5/05/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 32 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 32 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 32 Part 1

Kyun-joo menemui Shi-hyun, memberikan sebuket bunga dari Tae-hee sambil bilang: “Tae Hee menemanimu untuk waktu yang sangat lama...”


Shi-hyun tak mampu berkata-kata. Tapi jelas, dia sangat sedang sekaligus terharu. Terbukti, dari air mata yg perlahan mulai membasahi pipinya..


Tae-hee dan ayahnya akan pergi ke Jerman. Sambil menunggu bis menuju bandara, ayah menyuruh Tae-hee untuk bicara dengan ibu..


“Maafkan ibu, Tae Hee...”

“Tidak apa-apa, Bu. Awalnya pun aku tidak tahu bahwa kita tidak bisa mengendalikan hati kita. Tapi aku tidak akan goyah untuk waktu yang lama. Tidak baik jika terlalu lama goyah seperti Ibu”


Mereka berpelukan, Ibu berkata: “Ya... Kamu jauh lebih kuat dan keren daripada ibu”


“Intinya aku bukan pergi karena Ibu, jadi, Ibu harus sehat...” jelas Tae-hee sambil tersenyum


Shi-hyun berjalan seorang diri.. beberapa kali, rasanya seolah dia meliaht Eun Tae-hee yg tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya..


Lalu Shi-hyun duduk sambil membuka kembali buku kenangannya..


Dia tak bersedih, namun dia malah tersenyum sambil menatap langit siang hari yg begitu cerah..


[ 5 TAHUN KEMUDIAN ]


Se-joo dan Soo-ji meniup lilin diatas kue ulang tahun. mereka berada di tempat yg berbeda, tapi memanjatkan harapan yg serupa..

“Selamat ulang tahun, Si Hyun... Semoga kabar kalian baik-baik saja...”


Tae-hee telah kemballi berada di Korea. Dia adalah seroang pekerja yg sangat gigih, bahkan rela untuk bekerja lembur demi menyelesaikan tugasnya..


Tapi Tae-hee mengeluh, karena klien-nya kali ini, sangat rewel.. banyak maunya.. minta ini dan itu.. tapi pemberitahuannay sellau saja mendadak..


Di meja kerjanya, kita melihat sketsa wajahnya Tae-hee yg sengaja dia pajang dalam bingkai foto yg cantik..


Dokter Myung, kini memilih untuk bekerja sebagai relawan di sebuah gereja. Siang ini, Sekretaris Kim datang mengunjunginya..


“Kamu terlihat cantik. Kabarmu baik?”

“Kamu terlihat lelah. Selamat atas promosimu...”


“Bagaimana pekerjaanmu?”

“Baik...”

“Kamu akan baik-baik saja. Kamu pria berbakat”

“Bukankah sudah waktunya kamu kembali ke dunia bisnis?”

“Belum... Soo Ji masih lama lulus. Aku mengakui kejahatanku dan membayar akibatnya, tapi tetap merasa bersalah atas perbuatanku. Aku menyukai hidupku sekarang. Aku punya waktu untuk mengurus hal-hal paling berharga di hidupku”

“Aku senang melihatmu jauh lebih baik. Kabari aku kapan pun kamu ingin kembali. Presdir akan senang menerimamu...”


Bu Seol masih sangat sibuk dengan karya seni-nya. Apalagi, karena sebentar lagi dia akan mengadakan pameran yg lumayan besar.


Tiab-tiba, datanglah kurir yg memberikan sebuket bunga cantik untuknya..


Di kantornya, Tae-hee mendumel.. mengeluhkan klien-nya yg makin ‘rese’. Jam 3 pagi, kliennya mengirim e-mail hanya untuk bertanya apakah desain balkon-nya cocok untuk melihat rasi bintang?

“Kurasa pemilik gedung itu dan aku memiliki sebuah koneksi. Tapi kenapa dia harus menanyaiku di tengah malam? Mungkin mereka orang kaya menganggur yang suka melihat rasi bintang dan memutuskan untuk bangun di siang bolong. Pasti bintangnya Aries...” gerutu Tae-hee


Ponselnya berdering, ada telpon masuk dari seseorang bernama ‘sponsor’, yg tak lain adalah ibunya sendiri..

“Kamu mau ke pameran ibu?”

“Maaf bu.. aku sedang sibuk sekali..”

“Terima kasih untuk bunga ini. Kamu yang mengirimnya, bukan?”

“Bunga?”


Taernyata, Tae-hee pun menerima kiriman bunga. Rekannya bilang: “Mungkin dari pemilik gedung belahan jiwamu itu...”


Tae-hee melirik kalendernya, disana ada satu tanggal yg dia lingkari dengan bintang..
Advertisement


EmoticonEmoticon