5/05/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 32 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 32 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 31 Part 3

TAE-HEE: “Si Hyun.... Tadi aku ke rumahmu dan membawakan bantalmu. Ingatkah kamu di hari hujan itu, aku datang membawa bantal? Sudah lama aku tidak ke rumahmu. Begitu masuk ke sana, aku mencium aroma yang pernah kucium di tubuhmu. Aku tidak menyadarinya sebelum ini, tapi hari ini aku menyadarinya. Aku senang melihat gambar-gambar di kaca itu setelah selama ini...”


TAE-HEE: “Hey! Aku bicara denganmu. Kamu harus mendengarkan. Kamu harus memasakkan ramyeon untukku sembari mendengarkan. Bersih-bersih rumah saat aku mengerjakan tugas dan membuatkanku kopi. Kamu juga harus membujukku keluar dan melihat matahari. Kamu menyebut dirimu pengantin ular. Seperti malam itu, Aku akan menemanimu malam ini. Jadi, bangunlah bersamaku besok. Kamu harus bangun besok untuk melihat cuaca musim semi dan bicara denganku. Mengerti?!”


Tae-hee membuka buku kenangan darinya, lalu melihat buku kenangan buatan Shi-hyun: “Kamu membuat ini untukku, bukan? Boleh aku membacanya? Sebelumnya, aku membaca pesawat kertasmu tanpa seizinmu. Aku merasa sangat bersalah. Kukira itulah alasanmu memutuskan aku dan aku sangat tersiksa. Pokoknya aku akan membaca ini...”


[Untuk kebahagiaanku yang tersembunyi, Tae Hee...]


.... Aku tidak tahu dari mana harus memulainya, tapi aku harus memberitahumu sesuatu yang buruk yang sudah kulakukan kepadamu ...


... Aku harus membuat pengakuan yang sangat panjang dan sulit. Aku banyak memikirkan dari mana harus memulai dan aku mulai dengan menggambar wajahmu ...


... Awalnya, aku tidak mau mengaku kepadamu. Untuk mengulur waktu. Itulah alasanku. Perlahan, aku mulai meminta potretmu untuk pengampunan. Itu memberiku ketenangan ...


... Seharusnya aku memberitahumu betapa aku menyukai senyumanmu. Setiap kali aku menatap matamu yang menunjukkan jiwamu, jantungku berdetak kencang ...


... Seharusnya aku sering mengatakan ini kepadamu. Saat kamu tersenyum kepadaku, aku melupakan semua kesalahanku ...


... Hingga suatu hari, aku takut rahasia ini akan terungkap. Waktu terus berlalu. Kamu orang pertama yang tersenyum secerah itu kepadaku ...


... Andai bisa mengulang waktu, aku tidak ingin merayumu dengan kebohongan, memperlakukanmu sebagai lelucon, dan menyakitimu, atau membuatmu menangis. Aku hanya akan memperlakukanmu dengan tulus ...


... Demi memperoleh hak untuk mengingatmu, Aku menjadi begitu menyukaimu sampai melupakan rasa bersalahku. Aku meyakinkan diriku bahwa kamu harus tahu semuanya, tapi sekali lagi, hari ini aku menggambar wajahmu ...


... Hukuman terberat bagiku adalah tidak bisa mengingatmu. Hukuman paling menyedihkan bagiku adalah kamu mengingatku dengan penuh kebencian. Walau hari itu tiba, aku berharap bisa mengingat wajahmu yang tersenyum. Walau kamu tidak memaafkanku, aku berharap kita bisa bernostalgia. Kini hanya itu yang kuinginkan ....

[dari Shi-hyun]


Membacanya membuat Tae-hee menangis.. 


“Si Hyun... Ini bukan aku, tapi hatiku yg masih sangat menyukaimu. Aku bisa tersenyum seperti ini karena kamu ada di sana dan karena aku tersenyum kepadamu. Agar aku bisa tersenyum lagi, kamu harus bangun...” tuturnya lirih


Soo-ji jalan sendirian, tapi dia teringat pasa sosok Se-joo yg biasanya selalu ada menemaninya..


“Ke mana kamu pergi, Se Joo? Setiap kali aku mau kemari, kamu bilang akan mengajakku. Rasanya berat... Kini aku harus datang seorang diri. Di mana pun kamu berada, semoga kamu baik-baik saja. Jangan pernah sendiri. Kamu harus bersama seseorang....” ucapnya dengan suara yg bergetar


Tae-hee ditemani Kyung-joo, hendak menjenguk Shi-hyun. Namun dari kejauhan, nampak dokter dan suster berlari menuju ruang rawat Shi-hyun..

Maka, Tae-hee meminta Kyuntuk memeriksa apa yg terjadi kepada Shi-hyun..


Kyung-joo pergi, lalu tak lama kemudian dia kembali dan langsung memeluk Tae-hee sambil cerita kalau Shi-hyun telah siuman..


Shi-hyun diperiksa dokter.. dalam kondisi yg telah sadar sepenuhnya..


Saat melirik samping, dia melihat buku kenangannya yg tergeletak di kursi. Hal itu, membuatnya sadar bahwa Tae-hee pernah ada disini. Dia mencoba untuk bangkit.. dengan niat mencarinya. Tapi kepalanya masih sangat pening dan membuatnya tak mampu berpindah dari tempat tidur.


Dalam suasana yg lebih tenang, Kyung-joo bertanya pada Tae-hee: “Benar kamu tidak ingin menemuinya?”

“Menurutku, kami tidak boleh saling bertemu sekarang. Kelak, setelah kami berdua jauh lebih baik... Saat apa yang kami bicarakan tidak lagi menyakiti kami, saat itulah aku mau menemuinya lagi...” jawab Tae-hee yg kemudian berjalan pergi meninggalkan gedung Rumah Sakit


“Terima kasih karena sudah menangis bersamaku. Terima kasih karena sudah memahami perasaanku. Selamat tinggal, cinta pertamaku....”
Advertisement


EmoticonEmoticon