5/19/2018

SINOPSIS My Mister Episode 12 PART 4

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 12 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 13 Part 1

Ki-hoon menemui Yoo-ra, menceritakan apa yg sebenarnya terjadi dulu: “10 tahun silam, saat kita syuting film itu... aku baru menyadarinya begitu film mulai syuting. Aku sudah menduga aku akan gagal kalau merilisnya. Dan aku merasa karirku akan berakhir. Saat itulah aku menyadari, aku pernah dikenal sebagai sutradara jenius cuma karena aji mumpung saja. Tapi, Aku juga ingin menjadi hebat. Aku ingin diingat sebagai sutradara yang jenius. Walau itu artinya aku tidak akan pernah syuting film lagi dan mati kelaparan... Aku ingin diingat sebagai sutradara jenius. Makanya aku menyalahkanmu. Semakin aku memarahimu... kau jadi makin panik... dan ketika aku melihat aktingmu jelek... aku malah lega...”


[... ‘Aktinglah lebih jelek lagi! Lebih jelek lagi! Karena dengan begitu, film ini akan dibatalkan! Film ini dibatalkan karena dia, bukan aku!’ ... ] 

Begitulah, kaliamt yg terus terngiang dalam kepalanya kala itu, “Ketika perusahaan produksi membatalkannya setelah melihat hasil syuting kami... aku merasa lega. Yang paling parahnya dari orang-orang yang seperti aku itu... mereka mengenali siapa target mereka. Mereka mengenali siapa yang gampang dihancurkan. Kaulah yang ditargetkan. Jadi kenapa kau membiarkannya menargetkanmu? Kau harusnya melawan. Harusnya kau lawan dia kalau dia terus memarahimu! Jika kau melakukannya saat aku menyutradaraimu..., aku pasti takkan menjadi seperti ini. Setelah aku marah begitu padamu, aku benci diriku sendiri... sampai akhirnya hidupku sial begini...” papar Ki-hoon


Apa Ki-hoon merasa bersalah? Tentu saja.. karena selama bertahun-tahun, benaknya berkata: "Hidupmu memang pantas sial begini. Karena kau jahat, Park Ki Hoon!"


Sebelum pergi, Ki-hoon sempat berpesan: “Mulai sekarang, bunuh siapa pun yang mencoba menghancurkanmu. Di neraka nanti, aku yang tanggung perbuatanmu!”


Dia pun akhirnya berjalan pergi, meninggalkan Yoo-ra yg hanya bisa menangis terisak sendirian..


Berikutnya, Ki-hoon datang ke bar-nya Jung-hee, menguk segelas bir lalu mendengar obrolan para ajusshi yg bilang kalau Yoo-ra itu mirip Wang Ji-hye.


Tak lama kemudian, Yoo-ra datang dan lansgung menampar Ki-hoon dengan sangat keras, hingga membuat semuanya terkaget-kaget.


Suasana sangat hening, tak ada yg mengatakan apa pun.. mereka diam saja melihat Yoo-ra, yg malah mendorong badan Ki-hoon dengan kepalanya, lalu menangis di dadanya..


Sesaat kemudian, mereka duduk berduaan di depan bar Jung-hee. Entah bagaimana prosesnya, tapi sekarang.. mereka sudah baikan, bahkan jadian...


“Jika kau mau mencampakkanku, aku akan membunuhmu..”

“Kalau kau juga mau mencampakkanku, aku juga akan membunuhmu..”

“Aku ini tukang bersih keliling. Kau, aktris. Tentu saja kau akan mencampakkanku..”

“Ayo kita berjanji, jangan saling mencampakkan..”

“Janji...”


“Tapi kalau sampai menikah, sepertinya agak susah.”

“Aku juga masih punya hati nurani...”


Dalam bar, Sang-hoon mengobrol dengan Jung-hee, membicarakan Ki-hoon dan Yoo-ra: “Mereka berdua pacaran? Ya, 'kan?”

“Sepertinya mereka pacaran. Tapi, Kenapa hubungan mereka tak maju-maju?”

“Hanya pemula yang maju langkah demi langkah. Kalau urusan hubungan, itu terjadi begitu saja. Jadi karena itu kau...”

“Apa? Selesaikan pertanyaanmu.

“Tak jadi. Maaf...  kurasa aku sudah menduga hubungan mereka jadi seperti ini. Tapi menurutku... Inilah akhirnya. Aku cuma bilang saja...”


Pulang kerumah, Ki-hoon langsung teriak menceritakan pada ibunya, kalau dia punya pacar. Tapi.. Ibu bersikap cuek, karena telah mengetahui hal ini dari Jung-hee..


Dong-hoon datang ke kesai, dia masuk untuk mengecas ponsenya, lalu keluar lagi untuk mengobrol dengan para ajussi.


“Kau telat. Kakak sama adikmu sudah pulang. Kau tadi belum datang, sih. Sayang sekali..”

“Memang ada apa?”

“Tadi itu seperti film. Tadi kami membicarakan kalau si Yoo Ra mirip dengan Wang Ji Hye. Tapi tepat pada saat itu juga, si Yoo Ra datang. Jadi kami langsung menyuruhnya duduk. Tapi dia pergi ke arah Ki Hoon dan memukul si Ki Hoon..”

“Serius?”

“Ya.. Jadi kami duduk sambil terkaget-kaget... sewaktu dia mendorong Ki Hoon ke dinding. Terus dia menangis di pelukannya. Padahal 'kan Ki Hoon tak suka dipukul orang. Aku sampai heran. Ya, 'kan? kami duduk di sana sambil terkaget... sewaktu mereka keluar pintu. Aku sampai tak mengerti..”


Ponsel Dong-hoon berdering, “Dong Hoon! Ada telepon!” teriak Jung-hww, namun Dong-hoon tak mendengarnya.

Ketika melihat siapa penelponnya, Jung-hee kaget bukan main.. karena itu dari Gyeom-deok. Dia sengaja tak mengangkatnya, tai kemudian Geyeom-deok mengirim pesan, maka Jung-hww mwmbalsanya, seolah dia adalah Dong-hoon..


‘Sepertinya ini penamu. Kau sudah tidur?’

‘Aku lagi minum’

‘Sama orang kantor?’

`Tidak, aku lagi sama Jung Hee. Apa kau tidak memikirkan Jung Hee lagi?’

‘Memikirkan dia, apaan. Aku melihatnya waktu aku mengantarmu kesana waktu itu. Dia belum berubah sama sekali’


Membaca pesan itu, seketika membuat Jung-hww tak kuasa menahan tangisnya...


Esok hari, saatnya diadakan Wawancara Komisi Eksekutif untuk Kandidat Direktur. Tapi secara mendadak, pihak Direktur Yoon meminta Ji-an unntuk diwawancara pada hari ini...


Meski itu keputusan yg sangat mendadak, tapi pada akhirnya moderator menyetujuinya..


Ji-an dipanggil masuk, dan semuanya terkejut.. tapi Ji-an sendiri nampak begitu tenang..


Dalam ruangan, dia lansgung diminta untuk menceritakan segala hal yg ingin diceritakan seputar tempat kerjanya ini,

“Dalam budaya kerja semacam ini... di mana orang-orang diperlakukan berdasarkan latar belakang... saya memutuskan diam-diam bekerja di sini seolah saya tidak ada di sini. Saya tak pernah diajak makan malam perusahaan... dengan ajakan yang lembut seperti itu... sampai akhirnya Manajer Park mengajakku saat itu. Manajer Park tidak pernah membedakan mana... karyawan tetap, mana karyawan kontrak..” paparnya


Namun Direktur Park, langsung bertanya: “Jadi kau menyukainya?”

“Ya.. Saya menyukainya” jawab Ji-an, “Saya menghormatinya...” jelasnya

Tak cukup itu saja, Ji-an lanjut memaparkan: “Saya sudah terbiasa diabaikan... jadi saya tidak berharap banyak dari orang lain... dan saya tidak pernah berusaha ingin dipuji orang. Tapi sekarang... Saya ingin giat bekerja. Saya tak tahu apa karena saya menyukai seseorang... maka akan membuahkan hasil yang tak menguntungkan... tapi walau Anda sekalian memecat saya hari ini... ini pertama kalinya saya diperlakukan seperti manusia. Dan saya pikir... saya bisa menjadi pribadi yang baik setelah bekerja di sini. Jadi saya akan selalu merasa bersyukur pada Manajer Park...”


Bersamaan dengan itu, presdir masuk.. dia pun mendengar lanjutan perkataan Ji-an, yg bilang: “Selama tiga bulan saya bekerja di sini... Hidup saya terasa lebih hangat dibanding yang pernah saya rasakan selama 21 tahun hidup saya. Setiap kali saya melihat gedung ini, perasaan saya senang dan saya akan selamanya mendoakan yang terbaik bagi Saman E & C”

Masih ingin menjatuhkan Dong-hoon, maka Direktur Yoon bertanya pada Ji-an: “Jadi, sampai mana (hubungan) kalian berdua?”

“Sampai rumahku..” jawab Ji-an, “Kami tinggal satu kompleks..” jelasnya


Wawancara selesai.. Ji-an kembali ke ruangannya, dan Dong-hoon lasngung dipanggil untuk menghadap Direktur Kim, mereka berbincang dalam ruang rapat.


Direktur Kim, tersenyum sambil memuji Ji-an: “Lee Ji An memang cerdas sekali dan pandai bicara. Ia berhasil! Kita berhasil!!”


Saat berjalan pulang, presdir samapi berpesan pada Direktur Eksekutif Wang, untuk mengatur cara makan malamnya dengan Dong-hoon..


Malam harinya, Dong-hoon bertemu dengan Jian di kedai tempat mereka bisa makan bareng. 

“Kau berani sekali. Tapi... Pribadiku tidak sebaik penjelasanmu saat kau diwawancara...” Jelas Dong-hoon


“Kau orang yang baik. Kau orang baik. Sangat... Baik....” ucap Ji-an 


Advertisement

8 comments

Makasih :) lanjutttt ep 13 ny ;) Joon Young makin tersudut krna gx ada yg membela ny di saat seperti ini kecuali Direktur Yoon, Ji An malah menyerang balik Joon Young & Mmbela Dong Hoon ;), sinopsis A Poem A Day jga donkkk ;) makasih #JanganLama2 ditunggu sinopsis2 selanjut nyaaa :)

Semangat nulis sinopsisnya..
Suka dgn cara penulisannya, sehat selalu mbak dahlia

min lanjut min, semangattt ^^. prnasaraan

mba dilanjut dunkkk,udh bulak balik lom nongol2 jg,hehe

Mba ini kalo ga mu dilanjut lagi mendingan dihapus aja deh, cape bolak balik gada lanjutannya... bikin kerjaan ko setengah2...

Mbak asti'e, mungkin saja writer nim sedang ada kesibukan lain atau terhambat karena satu lain hal. Kita cuma bisa nunggu mbak, sudah syukur writer nim bersedia meluangkan waktu dan tenaga buat nulis, jadi kita bisa baca secara gratis. Kalau mau cepat pengen tahu lanjutannya monggo bisa download filmnya ☺

Mbak readers semuanya, saya perwakilan admin minta maaf.. karena upate sinopsis yg molor. Makasih mbak @Faradis dan readers lain udah sabar menunggu, hehehe...

Adminnya lagi pada sibuk dan ada yg sakit juga, jadi untuk sementara waktu yg handle postingan cuman satu admin. Mohon dimaklum yaaaaaaa :D


EmoticonEmoticon