5/09/2018

SINOPSIS Suits Episode 4 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Suits Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Suits Episode 5 Part 1

Kang Seok mematikan lampu ruangannya dan bersiap pulang. Ia bertanya kenapa Da Ham masih bekerja. “Aku baru mau pulang. Kau mau bertemu seseorang?” tanya Da Ham. Kang Seok mengiyakan lalu melangkah pergi. “Apa itu Pengacara Na?”


Yeon Woo menempelkan kartu 2 keritingnya di kubik kerjanya. Ia merasa sangat senang.


Yeon Woo lalu pergi ke ruangan Ji Na, namun Ji Na sudah tidak ada disana.


Yeon Woo keluar dari ruangan Ji Na dan mengecek ponselnya.


Ternyata Ji Na malah sedang berada di ruangan Yeon Woo. Ia langsung pergi saat tidak berhasil menemukan Yeon Woo disana.


Tepat setelah Ji Na pergi, Yeon Woo masuk ke ruangan itu dari pintu yang berbeda. Ia mengirim pesan bertanya apakah Ji Na sudah pulang. Ia mendapat pesan masuk, ‘Kau sudah pulang? Kau tidak ada di mejamu’. Yeon Woo melihat sekeliling dan mengirimkan pesan bertanya apakah ia bisa berterima kasih sekarang.


Ji Na kembali ke ruangan Yeon Woo, lalu mereka tertawa.


Ji Na bilang tempat yang mereka datangi sangat populer yang bahkan harus tetap memesan terlebih dahulu walau datang tengah malam. Ia melarang Yeon Woo minum dan menuangkan air putih untuknya.


Sementara itu, Kang Seok dan Ju Hee sedang berada di restoran sushi. Ju Hee bilang ia menyerah karena siang tadi, Kang Seok mengucapkan kata ‘cinta’. Kang Seok sadar bahwa ia adalah kenangan buruk bagi Ju Hee. Tapi Ju Hee juga berpikir bahwa dirinyalah yang salah. Ia bilang cintanya berakhir saat itu.
Flashback..


Setelah Ju Hee keluar dari ruangan. Kang Seok mengatakan pada Komite Disiplin Kejaksaan bahwa semua rencana dan keputusan dilakukan olehnya dan Ju Hee hanya menjalankan perintahnya.


“Jaksa Choi, kau tidak tahu bahwa seseorang harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri?” tanya salah satu komite. Kang Seok bilang ia tahu tentang itu dan akan menerima keputusan. “Kau tahu kami banyak berharap darimu. Jangan lindungi Jaksa Na.” Kang Seok berusaha menyangkal. “Hentikan. Jika kau terus bicara seperti ini, kami tidak bisa melindungi Jaksa Na. Akhiri dengan Jaksa Na mulai saat ini. Itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kalian berdua.”


“Kurasa tidak baik jika kita bersama. Jangan pernah bertemu lagi. Baik di dalam atau di luar pengadilan,” kata Ju Hee. Kang Seok setuju, dan Ju Hee langsung pergi.


Ju Hee mengakui bahwa ‘lebih baik tidak bertemu lagi’ adalah kebohongan. Ia bilang yang ia ingat adalah ia senang saat harus bertarung dengan penuh semangat bersama Kang Seok dan mencintainya.


Kang Seok: “Cinta?”
Ju Hee: “Satu-satunya emosi yang bisa kita bagikan adalah melihat satu sama lain seperti ini, berdiri di dua sisi yang berbeda. Itu saja.”


Ju Hee berjalan mendekati Kang Seok, lalu menciumnya.


Ji Na yang sudah mulai mabuk bilang bahwa ia sebenarnya merasa agak takut pada Kang Seok. Ia bilang ia mengatakan hal buruk tentang Kang Seok kemarin bukan untuk melawannya, tapi hanya karena merasa kasihan pada Yeon Woo.  Yeon Woo tidak masalah jika rasa kasihan membuat Ji Na tertarik padanya.


Ji Na: “Aku.. juga punya satu kelinci.”
Yeon Woo: “Kelinci? Seperti apa?”
Ji Na: “Aku mengidap fobia spesifik.”


Yeon Woo tidak percaya wanita sepercaya diri dan sekompeten Ji Na memiliki rasa takut pada objek atau situasi tertentu. “Aku takut dengan tes. Setiap kali melihat kertas ujian, aku menderita sakit kepala dan merasa sangat sakit. Ini.. semacam gertakan. Aku fobia tes. Bau kertas ujian. Suara pena orang lain saat menulis di kertas. Suara kursi. Semuanya, berubah menjadi sangat tajam seperti benda hidup dan mereka menusuk kepalaku,” kata Ji Na.


Yeon Woo mengerti. Ji Na juga bilang ia sebenarnya merasa iri pada Yeon Woo, karena ia juga ingin menjadi pengacara. Tapi ia malah harus dua kali ke toilet ketika mencoba mengikuti ujian. Ia lalu menebak bahwa Yeon Woo sangat menyayangi jam tangannya yang sudah tidak berfungsi.


“Ini milik ayahku. Kedua orang tuaku meninggal bersamaan. Saat itulah jam tangan ini juga berhenti berdetak. Kurasa jam tangan dan aku sama-sama rusak dan berhenti,” kata Yeon Woo. Ji Na merasa tidak enak, tapi ia bilang Yeon Woo bisa memperbaiki jam tangan itu dan juga dirinya sendiri.


“Nona Kim, sebenarnya… sebentar,” ucapan Yeon Woo terhenti karena ponselnya berdering. “Halo? Apa? Polisi?”


Di apartemennya, Kang Seok menyuruh agar Ju Hee tidur lagi, tapi dia bilang dia bisa pergi. Kang Seok juga memperbolehkan Ju Hee untuk menginap.


“Kang Seok, aku akan menikah,” kata Ju He yang membuat Kang Seok terkejut dan menoleh ke arahnya. Ju Hee tersenyum dan berkata, “Jangan bersikap seperti kau terkejut. Bagaimana jika aku salah sikap dan mencoba menahanmu? Kau benar. Aku mengajukan diri mengambil kasus ini karena ingin melihatmu untuk terakhir kalinya. Aku ingin membuat pilihan yang tepat ketika meninggalkanmu. Aku penasaran bagaimana akan berakhir kali ini.”


Kang Seok tampak kecewa dan bertanya, “Bagaimana jika aku yang menahanmu, bukan kau? Kau mau tetap bersamaku?” Ju Hee menolak dan berkata bahwa ia tidak mau mereka saling tersenyum atau menatap satu sama lain lagi.


“Saat aku keluar dari kamar ini, kita hanya akan menjadi 2 pengacara. Selamat tinggal, Pengacara Choi,” kata Ju Hee lalu pergi.


Kang Seok tidak sanggup menahan kepergian Ju Hee dan ia terlihat sangat sedih.


Yeon Woo datang ke rumah sakit dan melihat Se Hee terbaring lemah. Dokter mengatakan bahwa Se Hee terlalu banyak meminum obat tidur dan menduga Se Hee mengalami pertarungan fisik. Dokter sudah memompa perutnya, tapi Se Hee belum sadar, jadi mereka akan menunggu hasilnya.


Dua Polisi datang dan bertanya apakah Yeon Woo adalah wali Se Hee. Polisi itu bilang mereka mendapat laporan dari tetangga kalau mendengar Se Hee berkelahi. Ia bilang ada riwayat panggilan berkali-kali ke nomor Yeon Woo. “Anda kekasihnya?” tanya Polisi itu dan membuat Yeon Woo kebingungan.


Kang Seok yang sedang melamun, mendapat telepon dari Ha Yeon.


Kang Seok memakai jasnya dan kembali ke kantor. Ia melihat Ha Yeon tampak akrab dengan seorang pria di ruangannya.


Advertisement

4 comments

Episode 5nya cingu...

Bolak balik kesini.. Knp belum ada lanjutannya cinguπŸ™πŸ˜­

Knapa drama suits nya tidak dilanjutkan min?

Ka knapa drama suitsnya gak di lanjut ya, pdahal udh penasaran banget.... 😭😭😭


EmoticonEmoticon