5/04/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 Part 2

Tae-hee yg tengah menemani Shi-hyun, keluar sebentar.. karena sang ayah telah menunggunya diluar gedung.

Ayah mengeluh: “Betapa sedihnya.. Ini hari musim semi yang indah dan kamu terkurung di rumah sakit...”

“Maafkan aku...” ucap Tae-hee

“Jangan minta maaf kepada ayah...” ujar ayah


“Soal ke Jerman bersama Ayah... Bisakah Ayah menunggu sebentar? Aku butuh waktu. Aku mau melihat Si Hyun siuman. Itu membuatku merasa lebih baik...” tutur Tae-hee

“Baiklah, santai saja. Kenyamananmu yang terpenting. Ayah pernah bilang bahwa perasaan kita ibarat otot yang tidak bisa dikendalikan. Pelan-pelan saja..” jelas Ayah

“Terima kasih...” ucap Tae-hee sambil tersenyum manis


Di malam hari, Se-joo menjenguk Soo-ji dengan membawakan sebuket bungat cantik favoritnya.

“Tidak kusangka, aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Lekas sembuh. Jaga dirimu, Soo-ji..”


Di kamar lain, Tae-hee telah terlelap tidur sambil menggenggam tangan Shi-hyun dengan begitu erat.


Se-joo hendak menjenguk Shi-hyun, tapi melihat keberadaan Tae-hee.. membuatnya memilih untuk memerhatikannya dari luar saja.. lalu dia pun berjalan pergi..


Para ibu sosialita sedang berkumpul dan asyik menggosipkan insiden yg baru saja terjadi kemarin..

“Kalian tidak terkejut mendengar kabar putra kedua Seowon? Awalnya kukira dia baik, tapi kelakuannya itu seperti preman...”


“Astaga, aku merinding. Dia menghancurkan masa depan Seowon. Dia mencari masalah dengan Samyeong Foods dan Joosung Construction. Yang terbesar dari semua itu adalah JK...”

“Seowon dikucilkan oleh mereka semua. Tapi Samyeong memutuskan pertunangan itu lebih dahulu.. karena mereka mendapati putrinya punya pacar lain”

“Kudengar pacar anak itu bertemu dengan ibunya di tempat karaoke”

“Sungguh?”


“Tidak, itu tidak benar. Hye Jeong itu pintar dan polos. Aku mengenalkan guru les kepada Hye Jeong. Kudengar Hye Jeong belakangan ini sangat giat belajar karena dia harus masuk universitas atau sekolah di luar negeri. Karena itulah dia memutuskan pertunangan itu. Baguslah dia memutuskan pertunangan itu...” tutur Madam Jung, yg setidaknya berhasil membuat reputasi Nyonya Park tak terlalu jatuh..


Tae-hee mengisi formuli cuti kuliahnya. Kyung-joo sangat sedih, dia bahkan memintanya untuk mempertimbangkan lagi keputusannya itu.


“Kenapa kamu harus pergi? Kenapa harus menghindari mereka?”

“Aku tidak pergi atau menghindari mereka. Aku ingin istirahat dan belajar. Itu keputusanku. Aku mengambil keputusan ini untukku..”


Tae-hee mengunjungi apartemen Shi-hyun untuk mengambilkan beberapa pakaian ganti..


Tapi.. semua barang di ruangan itu, membuatnya teringat pada momen manis diantara mereka berdua..


Tak sengaja, Tae-hee melihat album foto darinya.. serta beberapa lembar foto yg belum sempat ditempelkan oleh Shi-hyun..


Lalu Tae-hee melihat buku kenangan yg dibuat Shi-hyun, tapi dia tak membuka isinya.. dia hanya melihat cover depan, lalu memutskan untuk memasukannya kedalam koper yg akan dia bawa untuk Shi-hyun.


Tuan Kwon, dijenguk oleh ibunya. Dia minta maaf karena tak pernah mengabarinya tentnag kondisinya..

“Jangan minta maaf. Bagaimana keadaanmu?”

“Keadaanku baik...”

“Fokuslah pada kesembuhanmu. Jangan pikirkan perusahaan”

“Tapi aku belum melihat Si Hyun selama beberapa hari...”

“Setelah kamu pulang, jenguklah dia...”


“Apa? Kenapa memangnya?”

“Ibunya Si Hyun berbohong untuk menyakitimu. Dia memintaku untuk tidak membenci ibunya. Si Hyun ingin mengatakan itu kepadamu setelah kamu dioperasi dan pulih. Dia cemas kamu akan terguncang.  Dia menahan diri dan menunggumu...”


Maka saat itu juga, tuan Kwon lansgung menjenguk Shi-hyun yg maish terbaring tak sadarkan diri..


Teringat kejadian masa lalu.. kala itu, ibunya Shi-hyun dan Tuan Kwon telah sepakat untuk bercerai. Dan sengan intosi yg terdengar sinis, ibunya Shi-yun bilang.. dia meminta banyak uang sebagai kompensasi, serta berharap bisa bertemu dengan sosok wanita yg mengalihkan dunia Tuan Kwon selama ini..

“Kenapa kamu ungkit itu sekarang?”

“Itu karena aku ingin jujur kepadamu karena hubungan kita sudah usai. Semua pertanyaan yang tidak bisa kuajukan... Hal-hal yang ingin kusampaikan, tapi kutahan... Aku hidup bersamamu lebih dari 15 tahun. Aku bisa jujur kepadamu setidaknya satu kali. Sebagaimana kamu mengenal wanita tersebut,  jika aku memiliki seorang pria yang tidak dapat kulupakan dalam waktu lama, apa kamu akan penasaran?”

“Pasti...”

“Terima kasih karena sudah mengatakannya...”


Ibunya Shi-hyun memberikan hasil tes DNA yg menunjukkan bahwa Shi-hyun bukanlah putra kandungnya Tuan Kwon,

“Ini hadiah perceraianku. Karena kamu tidak memperhatikan aku atau Si Hyun, itu pasti tidak membuatmu terkejut. Setelah perceraian kita selesai dan aku boleh pulang dari rumah sakit, aku akan tinggal bersama Si Hyun. Terima kasih untuk segalanya, Seok Woo...” jelasnya dengan suara yg terdengar begitu tegar


Kembali ke realita, Tuan Kwon tak kuasa menahan tangisnya.. dia terisak dihadapan Shi-hyun..


Bersamaan dengan itu, Tae-hee tiba.. namun melihat suasana yg seperti ini. Dia memilih untuk keluar lagi, dan memberikan mereka waktu berduaan saja...
Advertisement

1 comments:

Semangat kakak, tinggal 1 episode...


EmoticonEmoticon