5/09/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 1 Part 2

Mengiringi animasi dua sejoli makanan yg sedang bermesraan dalam penggorengan, terdengar suara seorang pria yg bercerita: “Saat berusia 15 tahun, ketika makan tangsuyuk (nama makanan: babi asam manis) bersama... saat itulah, ciuman pertamaku dengan seorang gadis yg tinggal disebelah (rumahku)...”

Mendengarnya, membuat seorang wanita tertawa cekikikan sambil komentar: “Hmm, hyung-nim.. ciuman pertamamu ‘terlambat’ juga yaa.. omong-omong, rasanya gimana?”

“Rasanya? Jelas-lah.. manis.. panas.. dan nikmat.. Hmmm, maksudku tangsuyuk-nya..”

Terdengar suara tawa mereka, lalu si pria bertanya: “Bukankah messtinya kamu sudah pulang?”

“Eih.. jangan mengalihkan topik pembicaraan... Jadi gimana, waktu itu kamu tidur dengannya tidak? Kamu tidur dengannya, ‘kan?” tanyanya


Ternyata.. suara yg kita dengar itu, adalah suara Seo-poong (Lee Jun-ho) dengan Gan Bo-ra (Hong Yon-hwa) yg sama-sama menjadi koki di sebuah restoran China di hotel ternama.

Di tempat kerja, hanya tinggal mereka berdua. Seo-poong menyuruh Bo-ra untuk segera pulang ke rumah. Maka Bo-ra bertanya: “Kamu mau pergi ya?”

“Menemui ‘tangsuyuk’-ku..” jawabnya dengan gembira


Berpindah ke sebuah ruang operasi, dimana para dokter tengah sibuk melakukan tugasnya.. namun tiba-tiba, terdengar suara perut keroncongan, “Astaga, siapa itu?!”

“Aku..” jawab salah seorang dokter, yg kemudian terkena muncratan darah dari pasiennya secara mendadak..


Kembali ke dapur, kita pun melihat Seo-poong yg asyik memasak.. seakan dapur itu adalah dunia miliknya seorang...


Di arena olahraga, nampak dua orang wanita yg tengah bertanding anggar. Mereka saling melawan dengan penuh semangat, hingga salah satunya merasa kelelahan dan menyerah..


Namanya, Dan Sae-woo (Jung Ryeo-won).. dia menyerah dan dengan nafas yg terengah dia bilang: “Wah, aku lapar... Aku lapar.... Aku lebih suka kalah saja. Mari berhenti. Aku terlalu lapar untuk melanjutkan...”


Setelah memasak cukup lama, akhirnya hidangan buatan Seo-poong siap disajikan. Tak tanggung-tanggung, dia menciptakan berbagai macam makanan khas China yg nampaknya begituu lezat.. 


Dari mulai makanan berat hingga makanan pencuci mulutnya, telah dia masak dengan sempurna. 


Dia membungkus makanannya, lalu berjalan pergi dengan raut wajah yg begitu gembira..


Dalam lift, Seo-poong terus tersenyum.. membayangkan pujian dari rekan kerjanya yg kebanyakan memprediksikan dia akan segera naik jabatan, karena kontrak kerja Master Wang (kelapa Chef) akan segera berakhir.


Hal yg membuat Seo-poong merasa percaya diri dan optimis, adalah karena dia telah membantu restoran ini mendapatkan bintang Michellin.. sebuah penghargaan bergengsi yg berhasil menaikkan citra hotel menjadi bintang enam.

Entah semua ini hanya bayangannya, atau memang benar-benar terjadi.. terlihat sosok bos-nya, yakni Yoon Seung-ryong (Kim Sa-kwon) yg memuji serta berterimakasih padanya, kemudian bilang bahwa dia akan memberikan ‘kabar baik’ beberapa hari lagi..


Sesaat kemudian, Seo-poong telah berada di depan ruang operasi. Dia duduk disana, sambil memegangi bekal makanan yg dia bawa..


Dokter yg perutnya keroncongan di ruang operasi tadi.. namanya adalah Seok Dal-hee (Cha Joo-young). Sekarang, dia tengah mengunjungi salah satu pasiennya, yang tak lain adalah Seung-ryong, yakni bos-nya Seo-poong.

“Katanya kamu sedang ada operasi...”

“Kita hanya perlu menyelesaikannya. Aku keluar lebih awal karena tidak ingin terlambat...”


Seung-ryong menyuruh pengawalnya untuk pergi, meninggalkannya berduaan dengan Dal-hee. 

“Kamu masih berbau desikfektan.. Aku suka baunya. Itu sesuatu yang tidak bisa kucium dari wanita lain...” godanya

“Sebentar lagi, aku akan menikah...” ucap Dal-hee tergagap

“Seberapa cepat?” tanya Seung-ryong

“Seminggu lagi..” jawab Dal-hee


Diluar ada suster yg hendak masuk, mengecek kondisi Seung-ryong, namun pengawal melarangnya..


Karena ternyata.. mereka tengah bermesraan didalam...


“Bisa aku melepasnya (infus), Dokter Seok?”

“Belum...”

“Aku keluar besok. Satu minggu sudah cukup... membuatmu jadi milikku...”

Seakan lupa tempatnya berada sekarang.. mereka pun lanjut bermesraan dalam ruang rawat itu~~


Selesai operasi, para dokter makan bersama di ruang istirahat. Kebanyakan dari mereka.. mengeluhkan hidangan makan malam, yg lagi-lagi masakan China..

‘Astaga, aku sangat muak dengan makanan Cina’

‘Aku mau muntah hanya dengan melihatnya’

‘Kami selalu makan makanan Cina yang berminyak. Mesti sedot lemak nih, kayaknya..’


Dal-hee melirik kotak makan Seo-poong yg tersimpan di mejanya. Namun dia tak mengambilnya dan malah membiarkannya begitu saja.. dia malah menanyakan bubuk cabe pada rekannya yg ternyata lupa membawanya.


Salah seorang dokter, mengingatkan Dal-hee untuk memeriksa Pasien Yong di lantai 20. Namun Dal-hee, malah menegur dokter Oh (mungkin masih residen?), dan mengancam akan membuatnya pindah departemen kalau kelupaan memeriksa pasien itu lagi.

“Duh.. kumohhon jangan.. Aku sekolah kedokteran agar aku bisa menjadi dokter bedah plastik. Aku mengambil semua kursus... jadi ibu dan nenekku harus bekerja... sebagai pembantu untuk membiayainya...” tutur dokter Oh dengan wajah yg memelas, yg seketika membuat dokter lainnya tertawa lalu mereka pun makan bersama.


Seo-poong membeli beberapa gelas kopi, kemudian berjalan menuju ruang istriahat dokter. Namun disana, tak ada sia apun.. hanya ada bekas makan mereka saja.


Melirik sekitarnya, tak sengaja Seo-poong melihat bekal makanan yg ia buat.. telah terbuang di tempat sampah, dalam kondisi masih penuh, belum dicicip sedikit pun. Dia kecewa.. namun dia hanya diam dan memilih untuk tak mengatakan apa pun..


Ternyata.. Seo-poong berpacaran dengan Dal-hee. Mereka pulang bersama.. namun Seo-poong tak membahas tentang bekal makanannya. Malahan dia terus tersenyum, seakan dia tak mengetahui apa pun...

“Kenapa tidak meneleponku? Membuatmu menunggu, maaf...” ucap Dal-hee

Tak ingin membahas hal itu, Seo-poong dengan pede-nya malah cerita tentang promosinya, kemudian bilang: “Aku akan membantumu membuka praktik. Aku akan bekerja keras beberapa tahun lagi dan membantumu membukanya. Kamu tidak makan dan tidur yang cukup di rumah sakit. Aku tidak bisa membiarkanmu, begini terus. Kamu harus bisa beristirahat dan bepergian juga. Harus yaaa..”


Dengan suara lesu, Dal-hee mengucapkan ‘selamat’, kemudian dia menyandarkan kepalanya di mobil. Maka Seo-poong menyuruhnya untuk tidur saja, nanti kalau sudah sampai dia akan membangunkannya...
Advertisement

4 comments

Wah dal hee menyebalkan

smgt author ditunggu next

Ada sinopsis yang dipotong pas dokter itu mencium pasien atau bisa dibilang dia selingkuh aku benar2 tidak suka bagian ini tolong kasih tau saya kenapa saya harus lanjutkan menonton drama ini


EmoticonEmoticon