5/17/2018

SINOPSIS My Mister Episode 11 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 11 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 11 Part 4

Sesampainya di apartemen Yoo-ra, Ki-hoon melihat muntahannya di anak tangga. Maka bergegas, dia berlari keluar mengambil peralatan dari tempat samapah yg bisa digunakan untuk bersih-bersih.


Kemudian dia masuk tanpa mengatakan dia telah membersihkannya, maka Yoo-ra dengan lesu berkata: “Nanti kubersihkan kalau aku sudah tidur. Aku hanya tak suka pegang muntahanku..”

Ki-hoon tanya: “Apa kata sutradara kali ini? Dia bilang apa?”

“Seperti biasa... ‘Bukan seperti ini. Tapi seperti itu’ ... Setiap hari, dia selalu kesal. Aku benci bangun pagi-pagi. Aku ingin menghilang. Aku jadi keriput lagi. Apakah dunia akan berakhir dalam waktu dekat? Aku terlalu malu kalau melarikan diri sendirian jadi kita semua harus mati bersama. Padahal kalau gunung, kuharap itu akan meletus...” ungkap Yoo-ra dengan lesu


Tiba-tiba, Ki-hoon berkata: “Aku mencintaimu..”

Seakan tak menghiraukannya, Yoo-ra malah mengatakan bahwa kondisinya yg terus-terusan seperti ini tak akan bisa membuatnya kembali menjadi dirinya yg dulu lagi..


Menyadari kondisi Yoo-ra yg tengah sangat gusar, Ki-hoon memilih untuk pergi membiarkannya menyendiri saja. Dalam perjalanan pulang.. dia pun, masih sempat membuangkan muntahan Yoo-ra ke tempat sampah.


Dong-hoon telah bersiap untuk tidur, namun Sang-hoon menelponnya, Dong Hoon. Kau dimana?”

“Hyung sendiri?”

“Aku di barnya Jung Hee. Kau tak baca pesanku?”

“Sudah”

“Terus kenapa kau tak kesini? Kau dimana?”


Niatnya iseng, Sang-won mengambil ponsel Dong-hoon untuk menggantikannya berbicara dengan Sang-hoon. Namun bersamaan dengan itu, Jung-hee mngambil ponselnya Dong-hoon karena ingin bicara dengan Dong-hoon..

“Kau dimana? Kusuruh kau datang hari ini. Aku traktir siput. Ibumu juga bantu aku masak ini. Kau harus memakannya. Kau tak bisa datang?” ujar Jung-hee yg tak menyadari bahwa orang yg tengah mendengar suaranya adalah Sang-won


Maka secara diam-diam Sang-won mengembalikan ponsell itu pada Dong-hoon.

“Aku kerjanya cukup jauh hari ini. Sepertinya aku tak bisa datang kesana” jelas Dong-hoon

“Tapi tetap datanglah nanti” pinta Jung-hee

“Baiklah. Kalau kerjaku selesai, kuusahakan kesana..” ucap Dong-hoon


Akkhirnya, malam itu juga.. Sang-won mengantar Dong-hoon hingga depan kedainya Jung-hee, tanpa turun dari mobilnya dan langsung pulang kembali.

“Hati-hati di jalan...” ucap Dong-hon

“Sering-seringlah kunjungi aku..” jawabnya


Masuk kedalam.. seperti biasanya, Dong-hoon emmang selalu mendapatkan sambutan yg begitu hangat. Semua orang nampak gembira, menikmati makanannya.. Jung-hee tertawa lepas, dan itu membuat Dong-hoon seccra tak sadar.. ikutan tersenyum..


Esok pagi, di kantornya.. Dong-hoon melamun, teringat sikap istrinya serta pesan dari Sang-won yg memintanya untuk berhenti berkorban demi orang lain..


Maka detik itu juga, Dong-hoon merangsak masuk ke dalam ruang kerja Joon-young. Meski asisten melarangnya, namun Dong-hoon tetap masuk.. serta dengan sengaja, dia mengunci pintu ruangan dari dalam..


Dong-hoon memaki Joon-young dengan intonasi yg sanagt keras, hingga membuat orang seisi kantor kaget mendengarnya..

“Kau tak bisa dengar kata orang, ya? Sesulit itukah permintaanku?!”

“Aku tidak memberitahunya. Yoon Hee tahu sendiri dan bertanya padaku...”

“Kau seharusnya bilang tidak! Jadi kau memberitahunya kalau aku tahu soal telepon itu? Aku mengorbankan semuanya untuk mencegah agar aku tak bilang ke Ketua Jang. Tapi kau langsung memberitahunya karena dia bertanya? Kau itu tak mau dengar apa kata orang. Bangsat ini tak mau dengar. Kau pasti cuek sama perkataan orang, 'kan?!”


Tak cukup hanya dengan kata-kata, Dong-hoon lalu meluapkan emosinya dengan sebuah tonjokan yg sangat keras ke wajah Joon-young, “Aku akan menghancurkanmu! Kau harus mati di tanganku!” tegasnya

“Bongkar saja semuanya pada mereka. Malah itu cara termudah!” tukas Joon-young


Sesaat kemudian, perkelahian itu berakhir.. karena para direksi datang dan melakukan ‘sidang’ mendadak di tempat kejadian. 

Pihak lawannya Joon-young, mengaitkan kejadian ini dengan foto-foto pertemuannya dengan Yeon-hee yg merupakan istrinya Dong-hoon. Namun dengan santainya, Joon-young berkilah.. bahwa Yeon-hee sebatas teman kuliahnya saja, dan kebetulan bertemu.. makanya makan bersama..


Satu per-satu petinggi perusahaan berjalan meninggalkan ruangan Joon-young. Pihak lawan, agak geram.. karena tak berhasil mendapatkan apa pun dan malah posisinya yg jadi terancam karena tingkahnya Dong-hoon yg terlalu nekat.


Dong-hoon hendak pergi, tapi sebelumnya Joon-young sempat menyindiirnya: “Kau harusnya menduga ini terjadi saat kau meninjuku. Kau tak berpikir sampai situ, 'kan?”

Maka dengan santai, Dong-hoon bilang: “Kita lihat saja siapa nanti yang menang. Kalau kejadiannya seperti ini, akan sangat memalukan jika kau kalah kelak!”


Kembali ke ruangannya, para pegawai terdiam menatapnya. Maka Dong-hoon berkata: “Bukan apa-apa. Kembalilah bekerja...”


Direktur Wang, menanyai selluruh bawahannya: “Siapa yang menyuruh orang membuntuti Do Joon Young?” 

Namun tak ada satu pun mereka yg merasa, telah melakukan hal tersesbut..


Direktur Oh menelpon (mantan) Direktur Park untuk menceritakan insiden yg barusan terjadi, lalu bertanya: “Apa ini ulahmu?” 

“Ya! Anggap saja begitu!” ujarnya yg sepertinya begitu emosi, setelah mendengar cerita tersebut
Advertisement


EmoticonEmoticon