5/04/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 Part 1

Hye-jung akhirnya pulang kerumah, tapi dia dihukum.. tak boleh menggunakan ponselnya untuk sementara waktu. 


Hye-jung sangat merasa bersalah, dia pun meminta maaf atas keributan yg terjadi karena ulahnya. Ibu memaafkannya dan memberitahu kalau pernikahan Hye-jung dengan Ki-young telah resmi dibatalkan, “Ibu, tidak akan menikahkanmu dengan keluarga seburuk Seowon. Ibu sudah salah memilih. Kamu juga bisa berhenti memikirkan hal-hal lain dan fokus pada studimu, mengerti?”

“Baiklah...”


Setelah Soo-ji berungkali menelpon namun tak diangkat, akhirnya Se-joo menjawabnya..


Tak lama kemudian, Soo-ji pun sampai di kamar tempat Shi-hyun tengah terbaring koma. 


Disana suasananya sangat senyap.. semuanay diam, dibalut rasa kesedihan yg teramat besar..


Karena Soo-ji nampak begitu terpukul, maka Se-joo membawanya pulang..


Dia menyuruh Soo-ji minum obat, dan memintanya untuk beristirahat. Kelak, jika suasana hatinya terasa lebih nyaman.. maka Se-joo berjanji untuk mengajaknya menjenguk Shi-hyun lagi.


Sesaat setelah Se-joo pergi, Soo-ji bangun lalu menghabiskan seluruh pil tidur  dari dalam wadah obat dalam sekali tegukan..


Setelah diinterogasi cukup lama, akhirnya dr. Myung dipersilahkan untuk pulang. Dia dijemput oleh Sekretaris Kim, yg telah menunggunya dengan senyuman hangat seperti biasanya..

“Di mana Soo Ji? Apa Wakil Presdir Kwon sudah pulih?” tanya dr. Myung

“Ya..” jawab Sekretaris Kim

“Pada akhirnya, hanya kamu yang menjemputku...” ujar dr. Myung

“Pak Kwon yang memintaku. Dia belum bisa menelepon...” jelas sekretaris Kim

“Terima kasih atas kedatanganmu...” ucap dr. Myung


Tengah malam.. Soo-ji terbangun, dia berhalusinasi seakan Shi-hyun duduk dihadapannya dan memebrikan sebuket bunga yg sangat cantik utuknya.


Soo-ji bangkit.. dia mengambil vas bunga, lalu mengisinya dengan air..


Namun saat hendak berjalan kembali ke kamarnya, vas bunga itu jatuh hingga pecah dan belingnya berserakan di lantai. Dengan wajah yg sangat pasrah.. Soo-ji seakan hendak membereskan pecahan kaca itu, tapi nyatanya... dia seperti sengajamenaruh telapak tangannya disana, maka dalam waktu yg sangat cepat.. terlihat darah yg mulai mengalir disekitar tangannya itu..


Dokter Myung pulang.. dia berulang kali memanggil nama Soo-ji, namun tiada respon..


Dan betapa kagetnya dia, ketika melihat Soo-ji yg telah terbaring tak sadarkan diri.. terlihat bekas sayatan di lengannya dan darah bersimbah disekitarnya..


Di rumah sakit, dokter menjelaskan bahwa benturan hebat di kepala Shi-hyun, mengakibatkan terjadi pembengkakakn pada otaknya. Maka dari itu, hingga sekarang Shi-hyun belum sadarkan diri..


Dokter bertanya: “Di mana anggota keluarganya yang lain?”

“Mereka mungkin, akan segera datang..” jawab Tae-hee


Tae-hee membuka ponsel Shi-hyn, yg tenyata masih memasang foto mereka berdua sebagai wallpaper-nya.


“Bangun, Si Hyun... Teganya kamu melakukan ini kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Kita sudah setuju untuk tidak bertemu. Aku menyumpahimu, aku berharap hal-hal buruk terjadi kepadamu. Aku ingin kamu tersiksa dalam kebencianku. Aku ingin kamu menderita. Semoga kamu tidak pernah tenang...” tutur Tae-hee dengan suara lirihnya


So-ji telah mendapatkan perawatan. Dokter bilang, luka sayatan tak mengenai sarafnya, maka tak akan ada permasalahan di tangan Soo-ji dan dia bisa tetap bermain sello..


Se-joo yg menejnguknya, menangis sedih.. dia terduduk disampingnya, menggenggam tangannya dan berkata: “Maafkan aku..”


Tapi kemudian, Se-joo teringat momen ketika Soo-ji menyuruhnya untuk tak meminta maaf padanya, apa pun yg akan terjadi kelak. Dan sepertinya.. hal ini lah yg Soo-ji maksud kala itu~~
Advertisement


EmoticonEmoticon