5/19/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 5 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 6 Part 1

Chil-seong meminta Sae-woo melepas penutup kepalanya, jika ingin dipinjami uang olehnya. Sae-woo ragu.. berulang-kali, dia bertanya apakah Chil-seong, sunguh-sungguh akan menepati perkataannya?

Dengan yakin, Chil-seong menjawab ya.. maka akhirnya Sae-woo bersedia melepas penutup kepalanya.


Chil-seong kaget bukan main, “Kenapa kamu berkeliaran seperti ini?” tanyanya. Namun, Sae-woo tak ingin membahas hal itu dan hanya menegaskan: “Karena sudah kulepaskan, kamu harus menjadi cahayaku, ya?”

“Bagaimana dengan pernikahannya?” tanya Chil-song

“Sudah lewat..” jawabnya singkat


Dengan suara yg gemetar, Sae-woo berkata: “Pinjamkan aku 10.000 dolar..” 

“Suamimu tidak mau memberikannya?”


“Dia di luar negeri, dan aku enggan memberitahunya. Ini mendesak...” ungkap Saae-woo, “Aku mengidap kanker stadium empat. Kanker limfoma. Akan lebih baik jika dioperasi dan hidup sehari lebih lama. Pinjamkan aku 10.000 dolar untuk operasi dan kemoterapi. Kumohon...” tambahnya


Ternyata.. Poong diculik oleh para ajussi, untuk dibawa ke tempat tatto dan digambar tatto sayap di punggungnya, sama dengan punya ajusshi yg lainnya,

“Bos menerimamu sebagai salah satu dari kami. Akan kami lewatkan semua, tapi kamu harus melakukan ini sebagai rasa hormat.”


“Maksudmu aku harus menjadi gangster?” teriak Poong deng kesalnya


Sementara Poong mengerang kesakitan karena di tatto secara paksa, para ajussi malah asyik menyindirinya.

“Kamu pernah bekerja di hotel, bukan? Cobalah melompat dari atas atapnya. Kamu akan tahu bisa terbang atau tidak...”

“Kamu tidak takut dengan pisau. Kamu juga tidak takut dengan api. Kamu takut hanya dengan jarum?”

“Akan kubalas kalian!” teriak Poong

“Kamu seharusnya merasa terhormat. Tidak semua orang bisa punya sayap!”

“Poong, ajari kami cara membuat jajangmyeon, jjampong, daging asam manis, udang goreng pedas, ayam goreng lada pedas, ayam asam pedas, dan japchae nasi dengan baik. Jika tidak, kamu akan mati...”

“Jika kamu bilang chef adalah raja di dapur, kami akan membunuhmu!”


Selain tatto sayap, terdapat pula tatto rangkaian rasi bintang, dimana nama Poong terdapat paling bawah.. yg berarti, dia adalah bawahan mereka semua.

“Meski kamu chef-nya, kamu akan menjadi peringkat terendah di dapur kami. Aku lebih tinggi darimu!” tergas Maeng-dal


Esok paginya.. kita melihat Nyonya Jin, berjalan dengan membawa koper besar yg isinya 2 kresek ‘kotoran’, yg kemudian dia taburkan di depan rumah seseorang, kemudian dia lembparkan ke kanca mobil yg terparkir didepannya.


Sesaat kemudian, pemilik rumah keluar.. mereka bertanya, ada apa dan kenapa Nyonya Jin bersikap begitu. Namun Nyonya Jin, enggan menjawabnya.. dan malah bergegas pergi, sambil menunjukkan wajah ketusnya, “Astaga, kalian tidak lebih baik daripada setumpuk feses.”


Dalam taksi, Geok-jung tak sengaja melihat lamaran kerja sebagai supir, “Aku sudah bekerja sebagai sopir selama 10 tahun, tapi aku harus berhenti lebih cepat. Apa perusahaan memberi akomodasi untuk para sopir?”

“Kurasa perusahaan kami tidak menyediakan akomodasi. Tapi aku yakin ada perusahaan lain yang menyediakan..” jawab si supir

“Sungguh? Tapi, kakiku ini pincang.. Apa itu tidak masalah?” tanya Geon-jung, yg kemudian di jawab si supir dengan kernyitan dahi 


Nyonya Jin memberhentikan taksi, namun tak berhenti.. karena itu adalah taksi yg ditumpangi Geok-jung. Dia pun bersedih.. dan mulai menangis sesegukan (bukan karena taksi juga, sih..)


Seol-ja mengambil pakaiannya dari tempat laundry, lalu cerita: “Aku harus keluar dari rumah bosku. Aku harus mencari bos baru. Aku sudah tinggal di rumah bosku selama 10 tahun, jadi, banyak yang harus kukemas. Aku hanya mahir memasak...”

“Ada ruangan luas yang kosong di rumahku. Asal kamu tahu saja. Akan sulit mencari tempat tinggal baru. Kita tinggal bersama saja, Sseol Ja. Taruh semua barangmu di tempatku. Kamu juga bisa memasak apa pun sesukamu...” jelas si ajusshi

“Kamu bukan tipeku!” tukas Seol-ja

“Aku akan perlahan menjadi tipemu saat kita tinggal bersama. Kamu tidak usah membayar deposito atau uang sewa. Sempurna, bukan? Aku memang duda beranak, tapi aku tidak begini ke sembarang orang...” tutur si ajusshi


Seol-ja tak suka digoda seperti itu. Dia pun langsung menghajar si ajusshi hingga terkapar di lantai. Dan dengan logat bicaranya yg khas, dia mengumpat serta memarahi si ajussi, hingga membuatnya tak bisa berkutik sedikit pun...
Advertisement


EmoticonEmoticon