5/01/2018

SINOPSIS Live Episode 13 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Live Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 3

Yang Chon membawa barang bukti yang ia dapatkan dari toko olahraga milik tersangka. Ia juga mendapat kabar dari radio panggil bahwa tersangka sudah berhasil ditangkap. Jang Mi menguatkan istri tersangka yang juga mendengar kabar itu.


Yang Chon memperhatikan dua anak tersangka yang masih belum mengerti apa-apa.


Seol Tae dibawa ke ambulance dan paramedis lainnya mengobati luka Sang Soo dan Myung Ho. Detektif Jang memuji kerja mereka, lalu pergi lebih dulu. Myung Ho mengajak Sang Soo tos, dan Sang Soo menerimanya.


Yang Chon masuk ke kantor Polisi dan terlihat marah. Ia bertanya dimana petugas lainnya. “Di tempat makan lantai atas. Tidak ada yang pulang hari ini. Mereka semua sangat bersemangat,” kata petugas jaga.


Sang Soo mengeluh karena mereka hanya mendapat ayam goreng setelah menangkap tersangka kasus besar. Han Sol bercanda akan mengambil kembali ayam goreng itu jika Sang Soo tidak menyukainya. Mereka semua tampak bahagia, kecuali Hye Ri.


Yang Chon masuk ke ruang makan dan membanting pintunya. “Yeom Sang Soo, apa lagi yang kau perbuat? Hah?!” Sang Soo dan yang lainnya terkejut sampai tidak ada lagi yang tertawa seperti sebelumnya.


Han Sol: “Aku tahu kau akan dimarahi.”
Kyung Mo: “Yang Chon pergi dan beri dia pelajaran! Sang Soo, kau harus berpikiran kalau kau itu beruntung karena tidak terluka parah. Tersangka ahli dalam judo. Apa hiduomu hanya milikmu sendiri?”


Selama Kyung Mo bicara, Yang Chon masih menatap Sang Soo dengan tajam. Sang Soo pun hanya terdiam. Yang Chon kemudian mengambil botol minuman dan menyemprotkannya ke arah Sang Soo dan Myung Ho, juga memuji hasil kerja keras mereka.


Yang lain tidak mau kalah dan mulai saling menyemprot dan tampak sangat bahagia. Sam Bo hanya tertawa melihat kekonyolan mereka, tapi Hye Ri tidak merasa senang sedikitpun dan memilih pergi. Sam Bo menyusulnya.


Hye Ri merasa iri karena Sang Soo sangat beruntung. Sam Bo bilang bulan depan saat ia sudah pensiun, maka Hye Ri akan mendapat mentor muda yang energik. “Tapi.. bukan begitu maksudku,” kata Hye Ri merasa bersalah karena sudah menyinggung Sam Bo.


Sam Bo masuk ke ruang rapat dan belajar teori mengoperasikan ekskavator. Hye Ri menyuruhnya  melakukan pekerjaan lain setelah pensiun, karena menjadi operator ekskavator itu sulit. Sam Bo bilang ia harus belajar dan menyuruh Hye Ri pulang. 


Kyung Jin menangis tersedu-sedu. Jung Oh memuji perbuatan Kyung Jin memberikan kesaksikan tentang tersangka, hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap. “Kesaksianmu tentang mulut tersangka berbau aneh, menyadarkan kami bahwa tersangka sakit, sehingga kami mencarinya di rumah sakit. Kaulah yang menangkapnya,” kata Jung Oh.


Kyung Jin mengangguk mengerti. Dia juga lega karena mendengar kabar ibunya akan segera dibebaskan. Jung Oh memeluk Kyung in yang masih menangis dan memberitahu bahwa untuk sementara ayah mereka akan menjauh dari keluarganya.


Jang Mi ada disana dan melihat Jung Oh.


Di ruang ganti ada petugas yang tidur. Myung Ho tetap merasa sedih, karena walaupun pelaku tertangkap, tetap saja tidak bisa menghapuskan penderitaan korban. “Pelajari hal itu, Sang Soo! Tidak seperti dia, kau bersinar dengan gembira karena menangkap pelakunya,” kata Yang Chon. Sang Soo lalu mengajak mereka minum di rumahnya, tapi Myung Ho menolak dan pulang lebih dulu.Yang Chon juga menolak, karena dia akan mengirim ibunya. Sang Soo bertanya apakah ibunya akan dibawa ke rumah sakit, dan Yang Chon mengiyakan.


Sang Soo lalu menyebut dirinya ceroboh seperti Yang Chon, dan Yang Chon pura-pura akan memukulnya. Yang Chon tertawa dan pergi. Setelah Sang Soo mengambil tas dan jaketnya, ia menutup pintunya dengan keras.


“Hei, bisakah kau diam? Kami sedang tidur!” tegur Polisi dari tim lain yang sedang istirahat disana. Sang Soo meminta maaf dan pergi.


Akhirnya di rumah, Sang Soo pun hanya minum bersama Jung Oh, karena Hye Ri sudah tidur. Jung Oh sedang memikirkan untuk bertugas di luar negeri, sedangkan sang Soo mungkin akan memilih Unit Kejahatan dengan Kekerasan. Sang Soo sangat senang karena bisa menangkap penjahat itu.


Sang Soo bertambah senang, karena Jung Oh bilang Kyung Jin dan ibunya sangat berterima kasih pada mereka. Ia sampai meminta Jung Oh mengulangi perkataannya itu sebanyak 3 kali.


Sang Soo mengambil ponselnya dan meminta Jung Oh mengulangi perkataannya. Ia bilang ia akan memasukkannya ke daftar tugasnya. Ia lalu menunjukkan foto  Ju Yeon, anak yang diselamatkan di warnet. “Diada ada di tempat perlindungan dan terkadang ibunya mengunjunginya,” kata Sang Soo.


“Dan ini. Anak yang melukai wajahku, mengirim pepatah seperti ini dan dia ingin menjadi Polisi sepertiku,” kata Snag Soo tentang anak yang berfoto sambil menunjukkan buku Administrasi Polisi itu.


Ia lalu memperdengarkan rekaman suara Jung Oh tadi.


Sang Soo bernyanyi mars Polisi dan Jung Oh mengikutinya. Hye Ri juga terbangun dan ikut bernyanyi bersama. 


“Aku mencintaimu,” kata Sang Soo di sela-sela nyanyiannya. Jung Oh terkejut. “Aku mabuk.” Jung Oh menyebutnya bodoh dan bertanya kenapa dia. Sang Soo lalu melanjutkan nyanyiannya.


Myung Ho menelepon, tapi Jung Oh tidak mendengarnya.


Yang Chon membantu ayahnya bercukur.  “Ayah, mari kita angga kalau ibu pergi ke surga. Anggap saja seperti itu,” kata Yang Chon. Ayahnya tidak menjawab. “Jasmu sudah kuno. Kau harus membeli yang baru.” Tapi ayahnya bilang jas itu adalah pembelian ibunya. Yang Chon lalu menyetrika jas itu.


Ayahnya lalu mengambil jas Polisi Yang Chon dan menyuruhnya memakainya karena ibunya pasti akan bahagia. Yang Chon setuju. “Menjadi Polisi adalah hal terbaik yang kau lakukan untuk ibumu,” kata ayahnya.


Han Sol menatap botol minuman yang ada di kulkasnya. Istrinya menyuruhnya minum saja jika ingin minum, apalagi tim suaminya baru saja menangkap penjahat berantai. Han Sol menyuruh istrinya tidur.


“Minum atau tidak, tidurlah lebih awal. Matamu tidak boleh kelihatan bengkak di hari pernikahan putrimu,” pesan istrinya. Han Sol lalu menutup kulkasnya tanpa mengambil minumannya.


Han Sol pergi ke kamar putrinya dan menatapnya. Ia tersenyum, lalu keluar lagi.


Han Sol mendapat pesan dari Ketua Tim Kim. ‘Ada pembukaan untuk pangkat kopral di Bomun Provinsi Chungcheong’. Ia lalu menghubunginya. “Ya, Seonbae. Aku membaca SMS-nya. Sungguh? Ada pembukaan itu? Itu hebat. Semua orang tahu kalau pangkat itu enak. Seniorku bekerja disana. Apa itu benar akan dibuka dengan segera? Tidak, tidak ada masalah di Hongil. Aku punya beberapa masalah pribadi. Aku tahu kalau inilah yang bisa kulakukan. Aku tidak bisa meminta bantuan. Ya, aku tahu itu. Aku tahu.”


Keesokan harinya, di acara pernikahan putri Han Sol, Sam Bo memperkenalkan seorang mantan rekannya dan Han Sol saat bertugas di Gangnam pada Kyung Mo. Pria itu lalu masuk lebih dulu.


“Kakinya pincang,” kata Kyung Mo. Sam Bo menjelaskan bahwa dia seorang Polisi lalu lintas bernama Min Su Man dan pengemudi mabuk memukulnya. Ia bilang Su Man pernah mengunjungi kantor mereka dan sekarang bekerja sebagai satpam. “Aku tidak tahu. Tapi bukankah dia pensiun? Kenapa bekerja menjadi satpam?”


“7 tahun lalu, saat dia menginterogasi pengemudi tabrak lari yang membunuh satu keluarga, dia kehilangan kesabarannya dan memukul wajah pria itu, karena pelaku sangat tidak tahu malu. Tapi sayangnya, pelaku terjatuh dan tulang belakangnya terluka. Jadi Su Man Seonbae dipecat karena menggunakan kekuatan secara berlebihan dan dia masih membayar kerugian yang dia sebabkan,” jelas Sam Bo.


“Malang sekali. Pensiunmu masih beberapa hari lagi. Hyungnim juga harus berhati-hati,” pesan Kyung Mo. Sam Bo mengerti dan masuk lebih dulu. Kyung Mo lalu menghubungi ponsel Jang Mi. “Apa kau akan datang? Kau tidak harus datang. Mereka akan mengerti.”


Jang Mi: “Aku harus kesana. Satu-satunya anak Kepala Ki akan menikah.”
Kyung Mo: “Bagaimana dengan Yang Chon? Apa dia baik-baik saja?”


Jang Mi ternyata me-loudspeaker ponselnya dan Yang Chon juga ada disana. “Tanya padaku secara langsung saja!” kata Yang Chon lalu keluar kamar. Jang Mi yakin kalau Kyung Mo sudah hafal dengan sifat Yang Chon.


Kyung Mo bilang ia tidak bisa pergi ke rumah sakit, karena ibunya memaksanya untuk kencan buta dengan seorang dokter yang bercerai dan tidak punya anak. Jang Mi ikut senang mendengarnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon