5/03/2018

SINOPSIS Suits Episode 3 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 2 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 2

“Bagaimana pendapatmu, Jaksa Choi? Korban terus menunjukkan rasa takut jika pelaku membalas dendam dan sudah jelas bahwa pelaku ingin balas dendam. Korban inin agar kau melepaskan pelaku itu. Apa kau setuju?” tanya 1 dari 4 orang yang ada di depan Kang Seok.


“Ya, aku setuju,” kata Kang Seok yang dulu masih berprofesi sebagai seorang Jaksa.


Suits 3 – Selalu Ada Sisi Gelap Dibalik Kebenaran. Oleh karena itu....


Geun Sik menepuk bahu Yeon Woo yang sedang melangkah lemas karena Eun Yong menolak bersaksi atas kasus Mi Sook. Ia memberi kode dengan jarinya bahwa ia selalu mengawasi Yeon Woo. Ia lalu merangkulnya dan berkata, “Seperti yang kubilang, tidak peduli dimana kau melakukan kesalahan, Kemampuan hebatku untuk menemukan peluru akan memburumu dan meledakkanmu. Ayo. Kau mungkin akan meledak atau dipecat, tapi kau harus menunjukkan usaha terakhirmu.”


Yeon Woo hanya menghela napas berat dan masuk ke dalam lift. 2 preman mengikutinya dan menyamakan wajah Yeon Woo dengan foto yang ada di ponselnya. Sementara itu, Yeon Woo menerima pesan dari Se Hee yang memberitahu bahwa Cheol Soon sudah tahu tentang Firm Kang & Ham, jadi mungkin para penjahat akan kesana.


Yeon Woo menyimpan ponselnya dan menyadari bahwa orang yang dimaksud Se Hee ada di sampingnya. Ia ingat bahwa mereka adalah orang yang sama dengan yang berjaga di depan rumahnya dulu.


Yeon Woo keluar dari lift dan melangkah dengan cepat. Kedua preman itu terus mengikutinya. Hingga Yeon Woo kemudian berpapasan dengan Kang Seok.


Kang Seok melihat 2 orang itu dan memegang lengan Yeon Woo. “Siapa kau?” tanyanya. Yeon Woo terkejut dan memilih untuk melarikan diri.


Yeon Woo berlari sampai hampir akan menabrak Ji Na. Kedua preman itu ikut berlari mengejarnya. Kang Seok memperhatikan Yeon Woo dengan sangat serius.


Yeon Woo berlari ke tangga darurat sampai ke atap. Ia berdiri di tepi gedung dan berkata, “Kembalilah. Jika kalian pergi sekarang, aku akan memberikan kopernya malam ini. Itu penawaranku.” Salah satu preman itu bertanya apakah Yeon Woo akan terjun jika mereka tidak mau pergi. “Berdiri di sini tidak ada bedanya dengan diseret oleh kalian. Aku tetap akan mati.”


Kedua preman itu tidak peduli, tapi Yeon Woo bilang jika ia terjun, maka kedua orang itu akan dituduh melakukan pembunuhan. Preman itu bilang seharusnya Yeon Woo mengancam mereka dengan nyawa orang lain, bukan nyawa Yeon Woo sendiri.


Yeon Woo bilang jika ancamannya memang tidak berhasil, maka ia akan melakukannya. Ia berbalik dan menatap ke bawah.


Yeon Woo sudah akan melangkahkan kakinya melewati pagar pembatas, tapi beberapa petugas keamanan yang dibawa Ji Na datang. Salah satu preman mengatakan bahwa mereka sepertinya sudah datang ke gedung yang salah.


“Ngomong-ngomong, aku merasa menyesal atas apa yang akan terjadi pada Cheol Soon. Hahaha...” kata si preman. Petugas keamanan menunjukkan jalannya. “Baiklah, kami pergi.”


Yeon Woo tampak khawatir dan bingung. Ia mundur dari tepi gedung dan melihat Ji Na masih berdiri disana. Ji Na yakin pasti ada alasannya. Ji Na menceritakan alasannya dulu dia tidak menyukai Yeon Woo karena Yeon Woo mencipratkan anda lumpur ke pakaiannya di depan stasiun kereta bawah tanah di hari pertama Yeon Woo bekerja.


“Apa kau tahu tentang pepatah ‘ada seekor kelinci yang tinggal di sisi gelap bulan’? Sepertinya kau juga punya kelinci itu,” kata Ji Na. Yeon Woo bertanya apakah Ji Na ingin bertanya apa yang baru saja terjadi. “Tidak. Kita tidak cukup dekat untuk saling bertanya tentang semua hal. Yang lebih penting lagi, apa kau diizinkan hanya duduk disini seperti ini?”


Kang Seok bertanya dimana Yeon Woo menyembunyikan kopernya dan itu berarti sejak awal Yeon Woo sudah mengabaikan perintahnya dan itu menunjukkan bahwa Yeon Woo tidak sepenuhnya berkomitmen pada pekerjaannya itu. Ia menduga Yeon Woo akan menjual ganja itu, jika pekerjaannya tidak berhasil.


Yeon Woo bilang Kang Seok tidak pernah memberinya kesempatan yang layak dan Kang Seok memilihnya hanya karena dia mudah disingkirkan. Ia bilang ia tidak bisa sepenuhnya percaya pada Kang Seok.


Kang Seok: “Jika kau tidak bisa mempercayaiku, kenapa kau di sini?”
Yeon Woo: “Waktu. Aku tidak pernah mendapatkan kesempatan dalam hidup. Jadi aku membutuhkan waktu untuk mengecek apakah ini adalah kesempatan yang tepat untukku.”
Kang Seok: “Waktu? Apa kau sungguh menggunakan itu sebagai alasan?”


“Aku tidak memberikanmu alasan. Aku memberikanmu penjelasan. Aku tidak mengabaikan perkataanmu. Aku hanya bersikap waspada. Dan tiu bukan berarti aku tidak berkomitmen pada pekerjaan ini. Itulah bagaimana aku hidup selama ini, dan aku membutuhkan waktu untuk memutus semua masa laluku,” kata Yeon Woo.

Yeon Woo bilang seharusnya orang melangkah maju setelah melempar dadu. Tapi ketika dirinya melempar dadu, dia malah berjalan mundur. “Pergilah. Pergi dari pandanganku sekarang juga,” kata Kang Seok.

Yeon Woo bilang bagaimanapun ia akan dipecat oleh Geun Sik. Kang Seok bilang hanya dia yang berhak memecat Yeon Woo. Dan ulah Geun Sik memecat pengacara hanyalah pura-pura untuk menakut-nakuti pengacara baru dan Geun Sik selalu melakukannya setiap tahun.


“Aku tidak peduli apa alasannya. Kau bisa berhenti jika kau menginginkannya. Tapi fakta kau menyalahkan aku atau Geun Sik agak menyedihkan. Aku tidak perlu menjelaskan alasannya, bukan?” kata Kang Seok.


Setelah Yeon Woo pergi, Kang Seok mengambil ponselnya, “Jae Hee, ini aku.”


Yeon Woo pergi keluar gedung dan melihat sekitarnya.


Ia kemudian pergi dengan sepedanya dan berhenti di depan sebuah rumah sakit. Ia duduk sambil menatap tanda pengenal pengacaranya.


Kang Seok menemui Jae Hee, informannya, dan memberikan uang sebagai ganti atas informasi yang diberikannya. “Ah, ada satu lagi,” kata Kang Seok.


Malam harinya, Yeon Woo kembali ke kantor dan duduk di kursi kerjanya. Ia memikrkan kembali kata-kata Kang Seok bahwa dia mengabaikan perintah sejak awal dan tidak berkomitmen pada pekerjaannya. Ia meletakkan tanda pengenalnya di meja, mengambil tasnya, lalu pergi.


Di lobi, Kang Seok bilang bahwa masalahnya ada di tangan Yeon Woo, bukan di dadunya. Yeon Woo menoleh . Kang Seok bilang Yeon Woo terus melempar dadunya, padahal peraturannya berbeda, itulah kenapa Yeon Woo selalu melangkah mundur. Ia bilang Yeon Woo sendirilah yang harus menentukan jenis permaianan dan peraturannya.


Yeon Woo mengambil koper yang ia simpan di loker stasiun.


Jae Hee ada disana dan melaporkannya pada Kang Seok.


Di rumah, Yeon Woo berpikir keras apa yang akan ia lakukan pada ganja-ganja itu. Ia lalu mengganti jasnya.


“Ini aku. Dimana kita harus bertemu?” tanya Yeon Woo melalui ponselnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon