5/07/2018

SINOPSIS Suits Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 3

CEO Seong mengatakan pada Ha Yeon bahwa dia tidak akan menyerah pada perceraiannya. Ia juga tidak peduli jika harus diinvestigasi karena masalah warisan ilegal. Tapi ia tidak akan tinggal diam jika ada yang mengganggu Seoju Airlines.


Direktur Nam bilang pada Kang Seong bahwa ia hanya ingin istrinya mengaku bahwa itu diwarisi secara legal. Dia bilang ide itu bukan berasal dari Ju Hee, tapi dari dia sendiri.


Ha Yeon mengatakan bahwa jika sudah masuk persidangan, biasanya Departemen Kehakiman akan memihak pada ibu untuk membesarkan anak. “Tapi...” kata Ha Yeon.


“Aku tidak bisa melihat Jun Ho dan Jun Hee tumbuh dewasa sebagai pewaris Seoju Airlines. Aku yakin dia merasakan hal yang sama. Jun Ho dan jun Hee, aku tidak akan menyerah,” kata Direktur Nam dengan sedih,


CEO Seong merasa Ha Yeon malah menyerangnya. Ha Yeon bilang ia hanya ingin mencari sesuatu yang belum ia ketahui, karena hal itu bisa menjadi masalah saat persidangan. Ia meminta maaf karena sudah membuat kesal, lalu pamit pergi. “Ayahku... menjalani waktu yang sulit. Saudara-saudaraku sudah bekerja untuk menjadi penerusnya. Tentu saja keduanya penting, tapi... Ya. Itu Seoju Airlines,” kata CEO Seong pada akhirnya.


Geun SIk menghampiri dan mengatakan bahwa Yeon Woo hanyalah manusia biasa dan tidak akan bisa menjadi hebat seperti dirinya. Ia bertanya apakah Yeon Woo mengatakan sesuatu, karena BewhY tidak mau menjawab teleponnya. “Aku hanya manusia biasa. Apa yang bisa kukatakan?” kata Yeon Woo. Geun Sik berpesan agar Yeon Woo berhati-hati.


Tiba-tiba, Yeon Woo melihat sesuatu di kertas-kertas yang dia periksa. Ia lalu berlari melewati Geun Sik begitu saja.


Yeon Woo kembali ke ruang kerjanya dan mulai mengetik sebuah dokumen berjudul ‘Dewi Langit Menikahi Seorang Pria’. DI mejanya berserakan banyak artikel tentang CEO Seong dan Direktur Nam. Ia merangkai semua hal yang ia temukan dalam 1 dokumen.


Kang Seok mengatakan pada Ju Hee bahwa dia akan menang, jika membawa kasus itu ke pengadilan karena CEO Seong akan mengakui tentang warisan ilegalnya. Dia bilang dialah satu-satunya yang akan menang melawan Ju Hee dan Direktur Nam, bukan CEO Seong.
Flashback..


Ju Hee mengingat saat Kang Seok dulu mengatakan bahwa ia setuju untuk menghentikan penyelidikan sebuah kasus dan mengaku bertanggung jawab. Ia mengatakan bahwa tugas jaksa adalah mematuhi prinsip dan ia bersedia diselidiki, namun tanpa kehadiran Ju Hee disana. 


Komite Disiplin Kejaksaan setuju, sehingga Ju Hee dipersilakan untuk keluar. 


“Tugas Jaksa adalah mematuhi prinsip dan tugas pengacara mendapatkan biaya hukum mereka. Aku hanya melakukan tugasku sebagai pengacara,” kata Ju Hee. Kang Seok masih heran kenapa Ju Hee melakukan semua itu. “Karena Direktur Nam masih mencintainya.”


Ju Hee bilang ada tipe orang yang perlu putus ketika masih saling mencintai dan ada juga yang berpikir sebaliknya. Kang Seok bilang ia tidak keberatan membicarakan cinta masa lalu mereka, tapi ketika membicarakan itu Ju Hee tampak seperti orang lain. “Kurasa tidak ada gunanya kita bertemu lagi. Baiklah, jangan bertemu lagi setelah persidangan,” kata Ju Hee.


Dengan senyum bangga, Yeon Woo memberikan dokumen yang sudah dibuatnya kepada Kang Seok. Ia memastikan bahwa itu adalah hasl tulisannya sendiri. Ia berhenti bicara, ketika melihat kedatangan Ha Yeon.


Ha Yeon mengatakan bahwa CEO Soonhan, Nyonya Bae, akan pensiun. Kang Seok bilang ia akan menemui Nyonya Bae sekarang juga. Ha Yeon kecewa, karena Kang seok gagal meyakinkan Ju Hee agar tidak perlu sampai ke persidangan.


Yeon Woo bilang ia tidak mengatakan apapun pada Nyonya Bae. “Ikut aku,” ajak Kang Seok. Da Ham menghubungi supir Kang Seok.


Kang Seok memperhatikan Yeon Woo yang sedang memarkirkan sepedanya dengan sangat hati-hati. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat Yeon Woo masuk ke mobil, Kang Seok mengatakan bahwa tidak akan ada yang mencuri sepeda Yeon Woo.


“Anak itu sangat berharga bagiku,” kata Yeon Woo. Kang Seok menyuruhnya berhenti memanggil sepedanya seolah-olah sepedanya adalah manusia. “Baiklah.”


Nyonya Bae menanyakan pendapat Yeon Woo, tapi Yeon Woo bilang ia tidak terlalu yakin. “Pengacara Choi, apa kau ingin aku menendang kalian keluar dari sini karena Yeon Woo tidak mau bicara karenamu? Atau kau lebih suka aku mempertimbangkan semuanya  setelah mendengar apa yang dia katakan?” kata Nyonya Bae. Kang Seok lalu meminta Yeon Woo mengatakan semua yang ada di pikirannya.


Yeon Woo bilang Nyonya Bae menganggap semua sausnya seperti anaknya sendiri, jadi Nyonya Bae ingin menjaganya agar tetap dekat. Ia bilang anak-anak yang dibesarkannya menjadi terlalu besar,  sehingga semua orang menjadi sibuk. Ia bahkan tidak bisa bertemu dengan cucu-cucunya. Itu juga berarti kalau Nyonya Bae harus bolak balik ke Amerika dan mengajari orang lain tentang sistem pabrik pasta kacang kedelainya.


Nyonya Bae senang karena Yeon Woo memahami maksudnya. Ia mengatakan bahwa setahun lalu, kontrak itu memang sangat menarik baginya, tapi sekarang tidak lagi. Ia ingin memberikan perusahaan kepada anak-anaknya dan dia sendiri ingin beristirahat dan menghabiskan waktunya dengan cucu-cucunya.


Kang Seok bilang Nyonya Bae perlu mendiskusikan hal tersebut dengan anak-anaknya yang memiliki hak kelola. “Aku berhak membuat keputusan akhir. Kaulah orang yang memberiku hak itu. Kau lupa?” kata Nyonya Bae.


Kang Seok tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia menoleh ke arah Yeon Woo, tapi Yeon Woo pura-pura tidak menyadarinya.


Kang Seok meminta Yeon Woo menemukan solusi atas masalah yang dibuatnya sendiri. Yeon Woo bilang berkebalikan dengan Kang Seok yang tidak suka menganggap benda seolah manusia, Nyonya Bae malah menamai saus buatannya. 
Advertisement

3 komentar

lanjuuttt kakak :)

Lanjut unie... Kepooo

ditunggu kelanjutannya ... terima kasih


EmoticonEmoticon