5/10/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 2 Part 2

Satu-persatu, para koki menyelesaikan masakannya. Sebelum dihidangkan, semuanya harus lolos dari pemeriksaan Master Wang yg memang sangat perfesionis orangnya.


Hidangan terakhir adalah buatan Seo-poong.. suasana terasa agak menegangkan ketika dia berhadapan lansgung dengan Master Wang.


Namun momen itu berlangsung singkat, karena Master Wang meloloskan hidangannya.. maka akhirnya Seo-poong bisa bernafas dengan lega.


Ternyata.. orang yg melakukan reservasi di restoran adalah Sae-woo. Ia mendonasikan seluruh uang hadiah dari ayahnya, sebanyak 300 ribu dolar.. 

Setelah diitung, biaya reservasi sekitar 299.989 dolar. Sae-woo tersenyum, “Boleh minta kembalian?” tanyanya yg seketika membuat para pegawai meliriknya heran.


“Ahhh.. kalau begitu gajadi deh..” ujar Sae-woo yg kemudian pamit pergi.

“Anda tidak ingin makan dulu?” tanya salah satu pegawai

“Saya sedang diet..” ucapnya

“Oh, besok pernikahan anda ya. Saya dengar Anda tidak menerima uang ucapan selamat. Saya sangat iri pada anda..” tutur seorang pegawai


Sae-won berjalan pergi, dan dia berpapasan dengan Bo-ra yg tengah bererita pada Seo-poong tentang dia, “Hyung-nim.. kudengar salah satu donatur membayar makan makan semua orang, totalnya hampir 300 ribu dollar. Apa dia masih ‘waras’ yaa?”

“Tentu saja (dia tidak waras)” komen Seo-poong


Dengan suara pelan, Sae-won menggerutu: “Benar... Kenyataannya aku bahkan tidak bisa makan jajangmyeon setelah membayar 300.000 dolar.. pasti gila... Aku, tidak waras ‘kan?”


Makan malam yg nikmat ini, diadakan khusus untuk para orang yg hobinya menunggan kuda pacu, seperti Sae-won..


Seo-poong berkeliling, menyapa para tamu sambil menunjukkan ‘atraksi’ sederhana yg katanya bsia membuat hidangannya makin lezat.


Dari kejauhan, Master Wang memerhatikan tingkahnya dan sepertinya dia marah, “Aku sudah memperingatkannya! Beraninya dia mengubah rasa hidangan, dengan bersikap licik seperti ini?”


Semua orang menikmati hidangan mewah yg telah disajikan di meja, tapi tiba-tiba.. Sae-won bilang.. dia ingin makan jajjamyeong. Pelayan mendengar permintaannya, tapi dia rasa hal itu tak mungkin.. karena Master Wang tak mau hidangan itu ada di menunya.


Dari kejauhan, Seo-poong melihat Sae-won dan dia menyadari bahwa dia merupakan wanita yg bertemu dengannya di salon rias pengantin..


Seo-poong sengaja berjalan mendekatinya.. namun dia tak menyapanya, dan hanya melakukan ‘atraksi’ di meja dekat Sae-won tengah duduk. 

Namun Sae-won mengenalinya.. terlebih karena ada cincin di jarinya. Maka dia pun memohon: “Aku mengenalmu, jadi apa aku bisa minta buatkan jajangmyeon? Boleh ya?”

“Tidak boleh..” jawab Seo-poong yg kemudian berjalan pergi mengabaikannya begitu saja


Masuk ke dapur, salah satu rekan kerjanya langsung meberitahu Seo-poong bahwa Master Wang tengah mencarinya dan menunggunya di ruang kerja..


Ketika ditemui, Master Wang bersikap sangat dingin dan lagssung menyuruh Seo-poong untuk berdiri disampingnya.


Master Wang mengacungkan sebuah pisau besar, lalu melemparnya tepat dihadapan Seo-poong,sambil berkata: “Ini akan jatuh di kakimu. Jangan khawatir!”


Namun setelah pisau-nya dilempar, spontan Seo-poong melangkah mundur. Maka Master Wang berkomentar: “Sudah kuduga, Kau tidak percaya padaku!”


Mengulang hal yg sama, Master Wang melempar pisau ke arah kakinya. Dia tak menghindar.. dan pisau itu memang tak melukainya.


Dengan tegas, Master Wang menatap Seo-poon sambil berkata: “Jangan berani berpikir kau dipromosikan... dengan menginjak karirku!”

“Mala crawfish yang Anda sajikan terlalu pedas untuk orang Korea. Kepedasan harus dikurangi dengan alkohol dan api. Jadi mereka tidak akan mengeluh...”

“Jika aku bilang iya, berarti iya. Jika aku bilang tidak, itu tidak. Bahkan jika salah, itu jawabannya”

“Bahkan jika salah? Bahkan jika pelanggan mengeluh? Bukankah pelanggan prioritasmu?”

“Bahkan jika aku salah, yang ku katakan itu mutlak!”


Kerasnya sikap Master Wang, membuat Seo-poong geram. Dia berjalan keluar.. sambil teringat permintaan Sae-won yg minta dibuatkan jajjamyung.


Maka detik itu juga, Seo-poong menemui Sae-won dan mengajaknya berjalan menuju dapur.


Sae-won bingung dengan sikap Seo-poong, “Mau kemana? Ngapain?” tanyanya

“Aku ingin memasak untukmu, sebenarnya...”

“Masak apa?”

“Apapun yang ingin kau makan. Kenapa? Sekarang kamu tidak mau???”

“Enggak gitu juag sih..”

“Aku tahu, makanya ikut denganku..”


Dong-sik datang memabwakan semangkok jajjamyung untuk Chil-seong. “Maaf lama.. pisaunya tumpul..” jelasnya

Chil-seong menghabiskan jajjamyung itu, lalu bertanya: “Menurutmu.. kenapa kita tak pernah punya pelanggan?”

“Karena makanannya tidak enak...” jawab Dong-sik

Chil-seong tertawa, “Aku pikir aku adalah satu-satunya yang tahu itu. Jadi kau tahu itu juga..” ujarnya
Advertisement


EmoticonEmoticon