5/04/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 PART 1

Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 30 Part 3

Meski telah dipukuli hingga babak belur, Shi-hyun masih bisa bengkit hanya untuk bilang: “Jangan libatkan Tae Hee!”


Namun dengan angkuhnya, Ki-young berkata: “Astaga! Yang benar saja? Kamu tahu sikapmu ini konyol, bukan? Kamulah yang memulai pertaruhan itu. Kamu tidak boleh jatuh cinta kepadanya. Tahu? Siapa yang memberimu hak untuk menyukai Tae Hee? Kamu sendiri pun merasa menyedihkan, bukan? Bayangkan betapa marahnya Tae Hee. Mau kutanyakan?!”


Bersaman dengan itu, Tae-hee meneponnya lagi.. maka kali ini, Ki-young mengangkatnya. Tae-hee bertanya apa yg sebenarnya terjadi, karena barusan Hye-jung menelponnya..

“Hye-jung meneleponmu? Aku menemukan Hye-jung dan memulangkannya dengan selamat. Jangan khawatirkan dia” jelas Ki-young, yg kemudian bertanya: “Tapi Tae Hee, kamu tahu Kwon Si Hyun mempermainkanmu?”


Belum sempat Tae-hee menjawab, terdengar teriakan Shi-hyun: “Tutup teleponnya, Tae Hee! Jangan percaya dia!”


KI-YOUNG: “Aku tidak bisa membiarkan ini. Tidak bisa. Karena itulah aku sedang memberinya pelajaran sekarang. Apa yang ingin kamu kulakukan? Katakan saja. Aku akan melakukan apa pun permintaanmu!”

TAE-HEE: “Ki Young oppa.. Jika ini menimbulkan masalah, bisa buruk bagimu. Jangan lakukan apa-apa...”

KI-YOUNG: “Bagaimana bisa aku tinggal diam? Bagaimana jika dia mengejarmu lagi? Dia tidak menunjukkan penyesalan. Dia bahkan berpura-pura bahwa perasaannya itu sungguhan. Memangnya siapa dia?”

TAE-HEE: (gelisah) “Aku akan menyelesaikan ini. Ini bukan urusanmu...” 

KI-YOUNG: “Kenapa kamu memihak dia?”

TAE-HEE: “Aku tidak memihak dia. Hanya saja, dia bukan lawan yg sepadan untukmu..”

KI-YOUNG: “Benar, bukan? Kita korban di sini...”


Lagi-lagi, terdengar teriakan Shi-hyun: “Tae Hee, tutup telponnya!”. Setelahnya, terdengar suara pukulan serta hantaman yg cukup keras yg tentu saja membuat Tae-hee khawatir bukan main.


Maka bergegas, Tae-hee pergi menuju TKP dengan dengan menggunakan taksi...


Wajah Shi-hyun penuh dengan luka lebam, serta darah segar masih terus bercucuran dari pelipisnya. Ki-young yg serakah.. merasa belum puas, dan masih inign menghhajarnya lagi.


Tak lama kemudian, datanglah Tae-hee.. dia terdiam kaget melihat suasana ruangan yg telah kacau berantakan..

“Tae Hee. Apa yang kamu lakukan? Pasti kamu terkejut. Dia sedikit berdarah, tapi tidak terluka parah...” jelas Ki-young

“Ini keterlaluan. Ini tindak pidana!” ujar Tae-hee


“Hei, ini bukan tindak pidana. Lihat? Aku juga dipukul. Aku menyarankan kami berhenti, tapi dia meneruskannya (sambil tunjuk kakanya Se-joo)”

“Apa maksudmu? Kamu yang meminta bantuanku!”


Tae-hee melihat tongkat golf, yg tergeletak dilantai. Maka dia bertanya: “Kamu memukulnya dengan ini?”

“Aku hanya mengancamnya dengan ini, itu saja. Mereka tidak mau mendengarkan...”


Diam-diam, Tae-hee menghubungi polisi. Maka, ketika Ki-young bilang dia akan mengatar Tae-hee pulang, Tae-hee berkata: “Kalian berdua bisa ikut mobil polisi. Mereka dalam perjalanan!”


Ki-young panik, “Tae Hee, kamu tidak membuat laporan, bukan? Walau kamu melapor pun, mereka tidak akan menemukan bukti...”


“Aku baru saja mendengar semuanya dan melihat segalanya. Aku akan menjadi saksi!” tukas Tae-hee


Ki-young mencoba untuk merebut ponselnya Tae-hee, namun Tae-hee terus menghindar..


Shi-hyun mencoba melindungi Tae-hee, namun Tae-hee mencoba untuk melindunginya juga. Alhasil, Tae-hee hampir terkena pukulan tongkat golf.. namun Shi-hyun memeluknya di waktu yg tepata, namun akbatnya kepala Shi-hyun terhantam hingga membuatnya tak sadaran diri.


Saat itu juga, Shi-hyun lasngung dibawa ke UGD.. Tae-hee sangat gelisah dan sedih, dia hanya bisa berdoa dalam tangisnya, “Si Hyun, tetaplah bersamaku..”


Esok paginya, Ki-young ditelpon oleh ayahnya yg marah besar kepadanya: “Dasar bodoh! Apa yang sudah kamu lakukan dengan Grup JK? Di mana kamu bersembunyi? Tahukah kamu Seowon sedang kacau karenamu?”

Dengan suara lesu, Ki-young hanya berkata: “Ya. Aku segera ke sana. Baiklah...”


Tak langsung pulang, Ki-young malah mendatangi Soo-ji. Dan tentu saja, Soo-ji tak mengerti makdus kedatangannya untuk apa?

“Apa yang kamu lakukan sepagi ini di rumahku?”

“Kudengar Presdir Myung sedang diperiksa sebagai saksi. Kupikir kamu akan cemas...”

“Aku tidak membutuhkanmu! Kamu akan lebih berguna jika tidak ada, pergilah!”

“Jangan khawatirkan itu. Dia akan dibebaskan dalam 24 jam. Jika dia didapati bersalah dan butuh bantuan, kami akan maju untuk membantunya...”

“Hentikan omong kosongmu itu dan enyahlah!”


“Soo Ji. Harusnya, kamu bersikap lebih baik.. Penampilan adalah segalanya. Jika kamu terus bersikap begitu, kelak, kamu akan terluka parah. Seperti ini (menunjukkan fotonya Shi-hyun dn Se-joo yg babak belur)”


Segera, Soo-ji menghubungi Shi-hyun dan Se-joo namun tak ada jawaban..


SOO-JI: “Dasar psikopat gila! Kamu berbuat apa kepada mereka?!” 

KI-YOUNG: “Berhenti meneriakiku. Ini semua karenamu. Kamulah dalang di balik mereka. Kamu yang membuat rencana, lalu mereka melaksanakannya... Omong-omong, aku baru tahu kamu begitu menyukaiku. Apa kamu melakukan semua ini karena begitu marah kepadaku?”

SOO-JI: “Lee Ki Young! Aku akan membunuhmu!”

KI-YOUNG: “Aku benar. Pembalasan terbaikku kepadamu adalah membuat mereka terlihat seperti itu. Jika kamu ingin melindungi Si Hyun dan Se Joo kesayanganmu, jangan lakukan apa pun. Mengerti? Aku datang untuk mengatakan itu...”


Ki-young lalu berjalan pergi, meninggalkan Soo-ji yg hanya bisa terduduk lesu..
Advertisement


EmoticonEmoticon