5/01/2018

SINOPSIS Live Episode 13 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 12 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 2

Han Sol berolahraga sambil mengingat saat dokter mendiagnosanya terkena kanker. Ia masih sangat terpukul dan juga kejadian-kejadian lain.


Han Sol mengingat kembali menemani putrinya mencoba gaun pengantin dan dia terlihat bahagia. Ia memuji putrinya yang sangat cantik, lalu pamit pergi bekerja.


Han Sol juga mengeluhkan adik iparnya yang sudah 2 kali bangkrut dalam berbisnis dan sekarang akan memulai bisnis lain dan ingin meminjam modal darinya. Ia bilang istrinya sudah menggunakan semua uang tabungan untuk pernikahan putri mereka, dan ia mengeluh karena istrinya ingin menggadaikan rumah untuk bisnis adiknya itu. Ia bertanya apa yang akan ia lakukan saat pensiun nanti dan bisa saja menjadi gelandangan.


“Kau akan bekerja selama 7 sampai 8 tahun lagi. Kita bisa mendapatkannya lagi,” kata istri Han Sol yang belum mengetahui kondisi kesehatan suaminya. Han Sol melempar sendoknya ke meja, lalu pergi.

“Bagaimana kau tahu aku masih akan bekerja 7 sampai 8 tahun atau tinggal beberapa hari lagi?! Bagaimana jika aku sakit dan mati besok?! Apa kau itu Tuhan?!” kata Han Sol marah.


Han Sol berhenti berlari dan mengatur napasnya. Ia kemudian memperhatikan sebuah mobil paroli yang melintas di dekatnya.


Sambil memegang kotak berisi label nama para pelajar, istri tersangka menghubungi 112 untuk melapor. “Aku... ingin tahu apakah nama-nama ini dari korban pemerkosaan di dekat Gunung Baekun dan Somyeong,” katanya.


Detektif dari tim khusus memberitahu Yang Chon bahwa mereka mengidentifikasi tersangka bernama Cho Seol Tae yang merupakan mantan anggota timnas judo yang sempat menjalankan tempat judo yang tutup tidak lama sebelum kasus pertama terjadi.


Jang Mi menambahkan bahwa tersangka menutup tempat judonya karena komplikasi diabetes. Dan kesaksian Kyung Jin tentang bau mulut tersangka menguatkan tuduhan itu. “Dan seorang wanita baru saja menelepon dan mengatakan kalau suaminya mungkin adalah tersangkanya. Namanya Cho Seol Tae,” kata Jang Mi.


Yang Chon lalu menanyakan alamat tersangka dan langsung menuju kesana. Jang Mi juga akan pergi kesana.


“Tersangka mencuri motor dan kabur! Motornya berwarna merah!” lapor Sang Soo. Myung Ho melihat Sang Soo mengejar tersangka. “Plat nomornya... aku tidak bisa melihatnya.


Myung Ho datang dengan mobil patroli, lalu Sang Soo dan Han Pyo bergegas masuk dan melanjutkan pengejaran.


“Dia belok kanan!” kata Sang Soo yang tidak menyadari kalau hidungnya berdarah. Sementara itu, Han Pyo melaporkan pengejaran mereka dengan radio panggil.


Jung Oh melihat mobil Sang Soo dan mendengar laporan mereka. Tapi perhatiannya teralihkan karena Nam Il dihajar oleh seorang pria yang sedang mereka tangani kasusnya. Jung Oh meminta pelaku menunjukkan identitasnya.


Min Seok dan Seung Jae memberhentikan pengendara motor dengan ciri-ciri yang sama. Tapi kemudian memperbolehkannya pergi, karena bukan itu orang yang dicarinya.


Ketika Sam Bo datang, Min Seok menjelaskan bahwa pengendara tadi hanya warga biasa. Mereka kemudian mendapat laporan bahwa keberadaan tersangka ditemukan dari lokasi ponselnya yang sedang berada di jalan masuk Gunung Baekun dan Somyeong. Mereka bergegas kembali ke mobil patrolinya masing-masing dan menuju lokasi.


Tersangka berada tepat di depan mobil patroli, tapi ada sebuah mobil datang dan menghalangi jalan mereka. Sang Soo segera turun dan mengejar tersangka. Myung Ho meminta Han Pyo untuk mengatasi masalah itu dan melapor. Myung Ho berlari menyusul Sang Soo.


Yang Chon juga mendengar laporan Han Pyo. Ia bertanya apa yang akan Myung Ho lakukan.


Myung Ho bilang mereka harus berkumpul, tapi kemudian dan melihat motor yang digunakan tersangka dan ponselnya tergeletak begitu saja. Ia mengambil ponsel itu. “Dia pergi kesana,” kata seorang pejalan kaki. Ia meminta mereka melacak lokasinya melalui ponsel dan meminta bantuan. Yang Chon melarang Myung Ho mengejar karena tersangka adalah seorang atlet. “Bagaimana kalau dia melakukan kejahatan lain?! Akan kututup teleponnya,” kata Myung Ho yang melihat tersangka. Yang Chon kesal.


Yang Chon sampai di depan toko olahraga milik tersangka dan Jang Mi tepat di belakangnya. Jang Mi bilang ia tahu kalau Yang Chon pasti sangat ingin berada di TKP, tapi ia mengingatkan bahwa Yang Chon punya tugas disana. Mereka berdua lalu masuk ke dalam toko.


Saat sedang melacak lokasi, perut Han Sol sakit lagi, tapi ia menyembunyikannya dari Kyung Mo.


Myung Ho berhasil menghadang, tapi tersangka kabur lagi ke arah yang berbeda. Sang Soo berhasil memegangnya, tapi tersangka malah membanting Sang Soo hingga jatuh dengan punggung lebih dulu. Myung Ho juga berusaha melawan tersangka, tapi kepalanya dipukul oleh batu.


Sang Soo berhasil menembakkan pistol kejutnya ke kaki tersangka, tapi tersangka masih kuat. Ia menyerang Sang Soo. Lalu Sang Soo berhasil menyetrum tersangka, tapi tersangka masih menyerang. Tersangka baru pingsan setelah Sang Soo menyetrumnya 2 kali lagi.


Sang Soo yang mengingat kembali perbuatan jahat tersangka, menyetrum lagi walaupun tersangka sudah pingsan. “Sudah cukup,” kata Myung Ho. Sang Soo mengatur napasnya.


Myung Ho memborgol tangan tersangka dan menggeledah tubuhnya. Ia mengeluarkan sapu tangannya dan memasukkannya ke mulut tersangka untuk berjaga-jaga agar tersangka tidak melukai dirinya ketika sadar nanti.


Myung Ho menemukan selembar resep obat. “Dia Cho Seol Tae,” katanya. Sang Soo memberikan sapu tangannya untuk luka di kepala Myung Ho dna berharap pelaku akan mendapat hukuman seumur hidup.


Suara langkah kaki terdengar. “Tersangkanya... Maksudku.... Kami menangkap buronan!” teriak Sang Soo. “Kami menangkap Cho Seol Tae! Buronan yang kita cari sudah tertangkap! Kode Zero! Semuanya sudah berakhir!”


“Kerja bagus!” teriak Min Seok dengan napas tersengal-sengal. Seung Jae dan Nam Il juga mengatakan hal yang sama.


Jung Oh terduduk lemas, karena dia sudah lega tersangka berhasil ditangkap. Ia menangis lega, lalu bergabung bersama rekannya yang lain.
Advertisement


EmoticonEmoticon