5/06/2018

SINOPSIS Suits Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 3 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 2

Di mobil, Kang Seok membaca berkas gugatan bahwa penggugat akan membagi aset dan membayar 500 juta dollar kepada pencemar nama baik. Wajahnya tampak sangat serius. Ia lalu menghubungi seseorang dengan ponselnya. “Lelucon apa ini? Bukankah ini sudah keterlaluan?”


Ju Hee bilang Kang Seoklah yang kasar pada urusan ini. Ia bilang gugatan itu ia buat dengan pikiran realistis dan akal sehat. Kang Seok bertanya sedang dimana Ju Hee.”Di tempat favoritku. Kau tahu, tempat yang sangat tinggi namun keras,” kata Ju Hee. Kang Seok meminta supirnya kembali ke kantor.


Suits Episode 4 – Oleh karena itu, kebenaran tidak selalu menang hanya karena menunjukkan dirinya.


Beleum selesai, Geun Sik menjelaskan hal yang didapatkan BewhY jika menjadi klien mereka, tiba-tiba Yeon Woo masuk tanpa mengetuk pintu. BewhY menyapa Yeon Woo dengan sebutan ‘pengacara palsu’ lalu menghampirinya.


BewhY bilang ia datang kesana karena Yeon Woo. Geun Sik lalu menanyakan tentang maksud kata ‘pengacara palsu’ yang diucapkan oleh Yeon Woo.


“Apa? Itu..” kata Yeon Woo gugup. Ia lalu menjelaskan tentang pasal yang mengatakan bahwa jika seorang pengacara tidak melayani firma hukum selama 6 bulan atau tidak menyelesaikan pelatihannya, maka dia tidak bisa membuka firma hukum swasta atau menjadi anggota firma hukum maupun serikat pengacara. “Seperti yang kalian tahu, aku masih rekan masa percobaan.”


Ha Yeon tersenyum dan membenarkan ucapan Yeon Woo


“Baiklah. Kau bisa lakukan pekerjaanmu. Aku akan panggil nanti,” kata Geun Sik lalu Yeon Woo pergi.


Yeon Woo membenamkan wajahnya di dalam air untuk menyegarkan dirinya. Saat ia mengangkat kepalanya, ia terkejut dan bertanya kenapa Ji Na ada disana.


“Ini kamar kecil wanita,” kata Ji Na. Yeon Woo bingung, lalu mereka berdua bicara di atap.


Ji Na bilang seharusnya Yeon Woo memberitahu Geun Sik kalau dia tidak bisa minum atau langsung saja menolak. “Aku punya alasan. Pak Chae tahu tentang masalah di atap,” kata Yeon Woo. Ji Na tidak heran.


Ji Na bilang Geun Sik punya banyak orang di sekitarnya yang memberitahu semua masalah di tempat kerja. Yeon Woo bilang ia lebih kesal karena melanggar janjinya dengan Kang Seok, yaitu tidak akan mengecewakannya dengan melakukan hal bodoh. Ji Na menasehatinya agar tidak menyerah.


Dari dalam mobil Kang Seok memberikan sebuah berkas pada Yeon Woo dan bertanya, “Kau sudah sadar?” Yeon Woo mengiyakan dan menanyakan kenapa memberikan berkas itu padanya. “Ada hal mendesak. Aku akan menelepon, jadi serahkan saja kontraknya. Jangan bicara sesuatu yang tidak penting. Berikan saja kontraknya, lalu pergi. Kau tak punya banyak waktu, jadi naiklah taksi. ”


Yeon Woo lalu berpapasan dengan BewhY yang masih akan memikirkan kontrak hukumnya dengan Geun Sik, karena sebenarnya ia ingin meneken kontrak dengan Yeon Woo tapi tidak bisa karena Yeon Woo masih peserta pelatihan. Yeon Woo tampaknya memikirkan sebuah rencana.


Kang Seok sudah sampai di lokasi tempat Ju Hee berada. Tapi Ju Hee bilang Kang Seok harus naik ke tempatnya berada, jika ingin bicara dengannya.


Yeon Woo memperkenalkan dirinya pada seorang wanita dari perusahaan Soonhan. “Yeon berarti cerah dalam Bahasa Cina?” tanya wanita itu. Yeon Woo mengiyakan. “Kau masih muda.” Yeon Woo mengatakan bahwa dia memang masih peserta pelatihan. “Bukan, maksudku kau masih muda untuk menikah. Kau akan mulai bersinar cerah begitu menikah.” Yeon Woo bilang ia membawa kontraknya. “Masuklah.”


Kang Seok akhirnya menyusul Ju Hee dan bertanya tentang kasusnya. Ju Hee bilang ia tahu bahwa akan sulit bagi pihaknya jika membawa kasus itu ke pengadilan dan lawannya adalah Kang Seok. “Jadi langkah terbaikmu adalah pembagian properti? Kau juga mendekati kasus ini sesukamu. Kau belum berubah sama sekali,” kata Kang Seok.


“Kau kehilangan ketulusan sejati di antara keduanya sama seperti kau gagal di masa lalu,” kata Ju Hee yang membuat Kang Seok menatap tajam padanya. “Mereka bilang pernikahan itu bagai tas yang penuh dengan 99 ular dan 1 belut. Itu berarti siapapun yang mengambil ular paling berbisa dari tas akan memenangkan gugatan perceraian. Kau juga menggunakan hak orang tua dan anak asuh untuk melawan gugatan itu, bukan?”


“Kecap ini adalah Soon Shim. Pasta kacang kedelai ini adalah Soon Deuk. Dan pasta cabai merah ini adalah Soon Cheol. Aku berusaha keras membuat ini. Jadi, aku menamai mereka seperti anak-anakku,” kata wanita yang ditemui Yeon Woo tadi.


Yeon Woo akan memberikan kontraknya, tapi wanita itu melanjutkan lagi ceritanya. Wanita itu bilang sangat sulit untuk memfermentasi kedelai dengan tepat, tapi akhir-akhir ini hanya butuh waktu 1 minggu untuk membuat pasta cabai merah di sebuah pabrik dan hanya 1 minggu lagi saja dan pasta itu akan sampai di Brazil.


“Kenapa? Kau tampak seperti ingin cepat pergi? Kau pasti bosan mendengarkan ocehanku,” kata wanita itu karena melihat Yeon Woo terus saja berusaha memberikan berkasnya. Yeon Woo bilang baukan begitu maksudnya, tapi itu karena dia hanya rekan masa percobaan. “Bukan berarti kau tidak tahu apa-apa. Kang Seok pasti mungkin menyuruhnya agar tidak bicara apapun.”


“Bagaimana Anda tahu?” tanya Yeon Woo penarasan dan wanita itu hanya tertawa kecil. “Aku begitu kagum padamu, Nyonya. Kau bahkan membangun pabrik dan cabang di luar negeri. Ini bukan hal mudah. Nenekku hanya bisa bermimpi melakukan ini.” Wanita itu terkejut mendengar Yeon Woo masih punya nenek. “Ya. Dia dulu bekerja serabutan di pasar. Jadi, aku selalu merasa dia wanita yang kuat. Tapi ketika orang tuaku tiada, dia lebih takut pada kenyataan harus membesarkanku sendiri dibanding sedih kehilangan anaknya. Sekarang, dia ada di rumah sakit karena sakit. Aku merasa bersalah karena tidak sering mengunjunginya.” 


Wanita itu bilang cucu-cucunya bahkan tidak sering mengunjunginya saat liburan, jadi dia menebak bahwa Yeon Woo adalah cucu yang hebat. “Aku masih jauh dari itu Dia selalu berada di sisiku, walaupun banyak kesalahan bodoh yang kubuat,” kata Yeon Woo lalu meminta izin menjawab ponselnya.


“Dimana? Kau gila?  Bagaimana bisa menjawab telepon ketika bersama klien?” tegur Kang Seok. Yeon Woo bilang itu karena teleponnya adalah dari Kang Seok. “Aku menyuruhmua pergi setelah memberinya kontrak. Kenapa masih disana?” Yeon Woo bilang itu karena wanita itu memaksanya mencoba pastanya. “Berikan ponselnya padanya.”


“Ya, Pengacara Choi,” jawan wanita itu. Kang Seok meminta maaf dan akan datang besok. “Tidak apa-apa.” Kang Seok bertanya apakah anak buahnya mengganggunya. “Tidak. Dia jauh lebih menyenangkan dibanding dirimu.” Kang Seok bilang itu tidak mungkin. “Dia pria muda yang sangat baik hati. Baiklah, aku akan menyuruhnya kembali. Jadi jangan khawatir.”


Yeon Woo akhirnya memberikan berkasnya. Wanita itu bilang Kang Seok sangat peduli pada Yeon Woo karena sebelumnya tidak pernah mengirimkan orang lain dan peduli pada orang seperti itu. “Ini alami. Seorang ibu harus merawat anaknya,” kata wanita itu,


Da Ham bilang Kang Seok belum datang dan belum mengizinkan Yeon Woo untuk masuk ke ruangannya. “Dimana dia?” tanya Yeon Woo. Da Ham berkata bahwa ia tidak wajib memberitahu Yeon Woo. “Anda mencoba menghentikanku, tapi aku akan masuk.” Da Ham hanya tersenyum dan membiarkan Yeon Woo masuk ke ruangan Kang Seok.


Ha Yeon merasa gugatan 500 juta dollar Direktur Nam sangat keterlaluan, meskipun itu hanya sebuah gertakan. Menurut Kang Seok itu bukan gertakan karena aset milik CEO Seong mencapai 1 milyar dollar.


Kang Seok menduga yang menjadi incaran Direktur Nam bukanlah uang, karena saat mereka bekerja sama dulu, ia tidak melihat Direktur Nam sebagai orang yang tamak.
Flashback..


Tersangka yang ada di hadapan Ju Hee dibawa pergi, dan Ju Hee terlihat melempar ponselnya ke meja.


Menurut Kang Seok, Ju Hee telah memojokkan korban tanpa berpikir, tapi sekarang malah membiarkan pelaku pergi. Ju Hee bilang ia baru saja menerima perintah tertinggi dan tidak bisa menolak. “Jika dibebaskan seperti ini, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan membalas dendam. Kau melakukannya dengan sengaja?” kata Kang Seok.


Ju Hee bilang tidak ada cara lain selain menangkapnya ketika tersangka melakukan kejahatannya. “Kau menyiapkan jebakan dengan korban sebagai umpannya?” tanya Kang Seok.


Kang Seok bilang gugatan 500 juta dollar itu adalah umpan. “Saham itu secara ilegal diberikan kepada CEO Seong ketika dia berumur 20-an oleh Ketua Seong. Untuk membuktikan keuntungan bukanlah milik bersama, dia harus mengklaim bahwa itu properti aneh yang dia miliki sebelum menikah. Cari tahu tentang CEO Seong yang tidak kita ketahui. Aku akan menyelidiki Direktur Nam.”


Kang Seok menyuruh Yeon Woo meletakkan saja kartu pekerjanya jika ingin mengundurkan diri. Yeon Woo bilang ia tidak akan berhenti dan meminta maaf karena tidak menepati janji. Ia juga bilang bahwa Geun Sik mengancamnya dengan masa lalunya jadi dia tidak punya pilihan lain.


“Tidak ada pilihan lain? Jika seseorang meletakkan pisau di leherimu, ambillah pisau itu atau tarik pistol. Atau lawan dia sampai mati. Kau harus memikirkan 100 cara menyelamatkan diri sendiri. Jika tidak berbakar, kau setidaknya harus percaya diri,” kata Kang Seok.


“Aku berbakat dan percaya diri,” kata Yeon Woo. Kang Seok bilang ia memilih Yeon Woo dan Yeon Woo harus setia padanya.


Kang Seok lalu meminta Yeon Woo untuk mengumpulkan semua rumor tentang CEO Seong dan Direktur Nam dari Seoju Airlines dan membuat pertunjukan. “Siapa mereka, bagaimana mereka bertemu, mengapa mereka bercerai. Cari semua detail dari awal hingga akhir.Aku memberimu kesempatan untuk menebus kesalahanmu,” kata Kang Seok.


Advertisement

1 komentar:

Semangat, semangat, semangat kakak.... 😆😆😆


EmoticonEmoticon