5/07/2018

SINOPSIS A Poem A Day Episode 12 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Poem A Day Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Poem A Day Episode 12 Part 1

Min Ho yakin Bo Young akan gembira saat ia memberikannya buku puisi itu. Joo Yong datang dan memastikan apakah Min Ho benar-benar baik-baik saja karena Dae Bang akan datang kesana karena rumahnya mengalami kebocoran serius.


Joo Yong meminta Min Ho bersiap-siap karena Dae Bang adalah orang yang sangat plin plan dan hanya dialah yang bisa mengatasinya karena dia memiliki kepribadian yang bagus. Ia lalu menerima telepon dari Dae Bang yang sudah sampai di depan asrama.


Dae Bang meminta maaf karena mengganggu waktu libur Joo Yong. Joo Yong memperingatkan bahwa rekan sekamarnya sangat suka bercanda sampai membuatnya kesal. Ia lalu menyuruh Dae Bang masuk lebih dulu karena dia akan membeli air minum.


Dae Bang membawakan kotak tisu dan deterjen sekaligus, karena dia sudah bingung selama satu jam jika harus memilih salah satunya.Min Ho lalu menawarkan untuk melihat kamar mereka.


Dae Bang membuka pintu kamar mandi. “Bercanda. Kamar kami ke arah sini,” kata Min Ho. Dae Bang sanagt terkejut karena Min Ho berani bercanda seperti itu pada orang yang baru dikenalnya.


Bo Young menulis ‘Shin Min Ho izin sakit’ dengan spidol biru. Myung Cheol datang dan menyuruh Bo Young memberitahu kalau Min Ho besok masih diizinkan libur. Bo Young mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik pesan.


Jae Wook mengintip Bo Young dari ruangannya dan langsung menutup tirainya ketika melihat Nam Woo berjalan ke arahnya. “Kenapa sih dia membuatnya sangat kentara? Tidak kelihatan, kan? Tidak, kan? Kami tidak boleh ketahuan,” batin Bo Young.


Nam Woo datang dan bertanya kenapa Bo Young terlihat murung. “Apa? Aku hanya mengkhawatiran sesuatu,” kata Bo Young dengan berusaha menunjukkan ekspresi datar, lalu pergi. Nam Woo melihat tulisan Bo Young di papan tulis.


Nam Woo menghubungi Min Ho dan berkata kalauBo Young sepertinya khawatir, karena Min Ho cedera. Dia jadi yakin kalau Bo Young memiliki perasaan untuk Min Ho dan menyuruhnya segera menyatakan perasaannya sebelum kembali ke Anseung.


Min Ho terlihat senang lalu membaca pesan dari Bo Young yang menanyakan keadaannya. Ia jadi ikut yakin kalau Bo Young benar-benar mencemaskannya. “Yes. Yes. Bagus,” ujarnya gembira. 


Min Ho memberitahu Joo Yong bahwa dia akan menyatakan perasaannya dan mengajaknya ke jamuan hotel. Ia bahkan bercanda pada Dae Bang bahwa dia menyukai Yoon Joo. Dae Bang kesal dan berpikir bahwa tidak akan ada wanita yang menyukai orang yang terlalu suka bercanda seperti Min Ho.


Shi Won mengganti kacamatanya dan bersiap berlatih untuk kontes CPR. Dia bersama Shi Eun dan Yoon Hee masuk lebih dulu, sedangkan Bo Young menjawab ponselnya dengan sangat ramah.


“Kau sudah makan siang? Kalau mala mini kau tidak ada acara, mau nonton film bersama?” ajak Jae Wook. Bo Young bilang ia tidak bisa pergi, karena akan ada acara bersama setelah kontes CPR. “Ah, CP.. Ah.. Berarti hari ini aku tidak bisa bertemu denganmu?” Yoon Joo memperhatikan Jae Wook dari kejauhan dan merasa curiga.


Shi Won menyuruh Bo Young segera masuk ke ruangan untuk latihan.


Bo Young berperan sebagai atlet yang mengalami serangan jantung, tapi Shi Won menegurnya karena aktingnya jelek. Shi Won mencontohkan gerakan olahraganya dengan terlalu bersemangat, sampai menyenggol Bo Young dan jatuh bersama.
16
Jae Wook yang sejak tadi menonton latihan, langsung menghampiri Bo Young karena merasa khawatir. “Sedang apa kau ini?!” teriaknya dengan marah pada Shi Won dan membuat semua orang terkejut. “Woo Seonsaengnim hampir terluka,” katanya sambil membantu Bo Young berdiri. Bo Young member kode dengan memutar-mutar bola matanya.


Jae Wook melembutkan suaranya, “Kau juga, Park Seonsaengnim. Kau hampir terluka. Kau baik-baik saja?” Shi Won mengiyakan setelah Jae Wook membantunya berdiri. “Lee dan Choi Seonsangnim mungkin bisa terluka juga kalau begini. Bagus jika menang, tapi keamanan lebih penting.”


Shi Won bilang ia tidak pernah melihat Jae Wook semarah itu. Yoon Joo datang dan mengatakan kalau itu karena Jae Wook bertengkar dengan kekasihnya lewat telepon. Ia sekarang setuju dengan Shi Won kalau Jae Wook mulai berkencan, tapi Myung Cheol masih belum setuju.


Nam Woo menghubungi Myung Cheol bahwa ia sudah mengambil dokumen dari ruang administrasi. Ia kemudian berhenti di depan sebuah ruangan karena mencium aroma ayam. Seorang wanita berjalan mundur dan menabrak Nam Woo. “Mi Rae?” sapa Nam Woo.


“Oh, Kim Nam Woo,” sapa Mi Rae terkejut. Ia lalu diantar oleh Nam Woo sampai depan rumah sakit. Ia ikut senang, karena setelah pelatihan, Nam Woo bisa mulai bekerja. Mi Rae mengaku bahwa sekarang ia sudah tidak bekerja paruh waktu lagi. Dan yang dia lakukan sekarang adalah membantu orang tuanya di restoran keluarga mereka sambil mencari-cari pekerjaan. Ia lalu pamit pergi.


Mi Rae melambaikan tangannya dan mengingat dulu Mi Rae juga pernah melakukan itu padanya.


Dae Bang kebingungan untuk memilih jjajang atau jjampong untuk menu makan siang mereka. Tapi, Min Ho malah memesan aneka jenis makanan dan ia yang akan membayarnya. Dae Bang berpikir bahwa Min Ho tidak seburuk yang dia kira.


Sambil makan, Min Ho bertanya apa yang harus ia katakan pada Bo Young pada jamuan hotel nanti. “Apakah ‘aku menyukaimu’? atau ‘aku mencintaimu’?” tanyanya. Joo Yong bilang itu sudah kuno. Dae Bang lalu menunjukkan video pernyataan cinta terbaik yang sudah ia kumpulkan dari internet. Min Ho sekarang berpikir kalau Dae Bang tidak seburuk yang dia kira.
Advertisement


EmoticonEmoticon