5/03/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 11 PART 1

SINOPSIS A Poem A Day Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 10 Part 4

Jae Wook sedang membaca materi kesehata, kemudian dia menerima pesand ari Myjng Cheol yang memintanya untuk mengirimkan materi padanya. Jae Wook setuju untuk mengirimkan materinya.


Setelah itu, perhatian Jae Wook kembali tertuju pada pesan-pesan yang dikirimkan Bo Young dulu. Ia merasa ada sesuatu yang aneh pada perasaannya, lalu menyimpan ponselnya kembali.


A Poem  A Day Episode 11 – Betapa Bodohnya Dirimu


Petugas toko buku memberitahu Bo Young bahwa buku kumpulan puisi berjudul ‘MUsim Hujan yang Indah’ sudah tidak dicetak, jadi sudah tidak ada lagi di seluruh penjuru negeri. Bo Young mengerti. Min Ho bertanya kenapa Bo Young mencari buku yang sudah dicetak.


Bo Young bilang ia lama menyukai buku itu, dan baru sadar kalau dia belum memilikinya. Min Ho merasa aneh, karena Bo Young ingin membeli buku yang sudah dibacanya. Menurutnya, jika seseorang sedih atau bahagia, tinggal mengatakannya saja. Ia bilang ia ikut Bo Young kesana hanya karena merasa bosan.


Bo Young mengambil buku kumpulan puisi yang akan disimpan Min Ho ke rak. Tertulis nama pengarangnya Mok Hye Young. Bo Young bilang Hye Young adalah teman SMA-nya. Bo Young ikut merasa senang dan iri sekaligus karena tidak bisa menulis puisi karena terlalu sibuk mencari nafkah.


“Ah, aku mengerti, Ibu. Berhentilah mengomel. Kubilang aku mengerti!” kata Min Ho di ponselnya. Bo Young lalu keluar dari toko dan membawakan Min Ho sebuah buku kumpulan puisi..


“Apa ini? Hei, ini buku puisi anak SD. Bukankah khusus untuk anak SD?” prots Min Ho. Bo Young bilang itu cocok untuk Min Ho. “Tidak usah.” Bo Young bilang itu hadiah sebagai tanda terima kasih karena sudah mengajaknya ke pantai dan menyemangatinya.


Seperti biasanya, Bo Young turun dari mobil lebih dulu, sedangkan Yoon Joo memakirkan mobilnya. Bo Young melihat Jae Wook sudah ada di depan pintu lift. Ia terdiam dan baru melangkah lagi setelahJae Wook masuk lift.


Shi Eun menyapa Jae Wook dan mengatakan bahwa dia ingin menghadiri seminar Jae Wook kemarin, tapi ia lupa. Yoon Hee yang sedang sibuk dengan ponselnya menanyakan foto profil Min Ho yang sedang bersama Bo Young. “Kalian bahkan melihat kembang api. Ada apa dia antara kalian?” goda Shi Eun. Jae Wook pura-pura sibuk dengan berkas yang diberikan Shi Eun tadi.


Min Ho: “Apalagi? Ya, seperti yang terlihat. Kami hanya pergi ke pantai dan bermain kembang api.”
Shi Eun: “Omo, kalian berdua berkencan?”
Yoon Hee: “Yah, Woo Seonsaengnim kan dulu punya cinta sepihak pada Min Ho. Apakah akhirnya cinta itu berbalas sekarang?”


Jae Wook memuji berkas buatan Shi Eun, lalu masuk ke kantornya. Min Ho lalu berbisik bahwa mereka sebenarnya dengan Nam Woo dan Joo Yong. Shi Eun dan Yoon Hee kecewa karena tidak ada hal menarik.


Min Ho menghampiri Bo Young yang baru keluar dari ruang ganti dan menunjukkan foto mereka semalam di ponselnya. “Hei, apa ini? Daebak,” kata Bo Young senang.


Dari ruangannya, Jae Wook bisa melihat Bo Young yang tertawa ceria. Ia mengingat kembali saat menolak cinta Bo Young. Ia kemudian menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya agar melupakan hal itu.


Bo Young memperkenalkan dirinya kepada seorang pasien bernama Gyu Min yang terlihat sangat murung. Gyu Min tidak menjawab sapaan Bo Young dan menurut saja ketika Bo Young mendorong kursi rodanya untuk memulai terapi pertama.


Myung Cheol mengatakan bahwa Gyu Min adalah pemain tim nasional dan sebentar lagi ada pertandingan di luar negeri, tapi baru saja mengalami kecelakaan mobil dan tidak bisa main sepak bola lagi. Mereka berdua merasa kasihan pada Gyu Min.


Gyu Min tiba-tiba meminta Bo Young untuk menghentikan terapinya. Bo Young bilang mereka masih punya waktu 10 menit, tapi karena tahu sesi pertama sangat sulit, maka ia setuju untuk menghentikan terapinya dan mereka akan kembali bertemu saat terapi sore.


Bo Young mendorong kursi rodanya dan mengatakan bahwa berikutnya adalah terapi sling. “Apa? Kusangka sudah selesai untuk hari ini?” tanya Gyu Min terkejut. Bo Young bilang yang tadi hanya terapi dasar. “Lupakan! Aku mau pergi saja.”


Jae Wook mendengar teriakan Gyu Min. Gyu Min bahkan tidak mau mendengar bujukan ibunya. “Kau sungguh ingin berhenti?” tanya Jae Wook. Gyu Min mengiyakan. “Aku mengerti. Kalau begitu, aku tidak akan menerapimu.” Ibu Gyu Min protes. “Terapi tidak akan efektif jika dia tetap tidak ingin bekerja sama. Aku akan membatalkan semua terapi hari ini, Bu.” Gyu Min lalu pergi sendiri dan ibunya mengejarnya.


Yoon Joo merasa heran karena Jae Wook bisa membatalkan terapinya begitu saja. Begitu juga dengan Bo Young, tapi mereka tidak bisa mengatakan apa-apa.


Dae Bang membaca pesan-pesan yang ia kirimkan pada Yoon Joo tentang pilihan restoran dan menunya. Tapi Yoon Joo malah membalasnya dengan ‘Lupakan. Aku tidak ingin makan bersama lagi. Kim Dae Bang adalah pasienku dan tidak dibenarkan makan bersama pasien.’ Dae Bang merasa kecewa. Ia meremas gelas kopinya dan melemparnya ke tempat sampah.


Saat akan pergi, Dae Bang malah berpapasan dengan Yoon Joo. “Apa benar kita tidak akan makan bersama?” tanya Dae Bang. Yoon Joo bertanya berapa kali ia harus mengatakan itu. “Maafkan aku,” kata Dae Bang lalu pergi.


Dae Bang baru saja menjalani rontgen bersama Joo Yong. Joo Yong bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi karena kelihatannya Dae Bang sedang memikirkan sesuatu. “Bagaimana kau tahu Joo Yong, Joo Yong? Aa kau melakukan X-ray pada hatiku juga?” tanya Dae Bang yang membuat Joo Yong semakin heran.


Dae Bang menceritakan Yoon Joo yang menolak makan bersama karena dia adalah pasiennya. Joo Yong bilang seharusnya Dae Bang senang karena tidak perlu mengeluarkan uang. “Seonbae, apa mungkin kau menyukai Kim Yoon Joo Saem?” tanya Joo Yong. Dae Bang bilang ia hanya ingin berterima kasih atas perawatannya.


“Wah, badannya bagus,” gumam Dae Bang ketika melihat ada pasien baru di kamarnya. Ia masuk dan menyapanya, “Kau pasti pasien baru.”


Pasien itu menoleh dan memperkenalkan dirinya sebagai Ha Seok Jin. (Seok Jin jadi came hehe. Sebelumnya dia main di Radiant Office, Drinking Solo, dll. Dan proyek terbarunya adalah Your House Helper yang nantinya akan menggantikan Suits yang baru aja tayang pekan lalu). Dia bilang dia mengalami kecelakaan mobil sehingga punggung dan pergelangan tangannya sakit.


Dae Bang bilang ia sebelumnya merasa bosan karena sendirian. Ia kemudian mengajak Seok Jin menonton M-Countdown dan TWICE sedang tampil. Dia bahkan mulai ikut menari, tapi ia ingat bahwa Cross (yang belum baca sinopsisnya, cek juga di blog ini ya) juga sedang tayang. Ia terus-terusan mengganti channelnya.


Seok Jin merebut remotnya dan bilang kalau ia sudah merencakan menonton M-Countdown sejak kemarin. Dia juga sudah merencakan apa yang akan ia tonton setelahnya sampai malam nanti. Dae bang merasa kagum. “Ya. Aku sangat cepat dalam membuat keputusan. Aku tidak bisa membuang waktuku untuk membuat keputusan. Sebab itu julukanku adalah Ahli Pembuat Keputusan,” kata Seok Jin. Dae Bang bilang ia malah sangat plin-plan. “Begitukah? Kalau begitu, mari menonton M-Countdown, Tuan Plin Plan.” Seok Kin mengedipkan sebelah matanya.


Bo Young dan Myung Cheol merasa khawatir karena Gyu Min sudah terlambat 15 menit dari jadwal terapi sorenya. Shi Eun yang baru saja menutup telepon mengatakan bahwa Ibu Gyu Min membatalkan janji terapi karena anaknya terus menolak. “Apa?” kata Bo Young terkejut.


“Kudengar Ye Seonsaengnim bersikap sangat kejam padanya. Mungkinkah itu alasannya menolak terapi?” kata Shi Won. Myung Cheol menyuruh Bo Young untuk menemui Gyu Min dan membujuknya.


Gyu Min bilang ia tidak mau menerima terapi. Bo Young bilang ia mengerti kalau Gyu Min pasti sedang merasa kesal, tapi jika menolak terapi maka itu akan membuat ibunya sedih. Jae Wook datang.


“Aku tidak datang untuk menghibut atau meyakinkanmu. Aku datang untuk memperingatkanmu. Ada banyak pasien yang sangat ingin mendapatkan terapi. Waktu terapi yang tidak kau menfaatkan mungkin tidak berarti apa-apa untukmu, tapi berharga bagi pasien lain. JIka kau tidak ingin diterapi, aku menyarankanmu menyerah atas jam terapimu,” kata Jae Wook dingin.


Bo Young semakin terkejut ketika Jae Wook mengancam akan bicara dengan dokter Gyu Min untuk menghentikan semua jadwal terapi jika besok Gyu Min tidak datang. Bo Young lalu menyusul Jae Wook yang keluar dari kamar rawat.


“Ye Seonsaengnim,” panggil Bo Young. “Apa maksud Anda dengan membatalkan semua terapinya?” tanya Bo Young setelah berhasil menyusul. Tapi Jae Wook tidak menjawab apa-apa dan memilih pergi begitu saja. “Apa-apaan sih dia?”


Min Ho dan Nam Woo melihat Jae Wook pergi dan bertanya pada Bo Young apa yang terjadi. Bo Young tidak menjawab.

1 komentar

  1. Kerennn bangeddd ka.. . Baru baca smpe ep. 9 udah penasaran sama kisah si bo young dan jae wook smga mreka kencan hihihi

    BalasHapus


EmoticonEmoticon