5/03/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 Part 2

Ibu membangunkan Tae-hee, untuk menyuruhnya minum obat.


Setelah minum obat, Tae-hee bilang: “Ayah ada di Seoul”

“Ibu sudah tahu...”

“Saat ayah pulang nanti, aku akan ikut”

“Bagaimana dengan kuliahmu?”

“Makin banyak yang kuceritakan, Ibu akan makin tidak nyaman. Perlukah aku menjelaskannya?”


TAE-HEE: “Sekembalinya ke Korea, hal-hal buruk terus menimpaku. Kita bertengkar setiap hari. Aku kecelakaan. Aku menderita dan pulih. Kemudian, kukira keadaan akan membaik. Kupikir jika aku pindah ke Seoul dan hidup sendiri, semua akan baik-baik saja. Aku diterima di universitas yang kuinginkan. Kukira hidupku mulai membaik. Tapi kini aku hanya ingin pergi dari semua ini...”


Se-joo mengunjungi Soo-ji, yg kebetulan baru bangun dari tidurnya.

“Kelihatannya kamu tidak kesiangan. Kamu sudah sarapan?” tanya Se-joo

“Kamu mencemaskanku. Senang sekali rasanya...” jawan Soo-ji


Mereka duduk berhadapan, Se-joo bertanya: “Kamu meminum obat-obatan itu lagi?”

“Itu karena aku tidak bisa tidur. Dari mana kamu sepagi ini?” tanya Soo-ji

Se-joo tak menjawab.. dan Soo-ji melihat luka lebam diwajahnya, “Ada apa? Kamu dipukul?”

“Aku menemui Si Hyun. Aku menceritakan semuanya kepada Tae Hee...”

“Menceritakan apa?”

“Semuanya. Aku mengakhirinya...”

“Apa Si Hyun tahu?”

“Mungkin...”


“Se Joo. Biar kukatakan kepadanya, aku yang memintamu melakukan ini”

“Apa maksudmu? Kenapa?!”

“Pokoknya dengarkan aku. Si Hyun dan aku tidak bisa kembali seperti dahulu. Jika ayahnya dan ibuku menikah, kami akan menjadi keluarga walau dia membenciku. Tapi aku tidak tahan melihat persahabatan kalian hancur. Mengerti?!”


Tiba-tiba, posnel Soo-ji berdering.. ada telpon masuk dari Hye-jung..


Sesaat kemudian, kita melihat Se-joo yg mengantar Joo-an dan Hye-jung ke markasnya...


Melihat bingkai fotonya yg pecah tergeletak di lantai, Se-joo bergegas mengambilnya dan menyembunyikannya di belakang badannya.


Se-joo mengizinkan mereka untuk tinggal sementara waktu disini. Dengan syarat.. Hye-jung tak boleh tinggal berlama-lama, karena cepat atau lambat, keberadaannya pasti akan diketahui oleh ibunya.


Ibunya Hye-jung gelisah, panik sekaligus bersedih.. karena putrinya menghilang tanpa ada kabar.. padahal hari ini, harusnya dia bertemu dengan keluarganya Ki-young..

“Bibi tidak akan menghadiri pertemuan dengan keluargaku, bukan?”

“Itu karena Hye Jeong. Apa yang harus kita lakukan?”

“Aku juga dalam masalah. Entah apa yang harus kukatakan kepada mereka. Aku tidak bisa mengatakan Hye Jong kabur dari rumah. Tapi keluarga harus saling membantu walau pun sering bertengkar. Kita akan segera menjadi keluarga. Mau kubantu?”

“Bisakah kamu melakukan itu?”


Ki-young menelpon sekretarsinya, untuk menginformasikan kalau agenda pertemuan keluarganya harus diundur karena kondisi ibunya Hye-jung yg kurang enak badan..

Untuk membuat Nyonya pArk merasa lebih tenang, Ki-young berkata: “Tidak butuh waktu lama untuk menemukan Hye Jeong. Korea adalah negara yang kecil...”


Anggota Dewan Kim, menelpon dokter Myung.. dia menagih janjinya, yg akan menerima tamu VIP darinya. Meski harusnya, layanan VIP tutup jam 7 malam, tapi Anggota Dewan Kim bilang.. tamunya akan datang kesana sekitar pukul 8 malam.. dan dokter Myung, tak bisa membantah perintah itu..


Setelah telponnya ditutup, datanglah Soo-ji. Dokter Myung cerita, kalau operasinya Tuan Kwon masih berjalan dan sekarang, Shi-hyun tengah berada di ruang rawat ayahnya..


Soo-ji menemui Shi-hyun yg sekarang tengah terbaring di tempat tidur dengan infus yg terpasanag di lengannya.


Menyadari kedatangan Soo-ji, Shi-hyun bangun.. dan dia lansgung melepas infusnya. Dia tak mamu mengatakan apa pun, bahkan enggan untuk mentap Soo-ji..

“Maaf..” ucap Soo-ji

“Kenapa kamu minta maaf?” tanya Shi-hyun, yg kemudian berkata: “Seharusnya kamu menabrakku. Jika kamu lakukan, dia tidak akan tahu dan aku akan berterima kasih kepadamu!”


“Si Hyun... Aku yang minta Se Joo mengatakan semuanya ke Tae Hee. Kamu tahu Se Joo akan melakukan apa pun permintaanku. Aku memintanya melakukan itu untuk menyakiti Tae Hee. Jadi, jangan membenci Se Joo”


“Soo Ji. Pikirkan semua yang telah kita lakukan selama ini. Kita ini monster, ya? Tidak. Aku tidak berhak menghakimi kalian. Perbuatanku juga tidak ada yang benar...”


“Bagaimana kita bisa berakhir seperti ini?”

“Aku minta maaf... Tapi, kita jangan bertemu lagi. Walau secara kebetulan, anggap saja kita tidak kenal...”


Advertisement


EmoticonEmoticon