5/05/2018

SINOPSIS Suits Episode 3 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 3

Yeon Woo berlari dan kecewa karena Kang Seok sudah ada di ruangannya. “Kau terlambat 2 menit 48 detik. Dia menyuruhku mengambil kartu karyawanmu, jika lebih dari 1 menit. Apa yang harus kulakukan?” kata Da Ham. Yeon Woo memintanya menolongnya. “Aku bukan penyihir. Bagaimana bisa menyelamatkan orang yang sudah mati?”


Kang Seok datang dan bertanya berapa lama Yeon Woo terlambat. “48 detik,” kata Da Ham. Kang Seok menanyakan proposal Perusahaan Soonhan. “Aku meletakkannya di meja Yeon Woo.”


Yeon Woo berterima kasih pada Da Ham, lalu menyusul Kang Seok.


Kang Seok menyebutkan nama Nyonya Bae dari Perusahaan Soonhan adalah klien VVIP sejak firma didirikan. “Perusahaan itu hanya pasta cabai merah,” kata Yeon Woo. Kang Seok melarangnya merendahkan pasta cabai merah, karena nilainya tinggi dan menirukan akting bintang iklannya. Ia bilang ia pandai berakting dan itu bermanfaat dalam tugasnya.


Kang Seok meminta Yeon Woo untuk menghafalkan proposal Soonhan untuk membangun cabang di Amerika besok dan menulis kontrak komisi. Yeon Woo bilang ia tidak tahu caranya dan meminta Kang Seok mengajarinya. “Aku tidak akan mengajarimu. Cari tahu sendiri,” kata Kang Seok lalu masuk ke ruangan Ha Yeon.


Ha Yeon merasa senang karena Kang Soek menyelesaikan kasus pro bono tanpa persidangan. Ia lalu memberikan sebuah dokumen dan mengatakan bahwa CEO Seong dan Direktur Nam dari Seoju Airlines akan menyelesaikan gugatan perceraian.


Ha Yeon bilang tim hukum Seoju Airlines sudah mengurusnya, tapi sekarang kasusnya sampai ke pengadilan. Ia bilang Direktur Nam sudah memilih Firma Kim & Jo sebagai perwakilan hukumnya. Kang Seok tidak terlalu tertarik, tapi Ha Yeon membujuknya bahwa suatu saat bisa saja Firma mereka berubah nama menjadi Firma Kang & Choi.


Kang Seok bertanya siapa pengacara lawannya. Ha Yeon bilang ia tidak tahu, lalu menanyakan kabar rekan baru Kang Seok dan kapan akan menemuinya.


Yeon Woo menemui Ji Na untuk meminta bantuan lagi dan akan memberikan kompensasi atas bantuan Ji Na saat menangani kedua preman itu sebelumnya. Ji Na setuju untuk membantu lagi dan Yeon Woo bilang itu berkaitan dengan kontrak royalti untuk cabang luar negeri.


Ji Na: “Itu cukup rumit. Aku akan melihat formulirnya dan mengirimnya padamu.”
Yeon Woo: “Oke.”
Ji Na: “Sekarang, apa kompensasimu.”
Yeon Woo: “Aku akan mentraktirmu makan malam.”


Geun Sik menyindir apakah Kang Seok akan mendapatkan promosi setelah menyelesaikan kasus pro bono. Kang Seok lalu melarang Geun Sik untuk menganggu Yeon Woo lagi dan menyuruhnya mengatasi perut buncitnya.


Geun Sik merasa kecewa lagi karena kasus perceraian kedua pimpinan Seojung Airlines akan ditangani oleh Kang Seok.


Geun Sik mengeluarkan alat perekamnya. “25 April 2018. Indeks debu halus hari ini 162 mikrometer. Ini hari yang buruk. Indeks ketidaknyamanan karena penghinaan, 825 mikrometer. Ini sungguh, sungguh, buruk sekali.”


Geun Sik memergoki Yeon Woo keluar dari ruangan Ji Na dan mengatakan bahwa ada peraturan bahwa dilarang berkencan saat bekerja. Yeon Woo bilang ia hanya meminta bantuan Ji Na, tapi Geun Sik tidak peduli. Geun Sik mengajak Yeon Woo untuk makan bersama malam nanti.


Para reporter sudah berkumpul saat CEO Seong datang ke firma. Mereka bertanya apa alasan perceraian itu. Kang Seok bilang Direktur Nam sudah datang dan mempersilakan CEO Seong masuk.


Kang Seok bilang pihaknya bisa membatalkan gugatan, jika Direktur Nam bersedia berdamai. Direkur Nam bilang ia tetap menolak perceraian dan akan melindungi istri dan kedua anaknya Jun Ho dan Jun Hee sampai saat terakhir.


“Anak-anak kita dan aku tidak butuh bantuanmu,” kata CEO Seong. Kang Seok meminta maaf karena menyarankan agar tidak sampai ke persidangan, namun dengan bahasa yang kasar. Ia lalu bertanya dimana pengacara Direktur Nam.


Kang Seok terlihat terkejut, ketika melihat pengacara lawannya datang. “Jika Anda datang lebih lama, akan merugikanku,” kata Direktur Nam.


Pengacara lawan yang bernama Ju Hee itu menyapa Ha Yeon. Ia ternyata baru sebulan ini kembali dari Amerika. “Lama tidak bertemu, Kang Seok. Sudah 13 tahun, ya?” sapanya. Direktur Nam menetapnya bingung. “Oh, kami saling kenal. Kami satu kuliah dan menjadi jaksa bersama untuk sementara waktu.”


Ha Yeon bingung harus berkata apa, ketika Kang Seok bertanya apakah dia sudah tahu siapa pengacara lawannya. Kang Seok lalu pamit pada seluruh peserta rapat dan mengajak Ju Hee bicara empat mata.


Yeon Woo sedang sibuk membuat perjanjian merk dagang, ketika Geun Sik datang sambil memakai kalung rantai dan topi bling-bling. Yeon Woo bilang ia sedang sibuk. Geun Sik menarik kursi Yeon Woo menjauh dan mengecek komputernya.


Geun Sik lalu mengirimkan file itu kepada Pengacara pemula lain dan menyuruhnya mengerjakan dokumen yang harus selesai besok pagi. Geun Sik bilang semua perkataannya adalah perintah, tapi Yeon Woo tetap tidak mau pergi bersamanya. “Apa?” kata Geun Sik.


“Pengacara palsu itu dan pemecatan palsu. Anda berakting untuk menakutiku. Aku tahu Pak Jeong petugas keamanan, bukan pengacara di sini,” kata Yeon Woo. Tapi kemudian Geun Sik mengatakan bahwa Pak Jeong memberitahunya kalau Yeon Woo mengancam akan bunuh diri di atap saat ada penjahat yang mengejarnya.


Geun Sik memakaikan topi itu kepada Yeon Woo yang terpaksa ikut dengannya. Yeon Woo melepaskan topi itu, lalu mengirimkan pesan pada Ji Na bahwa Geun Sik menangkapnya, sehingga mereka tidak jadi makan malam bersama.


“Dia sekali bilang terima kasih, lalu minta maaf. Ini rumit,” keluh Ji Na.


Yeon Woo berhenti di depan sebuah ruangan dan melihat Kang Seok. Geun Sik menghampirinya dan memakaikannya lagi topi itu, lalu menyuruhnya segera mengikutinya.


Kang Seok meminta Ju Hee untuk melepaskan kasusnya, tapi Ju Hee menolak dan menyuruh Kang Seok saja yang mundur. “Sungguh? Lalu, aku akan melepaskannya. Aku tidak ingin kita bertemu lagi,” kata Kang Seok lalu melangkah pergi.


Ju Hee menanyakan alasan Kang Seok melakukan itu. “Kau sungguh tidak tahu? Kubilang jangan bertemu lagi entah itu di dalam atau di luar pengadilan,” kata Kang Seok. Ju Hee bilang ia baru tahu hari ini bahwa lawannya adalah Firma Kang & Ham. “Kau ingin aku percaya?”


Ju Hee bilang ia menerima kasus itu bukan karena Kang Seok, tetapi dia memang sudah bertanggung jawab atas gugatan itu sejak 6 bulan lalu. Kang Seok menyebut Ju Hee pasti sudah tahu firma apa dan pengacara siapa yang akan menjadi lawannya.


Kang Seok bilang kasus ini akan menjadi kekalahan bagi kedua belah pihak. Tapi Ju Hee yakin selalu ada pemenang dalam pertarungan dan dalam kasus ini dia akan menjadi pemenangnya.
Flashback..


“Aku bisa menang kali ini. Aku bisa menangkap pelakunya,” kata Ju Hee saat masih menjadi jaksa. Korban ketakutan karena ia dan keluarganya diancam akan dibunuh, jika membuka mulutnya. “Jangan khawatir. Aku akan memastikan Anda terlindungi.


Kang Seok bertanya pada Ju Hee siapa yang akan melindungi korban. Ju Hee bilang mereka hanya perlu menangkap pelakunya dan memasukkannya ke penjara. “Apa kau tidak yakin?” tanya Ju Hee. 


Mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kasus itu sebagai lawan. Kang Seok lalu menanyakan kabarnya. “Waktu berjalan sangat cepat. Kenangan yang indah bertahan lama, kenangan buruk bahkan lebih lama. Menurutmu, aku di sisi mana?” kata Ju Hee. 


“Ayo, Nona Na. Karena kau sangat percaya diri, ayo mulai dan bertarung,” kata Kang Seok.
Advertisement


EmoticonEmoticon