5/10/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 2 BAGIAN 3

“Dia menjatuhkan lima wajan...”

“Bawngnya bersala dari China.. dan ini bawang laki-laki (what? Bawang laki?)”

“Dia berdarah


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 3 PREVIEW

Pelanggan itu adalah Seo-poong.. dia hanya memesan satu porsi jajjamyung, tapi para ajusshi lansgung hektik sendiri membuatkan pesanannya.


Tanpa meliahtnya, dan hanya dengan mendengar suara riuh-nya saja.. Seo-poong bisa menebak apa yg terjadi di dapur, ‘Dia menjatuhkan lima wajan...’ ujarnya


Sambil menunggu, pelayan menyajikan cemilan ‘pelengkap’, seperti bawang dan chunjang (sejenis bumbu?). Seo-poong meliriknya heran.. dan lansgung komentar, kalau bawangnya tidak cocok disajikan dengan jajjamyung, karena itu diimpor dari China dan jenis kelaminnya laki-laki (What? Baru denger ada bawang jenis laki?)


Seo-poong menambah porsi pesananan, jadi 8 jajajjamyung.. maka dia pun akan mendapatkan chunjang dalam jumlah yg sama. 

Dia pun melakukan pembayaran di muka, dan pelayan memberi kembalian dari uang yg ditempel sebagai wallpaper. Seo-poong meragukan keasliannya, lalu si pelayan bilang kalau uang yg ditempel dalam ruangan ini adalah uang asli, karena yg palsu ada didalam..


Chil-seon yg sedari tadi duduk didalam, sepertinya merasa penasan akan sosok Seo-poong.. maka dia menghampirinay untuk memberinya air minum. Mereka tak berbincang dan hanya melirik sau sama lain..


Sae-won menunggu terlalu lama.. nampaknya dia telah frustasi sendiri karena terlalu kelaparan~~


Akhirnya, chunjang yg diminta Seo-poong datang juga...


Di dapur, nampaknya jajajmyung telah matang dan siap disajikan (meski cara masaknya acak-acakan dan sangat tidak meyakinkan)


Namun Seo-poong malah berniat untuk pergi, setelah membukus chunjang yg didapatnya. Si pelayan heran, mengapa Seo-poong ingin pergi padahal belum mencicipi pesasanannya,


Maka dengan cara yg arogan, Seo-poong menyampaikan kritikan pedasnya untuk tempat ini: “Kau tidak harus menjalankan bisnismu seperti ini. Ini sebabnya kenapa orang bilang makanan Cina berminyak dan kotor. Tidak heran orang mengeluh. Acar lobak punya terlalu banyak gula... bawang berasal dari Cina dan jenis kelaminnya salah. Aku sudah tahu dari baunya kalau... jajangmyeon kalian penuh dengan lemak dan gula. Kalian memberi terlalu banyak bumbu. Itu jadi terlalu manis dan berminyak. Satu-satunya yang bisa dimakan di sini adalah chunjang yang dibeli di toko. Aku sudah membayar, jadi aku hanya akan mengambil ini...”


Sesaat seetelah Seo-poong pergi, para ‘koki’ keluar dengan memabawa jajjamyung buatannya. Mereka mendengar kejadian barusan dan benar-benar merasa emosi..

“Dia benar-benar brengsek. Aku akan mendapatkannya!”


Bersama-sama.. mereka berjalan mengejar Seo-poong sambil menunjukkan raut wajah yg terkesan ‘garang’..


Seo-poong mulai gelisah.. dia berjalan makin cepat, namun di persimpangan jalan dia hampir tertabrak karena masih lampu merah untuk pejalan kaki.


Alhasil, Seo-poong tak bisa melarikan diri.. para ajusshi menghampirinya dan langsung menyindirnya: “Kau takut lampu lalu lintas... tapi tidak takut kami?”

Dari sebrang jalan.. ada Sae-won yg sepertinya hendak berjalan pulang. Dia kesal karena mengira Seo-poon tak menepati janjinya.. tappi dia kesian juga, karena melihat Seo-poon dihajar oleh sekawanan ajusshi..


Tak mau perkelahiannya makin rumit, Seo-poong memnita maaf. 

“Kami tak membutuhkan itu! Datang dan makan apa yang kau pesan dan apa yang geng-ku ini buat. Itu yang aku butuhkan!” tukas Chil-seong

“Hak pelanggan mau makan atau tidak! Haruskah aku membayar untuk sesuatu yang menjijikkan?” ujar Seo-poong

Para ajusshi lain tak terima, maka mereka mengemukakan kekesalannya masing-masing!

“Dengar kau brengsek. Kau punya kekuatan gaib? Bagaimana kau tahu itu menjijikkan atau tidak? Hanya karena kita adalah gangster bukan berarti kita melakukan kejahatan di dapur!”

“Hei, kunyuk! Kami tidak bersalah saat kami berada di depan makanan. Kami tidak mencoba untuk menghemat uang dengan bahan-bahan kami. Tapi kau, Kunyuk! Kenapa kau malah menyakiti harga diri kami?”


Lampu pejalan kaki berubah jadi hijau, maka Seo-poong berjalan pergi.. para ajusshi masih marah dan ingin mengejarnya, namun Chil-seong melarangnya, “Sudahlah.. lagipula kedai kita akan tutup..”


Berpapasan dengan Sae-won, Seo-poon bertanya: “Tunggu. Kemana kau pergi?”

“Aku menyeberang untuk cari taksi”

“Kenapa malah cari taksi sekarang? Kau bilang untuk tidak lari. Kau bilang kau tidak akan lari. Kau bilang padaku untuk menunggu, tapi lihat kau kemana?”

“Aku hampir mati (kelaparan) saat menunggu..”


Apa pun yg terjadi pada Seo-pooong.. Sae-won sama sekali tak peduli. Dia mengacuhkannya dan berjalan pergi tanpa meliriknya seidkit pun..

“Astaga.. Aku pergi karena ini. Sudah kubilang aku akan membuatkan jajangmyeon. Sudah kubilang makan dulu!” teriak Seo-poong


Ditinggal Sae-won, para ajusshi makin mengila dan menghajar Seo-poong semaunya. Namun, Chil-seong menjadi penengah dan menghentikan perkelahian itu..


Tiba-tiba, Sae-won kembali dan lansgung menghantam kepala Chil-seong dengan sangat keras, “Aku harus menikah besok! Dan ajusshi, ternyata kau memang seseorang gangster!!!!” teriaknya


“Jangan biarkan wanita ini terlibat!” tegas Seo-poong

“Bukankah kau sudah menikah?” tanya Chil-seong pada Sae-won

“Besok aku nikahnya. Memang kenapa?”


Perlahan, menetes darah dari jidatnya.. tapi Chil-seong tak mempedulikan itu, “Bisakah aku mengatakan sesuatu karena aku dipukul?” tanyanya, yg kemudian berkata: “Kumohon.. jangan menikah..”

“Kenapa?”

“Bisa kau menikah nanti saja? Tunda nikahnya, ya?”

“Kenapa?”

“Karena.. Bercerai itu sulit...”

“Dasar gila!”


Sae-won hendak berjalan pergi, namun Seo-poong meraih tangannya dan berkata: “Jangan pergi...”


“Kenapa? Aku pikir kau tidak akan melibatkanku dengan mereka”


“Pernikahan itu tidak penting. Jangan menikah saja. Aku akan membuatkanmu jajangmyeon... Jadi, jangan pergi..”


Advertisement

1 komentar:

Wkwkwkwkwk, dramanya lucu banget sih, penasaran...


EmoticonEmoticon