau wanita seperti apa dirimu tidaklah penting. Si Hyun harus berulang kali menghafal namamu agar bisa ingat... Kami mencari tempat yang sering kamu kunjungi dan membatalkan formulir pendaftaran asramamu. Kami sudah sempat berpikir untuk menghentikan taruhan itu, tapi Si Hyun tidak mau berhenti. Dia berbohong dan membantumu pindahan. Dia bahkan membiarkanmu pindah di depan apartemennya. Dia berusaha sekuat tenaga mencegahmu ikut perjalanan kami. Dia mengejarmu setelah kamu pergi pagi itu. Entah apa yang terjadi di antara kalian. Tapi di beberapa kesempatan, dia mulai diam-diam menemuimu, menyukaimu, dan merindukanmu. Dia bahkan melindungimu...”

TAE-HEE: “Apa kamu melakukan ini karena Si Hyun mulai menyukaiku?”

SE-JOO: “Aku tidak peduli dia menyukaimu atau tidak. Itu tidak penting bagiku. Apa aku punya alasan untuk memisahkan kalian? Tidak ada... Sekarang, pikirkan pertanyaan ini. Alih-alih menanyakan alasan Si Hyun mengejarmu, ajukan pertanyaan ini.. ‘Kenapa Se Joo mengatakan semua ini kepadaku?... Bukankah kamu ingin tahu itu sekarang?’”

TAE-HEE: “Cukup! Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi dari kalian!”


SE-JOO: “Soo Ji, Si Hyun, dan aku. Ini karena hubungan kami sudah berakhir. Si Hyun meninggalkan kami karenamu.  Aku menyesal telah menjadikanmu mainan kami. Tapi, kamu satu-satunya caraku untuk menghukumnya. Tidak ada lagi yang bisa kuperbuat kepadanya...”

TAE-HEE: “Kalian semua tidak lebih dari sampah masyarakat!”

SE-JOO: “Kami tahu itu. Kami jahat, sampah masyarakat yang sama sekali tidak peduli saat menyakiti orang lain. Lantas kenapa?”


TAE-HEE: “Kalian menikmati hidup mewah, kemudian mengeluhkan bahwa hidup kalian paling berat. Bahkan di saat terluka, orang lain tidak hidup seperti kalian. Apa kalian senang saat mengelabui, mengolok-olok, dan menganggapku sebagai sarana balas dendam? Apa ini membuatmu merasa lebih baik daripada Ki Young?”

SE-JOO: “Mengecewakan. Kukira kamu akan tersentuh. Kamu bilang Si Hyun mencintaimu dan kamu pun mencintainya. Karena itulah sarang kami hancur. Bukankah semestinya kamu tersentuh bahkan setelah mengetahui semuanya untuk memastikan kamu tetap menjadi Tae Hee yang hebat? Seseorang yang begitu hebatnya sampai bisa mempermalukan kami seperti ini. Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Karena sudah begitu menerima, apa kamu juga memaafkannya kali ini? Bisakah kamu sungguh menyukainya bahkan setelah tahu kebenaran ini?”


Setelah Tae-hee pergi, Se-joo menatap bingkai berisi fotonya bersama dengan Soo-ji dan Shi-hyun. ketika hendak menaruhnya kembali.. tak sengaja, bingkai itu malah terjatuh.. dan lagsung pecah di lantai..


Turun dari lift.. badan Tae-hee terasa begitu lemah, sehingga dia tak mampu berdiri dengan tegap dan hampir jatuh. Untunglah, ada petuga keamanan yg melihatnya dan dengan sigap lansgung membantunya.


Bersamaan dengan itu, Shi-hyun terus menelponnya.. tapi Tae-hee, tak ingin mengangkatnya..


Maka, petugas kemanan yg berbicara dengan Shi-hyun, dan menjelaskan kondisi Tae-hee yg sepertinya sangat lemah..


Setelah bertanya, dimana lokasi Tae-hee.. Shi-hyun segera pergi menjemputnya..


Turun dari mobil, Shi-hyun melihat Tae-hee yg tengah berjalan lesu di depan gedung. Dia lasngung menghampirinya dan menggenggam tangannya, “Kamu baik-baik saja? Kenapa kamu ada di sini?..”


Dengan intonasi yg datar, Tae-hee menjawab: “Kamu tahu alasanku di sini. Aku sudah melihatnya. Sarang kecil kalian. Selain itu, aku juga melihat bagaimana kalian mempermainkanku. Aku melihat semuanya...”


“Tae-hee... Aku bisa menjelaskan semuanya...”


“Menjelaskan? Kamu akan mulai dengan apa? Bagaimana kamu menyelidiki latar belakangku? Atau kamu menanyakan tentangku kepada Kyung Joo? Atau kamu berencana untuk muncul di hari asramaku dibatalkan dan berpura-pura membantuku? Apa kalian memang berencana mengajakku di perjalanan itu dan menjemputku di stasiun? Bagaimana kalian bisa tahu siapa ibuku? Sejak kapan dan berapa banyak yang kalian tahu tentang aku sebelum melakukan ini kepadaku? Kalian bertiga... Kalian bertiga pasti sangat menikmatinya...”


Shi-hyun tak bisa berkata-kata.. maka dengan sinis, Tae-hee bilang: “Kenapa diam saja? Apa kamu lupa membuat rencana untuk berjaga-jaga jika kamu ketahuan? Aku ingat di awal kamu bertanya apakah aku tidak akan menyesal. Bahwa kamu takut akan membuat kesalahan. Kamu sungguh hebat... Sejak awal kamu sudah menyiapkan ruang untuk meloloskan diri. Kenapa harus aku? Apa salahku kepada kalian? Bahkan setelah tahu bahwa kamu dan Soo Ji saling menyukai, aku tetap percaya dengan caramu menunjukkan hatimu kepadaku. Bahkan di saat kamu mempermalukanku di hadapan teman-temanmu karena harga dirimu, aku menahan diri seperti orang bodoh. Karena kukira kita saling menyukai. Kukira kita bisa membatalkan kesalahpahaman kecil itu. Aku menerimamu kembali, menahan diri, dan mencoba memahamimu. Walaupun itu sulit, aku melakukannya karena mencintaimu. Itu sangat wajar bagiku. Haruskah aku dihukum seperti ini karena memercayaimu?!”

“Maafkan aku... Aku tahu aku tidak bisa dimaafkan apa pun yang kukatakan. Tapi aku juga bersungguh-sungguh...”


“Bersungguh-sungguh? Jika kamu bersungguh-sungguh kepadaku walau sedikit saja, seharusnya kamu mengakhiri semuanya saat aku minta putus darimu. Betapa pun asyiknya melihat kebodohanku karena menerimamu kembali... Betapa pun menghiburnya melihat caraku menerimamu, seharusnya kamu berhenti pada saat itu!  Jika kamu tega melakukan ini ke orang yang kamu sukai... Jika itu Si Hyun yang kukenal, maka aku tidak pernah menyukaimu. Aku tidak pernah menyebut namamu, juga tidak pernah mengenalmu!”

“Tae Hee... Aku menjadi sangat menyukaimu. Karena itulah ini terjadi. Aku tahu tidak semestinya aku melakukan itu, tapi aku berusaha mengulur ini hari demi hari, kemudian berakhir seperti ini.  Entah bagaimana aku menjadi begitu menyukaimu sampai melupakan rasa bersalahku. Aku takut melihat waktu berlalu, tapi aku ingin tetap menjadi pria yang menyukaimu untuk satu hari saja...”


“Tentu, Aku yakin kamu tidak berencana untuk benar-benar menyukaiku. Rencana kalian bertiga adalah melihatku menderita setelah aku ditinggalkan!”

“Tae Hee, kumohon...”

“Apa lagi yang ingin kamu dapatkan?! Aku tidak pernah mengenalmu. Aku meragukan siapa dirimu sebenarnya dan ingin mencari tahu. Ini kali terakhir aku menyesal telah mengatakan itu. Kamu belum paham juga? Si Bodoh yang kalian coba permalukan akhirnya akan membencimu untuk waktu yang lama! Aku ingin kamu tersiksa dalam kebencianku! Aku ingin kamu menderita! Semoga kamu tidak pernah tenang! Jika tidak, aku akan membenci diriku karena mengenalmu dan membenci diriku karena selalu menerimamu! Aku tidak pernah ingin melihatmu lagi!”
Advertisement


EmoticonEmoticon