5/03/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 30 PART 1

Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 30 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 29 Part 3

Di pagi hari, Tae-hee duduk termenung.. memerhatikan seluruh barang seni  yg terpajang di galeri ibunya..


Bu Seol sendiri, tengah berdiri diluar.. menunggu kedatangan ayahnya Tae-hee.


Setibanya disana, mereka berbincang sejenak.. saling bertanya kabar satu sama-lain..

“Bagaimana keadaan Tae Hee? Dia baik-baik saja?”

“Dia tidak mau bicara denganku. Maaf sudah memanggilmu kemari”

“Jangan bilang begitu. Bagaimana kabarmu? Baik?”

Enggan menjawabnya, ibu lansgung menyuruh ayah untuk masuk menemui Tae-hee saja..


Sesaat kemudian, Tae-hee berjalan keluar bersama dengan ayahnya. Sebelum melepas mereka pergi, ibu berpesan pada ayah, “Tolong jaga Tae Hee untukku...”

“Jangan khawatir...”


Dalam perjalanan pualang, suasananya sanga senyap. Maka ayah membuka oobrolan dengan berkata, “Cuacanya bagus sekali. Berkat kamu, ayah menemui ibumu dan menikmati perjalanan indah. Ini menyenangkan...”

“Ayah.. Aku mau ikut Ayah ke Jerman...”

“Baiklah..”

“Aku sudah mencari tahu cara cuti kuliah...”

“Baiklah..”

“Jawaban macam apa itu?”

“Ayah yakin kamu sudah memikirkannya sebelum memutuskan. Kamu bisa selalu kembali kuliah di kemudian hari. Atau memulai kembali”


“Ayah tidak tanya alasannya?”

“Tidak, ayah tidak akan bertanya. Ayah rasa menjawab itu akan membuatmu sedih. Ayah hanya ingin tahu keputusan itu dibuat dengan hati senang. Itulah yang ayah pikirkan. Tapi walaupun hatimu tidak senang, kamu selalu bisa berubah pikiran di kemudian hari..”

“Perpisahan dengan Ibu menjadikan Ayah seorang falsafah. Tadi, aku melihat Ayah tersenyum kepada Ibu. Bagaimana bisa Ayah tersenyum kepadanya?”

“Ayah juga tidak tahu. Kurasa itu karena kita tidak bisa menutupi kenyataan bahwa kita menyukai seseorang. Perasaan kita seperti otot. Saat rasa suka kita terhadap seseorang menguat, kita tidak bisa melawannya. Seolah-olah tubuh kita mengingat bagaimana rasanya menyukai dia. Itu membuat kita bergerak ke arah tersebut. Ayah belum bisa mengabaikannya. Ayah akan bersabar menunggu sampai rasa itu menghilang. Jika tidak hilang juga, maka apa boleh buat...”


Ki-young menerima telpon dari orang yg dia tugaskan untuk melacak keberadaan Hye-jung. Setelah dicaritahu, mereka berhasil menemukan lokasi keeradaan Joo-an di hotel milik grup Joo-sung (keluarga Se-joo) yg mungkin tengah bersama dengan Hye-jung, 


Ki-young mengunjungi rumahnya Hye-jung. Disana, dia bertingkah seeenaknya, dengan menjita kepala Kyu-jeong dihadapan ibunya Hye-jung yg tengah gelisah memikirkan dimana putrinya tengah berada..


Teringat pada keluhan Hye-jung, sebelum dia melarikan diri. Membuat ibu jadi emosi. Dia berteriak memarahi Ki-young, dan menehagaskan bahwa pernikahan antar keluarga mereka resmi dibatalkan!

“Apa? Kalau begitu, Aku akan memberi tahu keluargaku apa yang Hye Jeong lakukan!”

“Silakan! Beri tahu mereka bahwa dia punya pacar dan kabur dari rumah. Beri tahu mereka, Bodoh! Caramu menganiaya anak orang lain menunjukkan sifat keluargamu. Beruntung aku menyadarinya sekarang dan memutuskan ini!”

“Bibi akan menyesali ini. Keluargaku akan membalasnya!”


Ki-young berjalan pergi, meninggalkan ibu yg lansgung memeluk Kyu-jeong sambil berkata: “Kyu Jeong yang malang...”


Di kampus, tak sengaja Tae-hee berpapasan dengan Soo-ji. Maka mereka pun, berbicara berdua di tempat yg sepi, jauh dari keramaian..


Soo-ji merasa bersalah, “Soal insiden di tempat parkir itu... Aku minta maaf. Aku kesal dan kelewatan...”

“Tidak masalah. Aku tidak datang kemari untuk permintaan maaf. Lagi pula, kita bukan teman, aku tidak akan terluka. Kamu sudah meminta maaf kepada Si Hyun? Kalian berdua berteman. Dia pasti terluka...”


“Berteman?..”

“Kurasa kalian tidak akan berteman sekarang. Entah kamu sudah tahu atau belum, tapi aku tahu bahwa kalian bertiga mempermainkan aku. Kalian mempermainkanku sesuai dengan rencanamu. Karena rencana itu, kejahatan masa lalu ibumu menjadi terungkap. Si Hyun, orang yang paling berarti bagimu, meninggalkanmu. Bagaimana rasanya? Mengingat perbuatanmu kepadaku, tidak bisakah kamu mengatakan itu? Kamu memanfaatkanku sebagai mainan. Bagaimana rasanya memohon atas perbuatan ibumu? Aku ingin tahu...”

“Aku tahu semuanya! Aku tahu, jadi kumohon hentikan!”


“Jangan takut... Aku tidak akan sepertimu, menjadikan itu kelemahanmu untuk membalasmu. Tapi aku ingin kamu menderita untuk waktu yang lama. Bukankah aku pantas mengatakan itu?”

“Kamu sungguh... Pasti menyenangkan rasanya tidak tergoyahkan. Sebelum kamu hadir, aku tidak tahu Si Hyun tidak membalas perasaanku. Aku terlambat menyadari perasaanku, tapi kurasa itu bukan sepenuhnya salahku. Tidak semua orang yakin dengan perasaannya sama sepertimu dan bisa berbuat sesuka hatinya. Setidaknya aku ingin kamu tahu itu...”


“Aku akan pergi. Itu satu hal yang kamu ingin aku lakukan. Menghilang dari kehidupan Si Hyun. Aku akan hidup seolah-olah tidak terjadi apa pun. Aku akan melupakan segalanya. Entah kalian bisa atau tidak...” tutur Tae-hee yg kemudian berjalan pergi


Tae-hee berjalan, sambil terus memikirkan perkataannya Soo-ji barusan...


Tiba-tiba, Kyung-joo menghampirinya dan bertanya mengapa wajah Tae-hee terlihat gelisah? Apa barusan dia menemui seseorang?

“Iya.. aku bertemu dengan Soo-ji..”

“Kamu menghajarnya?”

“Hmmm.. aku ‘menghajarnya’, tapi kenapa aku masih belum merasa bahagia, yaa?”


Posnelnya Tae-hee berdering, ada telpon dari Nyonya Park yg bertanya seputar Hye-jung, “Tae Hee, apa kamu bicara dengan Hye Jeong baru-baru ini?”

“Apa? Tidak. Kenapa?”

“Hye Jeong... Dia tidak pulang. Aku memberitahumu karena percaya kepadamu sebagai teman Kyung Joo. Jadi, tolong jangan beri tahu siapa pun dan hubungi aku jika ada kabar darinya. Janji, ya?”

“Baiklah. Sampai jumpa...”


Tae-hee mencoba untuk menghubungi Hye-jung, namun onselnya tak aktif~~
Advertisement


EmoticonEmoticon