5/08/2018

SINOPSIS Suits Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 4

Di dalam mobil, Kang Seok akhirnya membaca dokumen tentang CEO Seong dan Direktur Nam. “Dewi Langit Menikahi Manusia. Bagi wanita, ini hukuman. Dan bagi pria, ini hukuman,” bacanya. Ia bertanya apakah Yeon Woo sungguh-sungguh membuat naskah pertunjukan.


Yeon Woo bilang perbedaan terbesar antara dewi dan manusia adalah keabadian. Ia bilang saat dewi menikah, pada akhirnya dia akan ditinggalkan oleh suaminya yang hanya seorang manusia. Ia juga bilang cinta mereka akan menjadi boomerang. Ia bilang CEO Seong adalah dewinya, sedangkan manusianya adalah Direktur Nam.


Yeon Woo meminta supir menghentikan mobilnya. Ia kemudian meminta Kang Seok untuk menghubungi keluarga Nyonya Bae termasuk cucu-cucunya. “Sepertinya aku hanya perlu memecahkan wadah itu,” ujarnya.


Nyonya Bae sangat senang, ketika cucu-cucunya datang dan memeluknya dengan ceria. Ia mengajak semua keluarganya masuk ke rumah. Yeon Woo juga sudah sampai disana.


Kang Seok sampai ke Pengadilan dan mengatakan bahwa mereka masih punya waktu lima menit sebelum membawa kasusnya ke pengadilan. Ia bilang ia tahu sesuatu yang Ju Hee tidak tahu. Ju Hee bilang itu semua sudah terlambat. “Kalau begitu, ayo ke pengadilan,” kata Kang Seok lalu berjalan lebih dulu.


Di belakangnya menyusul kedua pihak yang berseteru. Tampak seorang pengawal wanita membantu CEO Seong berjalan.


Ju Hee mengatakan kepada Hakim bahwa gugatan perceraian itu harus dibatalkan karena CEO Seong sebagai pewaris Seoju Airlines hanya sedang tertekan atas jabatannya di perusahaan, sera posisinya sebagai istri dan ibu.


Kang Seok berdiri dan bilang bahwa ia akan mengatakan kebenaran tentang kasusnya. Ju Hee bertanya apa yang dimaksud Kang Seok. “Cinta,” kata Kang Seok. Ia lalu berjalan ke tengah ruang sidang.


“CEO Seong sebagai penggugat ingin mewarisi kelompok pewaris utama. Dia menjalani pernikahan kontrak bersama Pencemar Nama Baik, Direktur Nam Myeong Hak. Setelah itu, Pencemar Nama Baik diam-diam menjalani hidup sesuai kontrak mereka. Tapi cerita ini berakhir dengan sebuah tragedi, seperti mitos. DIrektur Nam akhirnya mencintai istrinya dengan tulus,” kata Kang seok.


Direktur Nam tampak gelisah. Ju Hee bertanya apakah sebuah kejahatan jika suami mencintai istrinya. Kang Seok bilang seharusnya Direktur Nam tetap memathui kontrak awal dengan tidak mencintai CEO Seong, jika masih ingin menjadi suami dari pewaris Seoju Airlines.


Ternyata adegan tadi adalah gambaran yang mungkin akan terjadi versi Kang Seok. Kang Seok bilang ia tahu bahwa Direktur Nam hanya ingin melindungi CEO Seong dan kedua putranya dari perang perebutan Seoju Airlines. “Tapi kau mungkin tidak tahu kalau CEO Seong juga ingin membebaskanmu dari Seoju Airlines,” kata Kang Seok pada Direktur Nam.


Dir. Nam: “Apa maksudmu?”
Kang Seok: “Ada pertarungan besar dalam kelompoknya untuk memutuskan penggantinya. CEO Seong lahir di keluarga dan dididik untuk ini, jadi dia siap. Namun, mungkin sulit bagimu untuk menanggungnya. CEO Seong merasa sedih melihatmu menderita. Karena… dia… juga tulus jatuh cinta padamu.”


Di balik kacamata hitamnya, CEO Seong meneteskan air matanya. “Yu Jin.. Aku…” kata Direktur Nam tidak percaya.


“Kau sangat kejam,” kata CEO Seong. Kang Seok bilang hanya itu satu-satunya cara agar mereka tidak perlu melalui persidangan. CEO Seong yang ternyata tidak bisa melihat, mengangkat tongkat bantu berjalannya dan pergi meninggalkan ruang sidang.


Direktur Nam mengejar dan menahan istrinya. “Tolong mengerti. Tapi.. aku tidak bisa menahannya. Maaf,” kata CEO Seong dengan sedih. Ia lalu pergi dan Direktur Nam mengejarnya.


Ha Yeon bilang mata Kang Seok bisa melihat seluruh dunia, tapi tidak bisa melihat dirinya sendiri, sedangkan CEO Seong yang buta malah benar-benar bisa melihat dirinya sendiri. Ia juga bilang agak aneh mendengar Kang Seok mengucapkan kata ‘cinta’, lalu menanyakan kasus Perusahaan Soonhan.


“Jika ini benar, aku yakin kebenaran mungkin akan diungkapkan juga disana,” kata Kang Seok.


Cucu Nyonya Bae bermain-main di wadah pasta yang sedang difermentasi. Sementara itu, Yeon Woo meminta maaf karena ia adalah penyebab kesalahpahaman ini, karena Nyonya Bae mungkin merasa iri santara hubungannya dengan neneknya.


Yeon Woo bilang hubungan mereka tidak seromantis itu, karena baru-baru ini ia melakukan kesalahn atas tagihan rumah sakit neneknya. “Maksudku, Anda sungguh berbeda dari nenekku,” kata Yeon Woo. Tapi perhatian Nyonya Bae teralihkan pada cucu-cucunya yang berada di sekitar wadah. “Anda masih punya banyak wadah yang harus dibuat dan dijual. Anda harus mengajari anak-anak bagaimana pembuatan bumbu-bumbu ini.”


Dua cucu Nyonya Bae tidak sengaja menjatuhkan tutup wadah hingga pecah. Nyonya Bae terkejut dan langsung berlari menuju wadah tersebut.


“Kubilang berhati-hati! Apa yang kalian lakukan?” kata Nyonya Bae. Salah satu anak perempuannya menyebut Nyonya Bae sangat kasar. Ia bilang wadah kecap bukanlah hal hebat. “Apa katamu? Baiklah. Bagimu, ini mungkin hanya wadah kecap. Tapi bagiku, ini seperti anakku yang telah bersama selama beberapa dekade. Aku melalui semua ini untuk membuat hidupmu lebih baik seperti bumbu yang sudah tua.”


Anak laki-lakinya bilang ini sudah saatnya ibunya beristirahat. “Ya, ibu akan istirahat sekarang. Tapi bagaimana Ibu bisa menyerahkan perusahaan padamu? Kau tidak tahu cara membuat bumbunya dna tidak pernah mengunjungi ibu juga,” kata Nyonya Bae kecewa.


“Pengacara Go, kau boleh mendirikan cabang di Amerika. Aku akan terbang sendiri. Dan beritahu Pengacara Choi untuk mengubah gaji mereka menjadi upah,” kata Nyonya Bae. Ia juga tidak peduli saat anak-anaknya protes.


Yeon Woo melaporkan dengan bangga hasil pekerjaannya pada Kang Seok. Ia merasa beruntung karena cucu Nyonya Bae memecahkan wadah itu di saat yang tepat. Ia bilang Kang Seok tidak terlihat senang padahal baru saja memenangkan kasus. “Kasusku mungkin sukes, tapi tidak berarti prosesnya menyenangkan. Ngomong-ngomong, sedang apa kau disini?” kata Kang Seok.


“Oh, Nyonya Kang mencari Anda. Dan aku. Kita berdua,” kata Yeon Woo penuh rahasia.


Ha Yeon mengatakan bahwa BewhY adalah klien spesial mereka yang dibawa oleh Yeon Woo. Ia bilang Yeon Woo masih dalam masa pelatihan, jadi untuk sementara Kang Seok yang harus mengurusnya.


Yeon Woo tersipu malu sendiri saat Kang Seok menatapnya dengan senang.


“Aku sudah tahu dari wajahmu bahwa sudah saatnya kau harus belajar sederhana,” kata Kang Seok. Yeon Woo bilang ia tidak bisa mempelajari kesederhanaan dari Kang Seok. “Tentu saja. Kesederhanaan hanya kesia-siaan yang terbungkus perilaku baik.” Yeon Woo bilang itu adalah kebohongan yang berkelas.  “Kau tahu, kau sungguh nakal sekarang.” Yeon Woo bilang Kang Seok juga seperti itu.


Kang Seok lalu memuji dokumen yang disiapkan Yeon Woo tadi, lalu memberikan sebuah kartu untuknya.


“Hanya 2?” tanya Yeon Woo kecewa. Kang Seok bilang Yeon Woo itu hanya beruntung, jadi tidak boleh terlalu sombong. Yeon Woo tersenyum. Kang Seok lalu bertanya apa yang akan Yeon Woo lakukan dengan Geun Sik. “Kali ini aku akan mengurusnya sendiri.”


“Ini bukan nasi,” kata Geun Sik kepada ikan masnya. “Ini bubur. Hanya berwarna putih dan berair. Tapi sebenarnya, ini lebih sulit dimasak daripada nasi.” Ia baru menyuapkan bubur ke mulutnya, ketika Yeon Woo mengetuk pintu dan masuk.


Yeon Woo menyapa ikan mas Geun Sik dan bertanya apakah Geun Sik makan bubur karena sedang sakit. Geun Sik tidak jadi memakan buburnya dan menatap Yeon Woo penuh tanya.


Yeon Woo bilang ia datang untuk mengatakan bahwa ia tidak akan terancam oleh Geun Sik. “Kau sakit?” tanya balik Geun Sik. “Sepertinya kau mulai berpikir bahwa kotoran itu manis. Kau bisa dikubur hidup-hidup.” Yeon Woo bilang ia tertarik pada terkubur hidup-hidup dan menjadi sukses. “Sungguh? Tapi kau bisa apa? Sepertinya kau punya masa lalu yang kelam. Tapi ini juga polos dan jelas tanpa kualifikasi apapun.”


Geun Sik menunjukkan data pribadi Yeon Woo dan berkata, “Ini membuatku ingin mengendus lebih banyak.” Yeon Woo terkejut, tapi berusaha menguasai dirinya.


Yeon Woo: “Aku melakukan wawancara resmi dan Pengacara Choi mempekerjakanku. Jadi itu berarti, Anda keberatan dengan penilaian Pengacara Choi. Walau begitu, aku ingin tahu apa Anda punyak hak untuk itu.”
Geun Sik: “Haha.. Punya hak? Aku telah memecat banyak rekan pemula. Kau merasa bisa berurusan dengan orang hebat sepertiku?”
Yeon Woo: “Oh, begitu. Jika Anda suka bicara masa lalu dan kualifikasi, lalu bagaimana dengan ini?”


Yeon Woo menunjukkan rekaman video ketika Geun Sik tertidur karena tidak kuat minum, sambil menghisap jempolnya.
Flashback..


Setelah bernyanyi bersama BewhY, Yeon Woo kembali ke tempatnya bersama Geun Sik. Ia melihat Geun Sik sudah terbaring disana, lalu merekamnya.


Yeon Woo: “Baiklah, kalau begitu. Haruskah kita bicara tentang masa depan Anda yang suram? Sebelum itu, ada juga kuburan untuk pria yang menyesal.  Mengerti, brengsek?”
Geun Sik: “Ap.. Ap… Apa? Kau barusan bilang apa?”
Yeon Woo: “Pengacara Choi menyuruhku bilang begitu. Permisi.”


Advertisement

1 komentar:

Wkwwkkwkk, ekspresi geun sik lucu banget, tapi kasihan juga.... 🤣🤣🤣


EmoticonEmoticon