5/11/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 3 Part 2

Sae-woo bercerita, ketika dia berada di San Fransisco pada usia 15 tahun.. saat itulah pertama kalinya dia mencoba ‘Fortune Cookies’ (kue keberuntungan) di sebuah restoran China.


Dalam kue itu, selalu terselipkan sebuah pesan. Sae-woo menyatakan, bahwa pesan yg didapatnya kala itu, adalah pesan yg tak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya, karena disana tertulis: ‘Trust in a Dog than a Man’ (Lebih baik mempercayai anjing daripada pria)

Lalu terdengar suara pria yg bertanya padanya: ‘Tapi, kamu mempercayaiku ‘kan?’

‘Tentu saja.. karena ramalan fortune cookies itu cuman bercadaan saja..’ jawab Sae-woo

==== EPISODE 03 ====


Sikap Seo-poong dan Chil-seong yg sama-sama menyuruhnya untuk tidak menikah, membuat Seo-woo heran, “Maksudmu pernikahanku tidak penting?!” keluhnya

“Ya, bahkan lebih buruk. Pernikahan adalah penipuan. Mereka bertukar cincin dan bersumpah akan saling mencintai sampai mati. Itu janji yang mereka buat untuk menipu pasangannya...” tutur Seo-poong


“Trust in a Dog than a Man!” ucap Seo-woo, yg seketika membaut apra ajusshi kebeingungan maksudnya, karena mereka tak mengerti bahasa Inggris, 


Seo-poong memahami arti kalimat itu, maka dia menunjuk Chil-seong sambil bertanya pada Sae-woo: “Jadi, aku lebih buruk ketimbang anjing yg sedang berahi?”

Chil-seong melangkah maju, menunjuk kearah Sae-poon sambil bertanya: “Barusan.. kau tidak mengatakan itu kepadaku, bukan?”

“Kamu menganggap dirimu wanita, Pak Gangster?!” tanya Sae-woo sambil menunjuk Chil-seong yg tentunya membuat para ajusshi geram.


Sae-woo tak merasa tertindas, dengan tegas dia berkata: “Kenapa kalian para pria melarangku menikah?! Bisa-bisanya kalian bilang pernikahanku tidak penting.  Kamu menyuruh wanita yang akan menikah besok untuk tidak menikah karena bercerai itu sulit. Itu benar-benar omong kosong. Ucapanmu benar-benar sampah.  Itu tidak pantas diucapkan oleh manusia. Suamiku akan memanjangkan rambutnya jika aku memintanya. Jika aku melarangnya memotong rambut seperti gangster, dia akan menurut. Dan jika aku memintanya mengeriting sebagian rambutnya, dia pasti mau!”


Kemudian, kepada Seo-poon dia berkata: “Bukankah kamu baru saja menikah satu bulan lalu? Kamu menikah satu bulan lebih awal dariku. Usia pernikahanmu hanya satu bulan? Bagaimana mungkin cinta berubah?!”


Sebelum pergi, Sae-woo sempat memberikan undangan pernikahannya para mereka semua, “Datanglah meski kamu sibuk! Kalian tidak perlu memberiku uang ucapan selamat! Kalian harus datang ke acara pernikahanku besok dan menikmati makanan enak. Anggaplah, aku telah makan jajjamnyeong!!!”

Sae-woo menatap Chil-seong, “Memangnya kamu sering bercerai, sampai tahu bercerai itu sulit?!” gerutunya yg kemudian menambahkan, “Aku akan menunggu kalian berdua. Aku sangat ingin menyediakan makanan kepada kalian. Gaunku tidak berlengan, tapi aku tergores di mana-mana. Kalian harus datang. Jika tidak, aku akan membunuhmu!”


Sae-woo berjalan pergi, maka Seo-poon ikutan berjalan pergi. Namun para ajusshi tak rela membiarkannya lepas begitu saja, “Kamu mau mundur atau kami menghampirimu?!” teriaknya


Chil-seong menghampirinya, “Makan saja jajangmyeon yang kamu pesan. Hanya itu permintaan kami...” ujarnya


“Aku tidak akan menginjakkan kakiku di restoran konyol itu lagi. Aku Seo Poong dari restoran Cina di Hotel Giant. Jika membawa chunjang, kalian akan kubuatkan jajangmyeon. Pelajarilah beberapa hal dariku!” tuturnya dengan indtonasi yg terdengar begitu arogan


Di waktu bersamaan, nampak Dal-hee yg baru saja memasuki lift di hotel Giant, tempat kerjanya Seo-poong..


Berpindah ke tempat olahraga, disana Seung-ryong tengah asyik dengan latihannya.. namun datangla pegawainya, yg menunjukkan laporan serta meminta tanda tangannya..


Meski hanya sebuah tanda tangan sederhana, namun Seung-ryong yg ‘malas’ menggunakan lengannya, malah bertindak songong dengan mendatangani berkas itu menggunakan kakinya, “Kenapa aku harus menandatangani banyak dokumen? Hei, jempol kakiku jauh lebih kuat daripada bulan lalu!”


Si pegawai menyampaikan pesan dari Presdir yg meminta Seung-ryong mengurangi kegiatan olahraganya. Namun Seung-ryong tak mempedulikan itu dan malah bertanya tentang Seo-poong..

Entah apa yg mereka rencananakan, namun si pegawai bilang dia telah mengurus semuanya sesuai apa yg diperintahkan..


Seo-poong kembali ke restoran dalam kondisi wajah yg cemong. Ternyata.. itu ulah para ajusshi, yg menumpahkan chunjang ke wajahnya


“Jika kamu datang lagi, kami akan mengubahmu menjadi acar. Kami akan menguburmu di chunjang selama satu bulan. Aku tidak peduli meski kamu pengantin baru. Semua yang putih akan kami ambil dari tubuhmu, baik itu gigi maupun matamu, lalu menghitamkannya seperti chunjang. Kamu tidak akan bisa berkemih lagi. Kenapa? Garam di dalam chunjang akan menutup kandung kemihmu. Jadi sebaiknya, kamu menghindari kami!!!!” ancamnya


Sae-poong kaget, ketika menyadari Dal-hee tengah duduk di dapur menunggunya. Suasana diantara mereka terasa begitu dingin.. apalagi, Dal-hee tiba-tiba mengucapkan ‘selamat tinggal’


Namun Seo-poong tak beraksi apa pun, dia malah mengelap wajahnya, kemudian membuatkan makanan untuk Dal-hee..


Di kedai, para ajusshi mengobrol sambil menikmati es batang. Mereka bertanya-tanya.. mengapa Seo-poong datang kemari hanya demi chunjang? Memangnya, di restoran mahal itu, tak ada?


Namun Chil-seong.. dia tak memerhatikan pembicaraan yg lain, dia terlihat murung sambil bernyanyi lagu galau tentang percintaan dan terus memandang undangan perikahan Sae-woo..

“Berikan kepadaku. Akan kubuang. Dia akan menikah besok. Untuk apa menginginkan alamat dan undangan pernikahannya?..” ujar Maeng-dal


Tanpa mengatakan apa pun, Chil-seong beriri dan lansgung berjalan pergi...


Di dapur restoran, Dal-hee bicara pada Seo-poong: “Semuanya akan mudah karena kita tidak perlu mengisi surat cerai. Kita tidak pernah mendaftarkan pernikahan kita...”

“Pulanglah...”

“Aku sudah mengemas barang-barangku dan pergi. Tamu kita akan membicarakan kita, tapi mungkin hanya sampai 3 tahun. Pilih kamu yang menggugat, atau aku saja? Setidaknya aku bisa bersikap seperti istri yang gila selingkuh dan menyesal menikah saat berbulan madu..”


“Siapa pria baru itu?”

“Untuk apa kamu tahu?”

“Sejak kapan?”

“Jika aku memberitahumu, ada yang berubah? Semua itu sia-sia. Aku tidak mau berada di sisimu!”


“Aku tidak bisa merelakanmu! Dal-hee.. Ayahmu membiayaiku dengan uang yang dia dapatkan dari membuat jajangmyeon. Ayahmu menitipkanmu kepadaku saat dia meninggal...”

“Aku selalu malu dengan restoran yang ayahku buka. Mungkin anakku pun akan malu punya ayah seperti ayahku”

“Kamu serius dengan ucapanmu yang kejam itu?”

“Aku sudah muak mengendus bau chunjang. Kita akhiri sampai sini..”

“Aku tidak akan pernah membuat jajangmyeon di sini. Maafkan aku...”

“Aku seharusnya tidak menikahimu, tapi aku ragu...”


Advertisement


EmoticonEmoticon