5/04/2018

SINOPSIS Suits Episode 3 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 3

Sementara Yeon Woo bersiap untuk menemui para preman, Kang Seok mendatangi rumah Eun Yong. Eun Yong menyuruhnya pergi dan bilang kalau tidak ada yang ingin dia katakan.Ia ingin menutup pintunya lagi, tapi Kang Seok menahannya dan bilang itu karena Eun Yong memang tidak memiliki rencana untuk memberi kesaksian yang berarti Eun Yong tidak pernah dilecehkan secara seksual. “Omong kosong apa itu? Tolong pergi,” protes Eun Yong.


Kang Seok lalu menunjukkan sejumlah uang yang ditransfer ke rekening Eun Yong, dan itu bisa membuat Eun Yong dipenjara. Eun Yong berkata kalau dia adalah korban. “Kau baru saja melihat buktinya,” kata Kang Seok lalu pergi.


“Aku juga korban!” kata Eun Yong dengan keras, tapi Kang Seok tetap pergi. “Aku juga korban!”


Di markas preman, Yeon Woo menjatuhkan ganja itu dan menyiramnya dengan bensin. “Kalian menyuruhku membuat ancaman dengan nyawa orang lain, bukan nyawaku. Lepaskan Cheol Soon atau aku akan membakar ini,” ancamnya.


Salah satu preman mengeluarkan pisau dan meletakkannya di depan leher Cheol Soon. “Beginilah seharusnya kau mengancam orang,” kata preman itu. Yeon Woo menelan ludahnya khawatir.


Kang Seok tiba-tiba datang dan mengambil pemantik dari tangan Yeon Woo. Ia berkata, “Jika kau ingin menjadi pengacara, buatlah ancaman seperti pengacara. Apa yang kau lakukan di depan klien kita?”  Yeon Woo terkejut dan tidak menjawab. “Kau menculik, mengurung, mengancam dan menyerang klienku. Kau memegang senjata, jadi itu ancaman terburuk. Lebih dari itu, kau akan terkena denda atas pembuatan dan penjualan narkoba. Ini akan membuatmu dipenjara 6 sampai 7 tahun.”


Preman tadi kembali ke tempat duduknya dan tidak mengerti apa maksudnya. Kang Soek bilang ia baru saja memberikan nasehat hukum dan memulai ancamanya. Ia bilang kedua preman itu punya waktu 5 menit


“Kau tertangkap kamera CCTV perusahaanku. Kalian tahu Grup Joseong, kan? Putra mereka ditangka karena penggunaan narkoba. Aku pengacara. Menurut kalian, siapa yang sedang dikejar Polisi? Pengedarnya,” ancam Kang Seok.


“Hahaha... Kau ini.. Kurasa kau tidak tahu siapa aku,” kata si preman. Kang Seok menatap Yeon Woo dan memberi kode agar dia bicara.


“Nama. Cho Dae Jin. Lahir tanggal 1 Juli 1977 di Hapcheon, Provinsi Gyeongnam. Sebelumnya dihukum karena pembuatan dan penjualan narkoba dan penyerangan,” kata Yeon Woo. Kang soek bilang jika tertangkap lagi, maka Dae Jin bisa dijatuhi hukuman seumur hidup. Dae Jin lalu menyuruh mereka membawa Cheol Soon dan pergi saja.


Kang Seok mengembalikan pemantiknya pada Yeon Woo. Yeon Woo lalu menjatuhkan pemantik itu dan ganjanya terbakar seketika. Dae Jin sangat marah. Kang Seok bilang ia adalah seorang pengacara yang tidak mungkin mengabaikan TKP yang sudah dilihatnya. “Kau mau mati?! Kau tahu berapa nilainya?!” kata Dae Jin.


Kang Seok bilang Dae Jin harus mengeluarkan uang 30.000 dollar untuk biaya pengacara. “Pekerjakan aku sebagai pengacaramu, jadi aku tidak akan bersaksi melawanmu,” katanya. Dae Jin berusaha menyerang, tapi Kang Seok mengalahkannya dengan mudah. “Kau memiliki waktu 1 menit, lalu Unit Investigasi Narkoba Kepolisian Gangnam akan datang.”


Dae Jin yang masih kesakitan karena tadi dikalahkan Seok dan juga temannya merawa khawatir, karena sudah mendengar sirine Polisi. “Tanda tangan di sini. Atau kalian akan masuk penjara,” kata Kang Seok.


Kang Seok bilang dalam sebuah permainan kotor, Yeon Woo hanya akan melangkah mundur setelah melemparkan dadu. Ia mengingatkan bahwa yang memilih permainan dan peraturannya adalah Yeon Woo sendiri. Ia memberikan berkas kasus pro bono sebelumnya dan menyuruh Yeon Woo menyelesaikannya dan jika besok Yeon Woo muncul di pengadilan besok, maka Yeon Woo tetap menjadi rekannya.


Sambil membersihkan lukanya, Cheol Soon menyebut Yeon Woo luar biasa karena sudah bisa menjadi pengacara. Yeon Woo menghajarnya, lalu mereka mulai berkelahi.


“Kau pernah peduli dengan orang lain selain dirimu? Kesempatan? Apa ini kesempatan bagus?” tanya Yeon Woo. Cheol Soon bilang tidak seharusnya Yeon Woo membawa narkoba itu. “Kau pikir bisa hidup bahagia selamanya dengan Se Hee? Jika dia tahu kau menghasilkan uang dengan menjual narkoba...” ucapan Yeon Woo terhenti.


Se Hee datang dan mendengar perkataan Yeon Woo. Cheol Soon merasa putus asa dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Yeon Woo berjalan mendekati Se Hee dan menatapnya. Ia lalu bicara pada Cheol Soon, “Sebaiknya kita tidak bertemu lagi. Jangan hubungi aku lagi,” Ia lalu pergi dan tidak mempedulikan panggilan Se Hee.


Yeon Woo kemudian pergi menemui neneknya di rumah sakit. Saat neneknya melihat lukanya, ia hanya bilang itu karena terjatuh dari sepeda. Neneknya bilang wajar jika seseorang sangat sibuk dalam pekerjaan pertamanya. Nenek bilang ia juga seperti itu saat harus mengurus Yeon Woo sendirian saat orang tuanya meninggal.


“Nenek, aku sudah mengakhiri semuanya dengan Cheol Soon. Kali ini sungguhan,” kata Yeon Woo. Neneknya merasa lega. “Nenek tidak marah?” Neneknya bilang mengakhiri hubungan adalah hal yang sulit, bahkan walaupun itu adalah hubungan yang tidak baik. “Maafkan aku, Nek.” Neneknya memita agar Yeon Woo melepaskan mereka yang harus pergi, dan menyambut mereka yang baru datang.


Saat Yeon Woo datang dengan sepedanya, Kang Seok mengecek jam tangannya. Ia melemparkan tanda pengenal pengacara Yeon Woo dan menyebutnya sangat mudah datang kembali, padahal sebelumnya begitu bertekad untuk pergi. “Maaf mengecawakan Anda,” kata Yeon Woo.


Kang Seok bilang bukan minta maaf, tapi Yeon Woo harus melakukan yang terbaik dan tidak mengecewakannya dengan melakukan hal bodoh. Yeon Woo mengerti.


Yeon Woo menemui pengacara lawan dan memberitahu bahwa mereka masih punya waktu 5, 5 menit sebelum sidang. Ia mengatakan bahwa Eun Yong juga korban dan dipaksa untuk melakukan sumpah palsu. Ia menunjukkan bukti transfer dan mengatakan bahwa itu bisa mengubah kasus perdata mereka menjadi pidana.


Pelaku bilang ia adalah pengusaha yang lebih memahami hukum. Ia menebak Yeon Woo adalah pengacara pemula yang belum pernah menghadiri persidangan. Ia bilang tidak ada yang namanya tuntutan atas percobaan sumpah palsu.


Yeon Woo melihat ke arah Kang Seok sejenak, lalu menirukan kata-katanya saat mengalahkan serangan Dae Jin semalam bahwa penjahat tidak bisa melarikan diri dan akan menerima ganjarannya. Ia juga bilang kalau ia tahu alasan Pengacara Hwang menutup matanya atas hal itu, tapi itu adalah sebuah pelanggaran hukum.


Pengacara Hwang hanya terdiam saat Yeon Woo menyebutkan beberapa pasal pelanggaran tentang Undang-Undang Pengacara Hukum. Ia juga bilang bahwa Tuan Yoo, pelaku, akan dituntut karena mengganggu pengacara dalam menjalankan tugasnya.


Yeon Woo mengakui bahwa dia adalah pengacara pemula yang hanya bisa memberikan nasehat hukum. Sedangkan, semua tuduhan akan ditangani oleh Kang Seok yang tidak pernah kalah satu kasus pun sampai sekarang. “Dia jagoan Firma Kang & Ham,” katanya.”


Tuan Yoo gelisah dan Pengacara Hawang membisikkan sesuatu padanya. ”Apa yang kau inginkan, Pengacara Choi?” tanya Pengacara Hwang. Kang Seok mengedikkan bahunya dengan maksud meminta Yeon Woo yang bicara.


Yeon Woo menuntut 45.000 dollar atas pemecatan yang tidak adil dimana nilai tiu setara dengan pendidikan anak korban selama 14 tahun, dimana sekarang masih berusia 6 tahun. Ia mengajukan tambahan 45.000 dollar lebih lagi untuk biaya kuliahnya, atau mempekerjakan korban kembali.


“Tidak. Aku tidak mau melihatnya lagi,” kata Mi Sook. Tuan Yoo melihat ke arah korban, tapi Mi Sook tidak peduli. Yeon Woo mengangguk mengerti.


Kang Seok lalu mengajukan 100.000 dollar untuk mengganti kerugian emosional yang dialami Mi Sook dan 300.000 lagi atas pelecahan secara seksual, jadi totalnya 490.000 dollar.


Tuan Yoo: “Apa? Kau gila?!”
Kang Seok: “Kenapa? Kau pikir aku akan bermurah hati dengan semua hal gila yang kau lakukan sekarang?”


Yeon Woo sudah akan memberikan dokumennya, tapi ia kemudian meminta Tuan Yoo untuk meminta maaf kepada korbannya. Tuan Yoo bilang ia sudah setuju untuk membayar kompensasinya. “Kurasa Anda keliru. Uang hanya alatnya. Yang terpenting adalah Anda menyesal dan minta maaf. Jika tidak mau... Apa yang harus kita lakukan?” kata Yeon Woo.


“Pengacara Hwang, bagaimana menurutmu?” Kang Seok bertanya balik pada pengacara pelaku. “Haruskah kita mulai dari awal?” Pengacara Hwang meminta kliennya agar setuju.


“Aku akan minta maaf. Maaf,” kata Tuan Yoo dan langsung bergegas pergi setelah menandatangani persetujuan kompensasinya.


Yeon Woo bertanya bukankah dia tampak mengesankan sebagai pengacara pemula. “Tidak. Anda tampak seperti pengacara yang sesungguhnya. Terima kasih banyak, Pengacara Go,” kata Mi Sook.


Dipanggil seperti itu membuat Yeon Woo tersipu malu. Ia lalu menyusul Kang Seok yang sudah pergi lebih dulu.


Kang Seok menjawab ponselnya, “Ya. Baiklah. Baik, sampai besok.” Yeon Woo berlari menghampirinya dan mengajaknya tos.


“Sedang apa kau?” tanya Kang Seok. Yeon Woo mengangkat tinjunya dan meminta tos. “Apa?” Yeon Woo menurunkan tangannya dan menghela napasnya. “Kapan kau akan memakai pakaian yang cocok?”


Yeon Woo bilang ia tidak punya waktu untuk itu. “Jangan jadikan waktu sebagai alasan,” protes Kang Seok. Yeon Woo bertanya apakah ia harus membelinya sekarang. “Sekarang? Kau tidak punya waktu. Aku ingin kau tiba di perusahaan dalam 30 menit. Jika terlambat  1 menit, aku akan mempertimbangkanmu untuk berhenti.”


Advertisement

1 komentar:

Semangat kakak, suka banget sama dramanya... 😍😍😍


EmoticonEmoticon