5/10/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 1 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 1 Part 3

Do Chil-seong (Jang-hyuk) tengah berada di sebuah salon untuk merapikan potongan rambutnya. Namun setelah digunting pendek.. dia terus minta digunting lebih pendek lagi dan lagi..


Sae-woo yg kebetulan duduk disebelahnya, lantas berkomentar: “Anda akan terlihat seperti preman loh...”

“Kau mengenalku?” tanya Chil-seong

Tak menjawab pertanyaan itu, Sae-woo malah lanjut mengomentari potongan rambut Chil-seong, “Jika memotongnya terlalu pendek kau akan terlihat seperti seorang gangster”

“Jadi gak boleh, potong rambut begini?”

“Itu konyol tahu.. Tentu saja, tidak boleh..”


Chil-seong membuka kacamatanya.. dan dia langsung terpesona pada senyuman Sae-woo...


Imajinasi membawanya ke sebuah padang ilalang yg sangat indah, dimana hanya ada mereka berdua disana...


Kembali ke realita, Chil-seong bergegas mengenakan lagi kacamanya dan berkata: “ini rambutku!”, kemudian menyuruh stylish untuk memotongnya lebih pendek, gaya preman..


Selesai menata rambut, Sae-woo pindah ke tempat rias pengantin. Dia duduk disebelah Seo-poong yg kelihatannya sangat gelisah..


Dia terus memerhatikan Seo-poong.. menyadari kalau bunga di saku jas telah layu, spontan Sae-woo berniat menggantinya dengan yg baru, namun Seo-poong melarangnya. Kemudian, Sae-woo menyadari kalau Seo-poong belum cukuran, “Haruskah kumintakan pisau cukur?”

“Tidak usah..” jawabnya singkat


Tanpa perlu ditanya, Sae-woo cerita: “Pengantin priaku terlambat. Pernikahannya sebenarnya sebulan lagi. Tapi dia ingin mendaftarkannya terlebih dahulu. Kami sudah memutuskan... aku akan masuk duluan, dan dia akan masuk setelahnya. Dia bilang dia menyiapkan pertunjukan untukku. Kami akan punya 3 atau 4 anak. Dia sangat bersemangat. Dia menginginkan bayi karena dia dokter kandungan. Jika orang pertama yang dilihat bayi kami adalah Ayahnya... itu pasti sempurna. Aku agak malu sih, tapi pendapatmu bagaimana????”


Seo-poong tak mau berkomentar, bahkan kelihatannya dia sangat acuh dan tak mendengar apa yg diceritakan Sae-woo. Dia terlalu gelisah, karena pengantin wanitanya belum datang juga dan tak bisa dihubungi..


Ketika Sae-woo berusaha menghiburnya, Dal-hee datang. Maka Seo-poong langsung memeluknya dan menciumnya sambil berkata: “Tidak apa-apa. Tidak perlu mengatakan apa pun. Tak apa terlambat. Jangan minta maaf. Kamu tidak perlu melakukannya, Karena kamu adalah pacarku. Karena aku mencintaimu...”


Bersamaan dengan itu, pasangan Sae-woo datang.. yg tentunya langsung membuat dia kegirangan bukan main, “Kami sudah suami istri sekarang... Ini hebat! Luar biasa!” ungkapnya dengan wajah yg sumringah


Bersama pasangannya, Sae-woo berjalan pergi meninggalkan salon. Kebetulan, Chil-seong yg hendak masuk mobil melihatnya..


Meski tak mengatakan apa pun, tapi pandangannya terus melirik ke arah Sae-woo..


Tiga mobil.. melaju meninggalkan salon dan berhenti berbarengan di lampu perah persimpangan jalan.


Melihat Sae-woo yg tengah tertawa lepas di mobil sebelah, maka Chil-seong bertanya pada sobatnya: “Berapa banyak pasangan bercerai belakangan ini? 7 dari 10 atau 6 dari 10? Setidaknya setengah dari mereka berpisah, kan?”


Lampu merah berubah jadi hijau, mereka pun berpisah tak lagi melaju di satu arah yg sama...


Dalam mobilnya, Seo-poong yg sedari tadi cemberut seketika berubah menjadi ceria. Tadi keliahtannya dia mengabaikan cerita dari Sae-woo, tapi teranyta dia masih mengingatnya secar detail, tebukti dari ucapannya pada Dal-hee..

“Haruskah mendaftarkan pernikahan kita dulu? Apa besok saja yaa? Aku akan membawa pisau cukur ke pesta. Aku akan mencukur tepat sebelum masuk. Bagaimana dengan urutan pintu masuk? Aku harus mempersiapkan dulu... jadi tamu kita tidak akan bosan...” tuturnya. Namun Dal-hee diam saja, maka dia bertanya: “Kamu mendengarku?”

“Iya..” jawabnya pelan


Lanjutnya, Seo-poong berkata: “Ayo segera punya anak. Aku akan membesarkannya. Karena kamu punya profesi yang lebih menonjol, aku akan mengambil cuti. Aku akan kecewa jika kamu tidak menganggap serius pekerjaanku. Anak laki-laki sepertiku, dan gadis sepertimu. Kita punya dua anak, jadi tidak akan kesepian. Pengantin pria yang tadi seorang dokter kandungan. Haruskah kita pergi ke dia?”

Tapi, Dal-hee tetap diam.. terlihat tidak antusias sedikit pun. Maka Seo-poong bertanya: “Oh, kamu pasti lapar, kan?”


Tanpa perlu mendangar jawaban Dal-hee, Seo-poong bilang: “Aku membuatkan sesuatu yang kau sukai. Ayo makan nanti. Aku tidak tahu yang lain. Tapi, aku akan memastikan kau mendapat makanan lezat sepanjang hidupmu...”
Advertisement


EmoticonEmoticon