5/11/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 4 Part 3

Di tempat pernikahaan, Sae-woo begitu gembira memegang tangan ayahnya memasuk altar. Saatnye perngantin pria untuk masuk.. namun setelah dipanggil bebrapa kali, orangnya tak muncul juga..


Di waktu yg bersamaan, kita melihat Seo-poong berjalan meningglkan dapur.. dengan hanya membawa wajan serta spatula ‘emas’ yg kelihatannya sudah sangat tua..


Kembali ke altar pernikahan.. sedihnya, bukan mempelai pria yg datang tapi malah petugas dari kejaksaan, yg hendak menahan ayahnya Sae-woo atas tuduhas penggelapan uang.


Mempelai prianya sendiri, baru saja tiba di bandara.. raut wajahnya sangat lesu, nampaknya dia telah mendengar insiden yg terjadi di tempat penikahannya.. dan para pengawalnya pun menyuruhnya untuk kembali pergi dengan menggunakan pesawat...


Ayah diseret pergi.. tapi seelumnya, dia sempat berpesan apda Sae-woo: “Jangan khwatir, nak.. tolong jagalah ibumu..”


Tak lama setelah ayahnya dibawa pergi, ada telpon masuk untuk Sae-woo dari Rumah Sakit: “Hasil pemeriksaanmu sudah ada. Kurasa lebih baik kamu datang ke rumah sakit. Kamu mengidap kanker stadium empat...”

Mendengar hal itu, sungguh membuat Sae-woo terkejut bukan main.. tak ada kata-kata yg bisa menyalurkan perasaannya, hingga dia hanya bisa terdiam seribu bahasa dengan tatapan mata yg sangat kosong.


Seo-poong pergi meninggalkan gedung hotel.. sejenak dia sempat menghentikan mobilnya di sebrang kedai masakan China milik Chil-seong.. entah apa yg ada dalam pikirannya, namun sepertinya dia memikirkan sesuatau dengan begitu serius..


Hari berubah gelap.. Seo-poong pergi menuju jembatan sungai Han. Disana.. dia berteriak sekeras yg disa bisa untuk meluapkan emosinya,


“Ayah.. Aku harus bagaimana? Maafkan aku atas segalanya! Aku menyesal karena terlahir seperti ini! Aku juga menyesal memacari Dal-hee! Aku menyesal menjadi chef masakan Cina, dan bahkan menyesal karena masih hidup! Maafkan aku atas segalanya!”


Dia menangis, dan menjerit menyalahkan dirinya sendiri: “Poong, kau bertanggung jawab atas segalanya! Semua yang kamu lakukan salah!”


Seminggu kemudian.. pisau yg ditancapkan Poong masih ada di depan pintu kamar Seung-ryong. Pengawalnya mminta maaf dan menjelaskan, bahwa sekeras apa pun mencoba, namun pisau itu tak mau lepas..


“Pisau tidak asing untukku. Kekerasan tidak bisa mengontrolnya. Aku akan coba mencabutnya...” ujar Master Wang


Seo-poong berjalan di siang bolong.. sambil menenteng wajan kesanyangannya.. yg tentu, membuat rang-orang meliriknya heran. 

Langkahnya terhenti di depan kedai milik Chil-seong.. da berdiri disana, namun melirik ke arah gedung hotel sebrang tempatnya bekerja dulu..


Sementara mantan rekan kerjanya.. mereka semua bekerja seperti biasa, tanpa terlihat rasa bersalah sedikit pun pada Seo-poong..

Dengan bangganya, Sam-sun berteriak pada seluruh koki: “Semuanya, anggaplah dapur ini sebagai taman bermain!”


Sae-woo menemui dokter yg dengan santainya, menjelaskan kondisinya: “Kami memeriksa hasil tesmu. Kamu mengidap limfoma stadium empat yang artinya ada tumor yang tumbuh di limfamu. Operasi tidak bisa membantu. Sisa waktumu untuk hidup sedikit. Kamu ingin dioperasi, atau memilih menyiapkan kematianmu dengan nyaman?”


“Suamiku melarikan diri, dan ayahku dipenjara. Ibuku kolaps. Stadium empat? Aku mengidap kanker stadium empat? Dokter menyuruhku untuk mati begitu saja?” tutur Sae-woo dengan suara lirih


Selesai olahraga ringan, Shil-seong hendak menunggangi ‘kuda-kudaannya’, tapi itu terlalu tinggi dan dia malah jatuh,,


Bersamaan dengan itu, masuklah dua sobatnya yg memberitahukan bahwa ada seorang bedebah yg ingin meminjam uang..

“Sudah kubilang jangan sebut pelanggan kita bedebah!”

“Dia pelanggan, tapi tetap saja bedebah...”

“Bedebah macam apa dia?”


Pantaslah mereka menyebutnya bedebah.. karena orag yg mereka maksud adalah Seo-poong, yg secara tidak sopan malah menunggu samil tiduran dengan muka yg ditutup wajan di sofa kantor Chil-seong..


Melihat papan nama di tembok, Seo-poon bertanya: “Kenapa nama perusahaanmu ‘Pinjaman Cahaya dan Bayangan’?”

“Jika kamu meminjam dari kami, kami akan mengikutimu bagai bayangan agar uang kami dikembalikan...”

“Ada arti yang lain. Ini sebabnya kamu seharusnya tidak pinjam uang dari gangster...”


Tanpa ragu sedikitpun, Seo-poong berkata: “Pinjamkan aku 50.000 dolar! Kudengar restoran Cina di lantai satu itu milikmu?”

“Bukan hanya itu. Seluruh gedung ini miliknya”

“Berikan aku 50.000 dolar!”

“Begitu kamu ambil uang kami, kami akan menjadi bayanganmu. Kamu tidak masalah dengan itu?”


“Bukankah kamu bilang kamu seorang koki hotel?” tanya Seo-poong


Namun Seo-poong malah membahas hal yg lain: “Kalian gagal membuat jajangmyeon yang layak. Tidak heran kalian tutup. Biarkan aku membuka restoran di sana. Akan kucuri semua pelanggan Hotel Giant. Mereka menjual menu yang kuciptakan seharga 100 dolar. Akan kubuat yang sama dengan bahan-bahan sama dengan harga 10 dolar. Lalat pun tidak akan kubiarkan pergi ke Hotel Giant. Aku akan membalas dendam. Maka... Karena itu aku harus bersaing tepat di depan mereka. Akan kubuat para pelanggan datang kemari, bukan ke lantai 21!”

“Begitu, ya? Aku tidak peduli kamu sukses atau tidak. Apa jaminanmu?” tanya Chil-seong

“Wajan-ku!” jawab Seo-poong


“Benar-benar omong kosong!”

“Akan kuberikan spatula kesayanganku!”

“Apa? Buang saja logam tua dan gosong ini. Kamu membual bahwa dirimu koki hotel? Jika kamu pinjam 50.000 dolar dan gagal membayar bunga, kami akan memotong jarimu dan memasukkannya ke pangsit untuk diberikan saat pesan antar. Jarimu hanya sepuluh, bukan? Kamu butuh kira-kira 100 jari”

“Tidak akan kuberikan pangsit gratis meski orang pesan jajangmyeon! Aku tidak akan mengandalkan barang gratis untuk menang!”


Geram.. para ajusshi hendak menyeret Seo-poong keluar. Namun Chil-seong menghentikan mereka.. dan malah menyuruh mereka yg keluar dan meninggalkan Seo-poong berduaan dengannya~~~
Advertisement

1 komentar:

Semangat kakak, dramanya bagus lho...


EmoticonEmoticon