5/17/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 5 PART 2

SINOPSIS Greasy Melo Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 5 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 5 Part 3

Sae-woo melirik daftar menu, dia hanya bisa menghela nafas.. melihat harga seporsi jajjamnyeong adalah 5 dollar.


Sementara di dapur, Poong terlihat begitu fokus dan serius menyelesaikan masakannya..


Dengan polosnya, Sae-woo bertanya pada Chil-seong: “Omong-omong, kenapa kamu selalu ada di sekitarku?”

Chil-seong bingung sendiri, “Ini restoranku. Kamu mengenalku?” tanyanya

Sae-woo bergegas menarik ucapannya, lalu berkata: “Tidak, aku tidak mengenalmu. Aku tidak tahu apa pun soal dirimu..”


Chil-seong tertawa , melihat kuda di depan kedainya. Dia pun bertnaya: “Apa itu kuda yang membuang banyak kotoran di sana waktu itu?”

“Apa yang membuatmu berpikir bahwa itu kudaku?!” tukas Sae-woo

“Tidak tiap hari kamu melihat kuda di dalam kota. Sebenarnya, ini kali pertama aku melihat kuda. Lagi pula, siapa lagi yang meninggalkan setumpuk kotoran di depan toko orang lain tanpa membersihkannya...” jelas Chil-seong


Sae-woo berdiri.. obrolan tentnag ‘kotoran’ ini, membuat dia merasa bersalah kepada dirinya sendiri dan kepada Chil-seong, “Aku seharusnya tidak datang kemari...” ucapnya yg kemudian minta dibawakan acar lobak yg banyak saja.

“Kamu hanya ingin acar lobak?” tanya Chil-seong

‘Kami tidak akan buang kotoran di sini lagi...” ujar Sae-woo


Sesaat kemduian, Poong keluar dari dapurnya dengan membawa semangkuk jajjamyeong, namun dia tak melihat keberadaan Sae-woo dalam kedainya. Maka dia bertanya pada Chil-seong: “Ke mana dia?”

“Dia tidak bisa mengampuni diri sendiri. Dia pergi. Dia pergi ke sana bersama kudanya..” jawab Chil-seong


Poong pergi keluar, berharap Sae-woo masih ada disekitar kedai.. namun ternyata, tak ada siapa pun disana.


Dia kembali masuk, dan lansgung mengomeli Chils-eong: “Kamu mengusir pelanggan pertamaku? Kamu tidak tahu betapa penting pelanggan pertama itu? Apa yang kamu pikirkan?!”

“Sudah kubilang dia pergi. Jadi, aku bisa makan (jajjamyeong) ini, bukan?”

“Ini untuk pelanggan pertamaku! Dan dia---”

“Aku juga belum makan apa-apa”

“Kamu tidak pantas makan jajangmyeon-ku!”

“Baiklah. Aku akan menjadi pelanggan pertamamu. Aku juga akan membayar. Aku lapar..”


Chil-seong membayar 5000 dollar, kemudian dia mengaduk bumbu jajjamnyeong-nya. Tapi Poong, menarik mangkuknya, lalu memarahinya: “Biar kujelaskan kepadamu. Begitu kita menandatangani kontrak, restoran ini milikku. Kamu hanya perlu mengambil uang sewa. Aku penyewa, dan kamu pemilik lahan. Aku tidak bisa membalas dendam kecuali bisnisnya lancar. Aku harus kebanjiran pelanggan di sini. Aku tidak akan diam saja jika kamu membuat pelangganku pergi. Aku tidak takut kepadamu atau bawahanmu, entah preman atau bukan. Aku baru membuang rasa takutku ke Sungai Han!” teriaknya


Poong hendak pergi, tapi sebelumnya diata bertanya: “Omong-omong, apa yang kamu lakukan untuk mengusir pelanggan itu?”

“Menurutmu apa? Aku hanya membicarakan kotoran”

“Kamu membicarakan kotoran di dalam restoran?”

“Kemarin, dia kabur setelah kudanya membuang banyak kotoran di depan, maka kukatakan sesuatu kepadanya. Aku tidak boleh bicara?”


“Apa salahnya sedikit kotoran? Kamu buang kotoran karena makan, dan itu berarti kamu masih hidup!”

“Itu karena kamu tidak melihatnya. Kotorannya besar!”

“Jika kuda membuang kotoran di depan, itu artinya di depan restoranku, maka aku akan membersihkannya. Jangan berani-berani masuk dan keluar sesukamu. Jangan memberiku perintah atau memakan makanan pelangganku. Jangan terlibat dalam bisnisku. Dapur benar-benar tidak boleh dimasuki. Kamu juga tidak boleh membicarakan kotoran di dalam restoran!!!!!”


Poong benar-benar pergi dengan membawa semangkok jajjamyeong buatannya, meninggalkan Chil-seong yg hanya bisa diam sambil menjilat sumpit yg masih tersisa sedikit bumbunya..


Sae-woo mendatangi kantor peminjam uang yg barusan dia lihat di brosur. Namun karena tak ada siapa pun, maka dia menunggu di dalam..


Kebetulan, di TV tengah ditayangkan berita mengenai ayahnya.. yg tentu saja, membuat Saewoo sedih dan tak kuasa menahan tangisnya..


Geng ajusshi gengster, tengah berkumpul.. minum-minum di kedai. Mereka membicarakan keresahannya akan kehadiran Poong..


Tapi kemudian, Maeng-dal berbisik.. menuturkan rencananya untuk ‘menghabisi’ Poong malam ini.


Chil-seong masuk ke kantornya, maka Sae-woo yg belum mengenalnya, spontan bertanya: “Kenapa kamu mengikuti aku lagi? Kamu jatuh cinta kepadaku lagi?”

“Ini kantorku..” ujar Chil-seong

“Kamu bilang restoran itu milikmu..” sanggah Sae-woo

“Kantor ini juga milikku” tergas Chil-seong
  
“Kamu menyombongkan diri karena kamu kaya?” tanya Sae-woo

“Ini gedungku” ujar Chil-seong

“Pikirmu aku akan terpikat?” tanya Sae-woo

“Keluarlah! Turun dan makanlah jajangmyeon yang kamu pesan. Chef di sana sangat marah karena dirimu...” keluh Chil-seong yg kemudian menjelaskan: “Dengarkan aku, Nona. Jangan menerima pinjaman dari gangster. Para gangster sekalipun tidak memberi pinjaman kepada sembarang orang...”


Chil-seong menarik lengan Sae-woo, hendak menyeretnya keluar. Tapi Sae-woo malah bertanya: “Kamu cahaya atau bayangan?” (sesuai nama kantornya)

“Bukan cahaya. Ini utang. Pergilah!” (dalam bawaha pengucapan kata cahaya dan utang hampir mirip)

“Kamu cahaya atau bayangan?” tanya Sae-woo lagi

“Tadi sudah kubilang bukan cahaya. Ini berarti utang. Pinjaman. Pergi!” ujar Chil-seong

“Pinjamkan sedikit uang dan jadilah cahayaku. Kumohon....” pinta Sae-woo


Di dapur, Poong diam sendiri.. menunggu pelanggan pertamanya, hingga jajjjamyeong-nya telah mengeras. Akhirnya, dia memakan mie itu untuk dirinya sendiri..

Namun tiba-tiba, muncul orang yang mengarunginya dan lasngung membawanya pergi entah kemana~~~

1 komentar

  1. Semangat kakak, semangat, semangat... 😘😘😘😘

    BalasHapus


EmoticonEmoticon