5/11/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 3 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 3 Part 3

Si ahjumma aneh yg kita lihat di episode sebelumnya, namanya adalah Choi Seol-ja (Park Ji-young). Pemilik mengiranya, hendak mengambil pakaian majikannya namun ternyata, dia ingin mengambil dress-nya, 

Seol-ja mencobanya di depan cermin, dan pemilik memujinya cantik. Tapi isengnya, Seol-ja malah berkata: “Jaga ucapanmu. Korea akan menggila karena Kampanye #MeToo itu...”


Sambil berjalan pulang, Sae-woo telponan dengan pacarnya, “Sayang, kamu sudah tiba?”

“Kini aku di pesawat. Aku akan tiba di sana besok pagi...”

“Baiklah...”

“Sayang, maaf, bisa ambilkan jas dan sepatu baruku agar aku bisa langsung ke altar penikahan?”

“Tenang saja dan istirahatlah. Semoga selamat sampai tujuan...”


Sebelum menutup telponnya, Sae-woo bertanya: “Kamu sungguh ingin menikahiku? Kamu tidak ingin tetap melajang agar bisa bebas berpacaran dan mencintai wanita lain? Kamu yakin akan menikah? Beri tahu aku jika kamu tidak mau menjadi suamiku. Tidak apa-apa...”

“Tentu, aku mau. Memangnya kenapa?”

“Kamu sebaiknya ingat aku pernah memberimu kesempatan untuk kabur”

“Baiklah...”

“Jangan muak denganku hanya dalam satu bulan. Aku mencintaimu...”

“Aku juga, mencintaimu...”


Sae-woo menghentikan taksi, tapi tak ada yg kosong. Sesaat kemudian, Chil-seong menghentikan mobil di depannya dan menawakan tumpangan pulang untuknya..


“Kenapa aku harus masuk ke mobilmu? Lanjutkan saja perjalananmu”

“Aku dalam perjalanan menuju ke rumahmu”

“Kamu penguntit? Bagaimana kamu bisa tahu alamatku?”

“Kamu memberiku undangan pernikahan. Alamatmu tertulis di situ”

“Aku tidak jadi mengundangmu ke acara pernikahanku!”

“Calon pengantin wanita tidak boleh naik taksi. Terlalu berbahaya. Ayolah...”

“Kurasa gangster seperti dirimu lebih berbahaya. Tapi tidak sebahaya menikah...”


Chil-seong turun dari mobil dengan gayanya yg ‘sok keren’.. dia berjalan menghampiri Sae-woo lalu berkata: “Kurasa ada yang kurang jelas tadi”

“Apa maksudmu? Tidak ada yang perlu dijelaskan di antara kita...”

“Aku bukan tipe orang yang mendekati istri orang lain”

“Lantas?”


“Kamu tidak akan bisa memilikiku jika menikah besok”

“Astaga, menyedihkan sekali...”

“Aku tidak perlu meminta maaf karena sangat menyukaimu sebelum kamu menikah, bukan? Maksudku, kamu pun belum menikah. Status hukummu masih melajang. Semoga kamu terus hidup bahagia...”

“Itu bukan urusanmu...”


Chil-seong pamit dengan cara yg sopan.. dia pergi mengendarai mobilnya dan meski kelihatannya dia terus tertawa, namun sepanjang jalan dia melantunkan lagu sedih tentang cinta~~


Dal-hee menemui Seung-ryong yg baru selesai mandi. Dia cerita, bahwa sebelumnya dia telah mengakhiri hubungannya dengan Seo-poong.

“Tumben... Biasanya, kamu tidak suka datang ke hotelku karena suamimu”

“Hubungan kami sudah berakhir. Dia hanya tinggal memergoki kita...”

“Baiklah, kurasa itu yang terbaik”

“Aku pantas tersambar petir dan mati..”

“Tapi aku ingin menikmati masa depan kita sedikit lagi...”


Mereka berciuman dan Seung-ryong berkata: “Benar, bukan? Ini menyenangkan...”


Tiba-tiba, terdengar suara aneh dari luar.. yg ketika dilihat, ternyata ada sebuah pisau yg tertancap tepat.. di pintu kamarnya.


Sae-woo pulang dalam kondisi yg sangat kelelahan.. tapi dia kembali ceria, ketika melihat ibunya yg baru saja pulang..


Esok paginya, Sae-woo berjalan pergi sambil telponan dengan pacarnya. Mereka janjian bertemu di altar pernikahan, karena Sae-woo mesti ke salon dan mengambil tuksedo serta sepatu untuk pengantin pria-nya..


Chil-seong akhirnya memutuskan untuk menutup kedainya.  Dia menyuruh Dong-sik menempelkan pengumuman itu di dean pintu..


Tibat-tiba, datanglah si nenek gelandangan, yg kini menjual kerupuk. Dia melihat selebaran itu, lalu komentar: “Astaga, apa-apaan ini? Siapa yang memberimu izin menutup kedai itu? Bisa-bisanya kamu gulung tikar tanpa seizinku! Aku sangat menentangnya! idak kusangka, kamu menutupnya hanya karena gedungnya tidak terurus, padahal kamu sendiri pemiliknya!”

“Kembalilah bekerja sebagai pengasuh di rumah sakit. Kenapa kamu terus kemari seperti penjaja makanan? Restoran ini gulung tikar gara-gara kamu. Aku melihatmu makan jajangmyeon di restoran Cina lain dengan uang yang kamu ambil dari kami...” ujar Dong-sik

“Dasar bedebah! Kamu pikir kenapa aku harus melakukan itu? Jajangmyeon kalian sangat tidak enak. Kalian seharusnya meminta izin kepadaku sebelum gulung tikar seperti ini...” tutur si nenek


Chil-seong tak menghiraukannya, dia pun masuk kedalam, meninggalkan si nenek yg hanya bisa mengeluh kesal, “Buka pintunya! Akan kurusak pintunya jika tidak dibuka. Hei! Aku akan mati besok!”


Jung-hye mencari-cari sesuatu dalam ruang kerja, tapi dia tak menemukannya: “Astaga, kenapa dia belum membeli lagi? Dia akan sangat kerepotan jika punya anak lagi...”


Berpindah ke sebuah bank.. seorang pria bernama Im Geok-jung (yg kemaren hampir nabrak Seo-poong?), ingin mengambil cek 1000 dolar untuk dijadikan hadiah pernikahan, “Aku mau cek yang baru...” ujarnya

“Semua cek itu baru, Pak...” jawab teller


Ternyata.. yg dicari-cari Jung-hye adalah alat kontrasepsi. Dia membelinya di apotek, lalu kementar: “Seperti inikah bentuk k***om? Aku belum pernah melihatnya”

“Itu untuk putra Anda?” tanya apoteker, namun Jung-hye tak menjawabnya


Ketika berjalan memasuki hotel tempatnya kerja.. Seo-poong dihampiri oleh rekannya, Rae-yeon yg lansgung menyanjungnya.. karena hari ini adalah hari diumumkannya, pegawai yg anak naik jabatan, “Selamat.. Sudah jelas apa yang akan terjadi. Kamulah yang membuat hotel ini menjadi hotel berbintang enam...”


Mereka pun memasuki lift, yg kebetulan telah ada pegawai lainnya beserta Master Wang disana..
Advertisement


EmoticonEmoticon