5/01/2018

SINOPSIS Live Episode 12 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 12 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 12 Part 4

Jung Oh menemani Kyung Jin bermain puzzle, sedangkan Kyung Mi sedang tertidur. Kyung Jin bilang seorang Polisi sudah memberitahunya bahwa pelaku memakai kondom, tapi ia tetap takut kalau akan hamil. “Yang penting kau dan adikmu sudah minum pil kontrasepsi darurat. Jangan khawatir,” kata Jung Oh.


Jung Oh juga memberitahu bahwa ayah Kyung Jin baik-baik saja dan laporan yang dilakukan Kyung Jin adalah tindakan yang tepat. “Kyung Mi tidak tahu apa-apa, karena sedang tidur.   Ayahku berbohong. Ayahku pingsan begitu dia dipukul,” kata Kyung Mi berbohong.


Jung Oh menerima telepon dari Jang Mi yang menginformasikan bahwa dari lakban yang digunakan untuk mengikat sang ayah, ditemukan juga sidik jari Kyung Mi.


“Air liur Kyung Mi ditemukan di sekitar pergelangan kaki sang ayah. Ada DNA-nya juga. Dia mungkin memotong lakban dengan menggunakan giginya,” kata Jang Mi.


Jung Oh bilang Kyung Mi masih berusia 13 tahun yang artinya dia dilindungi oleh hukum. Ia juga bilang bahwa sang ayahlah yang sering menyiksa ibunya dan memukul kedua anaknya. “Kapten Ahn, tolonglah anak-anak itu,” mohon Jung Oh. Jang Mi bilang ia pun berusaha sebaik mungkin untuk melakukan itu. “Oh ya, Kyung Jin memberitahuku pagi tadi, dia mencium aroma buah dari mulut tersangka.”


Sang ayah terlihat sangat sehat, karena ia bisa marah-marah, hanya saja ada perban di kepalanya. Ia kesal karena dilarang melihat istri dan anak-anaknya. Ia melempar Jang Mi dengan sebuah kotak tissue dan berteriak, “Bawa mereka kesini sekarang!”


Dengan tenang Jang Mi mengatakan bahwa kemungkinan sang ayah tidak bisa melihat istri dan kedua anaknya untuk jangka waktu yang lama, karena dia sudah mengajukan surat permohonan agar sang ayah menjaga jarak.


Ayahnya membaca surat permohonan itu. “Artinya Anda dilarang pulang ke rumah Anda dimana anak-anak Anda berada. Anda juga dilarang mendekati mereka dan menghubungi mereka. Jika Kejaksaan menyetujui surat permohonanku, Anda akan ditahan di lembaga kesehatan atau di lpas,” jelas Jang Mi.


Mendengar kata lapas membuat sang ayah marah. Ia meremas surat itu dan melemparkannya ke wajah Jang Mi. Ia bilang istri dan anaknyalah yang mencoba membunuhnya, tapi kenapa malah dia yang ditahan.


“Itu karena Anda menyiksa keluarga Anda dan itu sama saja seperti upaya pembunuhan. Putrimu juga akan dihukum. Tapi karena dia melihat Anda menyiksa ibunya, maka tindakannya akan dianggap sebagai pembelaan diri dan dia akan dilindungi hukum karena dia masih dibawah umur. Sedangkan istrimu mungkin akan menerima masa percobaan atau mungkin menerima hukuman penjara yang singkat. Menurutku itu adil. ,” kata Jang Mi.


“Meskipun dia tidak bisa melindungi anaknya, dia menahan penderitaan yang Anda lakukan. Menurutku, itu tidak bisa dimaafkan. Aku tahu dia takut pada Anda, tapi anak-anak Anda diperkosa hari itu. Ia menolak bujukan Polisi agar anaknya dikirim ke panti asuhan,” lanjut Jang Mi.


Ayah Kyung Jin dan Kyung Mi: “Ta..tadi? Ka..kau bilang apa?Anakku kenapa?”
Jang Mi: “Mereka diperkosa. Kyung Jin dan Kyung Mi. Aku memberitahu Anda karena Anda tetaplah orangtua mereka. Kami tengah menyelidiki kasus ini. Permisi.”


Yang Chon melapor kepada Jang Mi bahwa mereka sedang menyebarkan informasi tentang tersangka. Mereka juga akan menginterogasi organisasi olahraga yang beranggotakan atlet bela diri dan mencari anggota yang bertelinga mirip pangsit dan membandingkan sketsa wajahnya.


“Utamakan periksa anggota yang keluar karena alasan fiisk selama 2 hingga 3 tahun terakhir dimana ituadalah waktu terjadinya serangan pertama. Terutama orang dengan riwayat penyakit diabetes atau penyakit organ dalam lainnya. Kyung Jin memberitahu Jung Oh pagi tadi kalau nafas pelaku... beraroma buah-buahan,” pesan Jang Mi.


Yang Chon mengerti dan akan meminta anak buahnya untuk menyebarkan selebaran informasi tersangka di rumah sakit. Ia juga akan menyelidiki toko olahraga dimana kemungkinan sepatu pelaku dijual. Ia akan memeriksa daftar tokonya, tapi kemudian mendapat telepon dari Song Yi. “Ayah sibuk.”


Song Yi terlihat bingung, karena ayahnya menutup teleponnya begitu saja.


Han Sol memerintahkan agar anggotanya yang sedang menyebarkan selebaran tersangka mengingat dimana mereka memasangnya karena akan mencopotnya lagi nanti sebagai perlindungan hak asasi manusia.


Hubungan Sam Bo dan Nam Il belum membaik. Padahal mereka sekarang satu tim, karena Jung Oh sedang mengurus Kyung Jin dan Kyung Mi. Sma Bo juga menyuruh Nam Il yang menyetir, padahal ada Jung Oh yang masih junior.


Won Woo menerima telepon yang mengatakan bahwa si penelepon memiliki informasi tersangka. Kyung Mo juga menerima telepon yang serupa dan memberitahu penelepon bahwa pemberi informasi palsu juga bisa dihukum. Han Sol memberitahu anak buahnya yang berada di lapangan bahwa banyak telepon masuk setelah selebaran itu disebar dan meminta mereka tetap waspada walaupun bisa saja informasinya salah.


“6 bulan lalu, ada tersangka kasus perampokan berhasil kabur, karena kita menindaklanjuti telepon yang masuk. Kuulangi lagi. Kita akan menanggapi setiap laporan yang masuk,” kata Han Sol.


Seorang wanita melihat selebaran wajah tersangka yang dipasang di sebuah papan informasi. Ia kemudian masuk ke sebuah toko olahraga tidak jauh darisana.


“Yeobu, aku pulang. Kukira kau mau naik gunung,” kata si wanita pada suaminya yang terlihat sibuk di ruang cuci. “Kau sedang apa?” Suaminya menyimpans sesuatu ke dalam sepatu, tapi mengatakan bahwa dia tidak melakukan apa-apa. Ia lalu pergi.


Di kolong meja, terlihat sebuah label nama pelajar atas nama Jang Han Bit.


“Kau seharusnya pulang ke rumah. Mau sampai kapan kau tinggal di toko?” tanya si wanita ketika suaminya pergi. “Ibuku sudah janji, dia tidak akan mengomelimu.” Tapi pria itu tidak peduli. “Yeobu! Anak-anak juga merindukanmu!”


Yang Chon mengunjungi semua toko olahraga yang ada di daftarnya. Ia mengecek daftar penjualan untuk sepatu tersangka. Ia juga mengecek rekaman CCTV.


Saat sedang memeriksarekaman CCTV di sebuah toko, Yang Chon menghela napas karena mendapat telepon dari Song Yi lagi. “Kenapa?”


Di ruang makan, Jung Oh meminta maaf pada Myung Ho karena ia tidak bisa menjawab telepon darinya. “Tidak apa-apa. Kita semua sibuk,” kata Myung Ho yang sedang menyiapkan beberapa ramen. “Oh ya, Yayasan Pengacara HAM telah setuju untuk membela ibunya Kyung Mi.” Ia juga menyuruh Jung Oh banyak makan, karena meminta tambahan shift.


Jung Oh tidak sengaja menjatuhkan jaket Myung Ho. Ia kemudian melihat kalung liontin yang berfoto Myung Ho dan mantan kekasihnya dulu jatuh. Myung Ho buru-buru mengambil dan menyimpannya. Suasana seketika menjadi canggung.


Sang Soo dan Han Pyo datang, lalu mereka makan bersama. Jung Oh merasa kecewa dan Myung Ho makan tanpa memberikan penjelasan apapun.


Advertisement


EmoticonEmoticon